Minggu, 12 Februari 2012

Valentin



Be my Valentine Angle....



Jangan pernah menjauh



dan lelah untuk menjadi bintangku






Karena, di tanganmu



aku yang rapuh bisa sekuat baja



seindah mawar merekah menghargai segala cinta






Be my Valentine Angle.....



Biarkan rona hiasi hari-hari yang ada



tanpa pernah jadi bosan dan bias semata






Hanya tuk sadari bahwa kita terlahir bersama



meski jarak ruang dan waktu mengukur kita terpisah






Dalam matamu kutemui bahagia



karena lelah kita sama dan ingin berlabuh dalam cinta

Rabu, 08 Februari 2012

Diskusi yang kabur. Minta dijelaskan tapi malah kabur mendengkur




Sahabat ini menyapaku di ruang box chatting, bertanya banyak hal, namun akhirnya malah jatuh tertidur. Hmmmm, cape deh. Ngakunya bakal bangun pagi hari pukul 5, buat nonton bola, lagi. Hleweleh-wheleh.....

Sebagian dari isi penjelasanku padanya:

SOP, ato standar operasional prosedur, bakal menjelaskan secara terperinci tugas2 kita
deskripsi pekerjaan, seperti, harus menyapa klien, mengecek surat2, mengecek situasi gudang, gak boleh ke ruang akunting...

spesifikasi pekerjaan itu berkaitan dengan standar... misalnya, untuk jadi supervisor, harus tamatan sarjana, untuk jadi kasir dia harus sudah kerja di perusahaan minimal 2 tahun, jadi tahu seluk beluk kantor...

hla, kelemahan anda di perusahaan tersebut adalah.... menawari kerja, menduduki jabatan, tanpa tahu persis seberapa jauh batasan wewenang / hak dan tanggungjawab / hal yang harus anda lakukan....

Misalnya....
untuk jadi kepala cabang, gak cukup hanya dg 2 minggu pengalaman kerja... banyak bocoran untuk jdi peluang menjatuhkan pimpinan, contohnya, ketidak cermatan mengecek laporan anak buah
Jika ditawari sebuah jabatan lagi nanti.... jangan pernah meninjau dari sisi subjektivitas ato orangnya, misalnya, gak bisa kerjasama dg si A, si B, si C.... sbagai seorang pekerja tangguh, anda harus selalu siap dan mampu bekerja sama dg siapa pun.... preman sekalipun. Buktikan ketangguhan anda

Ini... bukan sebuah medan pertempuran dalam peperangan... org lain bukan musuh, tapi harus dirangkul....

Menganggap sseorang sbg musuh, ato gak siap bekerja sama dg nya, berarti membuat diri anda sendiri sebagai pimpinan yg tidak bisa merangkul smua orang.


Sayaa mengajarkan Sumber Daya Manusia....

Jabatan ato gelar kita.... hanya akan efektif / berhasil, bila kita di dukung oleh banyak aspek
1.kemampuan kita untuk bekerja, dan.... anda mampu untuk segala bidang pekerjaan
2.kemauan / minat untuk bekerja, anda mau, punya minat tinggi buat bekerja, tapi kadang angin2 an, maaf, ngambek an. Gak boleh itu....
3. orang2 di skeliling kita, yg mau membantu dan siap bekerjasama
4. peralatan kerja yang bisa mendukung keberhasilan, misalnya, ruang yg terang, bersih, gak sumuk, mesin hitung, telepon, komputer, handy talky, internet, interkom, CCTV......
5.suasana kerja, kekeluargaan, gak saling curiga, gak saling menyakiti, gak terjadi pelecehan, apalagi pelecehan seksual....
6. perangkat hukum, misalnya, peraturan pemerintah tentang standar gaji, peraturan pemerintah tentang per pajakan, tentang jam kerja, tentang sumbangan ke banjar, dan lain lain
7. berbagai pihak lain yg terkait dengan situasi kantor anda, misalnya pinggir jalan raya yg rawan macet, kelurahan yg sering mati aliran listriknya, banyak preman berkeliaran di sekitar tempat usaha...

HMMMMM, SAYA CURIGA, NO COMMENT LAMA BHIANGGEEETTT. ANDA JATUH TERTIDUR NEEEEEE
TUH..... BENER KHAN !!!

