Senin, 15 Juli 2013

Non Scholae, Sed Vitae Discimus



Non scholae, sed vitae discimus is a Latin phrase meaning We do not learn for the school, but for life, meaning that one should not gain knowledge and skill to please a teacher or master, but because of the benefits they will gain in their life



 Vita sine litteris mors (Life without learning is death), Otium sine litteris mors (Leisure without learning is death). Motto sekolah Derby.
















































A Road to Success for My Boy, Non Scholae, Sed Vitae Discimus




Anakku sayang.....
Wayan Adi Pratama,
dengan jutaan kisah kasih tentangnya,
tentang segala impian dan harapan yang tertabur baginya,
bergulir mengalir bersama alunan air kehidupan......


Setamat dari SMANSA,
SMAN I Negeri Denpasar,
dia mencoba keberuntungan pada berbagai Perguruan Tinggi
dengan mengikuti beragam seleksi atau tes masuk yang ada
Entah bersama teman-temannya, sendirian, atau kutunggui



SMNPTN, Seleksi Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri
Pelaksanaannya hanya berdasar nilai yang tertera pada raport murid
dengan memilih Perguruan Tinggi Negeri ITS,
Institut Teknologi Sepuluh November, di Surabaya
dengan Fakultas Teknik Informatika
dan Universitas Udayana, Teknik Informatika
Pengumuman yang dilakukan tanggal 28 Mei 2013
Adi gagal pada program yang diminatinya

Pada hari Minggu, tgl 23 Juni 2013,
Kuhantar dan kutunggui dia mengikuti
Seleksi STIKOM, Sekolah Tinggi Komputer yang terletak di Renon
Rasa bangga menyeruak di dada saat mengetahui dia lulus dengan ranking 3
dari 1000 an peserta, dan diterima pada Dual Degree Program
yang diumumkan pada hari Selasa tanggal 2 Juli 2013
dan diminta mendaftar ulang hingga hari Jum'at tanggal 5 Juli 2013.
Namun dia memutuskan untuk tidak mendaftar kembali di kampus ini.


Dia kembali mencoba keberuntungan dengan mengikuti Seleksi
PENSISBA, Penerimaan Mahasiswa Baru, bersama 1275 orang peserta
di STPNDB, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.
Pada hari Selasa, 25 Juni 2013, Tes Tulis
dan hari Rabu - Kamis, 26 - 27 Juni 2013, Tes WawancaraDengan mantap dipilihnya program D IV Manajemen Kepariwisataan
dan D IV Administrasi Perhotelan
Pengumuman hasil pada hari Selasa, tanggal 9 Juli 2013,
Adi lulus sebagai mahasiswa D IV Manajemen Kepariwisataan.

dilanjutkan dengan proses pembayaran dan pengambilan seragam
yang dituntaskannya hari Kamis, 11 Juli 2013
Sebesar Rp. 1.730.000 bagi uang Sumbangan Pendidikan,
dan 6.103.000 bagi Pengembangan Pendidikan


SBMPTN, diikutinya pada hari Minggu, tanggal 30 Juni 2013
Ujian yang diikutinya pada Fakultas Hukum UNUD
Seleksi  Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang diikuti
dengan memilih Perguruan Tinggi Negeri
Universitas Gadjah Mada
dan Universitas Brawijaya



Tes Mandiri, yang berlangsung pada masing2 Perguruan Tinggi
membuatnya terbang ke Jogja bersama empat sahabat dari SMANSA
Berangkat pada hari Sabtu, 6 Juli 2013, bersama ribuan peserta
mereka tes bersama pada hari Minggu 7 Juli 2013
mereka mencoba keberuntungan di Universitas Gadjah Mada
Dengan Pilihan Teknik Sipil, Tata Kota, & Teknik Arsitektur
kampus tempat kutempuh pendidikan Psikologi dahulu
kampus tempat suami menempuh pendidikan S1 dan S2 dahulu
Entah, apakah kini akan cukup ramah untuk menerima anakku juga,
sebagai mahasiswa dari bagian Universitas Gadjah Mada pula....

Tanggal 8 Juli, di hari Senin. Sementara mereka masih di Jogja,
aku yang diminta anak untuk mengecek hasil via internet,
mengetahui bahwa Adi gagal pada SBMPTN.
Dia mengirim pesan singkat via handphoneku, tentang kegalauan hatinya.....
"Maafkan Adi ya Ma. Adi bodo, tidak bisa lulus di Perguruan Tinggi Negeri"
Duh...... airmata menetes mengalir membasahi pipiku.
Kujawab pesannya......
"Anak mama tidak bodoh. Hanya saja, keberuntungan belum berpihak.
Akan kita coba lagi cara lain, ya...."


