Kamis, 12 April 2012

Rabu, 11 April 2012, dari Bimbingan, Melayat, hingga Makan-makan....

Rabu, 11 April 2012. Pagi hari setelah tuntas dengan berbagai urusan rumah tangga, aku bergerak menuju ke kampus Pascasarjana di Jl. Nias, Sanglah. Menaiki gedung Prof. Bagus, lantai dua, mengecek jadwal ujian proposal bagi Disertasiku.

1334239639932002854

Di sana kujumpai beberapa staf program pascasarjana, program studi Kajian Budaya, Bu Luh, Bu Ari, Bu Cok, Pak Putu. Namun kusadari, jadwalku belum terdaftar. Belum ada jadwal dalam waktu dekat ini. Maka, kuluangkan waktu berbincang sejenak dengan mereka, menyapa beberapa rekan kuliah yang juga hadir menuntaskan berbagai urusan. Kemudian kuputuskan melanjutkan perjalanan kembali.

1334239692162688081

Di parkir depan kampus Sastra tersebut, kulihat Men Dedy dan Pan Dedi, beserta anak mereka yag sedang duduk di sadel motor. Mereka menjual kue bikinan sendiri, dan menawarkannya ke berbagai kantin kampus yang ada. Duh... Bila mereka saja tidak mengeluh akan situasi dan kondisi yang mereka hadapi, lalu, mengapa aku harus mengeluh terhadap keterbatasan yg kumiliki, lalu berpangku tangan, menolak bangkit dan berjuang dalam segala usaha menjalani kehidupan di dunia ini??

Hmmm, tak tega ku melihatnya. Kubelikan 10 buah, dan kuberikan pada para satpam yang sedang bertugas disana. Satpam?? Ya, aku juga bersahabat akrab dengan para satpam di sini, dan, mereka membantuku dengan menginfokan bila salah satu dari para profesor pembimbingku terlihat hadir di kampus, hingga aku bisa segera hadir, atau berseliweran mencuri perhatian mereka. Hehehe, trik sederhana untuk selalu menjaga komunikasi dengan banyak orang di bumi ini. Lalu, kubeli lagi 20 buah untuk kunikmati bersama para sahabat di kantor, kampus STPNDB, di Nusa Dua.

133423983469862977

Pak Dewa dari Samsam, Kerambitan. Salah satu satpam di Kampus Sastra Jl. Nias, Denpasar.

Pukul 10 tiba di kampus STPNDB. Kutuntaskan bimbingan dengan beberapa mhs. Berdiskusi dengan beberapa rekan kerja. Dan, pukul 12 kami bersiap untuk melayat ke rumah pak Wayan Seniarta, di daerah Sesetan, Jl. Tukad Pakerisan. Dosen dan salah satu rekan kerja kami di STPNDB ini baru saja ditinggal berpulang untuk bersatu dengan Hyang Widhi oleh ayahnda tercinta. Dan, rombongan rekan pegawai dan dosen STPNDB berangkat beriringan dengan menggunakan dua mobil kantor, pada pukul 12.30. Sedang aku mengiringi perlahan dari belakang dengan motor tercintaku.

Di kantong plastik yang kubawa, masih tersisa 7 buah kue martabak goreng, juga sebotol minuman jus jeruk, yang bakal kuberikan pada Sri Darma Yanti, mantan muridku, yang kini bekerja di Wedding Organizer, di seputran Simpang Siur. Pukul 1 siang, terik mentari panas menyengat, aku tiba di Simpang Siur. Patung Dewa Ruci baru kulewati, kuparkir motor di pinggir jalan, menghubungi Sri via mobile phone. Dan kusebrangi jalan raya di tengah deru laju kendaraan bermotor, juga sepenuh mobil aneka jenis.

Sri dan Jro Susana, keduanya mantan muridku bertahun lalu, keluar dari kantor mereka. Kuangsurkan oleh2ku bagi mereka, kembali aku berlari menyeberangi jalan raya. Dan aku melanjutkan perjalanan untuk bergabung kembali dengan para sahabat di rumah pak Yansen.

1334240309990960634

Yes...... That's what friends are for....
Suka duka lara pati, sedikit banyak, pejabat dan pegawai biasa, kaya miskin, semua berkumpul bersama, menjalami berbagai aktivitas, dalam kelompok kerja yang dinamis dan bijak. Bertahun kami lewati bersama dalam keberagaman.

