Sabtu, 14 Mei 2011

Inflorisity 2011, APM DIV ADH B smt 8


Aplikasi Manajemen, adalah sebuah kawah candradimuka lain lagi bagi mahasiswa STPNDB. Dan, mahasiswa Program Studi DIV ADH B / s-8 memilih motto mereka “BERJUANG DAN TETAP BERJUANG……”. Ini kata yang tepat untuk menggambarkan semangat kami, mahasiswa/i ADH B/8 STP Nusa Dua Bali dalam mempersiapkan dan melaksanakan program Aplikasi Manajemen (APM) yang bertajuk Inflorisity 2011. Demikian alasan mereka.


Acara ini merupakan salah satu bagian dari mata kuliah mahasiswa/i Administrasi Perhotelan (ADH) pada semester 8, yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu manajemen yang telah didapat selama mengikuti perkuliahan di STP Nusa Dua Bali. Dan, para mahasiswai ADH B angkatan 2007 mempersiapkan APM yang memadukan seminar dan kompetisi mengenai florist di penghujung bulan Mei 2011 yaitu pada tanggal 20 dan 21 Mei. Tema ini dipilih karena mengingat peranan penting dari florist untuk menunjang bisnis perhotelan dan event organizer, namun bidang florist ini kurang mendapat perhatian. Melalui acara ini, diharapkan dapat lebih mengenalkan florist dan membedah seni dan trend terbaru mengenai florist. Dalam acara ini, akan menghadirkan Bapak Andy Djati Utomo sebagai pembicara, beliau adalah direktur perangkai bunga Indonesia. Selain menghadirkan pembicara berkaliber nasional, Infloristy 2011 ini juga didukung dan bekerjasama dengan berbagai organisasi di bidang pariwisata dan florist seperti, PHRI, BHA, dan IPBI Bali. Peserta dalam kegiatan ini pun beranekaragam, mulai dari kalangan akademis, pengusaha florist, perhotelan, dan individual (pencinta bunga).


Dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan acara ini, banyak hal yang telah dilalui oleh mahasiswa/i ADH B, baik suka maupun duka. Semuanya berbaur menjadi satu, saling bahu membahu dalam mewujudkan dan menyukseskan acara ini. Masa pahit dan getir sangat dirasakan saat proses pencarian sponsor dan penjualan tiket. Satu tantangan yang sangat berkesan adalah saat dimana ternyata DIV ADH C / smt 8 mengadakan acara APM seminggu sebelum acara APM DIV ADH B / smt 8. Upaya untuk mendapatkan simpati dan target penjualan tiket, mengharapkan bantuan dan keterlibatan dari berbagai pihak demi kelancaran acara yang bakal dijelang, membuat segala emosi dan minat bercampur baur menjadi satu.


Target pasar utama penjualan tiket dalam acara ini adalah hotel, kemudian disusul oleh pengusaha bunga dan organisasi pariwisata. Sedangkan untuk sponsor berasal dari beberapa supplier bunga, hotel dan media publikasi (cetak dan elektronik) misalnya, Anantara Seminyak Resort & Spa, Novotel Nusa Dua Hotel & Residents, Hard Rock Hotel Bali, Ayodya Resort Bali, Aston Soll Marina Hotel and Conference Pangkal Pinang, Discovery Kartika Plaza Hotel, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Langoon Bali Resort & Spa, The Patra Bali Resort & Villas, Bali Zoo Park, Bali Safari and Marina Park, Bapak Bakery, Bali & Beyond, Phoenix Radio Bali, Sophie Martin, Telkom Flexi, Asri Lestari SPA, WBF (Wahana Bali Flora), D’oasis Florist, PHRI, IHKA, IPBI Bali dan BHA.


