Senin, 04 April 2011

To All of You..... (Juga Saya)


My families and my friends.....

(Keluarga dan sohib-sohibku)


Sit in silence for at least 10 minutes for each day

(Cobalah duduk tenang, samadhi, paling enggak, 10 menit tiap harinya)


When you wake up in the morning

complete the following statement...

"My purpose is to ....... today"

(Jika terjaga dari tidurmu di pagi hari, langsung katakan

"Hari ini saya akan........")


Live with the 3 E's......

Energy, Enthusiasm, Emphaty

and the 3 F's.....

Faith, Family, Friends

(Hiduplah selalu dengan semangat 3 E dan 3 F

Energi, Enthusiasm, Empati. Faith/jujur, Family/keluarga, Friends/sahabat)


Spend more time with people

over the age of 70 and under the age of six

(Luangkan waktumu bersama orang

yang berusia di atas 70 dan di bawah 6

karena pada umumnya

mereka sesungguhnya cerminan manusia polos tanpa berpura-pura)


Dream more while you awake

(Bermimpilah sambil tetap terjaga

karena dengan demikian kita terdorong untuk mewujudkannya

dan menjadi pribadi yang kreatif)


Try to make at least three people smile each day

(Berusahalah tiap hari untuk membuat orang lain, minimal 3, tersenyum)


Realize that life is a school

and you are here to learn,

pass all your tests....

(Sadari bahwa hidup adalah bagai sekolah

kita harus belajar dan melalui setiap tes demi tes)


Problems are simply part of the curriculum

that appear and fade away like algebra class

but the lessons you learn will last a lifetime

(Masalah adalah bagian kecil dari kurikulum

yang datang dan pergi bagai kelas ilmu aljabar

namun pelajaran yang kita pelajari bakal berlangsung sepanjang hidup)


Smile and laugh more

It will keep the energy vampires away.....

(Tersenyum dan tertawalah sesering mungkin

karena hal ini akan dapat mengusir energi vampir/kemarahan dalam dirimu)


Life isn't fair but it's still good

(Hidup tidak adil namun tetaplah baik)


Life is too short to waste time hating anyone

(Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan membenci seseorang

dan sibuk memikirkan cara untuk balas dendam.....)


Make peace with your past

so it won't mess up the present

(Berdamailah dengan masa lalumu

hingga masa lalu tak kan dapat mengacaukan masa kini dan nanti)


No one is in charge of your happiness except you

(Ga bakal ada yang bertugas untuk membahagiakan dirimu

kecuali dirimu sendiri)

