Minggu, 06 Desember 2015

Pengabdian Masyarakat Prodi ADH di Desa Bongkasa Pertiwi, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Minggu 15 November 2015



 
 

Program studi DIV Administrasi Perhotelan (ADH) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang ke dua untuk tahun 2015 ini, di desa Bongkasa Pertiwi, setelah sebelumnya yang pertama diadakan di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, pada tanggal 24 Oktober 2015. Tema yang dipilih adalah Pembinaan dan Pendampingan Sumber Daya Manusia Pengelola Pondok Wisata di Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada hari Minggu, 15 November 2015.
 
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dihadiri para tokoh masyarakat di Desa Bongkasa Pertiwi  yang terdiri dari: Perbekel, Kelian Desa Pekraman, Kelian Dinas Wilayah Desa Pekraman, LPM, anggota Pokdarwis, Ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan para dosen di lingkungan STP Nusa Dua Bali. Beberapa hal yang melatar belakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut:
  • Desa Wisata Bongkasa Pertiwi yang terletak di Kecamatan Abian Semal merupakan salah satu desa wisata yang baru berkembang menawarkan pesona alam yang asri. Dengan potensi yang dimiliki, diantaranya terasering yang unik, rafting, paint ball, dan kerajinan perak, dan kunjungan wisatawan yang mencapai 500 orang per harinya.

  • Meski Pokdarwis Desa Wisata Bongkasa masih relatif baru, namun sudah dikunjungi oleh wisatawan semenjak tahun 1997, yang diawali dengan kegiatan Bali Adventure Rafting. Ketuanya kini, bapak I Wayan Martana, menjelaskan bahwa Desa Bongkasa Pertiwi terdiri dari tiga Banjar, Yakni Banjar Karangdalem I, Banjar Karangdalem II, dan Banjar Tegal Kuning. Pokdarwis desa Bongkasa Pertiwi juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa pelaku pariwisata untuk promosi kepada masyarakat luas dan bertujuan menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tujuan dibentuknya Pokdarwis adalah untuk memberi pemahaman dan pengetahuan akan pentingnya pariwisata. Dengan pahamnya masyarakat desa diharapkan terjadinya minat masyarakat desa akan potensi wisata desa dan mampu menambah pemasukan desa.
  • Kabupaten Badung saat ini telah memiliki 11 desa wisata, termasuk Desa Bongkasa Pertiwi, dan masih perlu pengembangan secara berkelanjutan, agar bisa menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Badung.



Adapun Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan tahap II di Desa Bongkasa Pertiwi ini meliputi :
    • Identifikasi Potensi wisata di Desa Bongkasa Pertiwi Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung, Bali.
    • Pemasaran wisata Desa Bongkasa Pertiwi Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung, Bali.
    • Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Bongkasa Pertiwi Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung, Bali.
 





 
Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat tahap ke 2 ini, dihadirkan Narasumber : I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., dan Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par., juga I Made Angga Adiguna, GM Tony’s Villa Bali, beserta Ida Bagus Garlika, Ecommerce Manager Tony’s Bali Villa, untuk dapat memberikan berbagai penguatan dan pengalaman dalam mengelola Desa Wisata, terkait Pemasaran Produk dan Pelayanan Pariwisata, Food Product, dan juga materi terkait Front Office dan Housekeeping.    
Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat terkait pengelolaan desa wisata beserta permasalahan di lapangan yang dihadapi saat melayani wisatawan diungkapkan seperti misalnya; peningkatan ketrampilan pengelola pondok wisata dalam hal penerimaan tamu, promosi desa wisata, mengolah makanan, menghidangkan makanan, dan cara penyusunan paket wisata yang akan dikembangkan. Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan  di Ruang Pertemuan Kantor Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abian Semal, Kabupaten Badung, pada hari Minggu, 15 November 2015.

Senin, 26 Oktober 2015

Praktek Kerja Lapangan Prodi ADH I (Bali-Jawa), II (Desa Belimbing, Tabanan)





Praktek Kerja Lapangan merupakan perwujudan dari program kerja lembaga pendidikan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dan menjadi bagian dari visi juga misi bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan kampus semata. Oleh karenanya, mahasiswa dan juga staf pengajar diminta selalu mengembangkan diri seluas mungkin agar mampu beradaptasi dengan beragam masyarakat juga lingkungan yang berbeda-beda, agar terjalin kerjasama dan kinerja maksimal.