Selasa, 07 Februari 2012

Purnima, Purnama bulan bulat penuh...











































Pagi ini.... adalah Purnima. Bulan Purnama, bulat penuh, Anggara Umanis Kuningan, 7 Februari 2012. Giliran kelompokku yang ngaturang banten bagi Padmasana di Perumahan kami.


Hmmm. Simbok belum tiba dari kampung halaman. Namun tugas menanti. Maka... Segera kumulai menyingsingkan lengan baju.... Memasak telor ceplok, membuat sayur, menanak nasi sudah terbantu dengan adanya magical cooker. Kemudian berpindah ke kamar mandi, menuntaskan satu ember cucian pakaian keluargaku. Kujemur rapi di tempat jemuran. Membangunkan Adi, karena dia merencanakan sembahyang Purnama bersama teman-teman sekolahnya. Sekolah mereka masih dalam suasana libur karena hari raya Galungan.Kusiapkan canang, dupa dan bokor cenik untuk dibawanya pergi nangkil bersama teman-teman sekolah....



Putra kedua ku yang sudah terjaga sejak tadi, asyik bermain dengan bola di halaman. Lalu dia minta ijin untuk bermain bersama para sahabatnya, anak tetangga perum juga. Mereka sedang membuat ogoh-ogoh. Ya, tidak lama lagi menjelang Hari Raya Nyepi, dan, Ogoh-ogoh sering kali jadi perlambang Bhuta Kala, segala nafsu angkara murka manusia yang di arak lalu dimusnahkan di Hari Ngerupuk, sehari sebelum hari raya Nyepi. Bersama teman-temannya, dia merencanakan bentuk, mengumpulkan berbagai bahan yang diperlukan, merakit dan mempersiapkan ogoh-ogoh mereka bersama. Mulai dari bambu, paku, kayu, tali, kampil bekas, palu. Ah haha.... kreativitas yang sungguh teruji dan terbukti. Disana juga mereka mengaplikasikan ilmu manajemen dan berbagai teori kepemimpinan yang bahkan belum pernah mereka ketahui....


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 tatkala laju motorku menyusuri jalan raya menuju Nusa Dua. Hmmm, udara cerah lumayan bersahabat. Smoga hari ini tidak turun hujan. Tiba di Nusa Dua, dua bimbingan mahasiswa sudah menanti, mereka mengambil topik skripsi tentang motivasi.




Pukul 10, ayu, simbok yang masih terhitung cucu suami mengirim short messaging service via mobile phone ku.... "Bu, tlong jemput ya? Ayu sudah mau sampai di terminal Ubung, muntah-muntah karena masuk angin" Hla.... aku masih di Nusa Dua,.




Ehm... ini hanya sekelumit dari jutaan kisah mengenai seorang perempuan yang menikah, memiliki anak, dan harus bekerja sekaligus mengurus rumah tangga. Hehehe.... ditambah lagi, sedang melanjutkan pendidikan. Simbok jadi asisten yang membantu menyelesaikan segala urusan rumah tangga. Ah.... nikmati sajalah. Jika dipikir terlalu jauh, bisa stres. Bukan kah.... hidup ini indah bila kita bisa melihat dan mengambil sisi positif serta menyenangkan dari banyak situasi dan kondisi di sekitar kita pula....




Kuminta Ayu numpang ojek ber motor dari terminal Ubung menuju rumah ku yang terletak di Denpasar Barat. Lalu aku melanjutkan kerja hingga pukul satu siang. Pamit, karena harus mempersiapkan banten Purnama.




Tiba di rumah, waktu menunjukkan pukul 3 sore. Hmmm, panas terik, siang sungguh menyengat. Suami juga baru tiba dari kantornya. Adi belum terlihat, karena sehabis bersembahyang bersama, dia bersama teman-teman melanjutkan bepergian ke Nusa Dua. Yudha sedang berkumpul bersama teman-teman, menyelesaikan rancangan Ogoh-Ogoh mereka. Ayu sedang membersihkan Rebung, tunas muda bambu, untuk dioleh menjadi sayur. Ah.... Sungguh sebuah keluarga dinamis dengan segudang aktivitas yang menghebohkan.