Anakku sayang....
Juga jutaan anak lain di negeri ini,
yang pula gagal dalam menempuh ujian.
Mereka tidaklah bodoh. Hanya saja, mungkin,
keberuntungan belum berpihak, belum saatnya....
dan, bukan jalan kita untuk sukses di sana.
Masih ada banyak cara lainnya.
Masih ada jutaan langkah yang akan kita hasilkan.
Gagal di satu sisi, masih ada banyak upaya untuk berhasil
pada jutaan sisi lain....

Berikutnya, masih ada dua tes lagi yang akan diikuti
untuk membuktikan potensi diri.
Seleksi STAN, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
pada hari Minggu, tanggal 21 Juli 2013
di Renon Denpasar
dan seleksi PMDK UNUD, fak. Kedokteran
pada hari Sabtu, tanggal 27 Juli 2013




Sungguh.....
Setiap orangtua berharap memberikan pendidikan terbaik
bagi setiap anak mereka.
Betapa, siang dan malam aku berharap demi kebaikan mereka
Namun terkadang, sistem dan struktur pendidikan negeri ini
tidak mampu memberi ketenangan dan kebahagiaan
bagi setiap penduduk negeri
hanya bisa menghela nafas panjang........ Ahhhhh

Minggu, 14 Juli 2013

Miskin atau Kaya...... Beda persepsi belaka???





A Father took his son to a village to show what poverty is all about :
After the trip, he asked his son about poverty...

(Seorang bapak mengajak anaknya berjalan ke sebuah pedesaan
untuk mengenalkan situasi dan kondisi mengenai kemiskinan)

The son replied :
We live as a nucleated family, they live in big extended families...
We have only 1 dog, they have a farm full of animals...
We have a small pool, they have a long river...
We've lamps, they've stars...
We've small piece of land, they've large fields...
We buy food, they grow theirs & eat fresh...
They have many friends to play, we have less friends & no time to meet them, so we have to play with Computers & PS2...
Their fathers have time for their children & our fathers don't have...
They have happiness, we have only money...
The boy's dad was speechless...
Then boy said ''thanks dad for showing me how poor we are..."


Sang anak menjelaskan:
Kita tinggal bersama keluarga inti, mereka tinggal dalam sebuah keluarga besar
kita hanya miliki satu ekor anjing, mereka punya perkebunan penuh dengan binatang
kita hanya punya kolam renang mini, mereka punya sungai yang panjang berliku
kita memiliki lampu, mereka memiliki bintang yang bersinar indah
kita hanya punya sepotong tanah, mereka memiliki daerah yang sungguh besar
kita beli makanan, sedang mereka menanam beragam tanaman dan memakannya segar
mereka memiliki banyak sahabat untuk diajak bermain bersama, sedang kita hanya punya beberapa dan tak pernah cukup waktu untuk berjumpa, maka kita bermain bersama komputer dan PS2
orangtua mereka selalu punya banyak waktu demi anggota keluarga
mereka memiliki kebahagiaan, kita hanya punya uang
Terima kasih, ayah, telah memperlihatkan betapa sesungguhnya kita miskin.....


Life is all about how we see, interpret & accept things..!
Hidup dan kehidupan adalah segala sesuatu bagaimana kita memandang ,

menginterpretasikan, dan menerima sesuatu ......

Sabtu, 13 Juli 2013

Hulk di Era Globalisasi..... Hulk Narsis.







Terkadang......
Kita hanya perlu membiarkan semua mengalir apa adanya. Menjadi diri sendiri sebagai mana adanya...
Dan, inilah, Hulk narsis di era globalisasi.... Tumben dapat perawatan wajah gratis, perawatan tubuh gratis...







PKB bagi Laskar Pelangiku, Jum'at, 12 Juli 2013

Pesta Kesenian Bali telah berlangsung semenjak lama.....
Sejak tahun 1979, semenjak pertama digagas oleh IB Mantra, dan hingga kini, telah berlangsung sebanyak 34 kali, karena kali ini adalah yang ke 35.



Dan kali ini berlangsung semenjak Sabtu, 15 Juni hingga 13 Juli 2013. Bertempat di Art Center Denpasar Bali.

Semenjak kesibukan mendera, entah karena kesibukanku, mulai dari mengawasi ujian akhir semester para mahasiswa, hingga penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi dimana aku bekerja.



Berkali sudah, kukunjungi Pesta Kesenian Bali ke 35 pada tahun 2013 ini. Entah bersama simbok dan Yudha, bersama simbok, sendirian, dan juga suami tercinta. Entah untuk sekedar menikmati Parade Gong Kebyar anak-anak, para perempuan, juga dewasa pria yang berlangsung di Ardha Candra, panggung terbuka. Atau mengikuti berbagai seminar di gedung Ksirarnawa, berkaitan dengan PKB, menyusuri ruang pameran di sekitar area PKB.