1334240858753981687

Kali ini, melayat ke rumah teman yang sedang berduka. 15 menit di sana, kami mohon diri, pamit, untuk kembali ke rumah masing-masing. Bu Lastra minta aku menghantarkan beliau ke tempat tujuannya berikut. Maka, selaku teman siaga, kuhantarkan beliau ke Wangaya, ke rumah keluarga, dimana anaknya menanti disana, untuk kembali bersama pulang ke Nusa Dua di sore hari.

13342411731043219833

Dari Wangaya, aku berbalik kembali, memutar motorku, masuk area Jl Hasanudin, berbelok ke kiri, jalan tembus menuju ke Imam Bonjol selatan. Kulihat, Bu Komang Anggraeni yang tadi bersama melayat. Kuhentikan laju motor. Ternyata dia dan suaminya sedang menunggu bemo biru, istilah kami bagi mobil angkut penumpang, jurusan terminal Tegal - Nusa Dua. Bu Komang Anggraeni dan pak Made Astawa, keduanya bekerja sebagai pegawai di STPNDB.

Mereka akan menumpang mobil tersebut untuk menuju ke rumah Pak Agung Semadi, tempat dimana kami biasa menitipkan motor, sebelum bergabung dengan bis kantor, menuju ke Nusa Dua. Maka, kutawarkan untuk kuhantar mereka menuju ke rumah Pak Agung Semadi. Disepakati, Pak Made Astawa yang akan ikut bersama ku, sedang istrinya menunggu di situ. Namun pak Made tidak mengenakan helm, dan tidak berani mengendarai motorku, yang tidak biasa dikendarainya. Maka, tidak ada rotan, akar pun jadilah. Kuangsurkan helm padanya, kukenakan slayer / selendang yg kupakai di leher, sebagai penutup kepalaku. Kacamata hitam, dan..... ngebutlah kami di jalan raya panas terik berdebu tersebut, menyusuri Jl. Imam Bonjol, perempatan Teuku Umar, dan 10 menit kemudian, tiba di depan rumah Pak Agung Semadi. Pak Made Astawa turun dari boncengan, memegang dadanya, dan terdiam sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan.

Keesokan harinya, tersiar berita pada beberapa rekan di kantor. Pak Made Astawa begitu takut sekali, digandeng naik motor oleh Bu Santi, ngebut di jalan raya. Kapok dah..... katanya. Hahaha....

That's what friends are for......
Membantu sahabat yg butuh bantuan. Namun, bukankah, setiap dari kita adalah mahluk yg unik dengan segala sisi kepribadian dan kemampuan yg dimiliki?? Gayaku yg ngebut, yg tetap dengan konsentrasi penuh saat berkendara, hingga terkadang tanpa menoleh kiri dan kanan bila ada teman lain menyapa. Ah haha..... Karena, inilah manusia, dengan segala sisi manusiawinya.

Made Yudhawijaya, Sang Arjuna

Made Yudhawijaya......

adalah putra bungsu ku yang sangat aktif dalam berbagai sisi kehidupannya sehari-hari.

13342318851368238656

Rabu, 11 April 2012. Seluruh murid SD diliburkan, kecuali kelas VI yang menghadapi Ujian Nasional. Namun, bagi murid tertentu yang mendapat giliran untuk mebersih, kerja bakti, diwajibkan hadir pada pukul 6 pagi hingga pukul 7, untuk menata sekolah mereka.

Yudha sudah mewanti ku, agar tidak terlambat membangunkannya pada pukul 5, dia ingin tiba se pagi mungkin agar tidak terlambat. Hmmm. Memang anak-anak..... mereka tidak bisa dilarang dan diatur2 semena-mena. Beri mereka penjelasan, buatkan kontrak kerja, dan tunjukkan contoh nyata. Itu akan jauh lebih gampang bagi mereka, karena sesungguhnya, mereka adalah pribadi dewasa yg bisa diajak bekerja sama sepenuh pengertian.

Maka, terjaga ku pukul 4 pagi, dia sudah terduduk dan menatap jam yang terpampang di tembok, mandi. Pukul 5 dia sudah rapi dengan seragam dan mengenakan sepatu. Dan, minta di antar ke sekolahnya yang hanya berjarak 100 meter dari rumah kami. Aku hanya tersenyum, tetap mengeluarkan motor dari rumah kami, dan mengantarnya ke sekolah. Di depan sekolah dia termangu. Masih gelap gulita. Tidak ada orang disana, kecuali penunggu SD tersebut yang sebuah keluarga. Kami pun memutar haluan, kembali pulang ke rumah.