Kuselesaikan banten ku. 4 buah pejati. Dua pejati akan kuhaturkan di Padmasana perumahan kami, dua lagi untuk di rumah kami sendiri. Dan... pukul 6 usai sudah semua aktivitas yang berkaitan dengan persembahyangan kami di rumah, juga di perumahan. Kuputuskan bakal bersembahyang ke Pura Masceti Ulun Tanjung dan Pura Petitenget yang terletak di pantai Kerobokan. Maka, kusiapkan lagi canang dan dupa yang bakal kami bawa. Kali ini hanya Ayu dan diriku, karena Yudha menolak untuk ikut. Meskipun Ayu baru tiba siang ini dari kampung halaman, namun dia bersikeras ingin ikut bersembahyang denganku. Hmmm, niat tulus untuk menghampiri rumah Beliau. Tanamkan hal-hal baik, maka dikau akan menuai hal-hal baik pula.....



Dengan mengendarai motor, berkebaya dan berkain, membawa seperangkat sarana bersembahyang, kami mengarahkan laju motor menuju Pantai Petitenget. Hmmm, bersyukur udara cerah di sore hari dengan tiupan angin sepoi membuat kami tidak merasa terganggu dengan hawa panas. Ombak bergulung di bibir pantai, Sapaan Pura yang menjulang megah di depan kami, dan para pemedek yang tangkil menghadap Hyang Widhi, sungguh menghadirkan nuansa spiritual nan indah dalam menghantar puja dan puji yang kami lantunkan....




Tuhan.....


Aku hadir melaporkan sgala penatku


Lelah dan pedih yang kupikul teramat berat


Jangan pernah abaikan aku di setiap genggaman kasihmu...


Jadikan aku anakMu terkasih.




























Senin, 06 Februari 2012

Kisah di Balik Kacamata


Muridku tiba di ruang ADH pagi ini. Dia di dampingi temannya, tersenyum malu-malu. Hem, mungkin.... tepat nya, malu-malu in, memalukan, dengan segala kemaluan. Hahaha....


Aku tahu pasti, dia datang kalau-kalau aku benar memenuhi janji, akan memberinya kacamata bekas yang sudah ku pakai. Dia melihat kukenakan kacamata tersebut di salah satu foto yang ku upload di wall ku.


Hemmm......

Ini bukan hanya sekedar kisah semata di balik kacamata, anakku....

Ini bukan hanya tentang hubungan antara guru dan muridnya, bukan pula tentang kacamata yang hanya se harga cengdem, seceng tapi nguadeemmm, rek.... Bukan tentang murid yang merengek manja pada gurunya...


Ini hanya bentuk kedekatan hubungan guru dan murid, bagai kasih sayang orangtua terhadap anak, memberikan perhatian, mendorong dan memberi semangat.... Mungkin, kalian bukan lah anak-anak kandung ku, mungkin, aku bukan ibu yang tepat bagi kalian, mungkin, aku bukan sahabat terbaik dalam mencurahkan se isi hati...


Namun, naluri seorang ibu, selalu berusaha mendekatkan hati dengan anak nya, memberikan yang terbaik yang dia bisa, demi berhasilnya sang anak menjadi semakin bijak dan dewasa....


Bukan hanya sekedar kisah di balik kacamata, anakku.... ini kisah tentang kasih seorang ibu pada anak-anaknya.....

Lucia, Lucia....


Les amateurs aiment aller, l'amour entre parents et enfants ne mourra jamais ......

Lucie, vous ĂȘtes des femmes merveilleuses. Ne laissez pas le cancer tue la passion et l'amour .


Cinta kekasih bisa pergi, cinta kasih antara orangtua dan anak takkan pernah mati......

Lucia, anda adalah wanita hebat. Jangan biarkan penyakit kanker membunuh semangat dan cintamu.....


Salah satu teman diskusi yang menyenangkan di bilik chat..... menyapa dengan tulisan galau. Hhmmmm..... Kanker stadium lanjut yang menyerang, merasa sendirian berjuang dalam arungi biduk kehidupan, kegalauan tentang anak-anak terkasih yang dirasa menjauh. Aahhhh.

Aku sendiri tidak pernah berjumpa dengan nya. Yang kutahu, putra sulungnya adalah salah satu dari ribuan muridku di STPNDB. Putra nya dua tahun lalu mundur, setelah masuk nominee sebagai kandidat ketua senat, karena khawatir tidak bisa konsentrasi dalam kuliah dan urusan keluarganya. Bunda Lucia sering berbicara tentang harapan, impian, kenangan, kenyataan, yang terkadang sungguh bagai pelangi di kehidupan yang dijalaninya ...

