Rabu, 20 Maret 2013

Dies Natalis ke 35 STPNDB





Perayaan, tidak lagi hanya sekedar perayaan dengan euforia atau hura-hura belaka, di dalamnya terlibat interaksi dosen dan mahasiswa, kalangan internal kampus dan juga eksternal kampus, kemampuan organisatoris dan struktur yang ada di lembaga, senat mahasiswa, kemauan mengelola dan pendelegasian tugas, kelancaran sistematika kerja dan standar operasional prosedur dari beragam unit kerja yang ada, kehandalan kerja dan daya tahan emosi dalam berinteraksi, ketangguhan dalam enterpreneurship dari mahasiswa itu sendiri.

Orang yang pesimis dan skeptis mungkin beranggapan, sebuah upacara hanyalah sia-sia dan buang waktu, biaya serta tenaga belaka.... Namun, mari kita lihat sisi positif dari sebuah perayaan, khususnya tentang upacara ulang tahun.

Sebuah lembaga pendidikan, yang telah berdiri semenjak 35 tahun, tentu bukan sebuah waktu singkat. Bila diandaikan dengan usia, dia sudah sangat mature / dewasa, dengan beragam asam dan garam, dengan segala suka dan duka, dengan jumlah lulusan telah puluhan ribu, dengan jumlah murid mencapai 4000 an mahasiswa, dengan 400 dosen dan pegawai. 

Dies Natalis, ulang tahun, otonan, weton, dan, beragam istilah lain bagi upaya memperingati hari kelahiran, entah dalam budaya Bali, Jawa, Batak, Nusantara, Eropa, atau entah di belahan dunia lain. Beragam gaya dan cara pula yang dilakukan oleh banyak orang untuk memperingati hari kelahiran. Dari yang bahkan tidak ingat sama sekali, membiarkannya berlalu begitu saja, dengan peringatan sederhana, perayaan bersama, hingga pesta berhari-hari.....

Kali ini, kisahku, tentang Dies Natalis ke 35 Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Lembaga institusi ini berdiri pada tahun 1978 dengan nama awal Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Bali, sebelum kemudian berganti nama menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata, dan kini, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.

Rangkaian Dies Natalis berawal dari Upacara Pembukaan yang berlangsung pada hari Jum'at, 8 Maret 2013. Kami berkumpul bersama dengan para mahasisa yang aktif berada di kampus, juga para dosen dan pegawai, beserta para ibu anggota Dharma Wanita STPNDB di lapangan olah raga. Upacara dibarengi pula dengan pelepasan balon dan burung, dan kami berkumpul bersenam bersama dengan tiga instruktur senam cantik dan seksi.

Hari Kamis, 14 Maret 2013, kami adakan seminar mengenai Marketing di Gedung MICE, yang dikomandoi oleh bapak Ketut Wirata bersama seluruh tim jajarannya, dihadiri oleh para mahasiswa semester 6 dan 8. Sedangkan seminar tentang HIV / AIDS di adakan di Gedung Aula, dengan pembicara Mbak Tika bersama para sahabat dari ROTARACT cabang Bali, dengan para peserta mahasiswa dari semester 2 dan 4.

Hari Jum'at, 15 Maret 2013, kami adakan kembali rangkaian kegiatan berikut, dalam rangka Dies Natalis ke 35 STPNDB. Donor darah di adakan di gedung MICE lantai bawah, dan seminar tentang HIV / AIDS di Gedung Aula.

Donor darah....
Hmmm. Banyak orang yang takut dan tidak bisa melakukan kegiatan ini, mendonorkan darah. Aku sendiri sudah lebih dari 20 kali mendonorkan sebagian darahku. Meski, higga kini, setiap akan ditusuk oleh jarum tersebut, aku selalu berkeringat dingin di bagian awalnya. Hehehe, tetap takut juga. Bukankah, dengan mendonorkan darah, kita bisa tahu kondisi tubuh kita juga? akan dicek terlebih dahulu tensi nya, haemoglobin nya. Dan, dengan men donorkan darah, tubuh kita akan secara otomatis me recover, mereproduksi kembali bagian yang hilang / berkurang, tubuh akan membantu diri sendiri untuk meningkatkan anti body / kekebalan terhadap banyak penyakit.












Bahkan, terdapat pula beberapa orang alumni yang ikut serta dalam kegiatan donor darah ini. Salah satunya adalah Putu Herry Adnyana Putra, tamatan DIV Administrasi Perhotelan 2008, yang kini bekerja di Hotel JW Marriot.














Seminar tentang Marketing Strategy oleh Marketer Community di Gedung MICE, Rabu, 20 Maret 2013.


















Senin, 18 Maret 2013. Minggu ini sengaja diblok bagi pelaksanaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 35 STPNDB. Di Gedung Olah Raga kami / Dome, diselenggarakan pertandingan basket dan badminton, juga diberi kesempatan bagi para mahasiswa dari beragan Program Studi untuk mempraktekkan bakat serta minat enterpreneurship / kewirausahaan, dengan berjualan beragam produk, dari makanan, minuman, juga pin dari senat mahasiswa. termasuk stand dari Dharma Wanita yang berjualan minuman dari daluman, es campur, hingga serombotan khas Klungkung.





















