Minggu, 30 Juni 2013

Made Yudhawijaya...... My Lovely Amazing Handsome Bodyguard





Made Yudhawijaya, sang torpedo. Selalu aktif bagai tiada jeda rehat meski sejenak.....



Sang jenaka nan humoris yang selalu ramah pada banyak orang....












Namun sekaligus pencinta binatang, yang bisa bersedih karena hewan peliharaannya jatuh sakit......


























Pakar layangan, hingga bisa merakit layangan yang bahkan berukuran dua kali lipat dibanding tinggi tubuhnya, dan menerbangkannya jauh ke angkasa luas nan terbentang.






Namun juga selalu rajin bersembahyang, dan mengingatkan kami untuk bersembahyang bersama....




Duh Ratu bethare..... Para leluhur, Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa....... Semoga anakku, Made Yudhawijaya, selalu mendapat perlindungan dan berkat, selalu berkembang semakin bijak dan dewasa, selalu menjalani perjuangan dalam hidupnya dengan penuh semangat untuk maju.....

Semoga dia menjadi pria tangguh dan pemimpin di masa depan, tempat bersandar dari banyak orang, dan mampu menegakkan harapan ke masa depannya...... Semoga dikau panjang usia dan selalu diberi kesuksesan...... Tidak menjadi sombong dan lekas putus asa, tidak emosian dan bersikap kasar. menjadi sepintar bapaknya dan sebijak ibunya. hehehe.....




























Wayan Adi Pratama........... My Lovely Amazing Handsome Bodyguard.




My Amazing Handsome Lovely Bodyguard....... he is my boy, Wayan Adi Pratama.
Gak terasa...... 17 tahun telah berlalu, saat kulahirkan dia ke dunia ini, 1 Juli 1996. Ya, hari ini dia berulang tahun ke 17. Tepat pada hari Bhayangkara, Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia.




Pesta meriah di hotel berbintang dengan biaya ber puluh juta??? Bukan gaya kami. lagipula, masih jauh lebih banyak hal yang menuntut skala prioritas dibanding hura-hura dan huru-hara. Cukup kucium kedua pipinya, ucapan selamat berhari jadi, dan setangkup doa seorang ibunda bagi ananda terkasih....... Semoga dia sukses menjalani hari-hari di masa yang akan datang.....




Kumis tipis yang mulai menghiasi bagian bawah hidungnya, pertanda dia telah memasuki jenjang usia dewasa. Dheeuuuhh..... sungguh, doaku selalu, semoga dia tumbuh menjadi pria bijak nan dewasa kelak. Meski terjatuh berkali, dia akan selalu bangkit meraih masa depan dan segala harapan....









Kukenang, betapa, mengajarkan dia dalam beragam bidang kehidupan sungguh sebuah hal tak mudah. Bagai.... mengajarkannya pertama kali menjejakkan kaki untuk berjalan melangkah, Setapak demi setapak, dia membangun kepercayaan diri, memupuk kemampuan dan kemauan di dalam dirinya, dan mewujudkan dalam beragam aspek kehidupan.....













17 tahun umurnya kini.......
Dia sudah jauh melesat tinggi, mengalahkan bapaknya, Drs. Wayan Tagel Eddy, M.Si. Kini Adi memiliki tinggi 172 cm. Hmmm, terlihat gagah.




Hingga kini, kami masih menanti dimana tepatnya Adi akan menjatuhkan pilihan universitas mana untuk melanjutkan pendidikannya. Dia sudah lulus seleksi penerimaan calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Komputer, jurusan Sistem Informatika, sesuai dengan keinginannya. Namun dia masih ragu dalam mengambil keputusan untuk melakukan pendaftaran ulang.....

Dia juga sudah mengikuti rangkaian tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, pada hari Selasa - Kamis, 25 - 27 Juni 2013 yang baru lalu. Namun kami masih menanti pengumuman pada tanggal 12 Juli kelak.

