Kamis, 16 Juli 2015

Pembinaan Jiwa Korps PNS STP Nusa Dua Bali, 2-3 Juli, dan 6-7 Juli 2015
















































































































































































































































































































Di antara Pohon Bekul (Bakol), Gunung Baluran, dan Gunung Bromo... Di antara persahabatan tiga dara jelita juga yang lainnya... Di antara semangat kerja dan bekerjasama meski tak selalu bisa sama bagi kita semua.....

 Om Asato ma sadgamaya tamasoma ma tyotir gamaya mrtor ma amrtam gamaya....

 Hyang Widhi.... Bimbinglah kami dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah kami dari kegelapan pikiran menuju cahaya (pengetahuan) yang terang. Bimbinglah kami dari kematian menuju kehidupan yang abadi.


 Om sarve bhavantu sukhinah sarve santu niramayah sarve bhadrani pasyantu ma kascid duhkha bhag bhavet

 Hyang Widhi, Semoga semuanya memperoleh kebahagiaan.... Semoga semuanya terbebas dari penderitaan.... Semoga semuanya dapat memperoleh keberuntungan, semoga tiada kedukaan ....


Minggu, 05 Juli 2015

I Ketut Ariada, Panutan, Pengajar, Pembimbing, Pendamping, Rekan Kerja Kami semua



Bapak I Ketut Ariada, BE., ST., MABS. Terlahir tahun 1950 bulan Juni tanggal 14. Beliau bergabung pada bulan Maret tahun 1985 dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, yang dahulu masih bernama P4B, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Bali.




Perjalanan karir yang menghantar beliau sempat menjabat sebagai Kaur Pemeliharaan, dan juga tenaga pengajar dengan memegang beberapa mata kuliah, seperti, Manajemen Properti, Kewirausahaan, Peraturan Kepariwisataan, Hubungan Industrial Pancasila. Terakhir dengan Pangkat III /d, dan jabatan Lektor. Beliau termasuk dalam kelompok dosen Program Studi Administrasi Perhotelan.


Aktivitas religius beliau yang juga beragama Kristen Protestan, menghantar beliau sebagai seorang pendeta, penggembala umat. "Saya juga akan tetap bertugas sebagai pendeta di salah satu gereja di Denpasar Barat setelah pensiun", Bapak ini menjelaskan.


Hobi yang teramat banyak, seperti berkebun, berjalan-jalan bersama anggota keluarga, menulis puisi dan membacanya di berbagai kegiatan, memperlihatkan sisi romantis bapak ini di mata keluarga, istri dan anak-anak, serta ke tiga cucunya,  dan juga rekan kerjanya, meski terkadang terkesan galak dan serius dalam bekerja.



Terhitung mulai per tanggal 1 Juli 2015, bapak I Ketut Ariada sudah memasuki masa pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil. Namun, "Saya takkan pernah berhenti berkarya, memberikan segenap kemampuan saya, selagi masih berguna bagi banyak pihak. Saya juga masih akan tetap rajin menulis puisi bagi mereka yang berminat membaca maupun mendengarkan". Ujar beliau mantap.



Benar, bapak. Pensiun tidak berarti segenap karya akan terhenti mengalir dari tangan kita. Teruslah berkarya, membuat STPNB dan negeri ini bangga akan setiap prestasi yang terus mengalir tiada henti dari kita semua.