Pukul 6.15 pagi, kami kembali berangkat menuju SDN 13 Padang Sambian Klod. Beberapa temannya menyapu di halaman. Dia turun, berpamitan, dan berlari menghampiri teman-temannya, sambil memegang ember plastik kecil di tangan kiri, dan sapu lidi di tangan kanan.

Ah, Yudha...... Bagai magma sepenuh energi....

13342319931663060415

Pukul 7.30 pagi, aku beranjak menuju kampusku, menunaikan tugas sebagai guru.
Pukul 17.00, dengan perasaan letih tiba di halaman rumah. Terlihat Yudha, dengan layangan di tangannya. Wajahnya sedih.

1334232056145278732

Kuletakkan ranselku dengan berbagai isinya, dari bekal air minum, makanan, buku, laptop, kotak pensil, seperangkat alat kecantikan, kamera, teve, kulkas, mesin cuci, hweleh hweleh hweleh.....

Dan, kuhampiri Yudha anakku.

1334232101899872181


"Ada apa. Yudha?" Tanyaku.
Dia menerangkan dengan wajah galau......
"Layangan Yudha, baru dibeli in Bapak, dipegatin sama Dewa Dek".

Ow la la la....
Lalu kujawab,
"Hla, ini khan layangannya sudah didapat kembali?
Knapa masih sedih???"

"Iya, tapi benangnya yang putus tadi banyak sekali"
Ah..... Dan kutanyakan, berapa harga benang layangannya satu gulung,
"Seribu, mak" Jawabnya.
Kuangsurkan uang Rp 2.000.

Wajahnya kembali berseri, dia menghampiri teman-temannya, dan mereka kembali melanjutkan bermain layang-layang setelah menambah tali hingga lebih panjang.

13342321651524432108

Anak-anak.....
Tetaplah anak-anak. Biarkan mereka bermain dan bergembira tanpa terlalu banyak campur tangan orang tua atau intervensi dari pihak manapun. Mereka akan berbahagia dalam pengawasan seperlunya dari orangtua dan guru, bergaul dan berkumpul bersama dengan beragam anak-anak lainnya, tanpa batasan-batasan yang tidak perlu, tanpa mengenal suku, ras dan agama, dan juga batasan ruang dan waktu yang sungguh tidak perlu itu. Mereka adalah pemilik masa depan negeri ini. Semoga kelak mereka bisa jadi pemimpin yang saling menghormati dan menghargai, bijak dan dewasa, terutama bagi diri mereka sendiri....

13342322121680709224

Rabu, 11 April 2012

Royal Wedding at Tampaksiring Palace

13341841931057566187

Susana Triana Putri, atau biasa dia menyebut dirinya, Suzzane Felicia Belle. Dia adalah alumnus Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dari program Diploma IV, program studi Administrasi Perhotelan. Dia juga putri kandung dari ibu Endang Sri Widjiati, rekan satu kantorku, sesama dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, yang kini telah pensiun.

13341842191274915120

"Uchy", panggilan singkatnya, dan Dian Lesmana, juga si "Putri Kepompong" Nieta Nyit Nyit, dan Sri Darma Yanti. Ke empat perempuan ini adalah sahabat akrab dan se kelas semenjak di bangku kuliah Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.
Banyak aktivitas yang mereka lakukan bersama, mengunjungi berbagai tempat bersama. Seperti, kami pernah mengunjungi Pura Andakasa dengan mengendarai motor, sekitar satu jam dan 30 menit perjalanan dari kota Denpasar, menuju ke arah pelabuhan Padang Bai, bersama keluarga Nyoman Gede Artha. Kami juga pernah bersembahyang bersama di Pura Luhur Tanah Lot, masih dengan mengendarai motor pula.
Banyak impian dan harapan yang mereka tebar sepanjang perjalanan kehidupan, termasuk menempuh berbagai uji tes berbarengan demi sebuah kemajuan untuk diterima dalam bekerja. Hingga kini mereka telah saling menebar sayap untuk melanjutkan arah kehidupan mereka.