Inflorisity 2011 “dikomandani” oleh Ida Bagus Gede Ary Mahaputra didukung oleh seluruh mahasiswa ADH B/8 , dengan susunan kepanitian sebagai berikut:

  1. General Manager : Ida Bagus Gede Ary Mahaputra
  2. Executive Assistant Manager : Ni Luh Putu Budiari
  3. Executive Secretary : Dewa Ayu Sri Ekayuni
  4. Chief Accountant : Ida Bagus Yoga Cahyadi
    1. Assistant Chief Accountant : I Ketut Adi Wibardi
  5. Sales and Marketing Manager : Yori Sadi
    1. Promotion : Rio Fajar Sebastian B.
  • Rully Hidayat
  • Erik Suminta
  1. Sponsorship : I Gede Satrya Pratama Wicaksana
  • I Gede Adia Suandinata
  • I Putu Adi Guna Adnya
  • Ni Komang Junita Dewi
  1. Advertising : Ida Bagus Mahayana
  2. Operational Manager : Ni Putu Wulan Septiandari
    1. Event coordinator : Klaudia Luigi K.S
    2. Food and beverage Dept. : Ni Putu Ayu Candra Dewi
  • Antika Candra
  • Septa Kamiawan
  1. Registration : Ni Putu Liena Wijayanti
  • A.A.Ngurah Surya Putra
  1. Documentation : I Gusti Arya Surya Putra
  • Agus Arimbawa
  1. Tools and equipment : I Wayang Eka Putra Juliawan
  • I Gede Wira Manggala
  • I Dewa Adi Setiawan
  • I Komang Marjaya
  • Dedy Setiawan
  • I.B Oka Wiradiputra

Dengan kerjasama dan semangat kerja yang tinggi diharapkan acara ini dapat berjalan dengan sukses dan dapat menjadi contoh yang baik bagi pelaksanaan APM pada periode berikutnya serta membawa manfaat yang baik bagi seluruh mahasiswa/i ADH B/8.


Hidup selalu indah dengan segala nuansa pelangi yang menghiasi dunia kehidupan kita. Tidak bisa berharap akan kepastian bahwa semua akan berjalan lancar dan mudah, namun dengan semangat dan tekad untuk berjuang mewujudkan yang terbaik, semoga semua akan dapat tercapai. Mari kita wujudkan harapan dan perjuangan kita selama ini, karena kita adalah satu !!!

Managing Future Business of Bali, APM DIV ADH C/8


Sabtu, 14 Mei 2011. Kampus STPNDB meriah di hari libur. Hari ini adalah pelaksanaan program Aplikasi Manajemen Mahasiswa Program Studi Administrasi Perhotelan C semester 8. Topik yang mereka pilih adalah Managing Future Business of Bali. Pembicara yang mereka pilih adalah Putu Putrayasa dan Mr. Joger. APM ini di gawangi oleh Brilly Zaki sebagai manajer yang mereka pilih.


Program Aplikasi Manajemen yang mereka lakukan telah melalui serangkaian tahap, mulai dari upaya pengumpulan dana melalui bazaar yang mereka lakukan pada semester empat, upaya menggebu-gebu diskusi dan komunikasi berkali2 semenjak bulan Februari dengan para Ketua Program Studi, baik KPS Administrasi Perhotelan, KPS Manajemen Tata Boga, dan KPS Manajemen Tata Hidangan. Hingga proses pengajuan proposal kegiatan, presentasi di depan para pejabat dan dosen pembimbing. Ya, karena dengan program Aplikasi Manajemen, mereka belajar mengenai bagaimana sesungguhnya sebuah kegiatan berjalan, dengan standar norma dan pakem yang berlaku, dengan perencanaan maksimal, dan proses evaluasi di setiap lini, sehingga konflik dan hal negatif lain bisa di antisipasi atau di eliminir, bahkan sejak dini. Juga karena Program Aplikasi Manajemen membawa nama baik kelas mereka, nama baik lembaga, melibatkan berbagai pihak, baik internal lembaga, maupun eksternal lembaga.

