Om om om
Oṁ bhūr bhuvaḥ svaḥ
tat savitur vareṇyaṁ
bhargo devasya dhīmahi
dhiyo yo naḥ pracodayāt
Terjemahan:Om
Sang Hyang Widhi,
kami menyembah kecemerlangan dan kemahamuliaan Sang
Hyang Widhi
yang menguasai bumi, langit dan sorga,
semoga Sang Hyang
Widhi menganugrahkan kecerdasan dan semangat pada pikiran kami
Oṁ nārāyaṇa evedaṁ sarvaṁ
yad bhūtaṁ yac ca bhavyam
niṣkalaṅko nirañjano nirvikalpo
nirākhyātaḥ śuddho devo eko
nārāyaṇaḥ na dvitīyo ‘sti kaścit
Terjemahan:
Om
Sang Hyang Widhi, semua yang ada berasal dari Sang Hyang Widhi
baik
yang telah ada maupun yang akan ada,
Sang Hyang Widhi bersifat gaib
tidak ternoda tidak terikat oleh perubahan,
tidak dapat diungkapkan,
suci, Sang Hyang Widhi Maha Esa, tidak ada yang kedua.
Oṁ tvaṁ śivaḥ tvaṁ mahādevaḥ
īśvaraḥ parameśvaraḥ
brahmā viṣṇuśca rudraśca
puruṣaḥ parikīrtitāḥ
Terjemahan
Om
Sang Hyang Widhi, Engkau disebut Siwa yang menganugrahkan kerahayuan,
Mahadewa (dewata tertinggi), Iswara (mahakuasa).
Parameswara (sebagai
maha raja diraja),
Brahma (pencipta alam semesta dan segala isinya),
Visnu (pemelihara alamsemesta beserta isinya),
Rudra (yang sangat
menakutkan)
dan sebagai Purusa (kesadaran agung).
Oṁ pāpo ‘haṁ pāpakarmāhaṁ
pāpātmā pāpasaṁbhavaḥ
trāhi māṁ puṇḍarīkākṣaḥ
sabāhyā bhyantaraḥ ‘śuciḥ
Terjemahan:
Om
Sang Hyang Widhi, hamba ini papa, perbuatan hambapun papa,
kelahiran
hamba papa, lindungilah hamba Sang Hyang Widhi,
Sang Hyang Widhi yang
bermata indah bagaikan bunga teratai,
sucikan jiwa dan raga hamba.
Oṁ kṣamasva maṁ mahādevaḥ
sarva prāṇi hitaṅkaraḥ
maṁ moca sarva pāpebhyaḥ
Pālayasva sadāśiva
Terjemahan:
Om
Sang Hyang Widhi, ampunilah hamba,
Sang Hyang Widhi Yang Maha Agung,
anugrahkan kesejahteraan kepada semua makhluk.
Bebaskanlah hamba dari
segala dosa lindungilah hamba Om Sang hyang Widh
Oṁ kṣantavyaḥ kāyiko doṣaḥ
kṣantavyo vāciko mama
kṣantavyo mānaso doṣaḥ
tat pramādāt kṣamasva mām
Terjemahan:
Om
Sang Hyang Widhi, ampunilah dosa yang dilakukan oleh badan hamba,
ampunilah dosa yang keluar melalui kata kata hamba,
ampunilah dosa
pikiran hamba,
ampunilah hamba dari kelalaian hamba.
Kamis, 17 Oktober 2013
Rabu, 16 Oktober 2013
Sugihan Jawa & Sugihan Bali, Penyucian Buana Agung & Buana Alit, penyucian lahir dan batin
Lontar Sundarigama : Sungsang, wrehaspati wage
ngaran parerebuan, sugyan jawa kajar ing loka, katwinya sugyan jawa ta
ngaran, apan pakretin bhatara kabeh arerebon ring sanggar mwang ring
parahyangan, dulurin pangraratan, pangresikan ring bhatara
saha puspa wangi.