Kali ini dia harus berpisah lagi dengan kedua anak terkasih, karena harus berangkat ke Jakarta untuk berobat mengikuti terapi penyinaran bagi penyakit kanker yang telah diidapnya sejak lama. Suami entah berada dimana.... Sudah bertahun-tahun mereka berpisah tanpa pernah berjumpa. Hmmm. Sungguh berat menjadi tiang saka bagi keluarga yang sangat dikasihi nya....

Tuhan, hidup memang terkadang tidak mudah bagi kami.. Namun, tidakkah Kau sesekali biarkan kami istirahat dan sejenak dalam laut bahagia ?? Dimana asmara yang Kau janjikan membuncah dada saat mengikat janji bersama? Dimana ketegaran terjelma dalam amuk emosi akan dahaga demi dahaga yang tercipta??


Terbanglah tinggi, Lucia....

Terbanglah dan buang segala lelah yang kau bawa di pundak dengan luka menganga...

Jangan biarkan air mata menetes kembali, karena terlalu indah bulir permata terlahir di kedua pelupuk matamu...

Anak-anak... mereka akan jadi sosok dewasa nan tegar, terbukti dengan segala uji dan coba yang telah mereka lalui.

Tunjukkan bahwa wanita bisa tersenyum bahagia, meski dengan segala luka yang kita punya.....

Jumat, 03 Februari 2012

Wayan Artama Ady Negara

















Jum'at, 2 Februari 2012, Terjaga di pagi hari, Aku harus ke kampus STP Nusa Dua Bali. Simbok masih di kampung hingga minggu depan. Adi dan Yudha masih libur dari sekolah mereka. Suami masih sakit radang tenggorokan, namun menyempatkan membantu membersihkan halaman rumah kami dari dedaunan yang jatuh.

Namun, tidak ada simbok dan tetap harus bekerja, bukan alasan untuk tidak memperhatikan keluargaku. Hari ini menu yang kubuat bagi keluarga adalah soup wortel kembang kol, ayam bumbu asam manis, telor orak arik. Hmmm, cukup bervariasi bagi kesehatan mereka, kukira...

Setelah mencuci dan menjemur baju hingga tuntas, aku bersiap berangkat ke kampus. Well, Honda Astrea 800 tercinta dipinjam oleh iparku, karena motornya sedang turun mesin di bengkel langganan kami, maka aku memilih membawa Honda Astrea Grand keluaran tahun 94 untuk berangkat kerja.

Hujan gerimis yang turun kian deras membuatku mengenakan jas hujan, menutupi tubuh dan ransel yang tersampir di punggung. Dan.... 45 menit kemudian, tiba pula di kampus. STPNDB. Hmmm. 15 menit lebih lama dari waktu yang biasa kubutuhkan. Well, kulihat di depan gedung rektorat, sebagian rekan2 kerja dari maintenance, gudang, RT, satpam, rekan dosen. Tidak sebanyak biasanya.... Mungkin pula dikarenakan masih ada rekan yang ijin karena berkaitan dengan hari raya Galungan yang kemarin kami lakukan.

Masuk ke ruang Administrasi Perhotelan, kujumpai Bu Opit Asti, Pak Sabudi, Pak Nengah Sudarma. Well, berbincang sejenak, dan kulanjutkan mencoba mengambil data dari komputerku. Ahh.... 450 halaman, lumayan berat, apa lagi dengan berbagai data olahan di dalamnya.

Setelah tugas berakhir di ruang ini, aku berpindah ke ruang PKN, menyapa beberapa rekan disana, dan mencoba kembali membuka email. Well, jejaring internet rada bermasalah di kampus kami. Entah apa lagi kali ini penyebabnya, smoga segera teratasi team komputer kami.

Pukul 12 siang, aku berjanji berjumpa dengan seorang sahabat. Artama Ady Negara. Kukenal dia lewat situs jejaring sosial bernama Face Book. Menyenangkan diajak berbicara, dengan wawasan pengetahuan luas, pemuja Ganesha, spiritualis.... menguasai beberapa bahasa, menamatkan pendidikan tinggi di Jakarta. Dia tidak bisa naik motor. Tinggal di Karangasem, dan.. belum pernah kujumpa dia. Dari Batubulan dia menumpang bis sarbagita. Maka, untuk memudahkan perjumpaan kami, dan juga agar dia tidak tersesat, karena tidak tahu arah di Nusa Dua, kuminta perjumpaan kami di persimpangan kampus UNUD yang terletak di Jimbaran.