Sabtu, 02 April 2011

Satu Hari lain Lagi Bagi Tuhan, Aku ke Besakih





Sabtu, Kajeng Kliwon Tumpek Wayang, 2 April 2011, bersiap untuk berangkat dalam rangka perjalanan spiritual lain lagi. Pukul 4.30 pagi sudah terjaga, kupersiapkan satu pejati bagi suami. Dia akan berangkat bersama dengan rombongan Pusat Studi Wanita menuju Besakih. Ya.... sedang ada Pujawali, Odalan, atau puncak dari rangkaian upacara di sana, dan akan berakhir, mesinab, tanggal 6 April 2011. Dan mereka akan berangkat pukul 6 pagi dari kampus Universitas Udayana.
Aku akan berangkat bersama dengan para sahabat, anak-anak asuh, dan juga rencana janjian bersama para murid. Kupersiapkan 2 pejati yang terbungkus kantong plastik besar. Tas ransel serba guna. Lalu meluncur bersama simbok di atas sepeda motor astrea 800 tercinta yang kemarin telah ku service, ganti olie, cek segalanya...
Meluncur menyusuri jalan raya, kami tiba pukul 7.30 di Gerbang jalan raya by pass IB Mantra, bergabung bersama Pak Miko, seorang sahabat. Dan, masih menunggu Putu Singgih, anak asuhku. Ku telepon Uchy, dia katakan maaf karena tidak jadi gabung kali ini. Dian kemarin alami kecelakaan, dia ditabrak orang dari belakang saat sedang ber motor, akibatnya, harus dilakukan operasi di kakinya, karena bekas jahitan dahulu kembali terbuka. Jam menunjukkan pukul 8.15 saat dia tiba. Hmmm, sudah lumayan siang. Segera kami melangkahkan motor menyusuri arah ke Utara. Setengah jam ngebut dengan kecepatan 80 - 100 km / jam, lalu berbelok ke kiri, bertolak belakang dengan arah pantai Lepang. Satu jam menyusuri jalanan lurus, berkelok, lurus dan kelokan lagi, berbagai tanjakan dan turunan, akhirnya tiba di depan Pura Prajapati Dalem Puri. Tempat kami mengawali perjalanan kami.
Dari Pura Prajapati Dalem Puri, kami melanjutkan perjalanan menuju Pura Goa Raja, memarkir motor di pinggir jalan, menuruni telajakan menuju tempat permandian Ida Bhetare Rambut Sedana. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Pura Ulun Kulkul, dan Pura Kiduling Kreteg. Akhirnya kami mengarahkan motor menuju pelataran parkir Pura Kahyangan Jagat, Pura Besakih. Bersujud di Pura Besukian Jagat dan Pura Mula Bali Aga, lalu kami menuju Pura Pedharman Sri Kreshna Kepakisan.
Hmmm. Sabtu Kajeng Kliwon ini adalah Pujawali, Odalan di Pura Pedharman Sri Aji Kreshna Kepakisan. Benar-benar butuh perjuangan sebelum akhirnya kami dapat mencakupkan tangan memanjatkan setangkup doa. Satu jam berdiri dalam antrean panjang, sungguh membuat lelah. Namun kepuasan batin spiritual sungguh tidak dapat tertandingi dan terlukis dengan kata-kata belaka. Ini adalah urusan ber kontemplasi dengan Tuhan semata.....
Akhirnya, tempat terakhir perjalanan kami hari ini adalah.... Pura Penataran Agung Besakih. Ribuan umat yang pedek tangkil silih berganti tiada henti membuat kusadari.... kebesaran kuasa Hyang Widhi sungguh takkan tertandingi. Takkan pernah dapat tergeser dan terganti dengan bujuk rayu apa pun. Hmmmm. Tak kan berhenti ku hampiri Rumah Mu, Hyang Widhi Wasa..... Mereka datang dari berbagai penjuru dengan beragam cara pada bermacam waktu menuju ke rumah Tuhan.... Masihkah kita mengagungkan diri, keyakinan dan kelompok kita, jika ternyata dimana Beliau kita adalah sama....
Tamu-tamu di rumah Tuhan hari ini.... Mereka bukan beragama Hindu, namun mereka menghargai dan memperlihatkan penampilan menjunjung tinggi agama juga budaya lainnya.... Di mana bumi di injak dan langit di junjung. Jumpa ribuan orang di sana..... dari yang kukenal, sangat terkenal di Bali dan Indonesia, tak kukenali, hingga sok terkenal/narsis abisss, hehe, contohnya: diriku sendiri.... Bersama para murid, para anak dan para sahabat.

Rabu, 30 Maret 2011

Crazy day again......


Terjaga pagi hari pukul 5, kuawali dengan setangkup doa, bersyukur pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, bahwa kami masih diperbolehkan menikmati sehari lagi segala berkah anugerah Beliau. Ku cuci muka dan menuju ke dapur, mempersiapkan sarapan pagi bagi anggota keluarga. Mi goreng dan telur mata sapi melotot. Suami menyapu halaman dan menyiram tanaman kesayangannya. Simbok tiba dari rumah sebelah dan mulai mempersiapkan menu hari ini. Plecing kangkung, pindang bumbu bali dan telur dadar.

Pagi ini kurencanakan mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk. Ku minta suami mengeluarkan kartu keluarga dari lemari, namun tak ditemukannya. Perlu15 menit buat membongkar dari tumpukan buku, baru menemukan kartu keluarga tersebut.

Setelah anak-anakku terjaga dan mempersiapkan diri, si sulung sarapan mi goreng nya, lalu berangkat menuju sekolah, SMA negeri I Denpasar. Kini dia duduk di bangku SMA kelas 1. Si bungsu bersiap dengan tas sekolah, untuk menuju ke tempat kursus nya, di rumah ibu guru Agung. Rencananya, akan kuantar si bungsu ke tempat kursus yang terletak di jalan raya Kerobokan, lalu langsung menuju ke kantor pengurusan perpanjangan kartu tanda penduduk yang sekaligus jadi satu dengan kantor camat Denpasar Barat, di jalan Gunung Agung Denpasar. Suami akan menyusul langsung ke sana.