Kunang wwang wruh ing tattwa jnana, pasang yoga, sang wiku angarga
puja, apan bhatara tumurun mareng madyapada, milu sang dewa pitara,
amukti bante anerus tekeng galungan. Prakerti nikang wwang, sasayut
mwang tutwan, pangarad kasukan ngaranya.
Sukra Kliwon, sugyan Bali, sugyan ing manusa loka,
paknanya pamretistan ing raga tawulan, kewala sira apeningan anadaha
tirta panglukatan, pabersihan ring sang Pandita.
Terjemahan bebasnya.....
Pada hari Kamis Wage Wuku Sungsang, dinamakan Parerebuan atau dengan istilah sugihan Jawa oleh masyarakat umum. Sugihan Jawa merupakan hari suci bagi umat dengan melakukan rerebu di sanggar dan di Parahyangan, disertai pangraratan dan pangeresikan, menghaturkan puja bagi Bhatara Yang Maha Suci.
Bagi
orang yang
mengetahui rahasia batin akan melakukan yoga, para pendeta melakukan
puja tertinggi, bagi Tuhan, para dewa dan roh leluhur, umat menghaturkan
persembahan, dan bersiap menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.
Adapun sesajen keselamatan manusia
terdiri atas sasayut tutwan atau disebut ngarad kasukan
Pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang, dinamakan sugihan Bali, hari suci bagi umat manusia. Maknanya adalah penyucian diri manusia lahir bathin, dengan cara mengheningkan pikiran, memohon air suci peruwatan dan pembersihan diri kepada pendeta.
Jadi artinya, sebagai umat Hindu, kedua hari raya Sugihan tersebut memang patut dua-duanya kita rayakan sesuai dengan maknanya masing-masing. Sugihan Jawa untuk melakukan pembersihan pada bhuwana agung (alam semesta) sedangkan saat sugihan Bali melakukan pembersihan pada bhuwana alit atau diri manusia.
Hal ini menjelaskan bahwa pelaksanaan
Sugihan bukan berdasar pada keturunan. Misalnya keturunan dari Jawa,
atau merupakan orang Bali asli. Namun, ini kembali berpulang pada diri
masing-masing mengenai desa kala patra yang berlaku, beserta
perkembangan yang terjadi, karena, seperti kata pepatah mengatakan,
"Agama mawa tatwa, desa mawa cara"
Senin, 14 Oktober 2013
Duh Gusti Mahaguru.... Seharusnya, kita belajar semakin tua menjadi smakin bijak dan dewasa

Duh Gusti Mahaguru…..
Baose ngapak saha ngopak
Sat sardulapati nedeng galak
Mangde titian sregep matindak
Polahe baud sada nyaleadin
Kadi wrekudara ngenyek nyandain
Mangde titian tiaga magarapan sami
Cecingake tajep muncuk pangutik
Waluya garuda ngemit manic
Mangda titian tragia ngricik cerik-cerik
Icane ngakak mapungkus pangos
Laksana truna tuni sedek mandus
Mangda titian tan males mayus
Duh Gusti rumaga guru
A warsa luwus lumaku
Kala ngasab anggane sampun kaku
Kala ngenduh duka ring bucu layu
Kala ratu budal nunggil Hyang Sadhu
Tan wenten malih baud banyole
Tan wenten malih
Tan wenten malih
Tan wenten malih, tan wenten malih……
Mangkin
Durus masolah ring suargi
Kaemban widiadari dewata dewati
Ri samiparing Sang Hyang Widhi
Picayang taksu sujati
Mangda titian sida sadhu sidi
Ring pikobet jagate manresti
Ring paileh kawruhan tan sinipi
Sukra Umanis , 5/11/04
Pakeling a warsa mantuk
Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, 16 Oktober 2014
Olih : I Made Suarsa
Rabu, 11 September 2013
The Road to Succes, Prime Quality Service, 1-8 Oktober 2013
Kami ditugaskan mengikuti diklat Pembekalan Help Desk bagi Pelaksanaan APEC 2013. Beberapa dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua diminta hadir di Mercure Harvestland Hotel, mulai hari Selasa - Jum'at, 10 - 13 September 2013.