Benar, pelaksanaan kegiatan tidak akan sukses jika hanya berjalan sendiri, tanpa melibatkan banyak pihak. Maka, sebuah planning yang tepat dan teliti sungguh diperlukan. Tidak hanya mau dan kemampuan seorang Manajer handal, namun ada banyak orang sukses dibelakang layar. Ada rekan-rekan se kelas, ada keterlibatan kelas-kelas lain, baik sesama semester 8 atau para adik kelas mereka, Administrasi Perhotelan, Program Studi lain, seperti Manajemen Tata Boga, Manajemen Kantor Depan, Manajemen Konvensi Hotel, Manajemen Tata Hidangan, Kelas Sore, yang juga telah membeli tiket mereka dengan menyisihkan sebagian uang saku. Ada berbagai pihak yang menjadi sponsor bagi kegiatan mereka, para alumni STPNDB, berbagai pihak manajemen Hotel dan Restoran yang telah mereka undang, juga instansi lainnya.

Mulai dari keterlibatan berbagai pihak internal lembaga sendiri, seperti Maintenance, Rumah Tangga, Security, Hotel Kampus, berbagai Program Studi, pihak manajemen, dosen dan pegawai. Hingga pihak eksternal di luar kampus, seperti orang tua murid yang mungkin akan dimintai pemahaman mengenai kesibukan sang anak karena mengurus kegiatan ini dalam hal waktu, biaya dan tenaga yang tercurahkan, berbagai pihak sponsor yang memberikan sumbangan dalam berbagai bentuknya, pengurusan ijin kegiatan, pembicara, penyiapan transportasi, pengurusan tiket, perlengkapan dan lain sebagainya.

Maka, hari-hari bahkan terasa berlalu begitu cepat. Penyebaran pamflet, promosi, pangsa pasar dan penjualan tiket, pemasangan spanduk, konfirmasi kehadiran, materi seminar, persiapan seminar kit, penataan ruang yang masih perawan, kursi, sound system, susunan acara, juga para mahasiswa yang bertugas pada berbagai seksi dan di berbagai lini. Pergerakan dari satu rapat ke rapat lain, dari satu lokasi ke lokasi lain, dari satu kondisi ke kondisi lain, sungguh menyita waktu, biaya juga tenaga mereka. Berkali, benturan emosi nyaris tidak terelakkan. Toh, satu hal yang patut disyukuri seluruh panitia adalah seluruh 400 tiket terjual habis, dengan berbagai cara dan jalan yang dilakukan oleh mereka demi keberhasilan ini.

Dan... inilah hari dimana segalanya sungguh diuji untuk berjalan lancar sesuai rencana. Pagi hari yang cerah. Pukul 8 pagi. Pak Dewa Sujatha dan Pak Gusti Ngurah Budiasa menyapa para peserta seminar di anak tangga Gedung Widyatula MICE. Pukul 9.45 para peserta seminar dihibur oleh Semar Band (maaf klo saya salah nulis ya?). Tepat pukul 10, Pak Putu Putrayasa mengawali aktivitas di depan peserta, dengan moderator bapak Lukman Hakim.

Putu Putrayasa adalah seorang pembelajar autodidak sejati, praktisi Sales and Marketing, Public Speaking, Business Coach, Leadership, Motivator, Penulis buku dan Entreprenuer sejak usia masih belasan tahun. Di usia 25 tahun, ia telah mendirikan dan memimpin belasan perusahaan computer retail. Di usia yang masih sangat muda juga, ia telah mendirikan sekaligus memimpin Perguruan Tinggi. Ekspansi bisnis yang luar biasa cepat itu, harus dibayarnya dengan lima macam penyakit yang bersarang ditubuhnya, karena beban hutang lebih dari 3,5 milyar.

Karena kebutuhannya terhadap produk kesehatan, akhirnya ia bergabung dengan sebuah perusahaan Network Marketing, sambil tetap memimpin revitalisasi bisnisnya. Dalam perjalanannya meraih sukses itulah ia merasakan bahwa sukses bukan hanya uang. Hasil risetnya ia tuangkan dalam buku pertamanya “Kaya dan Bahagia Modal Ngobrol”. Buku best seller yang di bulan pertama 3000 eksemplar langsung habis terjual. Sekarang aktifitasnya sebagai motivator dan business coach, berkeliling ke berbagai kota di Indonesia untuk melatih SDM di group bisnisnya yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan IT.