13341842702082511136

Bergaya bersama di Pura Tanah Lot sehabis persembahyangan bersama.
Mereka lah tipe perempuan urban yang berada di dunia global dan bersifat borderlessworld. Cantik, ramah, cerdas, modis bergaya, penuh semangat, senang dengan tantangan, selalu ingin tahu dan mempelajari berbagai hal baru, menikmati perjalanan ke berbagai tempat bersama-sama, dan, bisa mengaplikasikan berbagai hal dalam bidang manajemen dan mencapai hasil prestasi kerja maksimal pula.

13341842941255864486

Guru dan murid, sama narsisnya. Seolah tiada jarak yang membatasi arti persahabatan. Di ruang guru, kami adalah guru dan murid. Namun terlepas dari itu semua, persahabatan sejati akan sungguh berarti bagi harmonisasi kehidupan kita sendiri.

1334184322343675818

Dan.... bertahun kemudian, dia menjadi warga Puri Tampaksiring...
Aku menerima kartu undangan yang disampaikannya. Di sana tertera, Susana Triana Putri, S.ST.Par., Putri dari Johnny Nessa Prasetia & Endang Sri Widjiati, dari Banjar Tenten, Denpasar, dan Cok Raka Darma, WP., Putra dari Tjok Gde Tjiptha & I Gusti Ayu Astriati, dari Banjar Tegal Suci, Tampaksiring, Kab. Gianyar.
Mereka melangsungkan pernikahan / Pawiwahan Agung, di Puri Agung Tampaksiring, Gianyar, pada hari Rabu, 4 April 2012.
Padahal, pada hari Rabu itu, adalah hari dimana aku berjanji untuk melakukan proses bimbingan dengan profesor tercinta, salah satu Co Promotor Disertasi ku dalam menempuh program Pascasarjana S3, program studi Kajian Budaya, di Universitas Udayana. Dan, aku sudah berkali meminta waktu beliau untuk mendapat kesempatan melangsungkan bimbingan.
Maka, kutuntaskan proses bimbingan di gedung Pascasarjana, mendaftarkan proposal disertasiku di gedung Prof. Bagus di jl. Nias, dan, meluncur ke arah Tampaksiring.
Satu jam mengendarai motor, aku tiba di depan Puri Agung Tampaksiring, bergabung bersamaku, rombongan Sri Darma Yanti dari Wedding Organizer, dimana mereka (Uchy dan Sri) bekerja.

13341843481867546458
Bangsawan Puri Tampaksiring.

13341843691679612861

Bu Endang Sri Widjiati dan suami. Bu Endang adalah sahabat akrabku, sesama pengajar di STPNDB, Setelah beliau pensiun, aku masih sering mengunjungi dan menyambanginya. Terkadang bersama pasukanku, Laskar Pelangi, anak2 di Perum, menaiki sepeda gayung beramai ramai...
Kini, Susana Triana Putri mendapat tambahan nama di depan namanya, sebagai pertanda kini dia telah menjadi bagian dari keluarga bangsawan, yakni, Jro. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan senantiasa menjadi bagian dari kehidupanmu, sayang.

1334184401416913136
Wish all the best for you..... Long live forever ....

Selasa, 10 April 2012

Ulang Tahunku

Ulang tahun, Birthday, Bornday……

Tidak ada yg istimewa. Sama saja kujalani dari hari ke hari, setiap hari kuanggap adalah hari yang istimewa, atau sebaliknya, setiap hari kuanggap sama saja bagai hari-hari lainnya dalam hidupku. Karena aku mencintai setiap hari, setiap detik dalam kehidupanku, detak jantung dan nafasku. Baik suka maupun duka, lara pati, sedikit banyak, bersama atau sendirian….

13336914631075743178

Terjaga pagi hari, masih tetap mencuci pakaian keluarga secara manual, karena kami tidak punya mesin cuci. Lagipula…. sinar mentari berlimpahruah untuk mengeringkan cucian. Si bungsu berangkat sekolah, Si sulung bersiap jalani Pekan Seni dan Olahraga Remaja di Art Center, Si Bapak menekuni perpustakaannya, Simbok menuntaskan kerja di dapur.

1333691635944831031

Aku berangkat ke STPNDB. Hari ini aku terjadwal menguji 3 orang mahasiswa. Mereka berharap bisa mengikuti wisuda Akhir April ini. Febriandi yang mahasiswa DIII Manajemen Tata Hidangan bimbinganku bersama bu Leni, Nimas Dewi mhs DIII MDK, dan Wina Anggita mhs DIII MTH. Aku bersama ibu Ni Ketut Sekarti, S.Pd., M.Par., dan ibu IGA Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par, akan menguji mereka di ruang Perpustakaan 1 .