Kali ini aku berniat mengajak anak-anakku bersama. Jum'at, 12 Juli 2013. Sepulang dari rutinitas bekerja di Nusa Dua, dan berlanjut dengan bimbingan bagi penyusunan Disertasiku, bimbingan bersama Profesor AA Anom Kumara di kampus UNUD. Letih??? Ah, tiada kata letih bila melihat wajah polos dan tatapan bersemangat mereka semua. Sedikit waktu luang akan membuat mereka berbahagia dalam keceriaan bersama.



Bagaimana caranya? Ada 10 anak-anak tetangga yang berkumpul di depan pagar rumah, menatapku dengan wajah kekanakan mereka, berharap untuk kuajak serta. Sedangkan aku tak punya mobil. Haruskah kubunuh harapan mereka? No way....

Kami hubungi pak Ridwan, pemilik mobil pick up sewaan. Setelah harga disepakati, 200.000 rupiah, untuk mengantar kami semua, dan menunggui 3 jam di lokasi PKB, kemudian kembali lagi ke Pondok, perumahan kami.



Kuminta para pasukan ini, Laskar Pelangi, untuk pulang mandi, dan berpamitan pada para orang tua mereka, menyiapkan bekal makanan untuk kami makan bersama di area PKB kelak. Namun tetap, kupersiapkan pula nasi dalam kotak bekal makanan, mie goreng, telur goreng, dan ayam goreng yang kumiliki. beberapa botol air minum, dan bersiap menunggu kedatangan mereka. 








Langit senja temaram terlihat indah. Untung tidak ada mendung menggantung yang membuat khawatir akan turun hujan. Kumasukkan bekal ke dalam tas go green yg kumiliki. Memastikan anak-anak sudah duduk rapi di dalam mobil pick up kami, memastikan mereka sudah mengajukan ijin pamit bepergian sejenak pada kedua orangtua, dan meluncur berangkat.





Ada AA Wipa, Gung Bagus, Annika, Epin, Kodi, Komang Mahesa, Komang, Dek Tut Suryantara, Dewa Kadek Angga Juliantara, dan, anakku, Yudha. Beberapa anak lain yg ingin bergabung tidak mendapat ijin dari orangtuanya. Well, tidak mengapa lah. Masih banyak waktu untuk bergabung lain kali....









Berkeliling bersama menyusuri beberapa stand pameran yang ada, kami beristirahat di panggung kalangan Ayodya. Kubuka bekal dalam beberapa kotak nasi, dan membagikannya pada mereka untuk dinikmati bersama. Megibung, makan bersama, menikmati hidangan apa adanya. Kubelikan es krim bagi mereka.





Berikutnya, kami masuk ke dalam arena panggung terbuka Ardha Candra. Disini berlangsung Parade Gong Kebyar Dewasa, Duta Kabupaten Jembrana tampil bersama Duta Gong Kabupaten Bangli. Ribuan orang yang turut memadati deretan bangku di sekitar arena panggung terbuka tersebut membuat kami berhati-hati berjalan dan melangkah mencari posisi tepat. Sungguh beruntung kami mendapat bangku di bagian paling depan.

























Betapa......
Tatapan wajah mereka, dengan bersungguh, menikmati tampilan demi tampilan dalam Parade Gong Kebyar tersebut membuat ku kagum. Menyampaikan pembelajaran dalam sebuah proses unik pada anak-anak, mengenalkan pada mereka, budaya luhur negeri ini. Menanamkan penghargaan bagi diri mereka, juga belajar menghargai beragam karya orang lain.......


















Anak-anak......
Tetaplah anak-anak. Dengan segala kepolosan dan tawa canda ria mereka. Aku belajar banyak dari mereka. guru kehidupan dalam bentuk kanak-kanak.

Laskar Pelangiku terkasih.....
"Menarilah dan terus tertawa, meski dunia tak seindah surga...... Bersyukurlah pada Yang Kuasa, cinta kita di dunia........"






Pesta Kesenian Bali (PKB) yang merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali, yang dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai – nilai seni budaya Bali yang adhiluhung. Festival atau parade Gong Kebyar merupakan salah satu acara dalam agenda Pesta Kesenian Bali yang sangat bergengsi. Dalam festival acara tersebut, kita dapat melihat atau menyaksikan karya seni sebagai hasil kreativitas para seniman dan kepiawaian para pengrawit dalam memainkan gambelan Gong Kebyar.

Pesta Kesenian Bali

Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Bilapun kini masyarakat berkeinginan memilih antara kesenian dan kerajinan, profan dan sekular, pesanan dan kreativitas murni masyarakat Bali, semua itu mereka kerjakan dengan semangat “persembahan “. Perbedaan itu tidak akan mengurangi hakekat berkesenian. Kegiatan berkesenian didasari oleh motivasi sebagai persembahan yang terbaik dan “spirit” dalam segala aktivitas masyarakat Bali.

