Selasa, 10 Januari 2012

Amor ring Acintya...... Selamat Jalan, Julian.

Julian Chandra, adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Ekstensi, Program D III, Prodi Manajemen Perhotelan kelas A angk. 2008. Aku sempat mengajar mereka pada semester terakhir perkuliahan di kampus.

1326209735227234423

Malam hari ini, setelah seharian mengikuti acara Diklat Assesor Kompetensi bagi para Pengajar STPNDB yang diadakan di Puri Saron Hotel, yang terletak di banjar Petak, Desa Madangan, Kecamatan Bitra, Gianyar. Fitri dan Adi Putra Ariawan menyapaku di chat box pada face book yang kumiliki, dan menyampaikan info ini......

13262097801769310992

"Malam bu, ada info tentang salah satu sahabat kami, Julian Chandra, telah meninggal dunia karena sakit hati, Hepatitis, di Surabaya, sore ini. Padahal, dia ingin kerja ke luar negeri. Kasihan ibunya...."

1326209808287200665

Ahh, Julian. Dikau pernah curhat tentang keinginan untuk segera tamat. Impian untuk membahagiakan keluarga dengan bekerja dan mengumpulkan tetes demi tetes keringat dari hasil kerja mu. Namun takdir berbicara lain. Skripsi yang berada pada tahap bimbingan, tugas sebagai manager Bali Creative Event Organizer dengan tuntutan beban kerja, terkadang tidak bisa seiring dan sejalan. Dia terlalu lelah dengan berbagai kesibukan....

13262098402019133481

Dalam diamnya, dia menyembunyikan sakit yang dideritanya. Ia terserang Hepatitis. Sedikit langkah lagi jelang wisuda yang bakal digelar bulan April tahun 2012 ini.Dia dibimbing oleh Bu Ida Ayu Puspa Adi dalam menuntaskan skripsi.

1326209924940331536

Hidup adalah sementara, Julian. Kita tidak pernah tahu arah kita esok hari.... Kini engkau telah damai dalam tidur panjang dan mimpi indahmu. Semoga keluarga dan para sahabat, juga rekan kerjamu tabah hadapi ini semua. Kasih kami menghantar kepergianmu ke hadapan Yang Maha Kuasa......

Jumat, 06 Januari 2012

Anda, kita dan pasangan masing2.


Area dewasa twitter :

Jika Anda berhubungan dgn org yg selalu berpikiran negatif, sangat sulit baginya utk mendapatkan apa yg seharusnya mampu ia peroleh. Seberapapun pesimisnya pasangan Anda, Anda dpt membantunya utk memancing keluar kualitas & kemampuan terbaik yg dimilikinya.

Berikut adalah cara yg dapat Anda lakukan untuk memancing keluar potensi terbaik pasangan Anda:

1a. Katakan Kepadanya Betapa Hebat Dirinya Di Mata Anda. Pemujaan seringkali lebih membawa hasil daripada sekedar kekaguman.
1b. Mengucapkan kata “Aku mencintaimu” adalah kebiasaan yg mudah. Tambahkan kalimat pemujaan di dalamnya yg mengungkapkan perasaan Anda.
1c. Gambarkan dengan sederhana sehingga pasangan Anda menyadari betapa spesialnya dirinya di mata Anda.

2a. Tunjukkan Penghormatan. Setiap orang berhak untuk dihormati termasuk pasangan Anda.
2b. Sikap menghormati termasuk: mendengar dgn penuh perhatian, memberi pertolongan, memberi kebebasan pribadi & bicara jujur setiap saat.
2c. Bahkan jika Anda merasa bahwa ia tdk menganggapnya sebagai sebuah keberhasilan, buatlah ia menghargai apa yg telah dicapainya saat ini.

3a. Kagumi Setiap Pencapaian. Perhatikan setiap pencapaian karna pencapaian terkecil sekalipun dpt meningkatkan kepercayaan dirinya.
3b. Semakin besar kepercayaan diri seseorang, lebih mungkin bagi org ini utk berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya di masa mendatang.