Sebagai seorang abdi negara, sudah tentu kami wajib melaksanakan setiap tugas yang diemban dengan sebaik mungkin. Mulai hadir dari pukul 07.30 setiap harinya, hingga seluruh rangkaian acara tuntas pukul 17.30.
Mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, kuselesaikan rangkaian tugas bagi para mahasiswa yang berada di STPNDB bagi masing-masing perkuliahan yang kuasuh. Kemudian kukirimkan via email kepada ketua kelas mereka, sehingga bisa sampai tepat sebelum jadwal perkuliahan kami, dan berikutnya, mereka kembali mengirimkan hasil kerja via email kepadaku.
Rabu, 11 September 2013. Yudha tidak masuk sekolah. Badannya panas. Sudah kuberi obat semalam, dan dia tidur di rumah. Aku wajib mengikuti diklat di mercure bersama teman-teman dan para murid. Sedang bapaknya memberi perkuliahan di kampus UNUD. Hmmm. Sungguh, sebuah derita bagi keluarga yang anggotanya sedang dilanda sakit.
Sudah hampir sebulan ini simbok kerja, menjadi penjaja minuman di salah satu sekolah. Pagi-pagi sekali dia berangkat, dan kembali di sore hari. Maka, dengan demikian, Yudha yang sedang sakit, hanya akan berada sendirian di rumah. Ahhh.....
Sepanjang diklat berlangsung hari itu, berkali kutelpon Yudha di rumah, untuk memastikan dia baik-baik saja, makan dan kembali beristirahat. Well, kunikmati setiap detik nuansa kehidupan yang hadir dalam hidupku. Berharap semoga semua akan berjalan lancar, dengan segala suka dan duka yang ada, sedikit maupun banyak, berlimpah atau serba berkekurangan. Memohon selalu dalam bimbingan Tuhan pada setiap jejak langkah yang kami buat sepanjang hari.
Rabu, 11 September 2013. Yudha tidak masuk sekolah. Badannya panas. Sudah kuberi obat semalam, dan dia tidur di rumah. Aku wajib mengikuti diklat di mercure bersama teman-teman dan para murid. Sedang bapaknya memberi perkuliahan di kampus UNUD. Hmmm. Sungguh, sebuah derita bagi keluarga yang anggotanya sedang dilanda sakit.
Sudah hampir sebulan ini simbok kerja, menjadi penjaja minuman di salah satu sekolah. Pagi-pagi sekali dia berangkat, dan kembali di sore hari. Maka, dengan demikian, Yudha yang sedang sakit, hanya akan berada sendirian di rumah. Ahhh.....
Sepanjang diklat berlangsung hari itu, berkali kutelpon Yudha di rumah, untuk memastikan dia baik-baik saja, makan dan kembali beristirahat. Well, kunikmati setiap detik nuansa kehidupan yang hadir dalam hidupku. Berharap semoga semua akan berjalan lancar, dengan segala suka dan duka yang ada, sedikit maupun banyak, berlimpah atau serba berkekurangan. Memohon selalu dalam bimbingan Tuhan pada setiap jejak langkah yang kami buat sepanjang hari.
Sabtu, 07 September 2013
Bila Cinta Bisa Hadir Lewat Perut, Thousand Islands Salad kami nikmati bersama, Sabtu, 7 September 2013
Wayan Adi Pratama, putra sulungku. Bersama kami pergi ke salah satu supermarket untuk berbelanja beberapa kebutuhan keluarga. Dia juga membeli beberapa bahan untuk membuat salad. Setibanya di rumah, dia mulai beraksi.
Pertama-tama, dipotongnya kentang menjadi berukuran dadu, jagung di bersihkan dari batang, dan kemudian direbus pada air mendidih selama dua menit. Berikutnya, tomat dipotong menjadi irisan kecil, sayur selada di potong pula. Roti tawar dipotong berukuran dadu.
Bersama adiknya, Made Yudhawijaya, mereka berdua menyusun beragam bahan yang sudah siap tersebut ke dalam mangkok-mangkok kecil. Sayur salad di bagian paling bawah, lalu potongan jagung dan kentang rebus, berikutnya irisan tomat dan roti tawar, lalu disiram dengan bahan mayonais Thosands Island. Di bagian atas, ditaburi sedikit potongan ikan asin peda putih yang baru kugoreng. Hmmm, yummy.
