Eddwar Idul Riyadi, Directorate-of-Mental-Health-Ministry-of-Health-of-Republic-of-Indonesia, menjelaskan:
Dr. Syafari Soma menguraikan bahwa yg membuat stigma antara lain : 1) anggapan bahwa peny jiwa gak bakalan sembuh...2) bahwa peny jiwa sangat membahayakan. 3) penyebabnya "mistis","superstitius" ......> Setelah kita buktikan dilapangan bahwa tidak terlalu sulit utk mengobati ggn jiwa bahkan bs dilakukan olen bukan dokter (layman) yg kita bekali obat dan pengetahuan yg cukup. Selalu melakukan edukasi bahwa ggn jiwa adalah spt ggn yg lain disebabkan ada ggn organ (mulailah memberi pelajaran neurosains pada masyarakat ttg fungsi otak dan apa yg terjadi klo ada ggn pada otak). Hanya merawat pasen di RSJ klo TERPAKSA. Jadi harus mengembangkan HOME TREATMENT utk ACUT PSYCHOSIS (saya sdh sering melakukan dan ternyata mudah). Klo dirumah gak bs baru di plyn medis (RSU). Jgn bebani Puskesmas krn mereka sdh kewalahan ngurus program yg ada. RSUD harus dijadikan Rujukan Medis shg harus dikembangkan. Sy sdg mencoba utk mengembangkan "Scorring System",maksudnya dibuat skor utk menentukan kpn pasen bs diobati dirumah, kpn hrs di RSUD dg menilai variable-variable yg mempersulit dan mempermudah( kebetulan anak sy residen psikiatri dan pns di RSUD Cianjur mau bikin tesis ttg "Scorring System". Lakukan terus menerus Promosi dan Prevensi Kesehatan Jiwa. Insyaallah stigma akan berkurang. Jangan lupa bahwa Psikiater dan Nurse juga bs jadi sumber stigma klo mereka kurang faham ttg neurosains. Jadi perlu pelajaran neurosains yg mendalam di FK atau Perawatan. Terakhir selalu mengkomunikasikan pada sejawat lain dg menjelaskan PSYCHO-NEURO-IMMUNOLOGY....hubungannya dg Gejala-gejala GGN JIWA. Terimakasih ,selamat berjuang. GBU.
Dr. Eddwar menambahkan......