4a. Jgn Menggerutu. Org yg sering menggerutu cenderung menimbulkan suasana negatif di sekitar diri mereka & org-org yg mereka kasihi.
4b. Anda harusnya bersifat positif & menolongnya mencapai hal besar. Jgn sudutkan ia dgn komentar yg selalu terlontar dari mulut Anda.
4c. Membuat ia memikirkan komentar negatif dari Anda tdk akan membantunya utk mengeluarkan potensi yg dimilikinya secara maksimal.
4d. Sedikit kekaguman dari Anda akan membuatnya merasa ia dapat melakukan apa saja yang diinginkannya untuk mencapai kesuksesan.

5a. Tawarkah Dukungan Sebanyak Yang Anda Bisa. Menjadi pasangan yg selalu memberikan dukungan lebih menolong daripada yg bisa Anda bayangkan.
5b. Bahkan jika situasi tdk berjalan baik, tp Anda terus memberikan dukungan maka keinginan utk mencoba lagi tdk akan pernah pudar darinya.
6a. Bersenang-Senanglah. Tawa cenderung memperkuat sebuah hubungan. Tertawa & bersenang-senang bersama merupakan cara bagus utk bersantai.
6b. Anda dapat memancing keluar potensi terbaik dari pasangan Anda dengan meringankan ketegangan yang mungkin sedang dirasakannya.
6c. Humor membantu banyak org utk lebih fokus pada hal-hal yg penting & meninggalkan hal-hal yg bukan merupakan prioritas utama.

7a. Membantu Merealisasikan Potensi Yang Sebenarnya. Beberapa org tdk menyadari seberapa besar potensi yg tersimpan di dalam diri mereka.
7b. Yakinkan ia bahwa kemampuan untuk melakukan segala sesuatu itu sudah ada di dalam dirinya, tinggal diambil dan dikembangkan.
7c. Berharap banyaklah padanya dgn alasan tepat & ia akan bisa memanfaatkan potensi terbaik yg tersimpan di dalam dirinya.

Demikianlah tips yg semoga bermanfaat bagi Anda

Kamis, 05 Januari 2012

Aku, Kamu, Kita semua di dunia....

Setelah dua hari lalu, Drs. I Ketut Murdana, MA, Ujian Kualifikasi bagi Proposal Disertasi, hari ini giliranku. Kami bersama adalah dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, di bawah Kemenparekraf. Meski kami bersama juga adalah mahasiswa Program Pascasarjana S3 Doktoral Universitas Udayana angkatan 2010, sekaligus bersama mendapatkan beasiswa dari BPPS, namun perbedaan kami bagai bumi dan langit.

13257637081242359236

Beliau memilih Program Studi Linguistik, sedangkan aku Program Studi Kajian Budaya. Beliau menolak untuk mengajar di STPNDB selama menempuh pendidikan Doktoral, sedangkan aku masih tetap mengampu mata kuliah, karena toh sudah kubuktikan semenjak menempuh pendidikan Program Pascasarjana S2 Master Universitas Udayana tahun 2006 s/d 2008 lalu, aku sanggup menjalani hal ini. Bisa mobile dengan menggunakan motor kemana-mana, hingga berkali menempuh jarak Nusa Dua - Denpasar dalam seharinya, antara kampus STPNDB dan kampus Pascasarjana di Jl. Sudirman atau di Jl. Nias Denpasar. Beliau tipe orang yang pendiam, sedangkan aku? Hmmm, teramat sangat senang mengeksplore diri dan banyak aktivitas, baik di jejaring sosial face book, twitter, wayn, plurk, tagged, blogspot, kompasiana, yahoo messenger, dan lainnya lagi. Termasuk, dia tampan aku cantik. Hlah, iya lah.... secara, dia khan cowok dan bapak-bapak !! Hweleh hweleh hweleh.....

