Sabtu, 30 Oktober 2010

Love


To All Who Try To Find Love

If you find your self in love with someone
and that someone doesn't love you
Be gentle to yourself...
There is nothing wrong with you
Love just din not choose to rest in that someone's heart

If you find your self in love with someone
and you cann't answer that love
Feel honor that love came by
and called on your door
But gently refuse the feeling you can not return
as love didn't choose to settle in your heart

If you find your self in love with someone
and the love returned
It still can happen that love choose to leave
Do not try to reclaim it
and do not access any blame
Let it go,
despite the pain
there is a reason and meaning to this

We can not choose love by our selves
Love chooses us

Sekeluarga


Kamis, 28 Oktober 2010. Di pagi hari, kuselesaikan beberapa bimbingan skripsi dan persiapan mahasiswa bimbinganku yang akan ujian sidang esok harinya. Siang hari, ada dua kelas yang harus kuisi di STPNDB, dengan mata kuliah Psikologi Pelayanan. Setelah kuliah berakhir pk 14.30, masih ada beberapa mahasiswa yang minta waktu ku untuk berdiskusi mengenai banyak hal. Hmmm, mereka sungguh para remaja yang sedang resah dan gelisah menghadapi gejolak jiwa remaja, mencari jati diri, masih perlu perhatian dan bimbingan banyak pihak. Sebenarnya yang mereka butuhkan hanya perhatian dan pengarahan. Mereka sudah tahu solusi yang terbaik bagi mereka sendiri. Ah, semoga tiap orang mendapatkan tiang pegangan dan pedoman dalam hidup mereka, sehingga tidak terjatuh ke dalam lembah kenistaan. Berakhir pukul empat dari kantor, aku bergegas pulang.

Ada dua voucher yang kumiliki. Mahasiswaku, DIV ADH Smt3 C mengadakan bazaar di Warung Mina Renon. Mereka berusaha mengumpulkan dana bagi progam2 yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah yang mungkin membutuhkan biaya. Kubayangkan, jika anak-anakku dan teman-teman sekolahnya membutuhkan banyak biaya bagi program-program yang berkaitan dengan proses belajar mengajar mereka, tentu mereka juga mengharapkan perhatian dan bantuan dari banyak pihak. Mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan dana ini, termasuk salah satu solusinya. Juga, memperlihatkan sisi kepedulian dan perhatian dari kami sebagai pembimbing dan dosen mereka. Dan, aku ingin mengunjunginya bersama suami dan anak-anak. Sudah lumayan lama kami tidak bepergian secara utuh sekeluarga, walau hanya untuk lingkungan sekitar Denpasar.

Pukul tujuh malam, namun anak2 masih bermalas mandi, si bapak masih asyik dengan bacaannya, bahan studi banding bagi disertasinya mengenai Revolusi Hijau. Aarrggh, memang harus bersabar menghadapi berbagai situasi dan kondisi jika tidak ingin terserang stres lalu jadi bete... Namun demi kebersamaan dan keutuhan sekeluarga, ga apa dah, memperbesar toleransi kesabaran.

Akhirnya, pukul 8 malam kami tiba di Warung Mina dengan mengendarai dua sepeda motor. Kujumpai Gusti Ngurah Kartika dan teman-teman kelasnya. Ada pula rekan-rekan dosen lain, Pak Dewa Sujatha beserta istri, anak2 dan cucu. Bu Sukerti dan keluarganya sudah tiba kemarin malam. Pertunjukan sulap dan band yang ada sungguh sangat menarik perhatian anak-anakku. Mereka menikmati pertunjukan sambil minum hidangan soda gembira,. Hanya Yudha, si bungsu, yang menikmati hidangan makan, karena kami sesungguhnya sudah makan malam di rumah. Namun kebersamaan ini sungguh menyejukkan jiwa.

Astungkara, Tuhan. Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Terima kasih sudah mengijinkan kami untuk masih bisa menikmati berkumpul bersama. Semoga masih selalu bisa berkumpul, walau tumbuh dan berkembang semakin dewasa, menjalani kehidupan masing-masing.

Rabu, 27 Oktober 2010

Bos = Pemimpin yang pemimpi? tanpa hati?