Pukul 10, dua rombongan dari kampus STPNDB bergerak. Ada yg menuju ke undangan ibu Riska di Banjar Semaon, Ubud, ada yg menuju ke Banjar AnggarKasih, Gianyar, undangan pak Arcana. Mereka berdua adalah rekan kerja se kantor, dan bersama memilih hari ini sebagai hari baik pernikahan mereka masing-masing.

13336920001995872659

Pukul 12 siang, aku tuntas menguji. Bu Dewi dan bu Sekarti akan lanjut dengan proses mengajar. Ya, karena STPNDB memiliki kelas sore. Sedangkan aku, tuntas sudah rangkaian kegiatan hari ini. Hmmm, maka, segera kubersiap melakukan sebuah perjalanan. Kupilih, memenuhi undangan Pak Arcana.

13336923921813518868

Aku mampir sejenak ke Bank Mandxxx dan Bank BNx, menuntaskan urusan perbankan, lalu bergerak menyusuri jalan raya Bypass Ngurah Rai yang berdebu tertimpa panas terik mentari siang itu. Terus mengikuti kelokannya, tiba di jalan raya Bypass IB Mantra, kembali berbelok menyusuri jalan tersebut, hingga tiba kembali di perempatan dekat Pantai Masceti. Berbelok ke kiri, mencari Desa Medahan, lalu Banjar Anggarkasih. Kulihat, se rombongan sahabat kantor masih berada di sini. Ada ibu Putu Evi, Ibu Citra, Pak Nengah Wirata.

Dan…. sungguh sebuah kehormatan berjumpa Pande Wayan Suteja Neka di sini. Aku hanya berani bersalaman singkat, lalu menatap kagum dan mendengarkan kisah beliau. Betapa tidak… orang ini adalah sang maestro budaya yang sungguh ku kagumi.

13336155641835913892

Kami duduk se meja… Namun aku hanya berani melirik Beliau se sekali, menatap kagum, dan mendengar ceriteranya.

Perlahan Beliau berdiri…. Kami mengira Beliau akan pamit, Namun ternyata kembali dengan beberapa majalah di tangan yang baru diambil dari mobilnya, berjudul Neka Art Museum : From Painting to Keris, writing & editing by Bembi Dwi Indrio M.

Aku bersyukur menerima satu, Kusalami dan merunduk menghormati. Sebagian tamu, termasuk beliau, pamit pada sang empunya acara pawiwahan, di Banjar Anggarakasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Wraspati Wage Medangkungan, Kamis 5 April 2012 ini.

1333616400118573706

Beliau membuka mobilnya, mengambil buku berjudul setebal halaman edisi luks tersebut, berjudul Neka Art Museum : The Heart of Art in Bali, by Suteja Neka & Garrett Kam. Menanyakan nama suamiku, nama ku, dan alamat kantorku, Lalu membubuhkan tandatangan di bagian dalam buku yang cuma satu untuk diberikan padaku…… Disana tertera: Kenangan untuk Wayan Tagel Eddy & Ibu Santi, STP Nusa Dua Bali. “Ini saya berikan untuk orang yang menghargai sejarah, dan memahami sastra”, ujarnya sebelum masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi.

Duh, Ratu Bhetare….. Aku gemetar dengan lutut bergetar, Mimpi apa aku semalam? Ini hari ulang tahunku, dan bukan pula tegak otonku, Namun tak pernah kuharapkan apa pun, tidak ada yg istimewa… Semua berjalan biasa sebagaimana adanya.

Sungguh, sebuah anugerah indah, dapat kesempatan mengeduk kedalaman samudera, dan menggapai ketinggian akasa, menggali wawasan informasi dan berdiskusi dengan banyak guru kehidupan. Astungkara…. Hyang Perama Kawi.

133361578115863063

Suteja Neka, adalah pakar budaya yg kukagumi. Semenjak tahun 1970 Beliau pemilik Museum Seni Neka di Sanggingan, Ubud. Pande Wayan Neka (1917 - 1980), ayah beliau, seorang seniman terkenal dengan karya patung yang unik dan berkualitas, antara lain, patung burung garuda setinggi 3 meter, untuk New York World Fair, di Amerika pada tahun 1964.