1325763829702738727

Berbagai proses perjuangan yang ku alami dalam mewujudkan segala cinta dan cita yang ada, turut mewarnai kehidupan, khususnya dalam proses yang tercipta selama menempuh pendidikan di program Pascasarjana. Bahkan, sehari menjelang Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi, suami dengan mengerling manja, berkata "Mau nggak, nge bantu in nyamsat STNK motor Adi?". Hmm, beliau memang tipe orang yang paling gak suka berhubungan dengan birokrasi. Hal yang membosankan, begitu alasannya. Akhirnya, kusempatkan mencuri waktu ke kantor Samsat di Renon, karena STNK sudah melewati batas tenggat waktu. Bahkan, malam menjelang hadapi ujian esok hari pun, beberapa hal kecil menyita perhatian. Yudha, putra bungsu ku, merengek minta diperiksa pelajarannya, diajarkan beberapa materi yang tidak dimengertinya. Harus menjahit celana sekolah Adi, putra sulungku, yang robek jahitannya. Maklum, ABG yang sedang senangnya mengikuti jaman. Padahal sudah kuingatkan berkali, dia sedang dalam masa pertumbuhan, maka bila celananya nge press body / terlalu ketat, akan gampang robek. Namun mereka memang harus alami ini dan belajar langsung dari apa yang ditemui dan dialami. Pagi hari, seperti biasa, tetap harus mencuci dan menjemur baju anggota keluarga, mengecek bahan makanan yang akan diolah simbok, dan... menjahit baju seragam batik Yudha yang robek di bagian lengannya. Bahkan, setelah selesai Ujian Kualifikasi Poposal Disertasi pun, aku masih harus ke bengkel. Astrea tercinta harus diservis, ganti aki, klakson gak bunyi. Sudah terlalu lama digeber terus, tanpa sempat istirahat.

1325764251709934728

Aarrgghhhh. Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Berbagai problematika, dinamika, juga romantika yang mewarnai dunia kehidupan ini, smoga dalam bimbingan Mu maka kami akan mampu jalani ini dengan lancar. Suka duka, lara pati, hanya dengan bimbingan Mu, di dalam jalan Mu.

1325763912865820609

Melalui Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi dengan 5 penguji, Prof. Dr. I Made Suastika, SU., Prof. Dr. I Nyoman Kutha Ratna, SU., Prof. Dr. I Nyoman Sirtha, SH., MS., Prof. Dr. I Nyoman Wedha Kusuma, MS., Dr. I Wayan Redig. Aku sempat terserang penyakit nervous, morning crazy, takut. Harus berkali menarik nafas, mondar-mandir mengiintip para penguji ke parkiran kampus, hingga berlari ke kantin untuk membeli minuman dan makanan kecil. Hal lumrah, kukira, akan terjadi pada setiap orang yang menempuh ujian sidang. Akhirnya, tepat pukul 10.00, ujian ku dimulai. Berdoa semoga proposal ku diterima dan bisa berlanjut ke jenjang penelitian.....

132576447992875125

Hidup memang sebuah pilihan dengan berbagai alternatif jalan kehidupan. Kita sendiri yang menentukan apakah akan menerima, berontak, berjuang, dan terpuruk dalam kesedihan tiada bertepi. Entah apapun, siapapun, kapanpun, dan dengan cara bagaimanapun...... Hidup terkadang tidak semudah yang kita bayangkan dan kita impikan. Terjatuh dan terbangun berkali, dengan segala nuansa yang melingkupi. Semoga kita semua bisa lalui berbagai proses perjuangan dalam kehidupan dengan lancar, karena bukan hasil yang akan menentukan siapa diri kita, namun dari usaha yang kita lakukan untuk melalui ini semua dengan sebaiknya.

13257639721932936485

Aku juga yakin, persahabatan dan persaudaraan akan dapat membantu kita untuk mempermudah lalui ini. Karena.... bukankah, dengan dua kepala, tiga, sepuluh, seratus, seribu.... akan jauh lebih menyenangkan menghadapi perjalanan dalam kehidupan kita secara bersama-sama. Karena.... persahabatan dan persaudaraan akan selalu mewarnai kehidupan kita, mengubah kita, bagai kepompong yang melingkupi perubahan dan perkembangan, dari ulat kecil, menjadi seekor kupu-kupu indah.

Selasa, 03 Januari 2012

Karena Aku Ingin Menjadi Diriku.....

Ada banyak orang yang bertanya, besok adalah Ujian Pra Kualifikasi ku bagi Proposal Disertasi di Program Pascasarjana S3 Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana, namun mengapa masih tetap tersenyum dan tertawa-tawa……

132564462438176288

Ah ha !!!

Jika kita menghadapi permasalahan, tantangan, rintangan, ujian, apa pun itu bentuknya, sama seperti tatkala kita menemui kebahagiaan, kesenangan….. mengapa harus heboh?? Mengapa harus histeris, menjerit bahagia, atau berguling-guling meraung-raung? Mengapa tidak, kita hadapi semua ini dengan senyuman, sambil menyusun strategi…… berharap dan berusaha, juga disertai doa, agar dari hari ke hari, bisa semakin bijak dan dewasa.