10 Perbedaan Boss dan Pemimpin

Seorang sahabatku, Dayu Saraswati, berkata tentang beda Bos dan Pemimpin

1. Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

2. Seorang BOS mengatakan "saya". Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"

3. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan. Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

4. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan. Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

5. Seorang BOS menyetir Seorang PEMIMPIN memimpin

6. Seorang BOS menyalahkan Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

7. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah. Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

8. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh. Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

9. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

10.Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI!" SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI"

yang manakah anda...????

Selasa, 26 Oktober 2010

Pak Khanizar Chan, Gempa dan Tsunami di Mentawai

Namanya Khanizar Chan. Berasal dari Padang. Kami bersama mengikuti ujian penerimaan mahasiswa baru, dari Tes Potensi Akademik, Tes TOEFL, Wawancara, dan... Program Matrikulasi. Hingga kini mengikuti pendidikan bersama-sama dengan puluhan teman lain sejak tahun ini di Universitas Udayana.

Saat sedang mengikuti proses belajar mengajar hari Selasa, 26 Oktober 2010, Di Gedung Pasca Sarjana UNUD lantai 3 tersebut, semenjak pagi si bapak yang ramah ini telah terlihat cemas, tidak konsentrasi, dan dalam kondisi lemas karena sakit. "Saya waswas sekali terhadap situasi dan kondisi keluarga saya di Sumatera sana... Kemarin gempa dengan skala ritchter 7,2 terjadi, dan tsunami melanda" katanya dengan sendu.

Ah.... Derita orang yang terpaksa harus terpisah dari sanak keluarga, demi menjalankan tugas dan kewajiban. Setiap berita sungguh dinanti untuk mengobati segala kerinduan. Maka... Pak Khanizar Chan pun akan berangkat ke Padang, dengan harapan bisa memantau dan memastikan situasi dan kondisi keluarganya. Berangkat lah pak, doa kami, seluruh sahabat, menghantar kepergian bapak. Semua tugas yang diberikan para guru akan kami perhatikan dan lakukan yang terbaik demi bapak, demi kebersamaan kita semua, demi persahabatan kita juga. Semoga keluarga bapak, para kerabat, sahabat, dan tiap orang di Padang, Mentawai dan sekitarnya, diberi ketabahan dalam hadapi ujian kehidupan ini. Doa kami jadi penghantar. Semoga semua kehidupan di dunia akan berjalan dengan lancar, walau tiap cobaan dan rintangan datang silih berganti.

OM SARWA PAPA WINASINI SARWA ROGA WIMOCANE SARWA KLESA WINASANAM SARWA BHOGAM AWAPNUYAT

OM SRIKARE SAPA HUT KARE ROGA DOSA WINASANAM SIWA LOKAM MAHAYASTE MANTRA MANAH PAPA KELAH

OH SANGHYANG WIDHI WASA, TERIMALAH SEGALA PERSEMBAHAN KAMI. ENGKAU MUSNAHKAN SEGALA MALAPETAKA. ENGKAU BEBASKAN SEGALA DERITA, DAN ENGKAU JAUHKAN SEGALA PENYAKIT

OH SANGHYANG WIDHI WASA, ENGKAU YANG DIPUJA SEBAGAI PENGUASA ALAM SEMESTA, ENGKAU MENJIWAI INTI SEGALA MANTRA, BEBASKANLAH SEGALA DOSA DAN DERITA, SERTA TUNTUNLAH KAMI KE JALAN YANG BENAR

Senin, 25 Oktober 2010

Mayat Berjalan

Selasa, 26 Oktober 2010. Ujian Sidang Terbuka Promosi Doktor, Program Pascasarjana S3 Kedokteran UNUD: Ni Made Suaniti. Kadar Aldehid Dehidrogenase dan Fatty Acid Ethyl Ester sebagai Marka Biokimia Bertahan Lebih Lama daripada Etanol pada Tikus Wistar yang Diberikan Alkohol Peroral.

Konsumsi alkohol peroral secara berulang dapat menyebabkan penyakit alkoholik pada manusia. Bila seseorang minum alkohol terus menerus, enzim pencernaan yang mengoksidasi alkohol akan menjadi jenuh dan dapat meningkatkan Kadar Alkohol Darah dengan cepat. Nilai KAD yang tinggi dapat menimbulkan berbagai efek teknologi pada manusia sebagai penentuan KAD merupakan nilai yang penting dalam menentukan apakah seseorang alkoholik atau bukan. Penentuan tingkat konsumsi alkohol dengan mengukur KAD mempunyai keterbatasan waktu karena alkohol yang dikonsumsi akan menghilang dengan cepat dari peredaran darah. Untuk itu perlu dicari marka biokimia dari alkohol selain etanol yang dapat dideteksi dalam waktu lebih lama dalam tubuh.