Program Studi Diploma IV Administrasi Perhotelan melaksanakan dua kali Praktek Kerja Lapangan untuk periode tahun 2015. Praktek Kerja Lapangan yang pertama, telah terlaksana pada tanggal 13 s/d 18 Oktober 2015 lalu, diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi ADH kelas A, B, dan C semester 5, juga Diploma III Manajemen Perhotelan semester 5.



Praktek Kerja Lapangan yang kedua, terlaksana pada hari Jum’at, tanggal 23 Oktober 2015, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.



Pada pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yang Pertama, sebanyak 122 mahasiswa bersama 6 dosen pendamping dan 1 orang staf Prodi, berangkat bersama dalam rombongan berjumlah 3 bis. Berangkat pukul 3.30 dari kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, rombongan bergerak menuju lapangan Lumintang, Denpasar. Disini kembali bergabung sebagian mahasiswa dan para dosen pendamping. Setelah jumlah rombongan lengkap, iringan kembali berangkat  ke arah Barat, mampir bersembahyang di Pura Rambut Siwi, dan menuju Gilimanuk, lalu menyeberang ke Pulau Jawa.


Hari kedua, setelah beristirahat mandi dan makan di Nganjuk, Resto Ambar Ketawang, rombongan kembali bergerak menuju Jawa Tengah. Pukul 11 siang, rombongan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali tiba di Candi Prambanan untuk melakukan kunjungan selama 1.30 jam di sini. Setelah makan siang di resto Grafika, kami bergerak menuju Malioboro. Hanya 3 jam berada di kota Jogja, kami kembali bergerak melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung. Namun aku bersama ibu IGA Mirah, sempat berkunjung ke Lapangan Timur Keraton, berjalan di antara ke dua beringin kembar di malam hari, dan menyusuri Malioboro, sebelum bergabung kembali dengan bis kami pukul 9 malam hari.







Well, perjalanan hidup tidak akan selalu mulus dan indah, tidak akan selalu berjalan sesuai kemauan dan harapan kita. Pada pukul 1.30 WITA, atau 2.30 waktu setempat, bis kami mengalami insiden tabrakan di daerah Rawalo, Banyumas. Namun, sekali lagi, para dosen juga para mahasiswaku bisa memperlihatkan kemampuan mereka mengendalikan diri, menjaga emosi dan persaudaraan di antara sesama mereka, kemampuan memimpin diri sendiri dalam beragam situasi yang terkadang sungguh rumit sekalipun. Bersama staf dari pihak travel agent yang turut dalam perjalanan kami, aku menghantar beberapa mahasiswa yang terluka, menuju Puskesmas terdekat. Komang Erick, Gusti Bagus Angga Atmaja, Joni Afrianza, dan Arsita Putri. Kupastikan mereka tidak mengalami cidera parah, tidak terluka oleh pecahan kaca bis, tidak mengalami patah atau harus dijarit. Hanya shock sekejap. Dan, setelah dua jam beristirahat di UGD Puskesmas bersangkutan, kami kembali bergabung dengan rombongan di TKP. 





Tujuh jam menanti, akhirnya dua bis pengganti tiba. Dan, pukul 9.15 pagi hari, Kamis 15 Oktober 2015, kami kembali bergerak dengan formasi sama, tiga bis, menuju tujuan. Kota Bandung.





Hari ketiga ini, 15 Oktober 2015, kami tiba di resto Pring Sewu pukul 11.00. Mahasiswa bersiap diri dan mengganti uniform dengan seragam kelas, bersiap menuju Desa Wisata Cikidang. Tiba di Desa Wisata Cikidang, kami disuguhkan pemandangan indah alam pedesaan, keramahan masyarakat sekitar, juga makanan khas nasi Timbel, beserta wedang jahe susu yang menghangatkan tubuh di malam dingin saat diskusi berlanjut hingga larut mengenai pengelolaan desa wisata Cikidang. Waktu menunjukkan pukul 9 malam saat akhirnya kami tiba di tempat penginapan kami malam hari. Setelah 3 hari duduk dan tidur di dalam bis, kami bisa beristirahat tidur di dalam kamar penginapan di kota Bandung, yakni Cihampelas Dua dan Tiga.



Hari keempat, rombongan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali bertamu pada saudara tuanya, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Sungguh menyenangkan kami bisa berjumpa dengan jajaran manajemen STP Bandung, berjumpa dan berdiskusi dengan para mahasiswa nya juga, dan mengunjungi banyak ruang di sini.