Kemarin adalah Ujian Pra Kualifikasi bagi Disertasi Drs. Ketut Murdana, MA, rekan ku di STPNDB yang juga sedang menempuh pendidikan di Program Pascasarjana S3 Universitas Udayana. Kami ber barengan masuk mengawali pendidikan pada tahun 2010 kemarin, dan sama berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik yang kami bisa…. dan semoga Hyang Widhi menyertai setiap jejak langkah yang kubuat……

13256450601933962335

Pagi ini, Rabu, 4 Januari 2012, aku tetap terjaga di pagi hari. Seperti biasa, mencuci dan menjemur pakaian anggota keluarga, mengecek perbekalan anak-anakku yang berangkat sekolah, menghantarkan suami yang bakal ke bukit, kampus UNUD, bersama teman-temannya, dan menemui rektor mereka. Sedangkan aku, melanjutkan memasak nasi goreng teri beras yang kujanjikan bagi mahasiswa. Hmmm, mengasyikkan, berkumpul bersama para mahasiswa, mendengar ceritera mereka, impian dan harapan, tentang cinta dan cita di masa yang akan datang, antara keluarga dan persahabatan di tengah mereka, kesibukan dan pergulatan emosi yang terlibat di dalamnya.

Berjalan dengan mengendarai motor sepanjang jalan Imam Bonjol, berbelok ke Sunset Road, Simpang Siur, dan… By Pass Ngurah Rai. Tiba di jembatan sebelum simpang kampus UNUD, Astrea tercinta berhenti, ngambek. Hmmm, bensinnya habis. Hahay…. kudorong deh, dengan hasil tubuh bercucuran keringat.

13256469361651546397

Depan kantor Bali Taxi, dua mahasiswa STPNDB yang sedang menanti sahabat mereka kulihat sedang duduk di atas motor. Setelah mendorong motor sejauh 200 meter. Mereka kumintai bantuan untuk membelikan ku se botol bensin, karena masih lumayan jauh jarak kios bensin atau pom bensin terdekat. Hmmm, tetap bersyukur atas nama Tuhan. Hehehe….

1325647335958765816

Tuntas urusan di jalan raya, segera kulanjutkan bersiap demi melaksanakan kewajiban di kampus tercinta. Mempersiapkan diri dan segala materi yang bakal kuperlukan sepanjang hari. Menyapa rekan-rekan kerja yang kutemui. Dan Beranjak menuju ke LA….. Lontar Building.

13256475981270237306

Ya, pagi ini aku dan bu Ni Luh Ketut Sri Sulistyawati, sesama Psikolog di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, akan melaksanakan psikotes bagi para kandidat Ketua Senat Mahasiswa STPNDB. Menurut rencana, kami melaksanakan nya bersama mulai dari pukul 9 hingga pukul 14.00 di salah satu ruang kampus kami.

1325645329433427994

Hmmm…..

Menatap wajah-wajah penuh semangat dari para kandidat….. Terbayang 18 tahun silam, tatkala aku bersama ibu Sulis masih menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada….. Kami bersama juga aktif dalam berbagai kegiatan di fakultas, mengikuti berbagai kegiatan di berbagai organisasi, mulai dari Mapala, KMHD UGM.

1325645409451762561

Well……

Ini semua turut membentuk kematangan kepribadian kami, baik dalam berhubungan dengan banyak orang, beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda, melatih kesiapan dalam menghadapi tantangan, ujian mental dan memperluas wawasan pergaulan kami. Maka…. bersyukur lah bahwa kita masih diberi kesempatan memperoleh pendidikan dan pengalaman seluas mungkin, sebuah proses perjuangan melalui apa yang disebut pengalaman di bidang organisasi.

1325645465169875448

Karena hidup adalah perjuangan itu sendiri, anak-anakku….. Jangan pernah melihat dari status, usia, level jabatan seseorang, namun dari setiap perjuangan untuk meraih hasil….. Life is a journey, not a race.

Tari Joged Pong: Karena hidup adalah pentas kehidupan itu sendiri....