Di Swiss dan Inggris, seseorang dilarang mengendarai mobil di jalan raya bila mempunya KAD 80 mg / 100 ml (Sutter 2002, Shepherd 2003). Di Indonesia, tingkat konsumsi alkohol terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun belum ditetapkan batas KAD dan KAU yang diperbolehkan bagi seseorang untuk mengendarai mobil di jalan raya.

Etanol yang dikonsumsi sebagian besar dimetabolisme dalam hati untuk hasilkan fatty acid ethyl ester (FAFE), etil glukuronida (ETG), dan etil sulfat (ETS), Wurst et al, 2003, Skipper et all 2004, Weinmann et all 2004, Constantino et all 2006, Dahl, 2006). Fafe juga disimpan dalam rambut, sehingga dapat dideteksi dalam rambut (Andreas et all 2000, Kintz et all 2008, Pragst & Yegles, 2008). Karena itu FAFE merupakan salah satu metabolit etanol yang spesifik dan dapat dilacak dalam kurun waktu yang lebih panjang dari kadar etanol.

Di Indonesia, penentuan tingkat konsumsi alkohol pada seseorang umumnya dilakukan dengan pemeriksaan etanol dalam darah. Konsumsi alkohol menimbulkan kerusakan hati, berarti kerusakan organ tersebut juga dapat digunakan sebagai marka biokimia untuk menentukan tingkat konsumsi alkohol.

Kerusakan hati ditandai dengan peningkatan kadar SGPT & SGOT dalam darah. Namun kadar SGPT merupakan marka kerusakan hati yang akut, sedang SGOT merupakan marka kerusakan hati yang kronis. Tingkat kerusakan hati biasanya dapat dilihat dari adanya peningkatan rasio SGPT / SGOT lebih dari 2 X angka normal (Wallach, 2004 & POA 2006) Karena itu nilai SGPT & SGOT juga merupakan marka biokimia bagi kerusakan hati karena alkohol. Namun, pemeriksaan ALDH dan FAEE mempunyai tingkat spesifitas yang tinggi dan lebih stabil, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian alkohol peroral secara berulang pada tikus wistar untuk mengetahui kadar ALDH & FAEE sebagai marka biokimia bertahan lebih lama daripada etanol.

Gol. A: Minuman beralkohol dengan kadar 1 - 15 % contoh, bir

Gol. B: Minuman beralkohol dengan kadar 15 - 20 % contoh, wine

Gol. C: Minuman beralkohol dengan kadar 21 - 55 % contoh, arak

Wah... bagus banget info ini, bagi kita semua, bagi kepolisian, terutama bagian forensiknya. Tapi kok, untuk sesudah kejadian, ya, baru diketahui hatinya hancur, dideteksi dari rambut. Kok ga sebelumnya kita2 tahu, mana yg kadarnya berlebihan, mana yg hasil oplosan, jadi, bisa mencegah, mengantisipasi. Semoga tidak ada korban lagi dah, apalagi... konflik karena minum dan mabuk. Methanol, buat pengawet mayat, dioplos dengan minuman beralkohol. Jadi deh... mayat berjalan. Hiiii

Ehm...

Tanya!!?

Kalau kerusakan hati... hati yang terluka, tersobek-sobek, sakit hati karena patah hati, bisa diteliti pakai ilmu forensik dengan fenomena nya apa aja ya? hehehe...


Minggu, 24 Oktober 2010

Nangkil ke Tirta Empul

Minggu, 24 Oktober 2010, anak2 ini sudah berdiri di atas sepeda mereka masing2, di depan pagar rumahku, pukul 7.00. Padahal, masih waktu yg nikmat untuk melanjutkan mimpi tidurku. Namun.... tak sampai hati mengecewakan mereka. Maka segera kukeluarkan empat sepeda, melengkapi bagi mereka yang tidak memiliki sepeda. Lanjut menyusuri jalan gunung soputan, jalan mahendradatta selatan, jalan marlboro. Berbelok memasuki jalan gunung lumut, dan kembali ke perumahan kami.