Setelah berpamitan dengan pihak dosen, pegawai, juga para mahasiswa STP Bandung yang telah ramah dan bersahabat menerima kami, kami berpamitan untuk bergerak kembali menuju hotel di mana kami menginap semalam, Cihampelas Dua dan Tiga. Setelah makan siang di Warung Bancakan, rombongan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali kembali bergerak menuju ke arah Timur, menggapai Bali kembali.



Sempat mampir di sentra belanja di daerah Cibaduyut, hampir saja dua mahasiswa kami tersesat karena keasyikan mencari oleh-oleh boneka bagi yang tersayang. Ah, jadi ingat nostalgilaaa turun naik bis, turun naik angkot, mencari mahasiswa ku ini di sepanjang jalan di Cibaduyut, lalu nguber-nguber bis kami yang tidak bisa berhenti dan parkir sembarangan di daerah padat tersebut.




Hari Kelima, 17 Oktober 2015. Pagi hari pukul 8, kami tiba di Resto pinggiran kota Jogja. Beristirahat mandi dan makan, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Solo. Satu jam beristirahat di Pasar Kliwon yang menjadi tempat penampungan sementara para pedagang Pasar Klewer yang habis tebakar, kami kembali bergerak menuju Nganjuk, dan beristirahat makan di Resto Ambar Ketawang.



Hari Keenam, 18 Oktober 2015. Pagi hari pukul 7, kami tiba di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 1.30 menit berayun di laut selat Bali, kami tiba di warung Men Tempeh untuk menikmati khasnya masakan ayam betutu, sebelum kembali bergerak menuju Nusa Dua.



Terima kasih, Tuhan, terima kasih para muridku, terima kasih, rekan kerja, dan seluruh pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga program Praktek Kerja Lapangan ini terselenggara baik demi pembentukan dan pengembangan karakter-karakter dewasa dan bijak sumber daya manusia Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.

Praktek Kerja Lapangan yang Kedua, jumlah mahasiswa yang dilibatkan masih sama. Sebagai Pilot Manager adalah mahasiswa dan mahasiswi Administrasi Perhotelan semester 5 kelas C, ikut terlibat juga Administrasi Perhotelan kelas B, dan C, juga mahasiswa Diploma III Manajemen Perhotelan semester 5. Bergabung besama rombongan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, juga masyarakat Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Perbekel Desa, Klian Dinas dan Klian Adat, Pokdarwis, Ibu-ibu PKK dan STT Desa Belimbing.



Pada Praktek Kerja Lapangan yang Kedua, kegiatan dilaksanakan di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, pada hari Jum’at, 23 Oktober 2015. Kegiatan yang dilakukan adalah penanaman pohon, sebagai bentuk nyata kesadaran dan kepedulian dan juga gerakan penghijauan berupa penanaman puluhan pohon belimbing dan beberapa jenis tanaman hias lain. Juga dilaksanakan gerakan kebersihan dan bakti sosial yang dibagi menjadi 3 lokasi, yakni, di sekitar area Pura Luhur Mekori, di sekitar area Singsing Sade, dan di sekitar area Singsing Benben.


Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini berakhir pada pukul 15.00, dan rombongan mahasiswa kembali bersama 3 bis menuju Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, kecuali mahasiswa dan mahasiswi Diploma IV Administrasi Perhotelan kelas C semester 5 yang menjadi Pilot Manajer bagi kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi ADH esok hari, bertempat di desa yang sama, yakni Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.





Sudah tentu, suatu kegiatan tidak akan dapat berjalan lancer tanpa partisipasi banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Entah, yang terlihat nyata, maupun yang hanya begerak di balik layar, tanpa mau terlihat atau gembar-gembor. Terima kasih pada aparat desa Belimbing, terima kasih pada Plt Kades, bapak Made Adi Sujana, Bapak Oka Ardiyasa dan Pokdarwis nya, Pak Nengah, ibu-ibu PKK, STT, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, seluruh manajemen Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dan, para mahasiswaku tersayang yang selalu kubanggakan, Administrasi Perhotelan semester 5 kelas C, dengan kepala suku Gede Heri Narisma, dan semua anggota sukunya yang berhasil memperlihatkan kualitas kerja, level kepemimpinan juga kebersamaan kalian secara maksimal, Administrasi Perhotelan semester 5 kelas B bersama anggota masyarakatnya yang heboh dan cool abizzz, beserta Administrasi Perhotelan semester 5 kelas A, dan para brondong serta browniesnya yang cetar membahana, Diploma III Manajemen Perhotelan semester lima yang unyu-unyu dan imoet-imoet……