Tahukah anda, bahwa Tari Joged Pong merupakan Tarian Kontemporer Perpaduan antara Joged Bumbung ( Bali ) dgn Jaipong ( Jawa Barat ). Hal ini diperkenalkan oleh Bagus Saka SAKABROS Bali.

http://kevinabali.wordpress.com/2009/07/16/tari-joged/ menjelaskan bahwa Istilah tari joged dalam bahasa Indonesia terdiri dari kata tari dan joged. Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak ritmis yang indah, sedangkan kata joged merupakan tari tandak dan ranggeng, berjoged ( menari ) menurut pengertian, joged merupakan tarian yang sangat demonstratif, lincah dan tanpa cerita. Tari joged dikatakan sebagai tarian rakyat yang berfungsi sebagai hiburan atau tari pergaulan ( Drs. Soedarsono ). Pernyataan yang ada dalam buku Diskripsi Tari Bali menyatakan bahwa secara etimologi kata Joged berarti Tari ( tarian wanita ). Joged dipakai untuk menyebutkan sebuah seni pertunjukkan yang memiliki aspek-aspek tari sosial yang tinggi nilainya setelah seorang penari joged menyelesaikan sebuah tarian tunggal yang abstrak bentuknya. Dalam tarian Joged “ ngibing “ merupakan ajakan penari joged kepada penonton untuk menari bersama-sama diatas panggung, dan kadang-kadang bisa terjadi kontak tangan, kadang kala mereka melakukan tarian sejenis tarian bercinta, namun jika mencoba untuk bagian-bagian terlarang penari joged, maka ia akan terkena pukulan kipas dari penari joged.

Malam ini, aku bersama bu IGA Mirah, menghadiri pesta pernikahan salah satu sahabat kami, ibu Ayu Ariasih. Suaminya, Adit, adalah juga sama seperti bu Ayu, mantan mahasiswa STPNDB. Namun suaminya kini berstatus waiter di salah satu kapal pesiar, yang kini cuti selama 6 bulan demi menuntaskan pernikahan mereka. Pesta pernikahan mereka di adakan di Restoran Hongkong Garden.

Dan, aku sungguh beruntung bisa menyaksikan Tari Joged Pong ini, yang disajikan sebagai salah satu tarian hiburan bagi para undangan yang hadir. Hmmm, terima kasih Ida Sang HYang Widhi Wasa...... Karena Tari Joged Pong sekaligus melambangkan dan mendeskripsikan multikulturalisme antar dan inter etnis..... Alangkah indahnya. Hm... from Study of Cultural to Cultural Studies, not only theoretical, honey.... Applied it to all of our aspects in our life....

Sabtu, 31 Desember 2011

Tahun Lama & Tahun Baru Bersama Laskar Pelangi
























Tahun baru....
Bagi sebagian besar orang, berarti perayaan dengan bersuka cita. Bagi orang lain, mungkin adalah refleksi perjalanan dari tahun-tahun yang berlalu. Dengan sgala nuansa yang mewarnai, suka duka, lara pati.....

Dari sejak dua minggu lalu sudah ramai terdengar letusan mercon, kembang api, dan meriam bambu. Sejak di pinggir kota, sepanjang jalan yang sering kulalui menuju kantor, bahkan termasuk para anak tetangga ku sendiri.

Tak ingin kubiarkan mereka melalui setiap momen dengan begitu saja tanpa kebersamaan dan kreativitas mereka sendiri, apa lagi dengan membiarkan mereka berkeliaran di jalanan tanpa arah tujuan pasti, maka, selalu kuingatkan mereka untuk mengembangkan berbagai ide / inisiatif dalam menggalang kebersamaan, meski secara sederhana.

Mereka adalah generasi muda, generasi penerus bangsa.... Pada mereka kutitipkan masa depan negeri ini. Kedamaian tercipta di dasar hati, harus dibentuk sedari dini, semenjak kecil, dari lingkungan kita sendiri.