Tiba di kantor camat pukul 7.45 pagi, dengan harapan akan mendapat pelayanan pertama, jadi aku dapat menyelesaikan banyak urusan lainnya. Namun ternyata suami baru tiba pukul 8.00, dan.... kartu keluarga belum di fotokopi. Aarrrgggghhh, harus keluar lagi untuk menggandakannya. Hmmm, maka kususuri perlahan sepanjang jalan Gunung Agung, mencari toko yang memiliki mesin fotokopi. Tak satupun yang buka. Padahal, bukankah... rejeki lebih sering tiba pagi hari? Ah, akhirnya kutemui Kantor Pegadaian di dekat pasar loak di jalan Gunung Agung tersebut. Kuberanikan diri memasuki kantor tersebut, dan memohon agar diijinkan untuk menggandakan kartu keluarga juga kartu tanda penduduk di sana. Ibu cantik berjilbab pegawai kantor Pegadaian itu sungguh ramah. Dia mau membantuku, bahkan menolak imbalan yang kuangsurkan. Segera kukebut laju motor untuk kembali ke kantor camat Denpasar Barat. Kulihat suami sedang menunggu sambil berbincang dengan dokter ahli syaraf berasal dari Tabanan yang juga merupakan dosen Universitas Udayana, sedang sekolah S3, Dewa Purwa.

Selesai membuat pasfoto, 10 menit kemudian, kartu tanda penduduk milikku dan suami selesai. Dia melanjutkan perjalanan ke kampus sastra UNUD, sedangkan aku ke gedung Pascasarjana, harus menyerahkan NPWP. Setiap mahasiswa Pascasarjana UNUD yang mendapatkan beasiswa BPPS harus menyerahkan bukti fotokopi NPWP nya. Hmmm, semakin rumit jalannya kini. Kami harus mempertanggungjawabkan kelanjutan studi kami.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30, saat kuarahkan motor menuju ke Nusa Dua. Kini saatnya harus melaksanakan tugas lain. Tiba di kampus STPNDB, sudah ada dua mahasiswa yang menanti untuk proses bimbingan skripsi. IB Garlicka yang sempat terhenti proses bimbingannya karena rumahnya mengalami kebakaran, dia berharap bisa segera tuntaskan skripsi, sehingga bisa mengikuti wisuda bulan April nanti, dan si Diaz, dia sudah 3 kali bolak balik hanya untuk meminta tanda tangan. Salahnya, dia keliru menuliskan nama beserta gelar bagi pak Muliana, Kabag ADAK kami yang baru.

Pukul 3 sore, kumasuki kelas DIII MPH A smt 6. Hari ini adalah jadwal ujian tengah semester kami. Kuberikan mereka soal essay sebanyak 6 buah bagi mata kuliah yang ku asuh, Manajemen Sumber Daya Manusia. Pukul 5 kuliah berakhir. Dan..... akhirnya kukebut kembali laju motor astrea 400 tercinta untuk pulang ke rumah. Home sweet home.

Selesaikah sudah aktivitas untuk hari tersebut? Ahhh, belum. Setelah berkumpul dan saling bercerita tentang aktivitas sepanjang hari bersama anak-anak, mengecek se isi rumah, lalu kutelpon dua wanita cantik yang juga tetanggaku. Ibu Komang Astiti dan Ibu Dayu Puspadi. Kami merencanakan untuk membesuk Ibu Elly Indawati, yang juga merupakan tetangga kami di perumahan ini. Dia sudah seminggu opname karena kondisi kesehatannya drop, di rumah sakit Surya Husada kamar 412. Pukul 8 malam kami melaju bersama dengan mobil milik ibu Astiti, dan tiba kembali pukul 10 malam.

Wooow. Astungkara, Hyang Widhi Wasa.... kulalui lagi sehari dalam kehidupanku dengan sepenuh suka cita. Kurebahkan tubuh ini di peraduan, dan memejamkan mata. Aku perlu istirahat dalam damai......