Segera kuarahkan motor, bergerak menuju Jimbaran, menyusuri jalan by pass Ngurah Rai. Namun di tengah jalan, dia mengirim pesan singkat di mobile phone ku "Ibu, saya sudah masuk area Nusa Dua"....

Ya ampun nie anak.... aku sudah tiba di dekat pom bensin Taman Griya, dia malah ke Nusa Dua, maka.... aku berbalik memutar arah ke Nusa Dua. Tiba di persimpangan traffic light, perlahan kususuri arah jalan, tak kulihat seorang pun yang berjalan kaki. Kembali pesan singkat masuk.... "Ibu, saya sudah tiba di halte bis di Taman Griya, sedang nyebrang", hahaha.....

Aku jadi tertawa sendiri di pinggir jalan raya ini... Hlah.... okelah, demi seorang sahabat.... Kembali aku berputar haluan. Tadinya kupikir. bila dia sudah tiba di area Nusa Dua, bisa kuajak berkeliling, melihat Puja Mandala, tempat yg terkenal dengan 5 tempat beribadah dari ke lima agama, yang berderet jadi satu, menikmati makan siang dengan menu es dawet di depan tempat peribadatan tersebut. Namun ya sudah lah.... kini aku berbalik kembali, berputar haluan.

Menyusuri jalan raya by pass Ngurah Rai, waktu menunjukkan pukul 12.30 siang. Hujan gerimis telah berhenti dengan terik mentari. Setelah traffic light Taman Griya, berjalan mengarah ke simpang UNUD, kulihat seorang pria gemuk berjalan kaki di siang hari, ah ha.... kuhentikan laju motor, dan kusapa "PakDe?"

Hmmm, dunia ini sempit. Oang yang sering diskusi dan saling menyapa di dunia maya, kini berjumpa, di jalan raya, di siang panas terik. Tidak bisa naik motor, tidak bisa bawa mobil.... Lalu??? Ya sudah, kutawarkan duduk di bagian belakang. Hahaha...... jadilah kami berboncengan menuju ke McD yang terletak di Simpang kampus UNUD, 100 meter dari tempat berjumpa.

Berbincang berdua di McD, sambil menikmati menu sederhana makan siang kami, sepotong ayam, nasi, dan minuman dingin. Kami membahas mulai dari rencana kerja, aktivitas di bidang spiritual, keluarga, persahabatan, dan banyak hal lagi. Hanya satu jam bersama, lalu kami putuskan untuk berpisah.

Bagaimana kelanjutannya? Artama akan mencari bis sarbagita kembali, sedang halte bis untuk menuju ke sanur yang terdekat ada di simpang dekat RS Kedonganan. Hmmmm, membayangkannya harus berjalan kaki lagi sejauh 500 meter. Whoaaaa. Well, jadilah akhirnya, kembali kubonceng dia naik motor.

Hahaha..... perjumpaan pertama dengan sahabat yang tak pernah kujumpa. Orang yang unik dan kocak, tatapan penuh semangat dan senang bersahabat, memiliki wawasan luas..... dan, dua kali kubonceng. Ehm.... Selamat jalan sahabat, semoga dirimu sukses selalu.

Kamis, 02 Februari 2012

Petuah bagi anakku di hari Galungan




Anak-anakku tersayang..... Wayan Adi Pratama dan Made Yudhawijaya.

Kasih yang terlahir menghantar kalian hadir di dunia sepenuh cinta

Takkan pernah pudar meski usia dan jarak jadi perintang nyata....


Tumbuhlah tegar, menjadi pribadi-pribadi dewasa nan bijak

Di jalan Dharma tegak nan kokoh melindungi dan mengasihi

Setiap umat yang ada di marcapada ini


Jangan surut jejak langkah terbentang arungi segala

Sepenuh hati waspada dan sabar dalam ujian lautan emosi

Yang kelak kan mengguncang iman dan naluri di dalam diri


Tidak lah mudah dan murah hidup yang terpampang di depan mata

Tidak seindah dan senyaman mimpi serta harapan membuncah di dada

Namun jadikan ini pembelajaran sepanjang hidup kalian


Kalianlah pemilik masa depan negeri ini

Tiang saka bagi setiap keluarga yang coba mencari tempat berteduh dan berlabuh

Maka, jangan ragu bangkit kembali dalam segala keterpurukan yang dialami


Majulah bersama kasih ku, anak-anakku terkasih....

Terangi jalan kalian dengan lentera di dada

Majulah, walau hidup ini tak selalu indah, tak selalu mudah....