Biasanya kukumpulkan anak-anak yang ada di perumahan, sejak sebulan sebelum malam pergantian Tahun. Kami memilih tarian, dan berlatih bersama, bisa pada hari Minggu, atau hari-hari lain yang kami tetapkan bersama. Modalnya? Hmmm, cukup laptop ku, dan sound system sederhana. VCD tari Bali, mulai dari Tari Pendet, Tari Sekar Jagat, Tari moderen yang mereka rancang sendiri dengan berbagai lagu pilihan, Lagu-lagu yang sedang populer untuk dinyanyikan mereka bersama. Bila terkumpul cukup dana, kami menyewa seperangkat alat band.

Bagaimana dengan konsumsi? Hmmm, terkadang para ibu ikut berperan serta, memberi sumbangan berbagai makanan yang mereka olah. Ada yang menyumbang nasi, ada yang menyumbang telor, ada yang menyediakan lauk pauknya, ada yang memberikan minuman. Semua berjalan secara spontanitas, tanpa memandang asal daerah, ras atau agama. Kami berkumpul bersama, duduk di jalan yang dijadikan area titik berkumpul oleh para anak se perumahan ini.

Dua tahun lalu, mereka menyusun acara bakar ikan bersama. Tahun lalu dengan bermain dan bernyanyi bersama, dengan berbagai lomba. Tahun ini, dengan kebersahajaan.... makan nasi kuning dan berbagi hadiah jelang tengah malam. Mereka mengawalinya dengan gerakan bersih-bersih di aula pertemuan perumahan kami, lalu pulang mandi dan bersembahyang bersama. Pukul 7 menikmati bubur ayam telor bersayur dengan sambel tomat dan kecap manis. Bermain dan bernyanyi bersama. Diskusi mengenai suka duka dan rintangan di tahun 2011 ini, harapan dan tantangan di tahun yang akan datang. Hingga jelang larut malam, menikmati nasi kuning, lalu acara berakhir dengan pesta kembang api.

Well.....
Mungkin kami tidak se beruntung orang lain yang bisa merayakan pergantian tahun secara mewah, dengan candle light dinner di hotel berbintang dan bepergian ke tempat terkenal se antero dunia. Namun kami adalah Laskar Pelangi yang memiliki sejuta impian dan harapan bagi masa depan kami semua.... Dengan berbagai nuansa pelangi kehidupan yang telah ditemui bertahun lalu, semoga kami semua bisa menjadi pribadi-pribadi yang kian bijak dan dewasa dari hari ke hari, karena damai di mulai dari hati sendiri, dan dari rumah dimana kami tinggal, bersama dengan orang-orang terdekat di sekeliling kami.....

Jumat, 30 Desember 2011

Learning is a journey, honey... not a race.



























Pagi dini hari terjaga.... Jum'at 30 Desember 2011. Kupersiapkan segala berkas bagi pendaftaran ujian Kualifikasi rancangan Disertasiku. Pagi ini harus ke bank melakukan pembayaran SPP semester 4, lalu kemudian menyetor berkas copy kuitansi pembayaran, copy persyaratan kelulusan tes TOEFL dengan skor di atas 500.

Hufttt..... sungguh morning crazy. Pagi sudah mulai terlihat tanda2 nya... bahkan, copy kuitansi semester lalu yg sudah kupegang, bisa linglung kudibuatnya, terjatuh entah dimana. AAArrgh.

Nekat dengan tetap berangkat ke bank Mxxxiri, sambil ku telpon pak Abdul Wahid, teman seangkatan yang memintaku untuk mendaftarkan ujian Kualifikasinya, karena dia sedang dalam perjalanan ke Bima, untuk mengumpulkan data awal bagi penelitiannya. Masalah selesai? Ah ha, belum..... Karena tutup buku kas jelang akhir tahun, pengambilan dana di bank dibatasi, dan, aku tidak pernah bawa buku rekening bank, hanya bermodal ATM. Sedang kini aku perlu dana 7,5 juta. Untung teller Ayu sungguh membantu. Bisa dilacak dari kartu ku, dengan konfirmasi beberapa data, dana bisa ditransfer antar nomer rekening, karena toh dari satu bank sama, ke nomer rekening Rektor Unud.

Payahnya lagi, aku lupa akan nomerku sendiri. Dan... saking paniknya, aku bahkan lupa di dalam ransel Doraemonku di bahu, terdapat daftar nama beserta nomer induk mahsiswa S3 Program Pascasarjana Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana. Sekali lagi kuhubungi Pak Abdul Wahid. Aku hanya perlu menyesuaikan dengan 2 angka terakhir yang merupakan nomer induk mahasiswaku, 03.