Hmmm, sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah menggapai sukses bagi tamatan Teknik Sipil UGM ini. Salut terdalam bagimu, Pak.

Namun, satu hal yang harus diantisipasi dan diperhatikan panitia lain kali adalah, pukul 13,15 adalah terlalu siang bagi sebagian orang, terlebih, bagi yang tidak sempat sarapan pagi. Bahkan, saya harus terbirit2 melarikan diri sejenak ke warung terdekat untuk mencari makan, karena dari kemarin malam belum makan. Ada baiknya mereka menambahkan snack dalam barang yang diberikan pada para peserta. Atau mungkin, mereka sebenarnya bisa menambahkan roti dalam daftar dagangan mereka untuk meningkatkan keuntungan penjualan. Juga mike yang sering ngadat, dan sound system yang mendadak diluar kendali, besar dan kecil mendadak volumenya. Pengaturan cahaya tatkala fokus peserta seminar diharapkan pada layar tancep. Antisipasi tempat sampah pada gedung yang masih perawan ini, khususnya di toilet.


Setelah istirahat makan siang, kami melanjutkan Seminar dengan pembicara Pak Joger.

Mr. Joger atau Pak Joger bernama Joseph Theodorus Wulianadi. Joger memiliki salam khas Selamat Pagi, tidak peduli apakah hari sudah siang atau malam. Nama Joger sendiri merupakan singkatan dari namanya, Joseph dan Gerhard Seeger. Gerhard adalah teman sekolahnya ketika di Jerman yang memberi US 20.000 sebagai hadiah pernikahannya.
http://www.jualanbuku.com/2009/02/01/kisah-sukses-brand-joger/

Usaha Mr Joger dimulai dengan modal 500ribu pada bulan Juli 1980. Beliau mulai merangkai kata-kata sendiri, disablonkan kepada orang lain, memasarkan sendiri door to door, gedor-gedor rumah orang dan hasilnya sekarang pembeli yang harus ngantri di Joger. Produk yang paling pertama ia hasilkan adalah kaos. Kaos itu dibuat dengan kata-kata, “Belanja tidak belanja tetap thank you”. Waktu itu masih menggunakan desain manual.

Menurut cerita Mr. Joger, 19 januari 1981 usahanya mulai menanjak. Ini ditandai dengan membuka toko di Jalan Sulawesi 37, Denpasar dengan nama Art & Batik Shop Joger. Kemudian selanjutnya Tahun 1983 membuka toko lain di jalan yang sama. Terakhir tahun 1986, Mr. Joger membuka toko di Jalan Raya Kuta hingga saat ini. Namun Mr Joger malah ‘bertobat’ dan membatalkan niatnya untuk menjadi konglomerat. Dua toko di Jalan Sulawesi akhirnya ditutup Mr. Joger pada Tahun 1987 walaupun secara materi menguntungkan. Walaupun demikian saat ini sedang dibangun pusat Joger lainnya di daerah Baturiti, Tabanan Bali. Ini semata-mata karena toko Joger di jalan raya Kuta sudah terlalu sempit untuk menampung ribuan pengunjung tiap harinya.

Konsistensi Joger untuk mempertahankan Brand Joger di pulau Bali juga mampu mempertahankan hidup brand dan keaslian brand tersebut. Joger tidak bisa dibeli di luar pulau Bali, sehingga jika orang menggunakan Joger berarti pernah berlibur ke Bali. Kualitas kainnya pun tidak kalah dengan brand luar negeri seperti Billabong dan Quick Silver, namun harga merakyat untuk orang Indonesia.

Sekalipun begitu terkenal dengan limpahan materi yang cukup. Baginya itu tidaklah seberapa. Sukses tidak bisa diukur dari kekayaan materi. “Sukses itu adalah ketika kita bisa merasakan bahagia. Walau kaya dengan materi segunung kalau belum bahagia itu namanya belum sukses. Apalagi miskin dan tidak bahagia,” lontarnya sambil terkekeh.