Hari Selasa, 19 Maret 2013, diadakan pula serangkaian kegiatan. Di Gedung Olah Raga, masih dalam rangka pertandingan basket dan badminton, juga futsal. Di salah satu ruang di Gedung Lontar, perlombaan Jegeg Bagus. Di Hotel Langoon & Spa pertandingan bilyard. Di ruang Saraswati Restoran dalam rangka perlombaan Fruit Carving, mengukir buah.






Bagaimana kah situasi di markas komando Dies Natalis ?? Hmmm, ini dia para pemimpinnya. Ketua Senat Mahasiswa, Meutia, dari program BHP smt 2, serta para sahabat yang membantunya.



Rabu, 20 Maret 2013, tetap berlanjut dengan serangkaian aktivitas. Di Gedung Olah Raga, masih dalam rangka pertandingan basket dan badminton, juga futsal. Di Aula, perlombaan babak Final Jegeg Bagus. Di Hotel Langoon & Spa pertandingan bilyard. Di ruang Saraswati Restoran dalam rangka pertandingan catur.





Pertandingan Bilyard di Hotel Langoon Resort & Spa, Selasa, 19 Maret 2013.







Perlombaan Babak Final Jegeg Bagus di Aula, Selasa, 19 Maret 2013, dengan Juri, Ibu Ni Kade Juli Rastitiati, S.Pd., M.Hum., I Gede Witarsana, S.St., Par, dan












Rabu, 20 Maret 2013, diselenggarakan seminar nasional dengan Tema : Pengelolaan Fasilitas Daerah Tujuan Wisata : "Better Facilities More Tourists". Adapun para pembicara adalah:

Ibu I Gusti Ayu Ambari, dari Disparda Bali : Kebijakan Pengelolaan Fasilitas Daerah Tujuan Wisata di Bali.
Bapak Dr. M. Baiquni, MA, dari UGM : Pengelolaan Fasilitas Daerah Tujuan Wisata di Yogyakarta.
Ibu Emy Herawati, dari Asosiasi Toilet Indonesia : Pengelolaan Toilet di Daerah Tujuan Wisata : Better Toilet More Tourists.

Bapak I Gede Darmawijaya, dkk., dari STPNDB: Kualitas Kebersihan, Fasilitas, Desaik & Pengelolaan Toilet di Daerah Tujuan Wisata di Bali.
Moderator: Bapak I Wayan Mertha, SE., M.Si., salah seorang dosen dari STPNDB yang sedang menempuh pendidikan program Doktor di Universitas Udayana.













Pada hari ini juga, Rabu, 20 Maret 2013, diadakan lomba memancing yang diikuti oleh para dosen dan pegawai, juga para mahasiswa yang berminat. "60 ekor lele kami lepaskan ke kolam ikan ini, bu" Kata salah satu panitia dari mahasiswa tersebut. Namun toh akhirnya seekor lele seberat hampir 2 kg yang sudah menghuni kolam tersebut selama bertahun berhasil ditangkap salah seorang peserta mahasiswa. Hmmm, bila dosen mengalah pada mahasiswa dalam perlombaan ?? Atau, mungkin lebih tepatnya bila berjudul.... mahasiswa mengalahkan dosennya sendiri. hehehehe.....







Sudah tentu..... kita juga bertanya2, seperti apakah ruang kendali operasional dari beragam kegiatan tersebut. Dan..... inilah situasi dan kondisi dari Markas Komando Operasional, Kamis, 21 Maret 2013





Beragam hadiah yang dipersiapkan bagi para pemenang beragam lomba dan pertandingan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke 35 Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.



Sebagian dari para peserta band musik, Kamis, 21 Maret 2013. Dan mereka akan tampil pada puncak peringatan Dies di Gedung Aula, 22 Maret 2013.





















Kamis, 14 Maret 2013

Takdir.....

Terkadang...... Hidup tidak lah selalu indah, tidak semudah impian dan harapan. Terjatuh dan tersungkur berkali. Hingga ke titik ter nista yang pernah ada.

Pagi ini berangkat kerja bersama motor tuaku, menembus jalanan panjang dan berdebu yang tak kunjung usai proyeknya terentang sepanjang masa. Tiba di kantor kutuntaskan dengan bimbingan skripsi bagi mahasiswa yang sedang menuntaskan tugas akhir mereka. Bu Diah Sastri Pitanatri yang seminggu lagi akan melahirkan sedang bersiap melaksanakan ujian laporan hasil training bagi para mahasiswanya, bu Ni Putu Suastini sedang menuntaskan beberapa tugas di meja kerjanya.