Tuntas di bank, aku ke Gedung Prof. Bagus di pascasarjana Kajian Budaya. Kujumpai pak Ketut, Bu Ari, Bu Agung, yang membantuku menyelesaikan urusan administrasi sebelum ujian Kualifikasi. Hmmm, kulirik jarum jam di tembok, pukul 9.30. Aku harus pulang ke rumah.

Tiba di rumah, kutemui kedua pangeran ku, sedang menikmati soto yang baru mereka beli di pasar. Semangkuk soto, dua piring nasi, dan botol kecap manis di samping mereka. Simbok sudah selesai masak, namun mereka selalu mempunya ide dan kreativitas sendiri. Adi yang baru tuntas melaksanakan tugas dari SCC di Smansa pagi ini, juga si bungsu Yudha, ingin makan soto. Hmmm, anak-anakku terkasih. Semoga kebersamaan ini selalu menyertai kami selalu, entah dimanapun kami berada kelak, dengan perjalanan hidup akan akan terus bergulir.....

30 menit kemudian, aku bersama Yudha, putra bungsuku, sudah meluncur, menyusuri jalan raya. Kali ini kami mengarah menuju ke Nusa Dua. Acara berkumpul bersama dengan seluruh dosen dan pegawai STPNDB. Ransel tersampir di bahuku, di dalamnya ada journal terbaru Balai Kajian Sejarah dan Benda Tradisional, dengan karya tulisku beserta bu Tri Ariani di dalamnya. Yudha duduk di depan, mengenakan jaket lengkap dengan topi dan kacamata hitam. Kedua anak ku sesering mungkin kulibatkan dalam berbagai kegiatanku. Bila mereka tidak ada kesibukan sekolah, dan bisa kuajak serta.

Inilah perjalanan hidup..... Selaku seorang wanita, seorang pekerja yang dosen, seorang istri, dan seorang ibu...... akan selalu belajar di mana pun, kapan pun, dari siapa pun, dan, dengan cara bagaimana pun, karena, "Learning is a journey, not a race"

Hingga pukul 12.30 kami berada di lingkungan kampus STPNDB, sebelum akhirnya kembali pulang. Kumenangkan hadiah uang tunai 200 ribu rupiah. Lumayan untuk bekal ber akhir tahun baru. Astungkara Hyang Widhi.

Tuntaskan acara hari ini? Belum....
Aku masih harus menemui Prof. Aron Meko Mbete di rumahnya. Tadi pagi kutelpon beliau dan minta ijin untuk bertemu. Aku ingin menuntaskan nilai bagi mata kuliah yang kami ikuti. Kapita Selekta Multikulturalisme. Ahhhh, sungguh sebuah ujian kesabaran. Maka, segera kuarahkan laju motor menuju Jalan A Yani Utara, masuk ke perum dosen di jalan Tunggul Ametung, mencoba menelusuri dan menemukan rumah di gang III B nomer 4 itu. Dan, menunggu lumayan lama hingga simbok berhasil menemukan kunci gembok yang tepat bagi pintu gerbang. Eh hehehe.....

Baru kusadari, Prof. Aron merayakan Natal, dan aku bahkan tidak membawa apa pun bagi mereka, tapi disuguhkan kue dan minuman, sambil melangsungkan proses bimbingan..... Eh hehe. Enjoy saja lah. Proses akan selalu terjadi di sekeliling kita, bahkan, terkadang, tanpa kita sempat bersiap diri untuk belajar pada saat yang bersamaan.

Tiba saatnya pulang ke rumah. Akhirnya..... waktu makan siang pun tiba. Astungkara.... pukul 15.00 baru makan tanpa sempat sarapan tadi pagi. Anak2 dan suami melanjutkan tugas dengan proyek mereka masing-masing di halaman, aku merebahkan tubuh sejenak, tidur....

Valentino bilang: Menjadi seorang ibu yang sempurna memang tidak mudah apalagi menurut ukuran orang lain. Namun tetaplah berusaha menjadi yang terbaik untuk anak-anak anda.

When you are a mother, you are never really alone in your thoughts. A mother always has to think twice, once for herself and once for her child
. (Sophia Loren, Women and Beauty)