Tiba di rumah, kembali kulanjutkan aktivitas keluarga, bebersih dan mengecek aktivitas anak2, seluruh anggota keluarga. Lanjut dengan bersembahyang, melantunkan kidung Puja Trisandhya.

Setelah seharian beraktivitas, tiba waktunya istirahat. Terdengar deru motor si sulung yang baru tiba dari aktivitas Porsenijar nya. Kusambut dia, mengingatkan untuk mandi dan makan malam, lalu beristirahat. Kembali kutinggalkan untuk menghampiri si bungsu di kamar.

Ahh, ternyata kemudian simbok dan anak sulungku ini masuk ke kamar, di belakang mereka muncul sang bapak, mereka membawa kue tar.

13336930321345101041

Terharu….

Aku sungguh terharu dan tak mampu berkata….. Ulang tahunku kami rayakan bersama, dengan sepotong doa, saling mengucap selamat dan berharap, semoga hari-hari yang akan datang memberi kebahagiaan bagi kami semua.

1333693271858361390

Astungkara, Hyang Widhi, masih boleh memberi ku kesempatan melalui hari-hariku sepenuh harap yang kutaruh di dalam hati. Semoga aku semakin bijak dan dewasa dalam bersikap, dan memperoleh shantih selalu, seperti arti damai dari namaku, Santi…..

Jumat, 06 April 2012

My Lovely Amazing Handsome Bodyguard, Wayan Adi Pratama











































Terlahir sebagai putra pertama,

1 Juli 1996, Hari Bhayangkara.




Kini dia pria tampan setinggi 170 cm,

kelas 2 SMAN I Denpasar, yang bersemboyan

Karmani Eva Dhikaraste Mapalesu Kadacana




Hobi fotografi dan seorang desain grafis,

berkali mengikuti berbagai perlombaan,

memenangkan kejuaraan.

Inilah karya sampul buku, Book's Cover, hasil karyanya.



Hidup tidak ditentukan oleh berapa banyak piala dan piagam yg kita punya, anakku. Tidak pula dari timbunan harta benda, gelaran status dan jabatan kita. Namun dari perjuangan, proses dan usaha yg kita lakukan dalam mewujudkan keinginan, harapan, tujuan.



Terjatuh dan tersungkur berkali, bangkitlah berkali dan berkali lagi. Jangan menyerah kalah. Tegakkan dharma dalam dada, menjadi pria bijak dan dewasa, sehingga shantih dalam genggaman tanganmu,

My Lovely Amazing Handsome Bodyguard, Made Yudhawijaya























Kami nyaris kehilangan dia karena ketuban pecah dan rahim mengering.

Caesar dan tanpa tangisan kala dilahirkan, doa kami terkabulkan.


Si Bontot kini bagai magma

dengan energi mengalir tiada henti di tiap sendi yg dimilikinya.




15 Mei 2003.

Tumbuhlah smakin dewasa dan bijak, anakku sayang.


Jadilah pria tangguh dalam mengarungi perjuangan hidup di dunia ini.

Jangan terhenti mengayun jejak langkah,

meski rintangan sepanjang kehidupan menanti.

Kamis, 05 April 2012

Arya si Tude LeonHeart

Mantan mahasiswa ini tiba siang hari ini, Kamis, 29 Maret 2012. Dia telah dua kali berangkat bergabung dengan sebuah manajemen yang mengelola perjalanan wisata Kapal Pesiar.

Kami mengira dia akan mendaftar untuk mengikuti prosesi wisuda yang belum diikutinya dua tahun lalu. Namun ternyata dia mengajukan permohonan referensi untuk melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana Program Studi Kajian Pariwisata.

Hmmm, ternyata, semangat untuk belajar selalu sepanjang kehidupan, dari berbagai sisi yang ada di dunia ini, adalah sebuah semangat yang mengalir deras juga dalam dirinya.

Kisahnya mengalir deras, sederas semangat untuk selalu berkembang menjadi semakin bijak dan dewasa dari hari ke hari.

Kini dia membuka usaha sendiri, dengan bendera BANANA GROOVY, di depan Cxxxxfour di Kampung Tinggi, Singaraja kota. Young enterpreneur, dengan segudang pengalaman, kemampuan, minat dan motivasi tinggi, semangat untuk mengembangkan kampung halaman dan memajukan masyarakat sekeliling.

Terbanglah tinggi, anakku, kepakkan sayapmu menggapai masa depan gemilang yang terbentang luas di hadapan.