Selasa, 04 Juni 2019

Bidadari Tak Bersayap




Bidadari tak bersayap
By: Anji

Bidadari tak bersayap datang padaku,
Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu,
Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu.

Sungguh tenang kurasa saat bersamamu,
sederhana namun indah kau mencintaiku,
sederhana namun indah kau mencintaiku

Sampai habis umurku, sampai habis usia,
maukah dirimu jadi teman hidupku,
kaulah satu di hati, kau yang teristimewa
Maukah dirimu, hidup denganku

Diam diam, aku memandangi wajahnya,
Tuhan ku sayang sekali, lelaki ini,
Tuhan ku sayang sekali, Lelaki ini

Sampai habis nyawaku, sampai tutup usia
Maukah dirimu, jadi teman hidupku

kaulah satu dihati, kau yang teristimewa
maukah dirimu, hidup dengan ku
katakan yes I do,jadi teman hidupku

sampai habis umur, habis usia
maukah dirimu jadi teman hidup
kaulah satu dihati kau terisitimewa
maukah dirimu hidup denganku

katakan, Yes I do, jadi teman hidupku
katakan yes I do, hiduplah denganku,
jadi teman hidupku…

My Lovely Amazing Handsome Bodyguards, Bidadari Tak Bersayap



Terlahir tanggal 2 Juni 1958, suamiku pada tahun 2019 kini berumur 61 tahun. Seperti biasa, tidak ada pesta besar. Hanya berkumpul bersama menikmati hidangan sekeluarga. Biasanya hanya hidangan yang kumasak di rumah dan kami nikmati bersama, namun kali ini kami sepakat makan di luar, yang rada cozy namun sederhana, di salah satu rumah makan di daerah Renon.


Tadi pagi kami melayat bersama ke Banjar Kedis, Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, di Singaraja. Salah satu tetangga sedang berduka karena ibunda terkasih meninggal dunia, dan kami melayat bersama. Malam ini kami berkumpul bersama disini, sekeluarga, merayakan hari lahir kepala keluarga secara sederhana.



Hanya sejenak bersama, menikmati beberapa jenis hidangan, makan dengan tangan, kemudian kembali pulang ke rumah. tidak ada kado apa pun. selain doa kesehatan dan kelancaran di masa depan, serta rasya syukur atas anugerah selama ini bagi kami dan juga semesta. Anak – anakku berpamit akan membeli tas ransel buat sekolah. Aku beserta suami berboncengan berdua, menyusuri jalan raya, menuju perumahan kami nan sederhana.



Sudah lebih dari 25 tahun ku kenal dia, Wayan Tagel Eddy, di kampus Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Dia menempuh pendidikan S2, dan aku kuliah di Fakultas Psikologi UGM. Dia yang kini menjadi suamiku, sekaligus sahabat terbaik, musuh bebuyutan, teman diskusi, lawan debat nan tangguh dan keras kepala, selimut malamku, kekasih setia, dan segala yang kuketahui darinya. 

Teruslah menua bersamaku, sayang. Hidup bukan hanya tentang menjalaninya, namun bersama saling menguatkan, meski kita tak bisa selalu sama, terjatuh dan terbangun di jalan kehidupan, dalam segala suka dan duka. Tetaplah menjadi mentariku, meneguhkan hati yang kadang rapuh, galau disetiap ragu langkahku, karena aku dan kamu satu……

Selasa, 21 Mei 2019

Mbak Inem Si Pedagang Jamu





Pagi ini sambil bergerak menuju Nusa Dua, kususuri jalan Imam Bonjol. Basah jalanan beraspal hitam sehabis hujan gerimis membuat udara sejuk. Kujumpai seorang perempuan paruh baya menggendong bakul jamu dengan kain, berjalan perlahan…..

Kupanggil dia untuk berhenti di tepi jalan. Kusapa sambil meminta jamu kunir asem untuk minum di sana. Dia menyebutkan namanya, “Nama saya Inem, saya sudah lama di Bali. Saya berjuang disini demi keluarga di kampung halaman. Dia lalu bertutur tentang kerinduan akan kampung halaman, akan sanak keluarga, akan suasana di saat berlebaran. 

Lalu perempuan cantik berjilbab ini bertutur, “Saya akan pulang jelang akhir bulan puasa. Saya juga mengajukan kredit pinjaman di LPD buat pulang kampung, berlebaran. Semoga negeri kita aman dan baik-baik saja, semoga saya bisa balik dan kembali bekerja di sini, karena saya adalah tulang punggung keluarga saya”.

Ah, Bu Inem….
Impian dan harapan kita semua sama….