Cara mengelola usahanya sendiri, Mr Joger mengaku tidak seribet dengan usaha lain. Dia seringkali membuat manajemen berjalan dengan sendirinya. Yang ada adalah pembagian kerja dari masing-masing ‘anggota keluarga’. Karena katanya, setiap orang adalah pemimpin. Mereka tahu tanggung jawabnya dan tahu maju mundurnya perusahaan ada di tangan masing-masing. Usaha Mr Joger ini umumnya dikelola dengan sistem yang bertentangan dengan keumuman usaha. Misalnya dalam setiap produk dari usahanya selalu dibilang jelek. “Joger jelek,” tapi yang seperti ini justru yang disukai pembeli. Dengan strategi pemasaran yang sering bertentangan dengan kelaziman, ternyata karir Mr Joger terus menanjak. Bahkan, hingga kini ia mengaku tidak pernah mengalami kemunduran. ‘Nggak pernah mundur. Malah maju terus,” tandasnya.

Di atas itu semua..... Congrats bagi kalian semua, seluruh panitia program Aplikasi Manajemen DIV Administrasi Perhotelan C semester 8. Ingat, jangan jumawa. Setiap keberhasilan timbul dari usaha dan kerja keras berbagai pihak lain, sekecil apapun itu keterlibatan mereka. Kita adalah satu. Diatas segala derita dan bahagia yang kalian jalani bersama. Kini saatnya waktu, tenaga kalian dicurahkan bagi skripsi. Jangan terlena karena bahagia semata. Perjalanan masihlah panjang dan jauh. Sempatkan bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa.



Seminar dan Belajar, Bekerja dan Bersekolah, Hidup Tidak Selalu Indah & Mudah


Jum'at 13 Mei 2011. Seminar yang diadakan oleh Pusat Penjaminan Mutu dengan pembicara bapak Setyo Sutanto dilaksanakan di Gedung Genitri lantai 3 ruang 303 mulai pukul 9 kampus STPNDB. Kutemui Pak Gede Darmawijaya disana. Ia sedang mempersiapkan laptop, LCD dan sound system yang akan dipergunakan pada acara ini.


Kugelar daftar hadir bagi para pejabat STPNDB, ka unit, KPS, Ka Subsi, Ka Lab, dan rekan-rekan yang akan hadir. Rencananya, seminar akan dibuka oleh bapak Ketua setelah membuka kegiatan Perkuliahan Umum bagi mahasiswa Akpar yang berkunjung ke STPNDB di Gedung yang sama, namun terletak di lantai 1.

Perencanaan seksama yang sudah disusun, terkadang perlu banyak penyesuaian pula dengan situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan. Akhirnya acara kami dibuka pada pukul 10 oleh Puket IV, Bapak Ngurah Byomantara.

Bahkan, di tengah acara, seorang ibu cantik yang merupakan staf cleaning service kami datang menghampiri. Dia hanya staf Cleaning Service, namun semangat untuk belajarnya sungguh tinggi. Bersama beberapa rekan lain di kampus kami ini, dia juga sedang melanjutkan pendidikan di Stimi Handayani. Dan, dia bertanya padaku mengenai Struktur Organisasi, tentang peranan dan fungsinya, juga ruang lingkup dalam sebuah perusahaan yang berusaha mewujudkan visi dan misi berikan pelayanan terbaik. Kami berdiskusi bersama, dan dia menuliskan hasilnya pada selembar kertas double folio bergaris.

Hmmm, jadi teringat masa-masa awal ibu cantik ini bekerja di STPNDB. Masa-masa penantian yang lama saat hatinya resah entah akan diangkat menjadi pegawai negeri atau tidak. Ketidakpastian dan keresahan berkelanjutan, permasalahan bersama keluarga dan rekan kerja, tantangan dan cobaan yang dihadapi, terkadang membuatnya sedih dan kecewa.