Minggu, 27 Maret 2011

Jogja, Kembali ku dengan setangkup rindu





Dengan pesawat Garuda Indonesia Airways, kami yang terdiri dari 25 mahasiswa Program S3 dan 20 mahasiswa ProgramS2 Pascasarjana Program Studi Kajian Budaya, Universitas Udayana, Denpasar Bali, 3 dosen dan 4 pegawai, beserta 6 anggota keluarga mereka, berangkat menuju Jogja. Pukul 7 pagi tepat, waktu Bali, pesawat lepas landas meninggalkan bandara internasional Ngurah Rai Denpasar Bali.

Tiba di Jogja tepat pukul 7.30, waktu Jogja, kami disambut dengan 2 bis besar berkapasitas masing2 30 orang. Guide kami, bapak Pranowo, dengan nama panggilan, Luna. "Maya" nya ada di Jakarta, demikian jelas bapak yang tampan tersebut. Tujuan pertama adalah Sekolah Pascasarjana UGM. Kami diturunkan di depan gedung tersebut setelah sempat tersasar ke Gedung Pusat dari kampus UGM. Ada miskomunikasi yang terjadi antara guide dan kepala suku dari rombongan kami yang mengira kuliah akan diadakan di Gedung Pusat kampus UGM.

Akhirnya kami tiba di Sekolah Pasca Sarjana UGM. Rombongan disambut dengan ramah oleh Sang Pimpinan, Bapak Prof. Dr. Irwan Abdullah. Kuliah pertama diisi oleh Profesor ganteng ini. Sessi pertama diakhiri dengan pemberian lukisan dari bapak Gede Sumantra, salah satu mahasiswa S3 dari rombongan kami, kepada Prof. Dr. Irwan Abdullah. Kemudian kami diberi kesempatan jeda selama 1 jam, menikmati makan siang di restoran Pesta Perak yang terletak di jalan Tentara Pelajar, di daerah Mataram.

Pukul 12 siang, kuliah kembali dilanjutkan oleh Prof. Dr. Heru Noegroho, tetap di salah satu ruang di lantai 4 dari Sekolah Pasca Sarjana UGM ini. Hmmm, sungguh suatu hal yang melelahkan setelah harus terjaga pagi dini hari pukul 4 untuk bersiap ke bandara Ngurah Rai di Denpasar, dan langsung dilanjutkan dengan kuliah dan diskusi hingga sore hari.

Pukul 16, kami masuk ke Wisma MM UGM yang terletak di Jalan Colombo. Aku menempati kamar 512 bersama ibu Putu Tejawati. Kami merebahkan diri, tertidur 15 menit, lalu mandi, dan bersiap beranjak pergi lagi. Pukul 17 aku sudah berada di lobby hotel. Menunggu 15 menit, hujan turun deras membasahi bumi Jogja, akhirnya mobil avanza hitam dengan sopir bapak Tiyok tiba. Aku dan 3 sahabat wanita: Ibu Teja, Ibu Suci, Ibu Monda, 2 sahabat pria: Bapak AA Putra Pemayun, Bapak Nengah Mertha, bersama dua dosen, Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, Dr. Mudana beserta anaknya, beranjak menuju Social Agency yang terletak di jalan Solo.

Social Agency adalah nama toko buku yang lumayan terkenal. ada beberapa cabangnya, termasuk yang di pasar buku di dekat Taman Pintar. Namun yang paling besar terletak di Jalan Solo ini. Maka kami segera beranjak ke sana hunting buku-buku yang sekiranya bakal dibutuhkan bagi penyusunan disertasi kami. Bagai orang yang kesurupan, menjelajahi tiap sisi, mengamati dan membuka lembar-demi lembar halaman, kami sangat menikmati penelusuran pustaka ini. Satu demi satu, teman2 yang tertinggal di hotel juga akhirnya tiba di sini. Oww ya, toko buku - toko buku di jogja pada umumnya menyediakan jasa penyampulan buku yang kita beli. Secara gratis. Ini salah satu teknik mereka memberikan pelayanan yang berkualitas. Hmmm, harus banyak belajar dari mereka. Aku segera mengambil beberapa buku. Mengangsurkannya pada kasir, membayar, dan petugas toko segera pula menyampul buku tersebut.