Kita inginkan negeri ini aman dan baik-baik saja. Kita harapkan tidak ada permasalahan berat yang bisa mengancam keberadaan negeri kita. Impian dan harapan yang akan menjamin setiap doa kita bisa terwujud.

Denpasar, 22 Mei 2019

Selasa, 14 Mei 2019

SBMSTAPP dan SMMSTAPP 2019




Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru STP Nusa Dua Bali 2019 terbagi menjadi dua, yakni SBMSTAPP dan SMMSTAPP. SBMSTAPP atau Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata, yang merupakan jalur seleksi ujian tertulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dalam rangka menyeleksi calon mahasiswa baru yang ingin menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Pariwisata (PTP) yang terdapat dibawah Kementerian Pariwisata. Seleksi ini ditujukan bagi siswa-siswi lulusan SMA/SMU/SMK/MA/MAK atau yang setara. SMMSTAPP atau dilaksanakan oleh masing-masing UPT terkait, merupakan jalur seleksi ujian tertulis yang diselenggarakan oleh masing-masing Perguruan Tinggi Pariwisata yang terdapat di bawah Kementerian Pariwisata.

Seleksi dimaksudkan jalan dalam mengembangkan SDM di Indonesia, khususnya dalam bidang Pariwisata. Harapannya adalah lahirnya SDM yang ahli dan trampil di bidang kepariwisataan, maka pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyelenggarakan pendidikan di bidang kepariwisataan, melalui Perguruan Tinggi Pariwisata. Pendidikan pariwisata merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan kepariwisataan di Indonesia, dimana keberhasilan sector ini akan mempu melahirkan generasi yang kompeten di bidang pariwisata.


SBMSTAPP berupa Seleksi Psikologi berlangsung pada hari Senin, 6 Mei 2019. Seleksi Bahasa Inggris berlangsung pada hari Selasa, 7 Mei 2019. Dan Seleksi Wawancara berlangsung pada hari Rabu hingga Jum’at, 8 – 10 Mei 2019.
Terdapat 30 tim kelompok untuk Tes Psikologi, dengan masing-masing terdiri dari dua orang dosen dan pegawai pada hari Senin, 6 Mei 2019. Terdapat 60 tim untuk tes Bahasa Inggris, dengan masing-masing terdiri dari 2 orang dosen pada hari Selasa, 7 Mei 2019. Gedung yang dipergunakan untuk Seleksi Psikologi dan Bahasa Inggris adalah Gedung Padma blok A dan B, dan Gedung Rebab blok A dan B. Masing masing ruangan terdapat 30 peserta seleksi Tes Psikologi dan Tes Bahasa Inggris, calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.


Peserta SBMSTAPP 2019 di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali mengikuti Tes Wawancara pada hari Rabu, Kamis atau Jum’at, 8 - 10 Mei 2019. Terdapat 30 tim pewawancara pada 30 ruang kelas, yang masing masing terdiri dari dua orang dosen, pada hari Rabu dan Kamis, 8 - 9 Mei 2018, dan 8 tim pewawancara pada 8 ruang kelas di Gedung Padma yang terdiri dari dua orang dosen, pada hari Jum’at, 10 Mei 2018, pada masing-masing kelas terdapat 16 peserta seleksi wawancara calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.


SBMSTAPP ini menurut rencana akan diumumkan pada tanggal 20 Mei 2019. Pendaftaran kembali tanggal 10 – 14 Juni 2019.
SMMSTAPP pendaftaran dibuka dari tanggal 2 – 31 Mei 2019, dengan seleksi pada tanggal 10 – 14 Juni, dan menurut rencana, hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 21 Juni 2019. Pendaftaran kembali pada tanggal 1 – 5 Juli 2019.


Mereka semua adalah anak-anak masa kini, yang tidak suka diatur atau dipaksa tanpa penjelasan logis, karena mereka pribadi yang kritis, dengan niat ingin tahu yang begitu besar, dan tingkat kemandirian yang mengagumkan. Berbagai lompatan perbedaan ini bukan merupakan sebuah hal yang harus ditakuti kita. Mereka sudah tahu batas kemampuan diri mereka sendiri, mereka paham siapa diri mereka, menentukan visi dan misi dalam hidup, dan menyusun rencana kerja mereka secara bersama, bergerak bersama, dalam berbagai perbedaan. Mereka adalah pribadi yang dinamis, sosok yang selalu resah untuk mencari tahu, untuk menganalisis, dan menemukan jawaban sesuai dengan cara dan gaya mereka.


Selamat datang, anak-anakku sayang……. Kalian semua pemilik masa depan. Bangga padamu semua. Buktikan semua potensi dalam diri kalian, jaga selalu semangat perjuangan, jaga selalu kebersamaan, juga kerja sama di antara kalian semua…..