Seni yang ditampilkan adalah persembahan dan karya cipta yang dihasilkan juga sebagai persembahan. Hal ini yang masih dijadikan. Persembahan seni dan karya cipta mengandung makna pembebasan yang iklas yang dalam ajaran Hindu sering disebut dengan yadnya. Yadnya yang dipersembahkan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil ciptaannya sebagai persembahan terbaik, maka sedapat mungkin seseorang seniman tidak akan mempersembahkan miliknya atau karyanya yang paling jelek atau seadanya, apalagi persembahan itu berupa seni dan karya cipta yang terlahir dari budi daya sebagai hulu cinta kasih dan peradaban rohani seni masyarakat.

Pesta Kesenian Bali merupakan media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berjcelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.

Sejarah

Menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , maka Pemerintah Propinsi Bali, sejak tahun 1979, oleh Almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menggagas dan memprakarsai suatu wadah pesta rakyat, yang sampai sekarang disebut ” Pesta Kesenian Bali ” (PKB), yang pertama kalinya di gelar.

Dasar Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali adalah Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986 tentang” Pesta Kesenian Bali “. Pesta Kesenian Bali yang digelar pertama kali pada tahun 1979, berlangsung kurang lebih 2 bulan tepatnya dari tanggal 20 Juni 1979 sampai 23 Agustus 1979, dan setiap tahun telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat.Pelestarian seni budaya dengan menampilkan keseniankesenian klasik yang sudah hampir punah dan terpendam di masyarakat.Melalui Pesta Kesenian Bali, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan dan menampilkan kepada masyarakat pada pesta rakyat ini. Penyelenggaraan PKB dari tahun ketahun telah memberikan nuansa tersendiri bagi keajegan seni budaya Bali dengan menampilkan thema yang selalu berbeda-beda.Kiranya cara berkesenian masyarakat Bali yang dipersembahkan kedalam wadah Pests Kesenian Bali, setiap tahunnya juga berbeda-beda. Seperti pada Pesta Kesenian Bali yang berlangsung Juni 2003 ini merupakan Pesta Kesenian Bali ke 25 yang bertepatan dengan Jubillium Perak Pesta Kesenian Bali. Kesempatan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan koreksi, perbaikan dan perubahan serta introspeksi diri, ditengah-tengah keterpurukan kepariwisataan Bali saat ini.

Pesta Kesenian Bali membuat masyarakat Bali untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas untuk memenuhi kehidupan kita. Dengan demikian aktivitas dan kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti, untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru, baik itu gagasan barn berkesenian maupun dalam kegiatan sehari hari, dalam rangka menyambung kelangsungan kehidupannya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru berkesenian, dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya gagasan barn akan dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diinplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.

Dalam sejarah perjalanan pesta seni rakyat yang akbar ini pada umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Hanya pada PKB yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof DR. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus sebagai penggagas PKB. Selebihnya pembukaan PKB dilaksanakan oleh Menteri, Wakil Presiden, Presiden dan Ibu Negara.[1]

Referensi

  1. Sejarah Pesta Kesenian Bali, kevinabali.wordpress.com. Access date:23 Mei 2012

Muridku Galau......



Muridku terluka........ "Ibu, kekasihku berpaling pergi dan tak mau kembali, meski saya mengemis memohon padanya. Sudah saya berikan semua milik saya. Bahkan, saya rela mati demi dia", kata remaja pria ini. 

Kukatakan.... bila mental kalian terluka, saling menyakiti seperti selama ini, maka itu bukan lagi cinta. Biarkan cinta tetap abadi hanya dalam diri, lanjutkan kehidupanmu untuk selalu berusaha menjadi kian bijak lagi.....

Anakku sayang.....
Kehilangan seseorang terkadang sunggu membuat hati kita terluka. Namun, cinta tidak bisa dipaksa untuk selalu hadir bersama, seiring sejalan.......
Akhirnya, harus disadari bahwa org yg kita cintai hanya bisa berada dalam hati, bukan berada dalam hidup bersama dg nya dalam kehidupan ini.... Akan jauh lebih baik mencintainya dalam diam yg abadi.
At some points.....
You have to realize,
that some people can stay in your heart,
but not in your life.......

Some people you care about may be very damaged. 
So, the only way for you to stay mentally healthy 
is to love them from a distance.

It definitely is a broken heart, 
but at least there is hope 
it can one day be a healthy heart again.
 

My Student is getting hurt



He sad, so sad......
B'coz his girl friend gone,
and don't wanna come back again

Ah.....
My dear.

At some points.....
You have to realize,
that some people can stay in your heart,
but not in your life.......

Some people you care about may be very damaged. 
So, the only way for you to stay mentally healthy 
is to love them from a distance.

It definitely is a broken heart, 
but at least there is hope 
it can one day be a healthy heart again.