Setelah gagal pada SNMPTN lalu untuk diterima sebagai mahasiswa pada Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, kini dia tengah menanti hasil SBPTN yang akan diumumkan awal Juli ini pula. Namun dia juga menginginkan mengikuti tes mandiri bersama beberapa rekan sekolahnya. Mereka akan berangkat bersama ke Jogja pada tanggal 6 Juli, untuk mengikuti Tes Mandiri pada Universitas Gadjah Mada tanggal 7 Juli.

Berikutnya, dia akan mengikuti Tes Mandiri pula di Universitas Udayana pada pertengahan bulan Juli ini, mencoba keberuntungan pada fakultas kedokteran.....

Ah ha......
Remaja dengan ciri khas kegelisahan dalam beragam alternatif yang ada..... Kami, selaku orangtuanya, hanya bisa mengarahkan, dan bila saatnya tiba, keputusan tetap ada di tangan Adi. Biar dia menentukan pilihannya secara bijak pula.









Sebagai penggemar hobi fotografi, dia buktikan prestasinya dalam berbagai bidang fotografi, desain grafis, teknik informatika. Baik itu berupa piagam, piala, juga medali yang telah dimenangkannya.







Disamping itu pula, Adi sesungguhnya adalah tipe pria humoris......
Berkali dia membuat kami tertawa terpingkal, dengan beragam pola perilaku semenjak dahulu. Penghibur keluarga, adik kandungnya, para sahabat..... Meski Adi juga adalah remaja yg sensitif.... Hmmm, dia gampang tersinggung, namun dengan mudah memaafkan dan menghibur kami semua.






















Masih terbayang...... Keluarga kecilku ini, berkumpul bersama dalam banyak acara, yang kami rayakan secara sederhana pula. mandi bersama adik dan bapak nya di halaman rumah, merayunya mengenakan jubah wisuda pascasarjana milikku dan kemudian berfoto bersama sang bapak.

Keluarga kami bukan keluarga kaya dalam segi materi, namun keluarga kami kaya dalam segi nuansa cinta kasih, dan berharap, cahaya kasih akan selalu ada bersama kami, hingga kemanapun jejak kaki kami melangkah......











Kasih sayang yang terjalin antara kakak dan adik, di antara Adi dan Yudha, meski mereka berselisih enam tahun, Adi terlahir tahun 1996, sedang Made Yudhawijaya lahir tahun 2003. Terkadang, mereka bagai anjing dan kucing, berantem berdua, lalu kemudian  berbaikan lagi. Namun.... sesungguhnya mereka adalah anak yang baik. Saling membantu, menikmati beragam kegiatan bersama, dari berenang, bersepeda, parkour, nonton teve berdua, saling bersuapan, mengingatkan bila ada yang salah atau keliru, menemani, dan juga belajar bersama.





Duh Ratu bethare..... Para leluhur, Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa....... Semoga anakku, Wayan Adi Pratama, selalu mendapat perlindungan dan berkat, selalu berkembang semakin bijak dan dewasa, selalu menjalani perjuangan dalam hidupnya dengan penuh semangat untuk maju.....

Semoga dia menjadi pria tangguh dan pemimpin di masa depan, tempat bersandar dari banyak orang, dan mampu menegakkan harapan ke masa depannya......

Selamat berulang tahun ke tujuh belas, anakku sayang. Semoga dikau panjang usia dan selalu diberi  kesehatan juga kesuksesan...... Tidak menjadi sombong dan lekas putus asa, tidak emosian dan bersikap kasar. menjadi sepintar bapaknya dan sebijak ibunya. hehehe.....



Di samping beragam kegiatan dalam kehidupan mereka, aku juga mengajarkan mereka untuk tidak melupakan bersembahyang. Menjadi pemuda di era globalisasi, dengan beragam tantangan dan ujian, tentu membutuhkan tiang berpijak pada setiap jejak langkah mereka. Dan, dengan bersembahyang, aku yakin, mereka akan menjadi sosok pemuda dengan semangat dan cinta kasih yang menjiwai kepribadian mereka pula.