Bapaknya dipanggil untuk meninggalkan meja kerja dahulu, bersama kami kumpul, menikmati makan malam hasil olahan para pakar masak, anak-anak tercinta. Di malam hari kami bersama menikmati hidangan anaknda tercinta....
And.... My Lovely Amazing Handsome Bodyguards prepare Thousand Island Salad for Our Dinner. How deep wonderful, tonight, for all of us. My Lovely Super Chefs
Well.....
Kedua putraku selalu penuh dengan semangat dan beragam ide untuk selalu berkarya. Mereka kali ini berkarya bagi menu makan malam hari kami semua. Membuat salad dari beragam bahan yang bisa mereka dapatkan.
Selalu..... Tiada hari tanpa kisah menarik dan unik yang mereka hasilkan. Hmmm, setiap anak adalah mutiara terindah bagi orang tua, keluarga dan para sahabat mereka. Aku bangga, diberi kesempatan menikmati kehidupan bersama mereka. Takkan kulewatkan detik - detik ceritera berlalu begitu saja. Akan kusiarkan lewat dunia, dengan beragam cara dan gaya yang kubisa. Salah satunya, melalui blog ku ini. Meski, bagi orang lain..... mungkin hal ini sungguh tidak penting, hanya sebuah postingan tulisan tentang kehidupan sehari-hari pada sebuah keluarga, dan terkesan menyombongkan diri..... Namun, bukankah, kita perlu berbagi kebahagiaan dengan banyak orang, tentang kebahagiaan pula, yang kurasakan, di tengah-tengah keluarga ku, bersama kedua anak dan juga suami terkasih.... Kebahagiaan, meski hanya dalam sepotong sayur salad.
Gotcha !! A pair of Schulte - Ufer's Knives.Yes, I am a chef also.... 7 Sept 2013
Yes, I am a woman, a worker, a wife, a mother, and a chef also....
Salah satu supermarket ini menyebarkan brosur. Pada brosur tersebut terdapat informasi. Setiap kali berbelanja di supermarket tersebut sebesar Rp 75.000, kita bisa memperoleh satu buah kupon mini. Kupon mini ini kemudia yang akan ditempelkan pada brosur. Dan, bila sudah berhasil mengumpulkan sejumlah poin, maka kupon tersebut bisa ditukarkan dengan beragam jenis pisau, sesuai dengan jumlah kupon.
Setelah berbulan-bulan mengumpulkan kupon, aku berhasil memiliki 60 buah kupon. Dan, Sabtu, 7 September 2013, sementara aku berbelanja bersama putra sulungku, Wayan Adi Pratama, kutukar seluruh kupon, dengan hadiah yang kupilih. Dua buah pisau.
Well.....
Setelah berbulan-bulan kukumpulkan kupon tersebut, sepasang pisau bisa kudapatkan. Lumayan lah.....
Jumat, 06 September 2013
Berkunjung ke Berembeng, 6 September 2013
Pekerjaan sampingan...... Jualan minyak. (B'coz...... my trip is my journey. Voyage...... to the bottom of the sea, to the sea. As deep as my heart)
Dalam kebersamaan.... suka dan duka di antara kita, sepanjang kehidupan yang ada. Berbagi kebahagiaan bersama keluarga pak Dewa Ketut Sujatha, Br. Bebali, Desa Berembeng, Kec. Bajra, Kab. Tabanan, 6/9/2013
Gebuk kulkul dulu ya bu..... sebelum masuk ke dalam.
Sejoli di hari ini.... terseyum manis sekali. Ku ingin, kisah cinta ku abadi seperti mereka berdua, dalam suka dan duka sepanjang masa....
Sejoli lain lagi di hari ini.... terseyum manis sekali. Bikin iri....... Ku ingin, kisah cinta ku abadi seperti mereka berdua, dalam suka dan duka sepanjang masa....
Langganan:
Postingan (Atom)