Sungguh sebuah usaha yang tidak mudah..... Bekerja sambil bersekolah. Sekolah sambil bekerja. Ibu ini juga adalah seorang ibu yang memiliki putra, harus menyama beraya, menegakkan adat istiadat dan melangsungkan ritual agama dan budaya, hidup bermasyarakat, harus bekerja, melanjutkan pendidikan demi harapan dan impiannya di masa depan. Jarak tempuh yang jauh antara Denpasar - Nusa Dua, diantara deru kendaraan bermotor, debu2 beterbangan dan cuaca yang terkadang tidak ramah tatkala menunaikan proses belajar dan bekerja. Diantara minimnya gaji yang harus dibagi antara kebutuhan keluarga dan keperluan sekolah. Diantara tuntutan dan keinginan pribadi dan kepentingan lembaga.

Ah, kutempatkan mereka semua, sungguh, kujunjung tinggi semangatnya, di atas kepalaku. Tidak lah mudah dan tidak selalu indah perjalanan kehidupan di dunia, namun dengan semangat dan asa yang ada dalam dada, setiap tantangan dan kesukaran semoga berhasil kita lalui bersama......

Ariek A'Tha dan Mispersepsi


Kamis, 12 Mei 2011. Berangkat di pagi hari dengan semangat tinggi dari rumah menuju STPNDB. Hari ini ada 4 kelas yang harus ku isi. Mulai dari Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pelayanan, hingga Psikologi Pelayanan. Mulai dari BHP smt 4, MKH smt 6, MTB A smt 2, hingga MPH B smt 6. Mulai dari Gedung Rebab blok A lantai satu, Gedung Rebab blok B lantai 2, berpindah ke Gedung Lontar blok A lantai satu pula, ke Gedung Padma blok A lantai dua. Hmmm.

Sedangkan aku masih harus mempersiapkan beberapa hal yang berkaitan dengan Workshop kami besok. Pusat Penjaminan Mutu dimana aku menjadi sekretarisnya, mengadakan workshop bagi jajaran dan jejeran pimpinan, Ka Unit, KPS, Kasie dan Kasubsie. Alamat, harus diskusi bersama "My pretty boss", Ibu Juli, di Gedung Rektorat lantai 2, lalu harus ke bergeser ruang Percetakan yang terletak di bawah Gedung Aula untuk mengatur penggandaan materi workshop untuk esok hari.

Maka, tiba pukul 7.30 pagi dikantor, segera kuhubungi muridku via sms. "Saya terlambat masuk kelas 15 menit krn harus menemui ibu Juli dan ke percetakan kampus". 5 menit berbincang dengan ibu Juli, salah seorang mahasiswaku menelpon. "Ibu.... saya sudah di percetakan kampus, dan... Ibu Juli tidak ada disini".

Ah ha......
Ternyata mahasiswaku ini mengalami salah persepsi. Ia membaca singkatan "krn" menjadi "kamu". Dan, dengan sigap dia segera ke percetakan sesuai dengan persepsinya atas sms ku.

Sungguh kasihan... dia harus berlari menaiki tangga dan berjalan lumayan jauh dari ruang kelasnya di Rebab blok A menuju ke ruang Percetakan yang terletak di bawah Aula kami. Lanscape contour kampus kami memang bergelombang dan berjauhan.

Ah Ariek Mahardika Putra. Dia adalah mahasiswa berprestasi di kampus. Namun terkadang terkesan sembrono dan terburu2 dalam melaksanakan berbagai aktivitasnya. Semoga ini bisa jadi pembelajaran baginya tentang mispersepsi yang dialami.

Mispersepsi, salah satu faktor yang bisa mempengaruhi prestasi kerja. Sama halnya, tatkala tidak bisa kutuntaskan program pembelajaran, karena ada mahasiswa yang menemui dan minta bimbingan mendadak bagi masalah pribadinya.

Hmmm, hidup, selalu penuh dengan permasalahan dan konflik. Sejauhmana ambang batas toleransi kita terhadap ini semua akan ikut menentukan tingkat keberhasilan dan prestasi kita jua.