Mereka membekali diri dengan minuman air putih, roti yang dibawa dari rumah, lengkap dengan topi dan jaket. Memutar roda perlahan, berteriak menjerit, tiap melihat hal yang menarik perhatian, dari sapi yang berkubang lumpur, babi yang beratnya hingga 150 kg, motor gede yang lewat melintasi jalan raya, botol minuman yang terjatuh dari tas plastik mereka, bahkan, tanaman mekar yang mereka lihat.

Namun kali ini, tidak bisa lama bersama mereka. Karena aku berjanji akan mengajak simbok keluar. Bukankah... tiap orang perlu beristirahat dan sesekali bepergian? Dan, kujanjikan mengajak Ayu, pengempu, yang masih terbilang cucu dari suami, untuk ke Tirta Empul, Tampak Siring.

Pukul 9.00 kami sudah tiba di perumahan kembali. Segera kumasukkan semua sepeda ke halaman, menyusunnya dengan rapi, dan bersiap berangkat kembali. Putra sulungku, Adi, mengijinkan kami menggunakan motornya, Yamaha Jupiter MX. Kumasukkan seperangkat kain sembahyang, baju ganti untuk anakku, banten dan canang, juga bokor mini. Tak lupa pula, dupa. Lalu kami bergegas berangkat, karena telah semakin siang hari ini, dengan mendung menggantung. Si bungsu duduk di tengah, simbok Ayu, di belakang, Kuletakkan perlengkapan kami di pangkuanku, Juga bekal untuk makan siang kami.

Mengarahkan motor menyusuri jalan Teuku Umar, berbelok ke Diponegoro, lalu Gatot Soebroto. Berbelok memotong arah lewat Penatih, tembus di jalan menuju ke Gianyar. Kutemui patung bayi raksasa di Sakah. Ehm.... ini penunjuk arah menuju ke arah Tampak Siring. Hujan mulai turun memerciki wajah. Satu demi satu... kian lama kian lebat kurang bersahabat. Aaarrgh. Terpaksa berhenti di salah satu warung di pinggir jalan dekat Pura Kebo Eedan ini. Kuturunkan satu demi satu tas plastik berisi banten dan canang juga bokor mini, tas berisi bekal makan siang, lalu tas berisi tiga jas hujan. Masing masing dari kami mengenakan jas hujan.. ya, kupersiapkan diri sebaaik mungkin sebelum sebuah keberangkatan, termasuk persiapan jas hujan jika sewaktu2 dibutuhkan.

Selesai mengenakan mantel, kami melanjutkan perjalanan. Dan... akhirnya tiba di ujung kaki Beliau... Rumah Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tirta Empul, tempat permandian dewata, dan persembahyangan. Hujan masih turun dengan gagahnya, membasahi bumi. Hmmm, sudah berkali ku hadir di sini, entah dengan rombongan, keluarga besar, atau para sahabat, bersama anak2ku, atau hanya sendiri. namun segala kerinduan itu, tidak pernah pupus. Untuk selalu memuja dan memuji Beliau, dalam setiap detak nafasku. Kali ini, kuhantarkan anak dan cucuku, bersama dengan hadirku, nangkil ke rumah Beliau.

Satu lagi!!! Kusadari, simbok tidak ingat mengambil kembali canang beserta bokor, juga bekal makan siang kami yang diletakkannya di tempat kami berteduh untuk kenakan jas hujan kami.....

Duh Gusti Allah. Jika ini adalah salah satu bentuk ujian dan cobaan dari Mu, memperlihatkan kebesaranMu, dengan memberikan ujian, berkali tersesat, salah jalan, hujan yang jatuh luruh menimpa kami, juga tanpa bekal makan siang, bahkan banten dan canang untuk dihaturkan memuja dan memujiMu di sini, tepat di ujung jemari kakiMu..... Maka kuterima, kuterima semua ini dengan lapang dada, berbesar hati, mencakupkan kedua tanganku. Terima kami ya Tuhan, terima kehadiran kami yang hina ini, jangan pernah berpaling dan tinggalkan kami semua...

Jumat, 22 Oktober 2010

Our Life

Three things in life, that, once gone, never come back: Time, Words, Opportunity

Three things in life, that can destroy a person : Anger, Pride, Unforgiveness

Three things in life that you should never lose : Hope, Peace, Honesty

Three things in life that are most valuable : Love, Family and friends, Kindness

Three things in life that are never certain : Fortune, Success, Dreams