Hujan masih turun lumayan deras. Namun kami masih harus beranjak. Pukul 7.30 malam, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Pura Jagatnatha yang terletak di Banguntapan. Pukul 8.00 tiba, para yunior KMHD UGM sedang melaksanakan rapat pembubaran panitia. Kami sempat diskusi sejenak sebelum melanjutkan dengan bersembahyang di pelataran tengah. Kujumpai bapak Pinandita Wasi Akhir, juga Gusti Ketut Puja, sahabat lamaku, alumni mahasiswa teknik, yang kini dosen di Sanathana Dharma Universitas.

Aahhh, terbayang masa-masa silam sering ku melangkah ke rumah Tuhan ini, saat masih menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dari tahun 1987 hingga 1993. Aku sempat menjadi ketua umum Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UGM. melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengunjungi berbagai Pura dan diskusi dengan umat, sungguh merupakan salah satu aktivitas yang kusukai.

Sungguh....
berat rasanya kaki ini meninggalkan Pura karena harus kembali beranjak pergi. Entah kapan baru akan bisa mengunjungi Pura ini kembali, namun..... setangkup rindu akan selalu tersedia bagi jalanku menuju ke Rumah Tuhan.

I wish my blood was made of rainbow.....


Aku berharap......
Darahku adalah darah pelangi,
dibuat dari pelangi...
dan, akan menjadi pelangi
yang mewarnai indah dunia kehidupan ini

Aku berharap......
Pelangi adalah hidupku,
warna warni semburat cahaya
akan dapat beri sejuta rasa
hingga kumiliki pahit-manis dalam dunia

Aku berharap.....
Ibu Lia di Jakarta,
yang tergugu dalam isak tangis berkepanjangan
seolah sesali hidupnya di dunia
akan dapat pahami
bahwa dunia tidak selalu ramah
namun asa tidak boleh patah dan buat kita lengah
atau bahkan lelah dalam berharap pada Nya...
slalu padanya....

Senin, 21 Maret 2011

Freddi Aguillar : Child


Mendengar ini.... jadi teringat pada Bapak dan Emak..... Kangen mereka dan segala bentuk cinta kasih nya..... Hiks

Child
by Freddie Aguilar

When you were born into this world
Your mom and dad saw a dream fulfilled
Dream come true
The answer to their prayers

You were to them a special child
Gave ‘em joy every time you smiled
Each time you cried
They’re at your side to care

Child, you don’t know
You’ll never know how far they’d go
To give you all their love can give
To see you through and God it’s true
They’d die for you, if they must, to see you live

How many seasons came and went
So many years have now been spent
For time ran fast
And now at last you’re strong

Now what has gotten over you
You seem to hate your parents too
Do speak out your mind
Why do you find them wrong

Child you don’t know
You’ll never know how far they’d go
To give you all their love can give
To see you through and God it’s true
They’d die for you, if they must, to see you live

And now your path has gone astray
Child you ain’t sure what to do or say
You’re so alone
No friends are on your side

And child you now break down in tears
Let them drive away your fears
Where must you go
Their arms stay open wide

Child you don’t know
You’ll never know how far they’d go
To give you all their love can give
To see you through and God it’s true
They’d die for you, if they must, to see you live

Child you don’t know
You’ll never know how far they’d go
To give you all their love can give
To see you through and God it’s true
They’d die for you, if they must, to see you live

Diana Ross: When You Tell Me That You Love me


I wanna call the stars

Down from the sky

I wanna live a day

That never dies

I wanna change the world

Only for you

All the impossible

I wanna do

I wanna hold you close

Under the rain

I wanna kiss your smile

And feel the pain

I know what's beautiful

Looking at you

In a world of lies

You are the truth

And baby

Everytime you touch me

I become a hero

I'll make you safe

No matter where you are

And bring you

Everything you ask for

Nothing is above me

I'm shining like a candle in the dark

When you tell me that you love me

I wanna make you see

Just what I was

Show you the loneliness

And what it does

You walked into my life

To stop my tears

Everything's easy now

I have you here

And baby

Everytime you touch me

I become a hero

I'll make you safe

No matter where you are

And bring you

Everything you ask for

Nothing is above me

I'm shining like a candle in the dark

When you tell me that you love me

In a world without you

I would always hunger

All I need is your love to make me stronger

And baby

Everytime you touch me

I become a hero

I'll make you safe

No matter where you are

And bring you

Everything you ask for

Nothing is above me

I'm shining like a candle in the dark

When you tell me that you love me

You love me

When you tell me that you love me