Sama seperti, tatkala kuakhiri seluruh proses pembelajaran pada pukul 6.30. Rasa lelah dan ngantuk yang mendera, masih menghadapi pintu ruang yang sudah dikunci oleh staf cleaning service kami. Padahal aku ingin segera pulang dan berkumpul bersama keluarga, mandi dan bersantai, menikmati makan malam bersama. Toh tetap bersyukur, akhirnya pukul 7.30 malam aku bisa pulang bersama ibu Dayu Puspaadi berboncengan naik motor sepanjang Nusa Dua menuju Denpasar.


Swaha, Ida Sang Hyang Widhi Wasa..... Hanya Engkau pemilik kami semua...

Jumat, 13 Mei 2011

Hohoho... ada benernya...


A bilang :

The most beautiful words a guy can tell her girl:

“The next girl I’ll ever love in this world will be our daughter.”



B bilang :

They say that"Teenagers are more likely to be depressed

if they spend a lot of time listening to music"

I must be pretty depressed then.

The Internet is:

Where men are men, women are men, and children are the FBI

Nasihat bagi muridku yang nyaris bunuh diri


Setiap orang punya masa kelam, sisi tergelap dalam dirinya.

Setiap orang hadapi problema dan perjuangan hidup.

Terpuruk dan terhina, merasa sendirian dan tidak berharga....

hingga lupa ingatan, dan tidak nafsu makan.

C'est la Vie, sayangku....

Hidup tidaklah selalu mudah dan indah bagi kita...

Yang diinginkan, diharapkan dan dipuja,

tidak selalu berjalan sesuai rencana

Terkadang....

Impian tidak seindah harapan dan kenyataan yang terbentang.

Cinderella dan Shakuntala tidak selalu jadi ending,

di akhir cerita saat kita terjaga.

Namun,

Syukuri bahwa hidup adalah anugerah terindah,

dengan segala siksa, derita dan nestapa yang hiasi dunia kita...

Jangan biarkan mereka membunuh lilin asa dalam jiwamu

Jangan hancurkan cahaya harapan untuk selalu hadir di dadamu.

Jalani, tegakkan kepala, kepakkan sayap-sayapmu.....


9 Summers 10 Autumns


Phyta Widyasari mengurai indah: "I can imagine if there is nothing in my pocket, but I can not imagine if there is no knowledge in my mind and religion in my heart. They are my other suns in my life" . Sebuah quotes yang diambil dari novel "9 Summers 10 Autumns" karya Iwan Setyawan.

Hal ini menjelaskan pada kita semua, pentingnya pendidikan dan pengembangan nilai2 religi, dalam setiap detak jantung yang hidup bersama di seluruh penjuru dunia. Karena hanya dengan semangat kebersamaan yang harmonis dari berbagai perbedaan yang kita miliki, maka kita akan berhasil melayari kehidupan ini dengan sedikit konflik dan permasalahan. Tidak mungkin kita terlepas dan bebas dari berbagai cobaan, namun dengan saling berdiskusi kita dapat memberi motivasi bagi orang lain, bahkan juga diri kita sendiri.

Iwan Setiawan, seorang tokoh dengan pengalaman hidup yang 'AMAZING' dalam mengarungi kehidupan, berlayar menggapai setiap cita dan cinta, dijadikan sebagai 'referensi' kita dalam mengarungi hidup. Maka, mereka membuat even ini.

Tiket seharga idr20k* include snack, sertificate, SKP (buat mahasiswa/i STP ND, Bali), doorprize, ilmu and motivation.

note: untuk mahasiswa/i STP idr15k, tiket limited, tiket box @ gramedia denpasar atau bisa langsung berhubungan dengan panitia, +628563767974 (Rizki Aulia Akbar - MTB.A/6), +87858700012 (Puspita Widyasari - ADH.B/2).

"Berlayar. Terus berlayar. Jangan hanya tunggu keajaiban akan datang" begitu kata Iwan setyawan.