Aku kemudian berjalan bersama bu IGA Mirah D menuju ke Aula. Ada seminar mengenai HIV / AIDS yang dibawakan oleh beberapa anggota ROTARACT cabang Bali. 1000 an mahasiswa semester 2 dan 4 Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali berada di dalamnya. Selesai mengawasi kegiatan mahasiswa di sini, kami bergerak menuju gedung MICE (meeting, incentive,  conference, event). Disini sedang berlangsung kegiatan dari MarkPlus, mengenai marketeer comunity. Terdapat 500 an mahasiswa semester 6 dan 8 yang mengikuti seminar ini. Hmmm, sungguh aktivitas dinamis sebuah lembaga pendidikan.


Tuntas berkeliling dan mengamati sejenak, aku bergerak kembali ke dalam ruang kantorku. Berkumpul bersama rekan kerja, dan berencana mengunjungi anak bu Luh Nyoman Tri Ariani, rekan kerja kami yang termasuk kelompok dosen di Manajemen Divisi Kamar. Namanya Putu Ugi Narendra. Tamatan STAN dan merupakan pengantin baru, kini bertugas di kantor dinas pajak di Surabaya. Kini sedang opname di RS Wangaya. Kondisinya semakin drop setelah jalani operasi akibat derita kanker kelenjar getah bening. Berkisah tentang situasi anaknya, bu Tri meneteskan airmata kesedihan saat berkumpul bersama kami. Dheuh..... derita seorang ibu yang anaknya sedang sakit.


Kembali kususuri jalanan panas berdebu Nusa Dua - Denpasar, menuju RS Wangaya, bersama ibu IGA Mirah dan ibu Nyoman Sukerti. Tiba di RS, kami bergegas menuju ke ruang Belibis 8, mendapati Ugik Narendra sedang duduk di atas tempat tidur, ditunggui para paman dan bibinya. Ah... tak sampai hati kami berlama di sana. Menatap tubuh kurus tersebut, tersentuh hatiku.... kubayangkan, anak-anakku mengalami sakit yg sama, tak ingin rasanya. Bahkan, mungkin, akan kuserahkan hidupku bila bisa memberi mereka kebahagiaan sepanjang masa.

Hujan angin mendadak turun, membuatku ber basah kuyup dalam perjalanan menghantar ibu Mirah ke rumahnya sebelum aku sendiri pulang ke rumahku. Sore ini ada rencana lain yang ingin kupenuhi.

Yudha hari ini tidak bersekolah karena badannya panas demam. Teman suamiku berduka karena ayahnya meninggal dunia, aku belum sempat berkunjung ke rumah mereka karena beberapa kesibukan. Maka, kuputuskan berangkat bersama Ayu, cucuku. Kali ini kami bergerak ke Denpasar Utara. Menyusuri jalan Marlboro, masuk ke Teuku Umar, lalu Diponegoro, hingga akhirnya jalan Antasura, berbelok ke Cekomaria, dan Gang Tanjung. Tiba di rumah bapak Ketut Sandi. Hmmm, sebuah rumah asri di tepi sawah dan berbatasan dengan hutan. Meninggal dua hari sebelum Nyepi, jenasah pak Ketut Sandi baru dibawa hari ini, Kamis, 14 Maret 2013, ke rumah ini, setelah dititipkan di RS Sanglah. Rencana ngaben akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret. Hmmm, meninggal di usia tua akibat terserang stroke. Namun sungguh sebuah kasih yang diperlihatkan oleh anak mantu dan para cucu, menghantarkan beliau berpulang dengan sepenuh damai. Semoga ini mampu memberi dharma lapang bagi siapa saja yang berbhakti pada kedua orang tua dan siapa saja di dunia ini....

Malam hari..... terbiasa berdiskusi dengan para sahabat, dan, baru kusadari, sahabatku alami kecelakaan. Pak Abdul Wahid, sesama rekan se angkatan di program pascasarjana S3 program studi Kajian Budaya Universitas Udayana angkatan 2009. Dia mengalami kecelakaan di salah satu mall di Jakarta, hingga wajahnya terluka, dan harus di operasi.



Hmm, sungguh kasihan sahabat kami ini.Salah satu staf pengajar di IAIN Lombok, berasal dari Bima Sumbawa, dengan istri yang sedang ikuti tugas belajar di Australia, ketiga anak lelaki yang masih kecil-kecil. Semoga beliau lekas pulih dan seluruh anggota keluarganya tabah.


Ah, Tuhan..... Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Malam ini aku terpekur dalam doaku...... sungguh, hidup tak dapat ditebak, untung rugi, baik buruk, benar salah, sedikit banyak, kita semua hanyalah pelakon, hanya pejalan dalam setiap kehidupan, yang menjejakkan langkah, satu demi satu, bagai pengembara dengan setiap harapan di pundak. Apapun yang terjadi dengan hidupku, siapa pun yang telah mengisi setiap bagian dari hidupku, dengan cara bagaimana pun kujalani hidupku, ini lah aku..... Akan terus ku langkahkan kakiku, meski terkadang, bulir tangis menggenangi pelupuk mata, galau tiada berkesudahan karena mimpi tak terwujud nyata, desah lirih tentang harap yang tak kunjung bisa terraih..... kusyukuri semua, kusyukuri semua.