Minggu, 30 Juni 2013

That's what friends are for.... antara keluarga dan sahabat, 30/6/2013


Keluarga..... dan cinta kasih yang melingkupi keluarga tersebut, adalah modal yang tiada ternilai bagi pengembangan karakter anak semenjak dini. Lingkungan sosial dimana seseorang bertumbuh dan berkembang, sudah tentu juga berperan bagi keberhasilan orang tersebut, untuk memiliki kepribadian dan prestasi belajar yang baik. Maka... inilah aku, bersama para sahabat di sepanjang waktu di di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Di antara waktu kerja, di antara kebersamaan kami, di antara segala kesibukan, di antara beragam gaya dan cara kami semua......


Anakku, putra sulungku, Wayan Adi Pratama, bersama temannya, I Made Pasek Bhajraskara Saputra. Lulusan SMANSA tahun 2013, mencoba keberuntungan mereka pada seleksi masuk, PENSISBA STPNDB 2013. Semoga keberuntungan berpihak pada kalian semua, anak-anakku sayang.....


Setelah lelah seharian bekerja mewawancarai para kandidat mahasiswa baru STPNDB 2013, pukul 3 sore hari, kami masih membahas mengenai  laporan Beban Kerja Dosen STPNDB yang harus tuntas segera. That's what friends are for...... Belajar bersama sahabat.


Bagaimana kah bentuk kehebohan di ruang sekretariat PENSISBA STPNDB 2013 ?? Puluhan map dan amplop berkas berjejer di meja, berisi ratusan data yang akan di proses dan dibagikan pada para penanggungjawab ruang.



Kemauan keras, usaha tiada henti dan bekerja bersama, tentu akan berbuah indah bila kita saling memotivasi dan mendukung...... Keyakinan yang mengarahkan kita untuk meraih masa depan bersama.....


Bu Ida Ayu Widawati, SE., MM., yang juga bersamaku sedang menempuh pendidikan pada program doktoral Universitas Udayana...... Berharap kami bisa meraih keberhasilan bersama pula.....



bersama ibu Ni Ketut Merry Artini, salah satu staf akunting di lembaga kami..... Kebersamaan di antara kita, tanpa memandang jabatan dan level pendidikan, sungguh indah, bukan???





Bersama Pak Putu Sila, yang juga staf akunting...... Bergaya berdua, siapa takut ???


Ini pak Putu Utama, SE., M.Si. Beliau juga sedang berjuang menempuh pendidikan program doktoral pada Universitas Udayana, program studi Manajemen.


Ini adalah salah satu dosen dari program studi Manajemen kepariwisataan, Bapak I Wayan Mertha, SE., M.Si. beliau juga sedang menempuh pendidikan program doktoral pada Universitas Udayana.


bersama ibu Luh Ketut Suastuti, SE., M.Par. bersemangat mengawasi ujian tulis PENSISBA STPNDB 2013.


Bersama sesama psikolog di STPNDB,  ibu Dra. Ni Luh Ketut Sri Sulistyawati, M.Par., dan juga bapak Nyoman Wiratnaya, SE., M.Par. yang dosen program studi Manajemen Tata Hidangan.


Bersama bapak Anak Agung Ketut Putra Dalem, yang mantan muridku dahulu, kini menjadi rekan kerja sesama dosen di STPNDB.


Bersama ibu Sri Rukmiyati, SE., yang dosen Manajemen Akuntansi Hospitaliti, bersiap melaksanakan tugas.



















Sabtu, 29 Juni 2013

Om Awighnam Astu.... Kebanjiran lagi, Jum'at dini hari, 28/6/2013




Hari Kamis malam, 27 Juni 2013. Makan malam baru kami liwati sekeluarga. bersiap untuk tidur, kami dapati langit seolah berduka. Petir keras saling menyambar di angkasa, gemuruh bersahutan, kemudian turun hujan deras yang kian lama kian mengamuk di malam hari pekat. Kukira hujan bakal berhenti ngambek selewat tengah malam, namun yang terjadi malah hujan kian kencang berteguh sikukuh, menemani kami sepanjang malam.

Well, di saat kusadari debit air kian meningkat di saluran got, kami sudah waspada..... akan kebanjiran lagi. Dan, karena sudah berkali mengalami ini, kami sudah menempatkan barang-barang 10 hingga 15 cm dari atas lantai. Aku pun lanjut tidur di kala jam berdentang melewati angka 12 malam dengan sukses.

Banjir dan kebanjiran, hingga air masuk ke dalam rumah.... Haruskah kita menyesali diri berkepanjangan? Merengek dan mengutuk alam, serta merenungi nasib yang terjadi dan mesti di alami..... Hmmm, bukan tipe ku lah itu.

Di luar sana, ada jauh lebih banyak orang yang lebih terpuruk dan menderita di bandingkan nasib kita. Sudah bersyukur aku sedang berkumpul bersama keluarga kecilku. Ku syukuri kami masih punya rumah tempat berlindung dan bernaung dari hujan angin ribut yang mengamuk di larut malam. Bagaimana dengan mereka yang tetap wajib menjalankan tugas di tengah cuaca seperti ini? mengumpulkan setiap sen, setiap rupiah, demi menyambung kehidupan. Bagaimana dengan mereka yang bahkan tak sempat berpikir menyelamatkan diri di tengah kepungan banjir, karena memang tiada pilihan bagi mereka ?



Pukul 3 pagi dini hari, langit berkurang dari mencurahkan debit air hujannya. Suami dan anak-anakku terbaring lelah setelah mengawasi hujan deras dan bertambahnya ketinggian air yang masuk ke dalam rumah. Kini tugasku melanjutkan pekerjaan mereka. Kuselimuti tubuh ke dua anakku yang tertidur lelap. Kuambil sapu, mulai mendorong genangan air di dalam rumah, ke arah luar. Pompa air di halaman masih bekerja, mengeluarkan genangan air di tengah halaman, ke arah got di samping rumah.

Tiga jam bekerja, menyapu genangan air di dalam rumah, kemudian membersihkan sisanya dengan lap pel, bahkan aku sempatkan memasak nasi dan telur dadar bagi keluarga tercinta, juga sop hangat bagi mereka di kala terjaga pagi hari. Pukul 7 pagi hari, dua ember jemuran sudah berderet di tempat layak. Simbok tiba, dan tinggal melanjutkan mencuci perabot dapurku.

Pukul 8 pagi, aku sudah meluncur di jalan raya menuju Nusa Dua, lanjut bekerja. Hari ini kami bersiap membuat tugas laporan Beban Kerja Dosen selama Tahun Akademik 2012 / 2013. 

Ah ha......
Hidup adalah pilihan, sayangku.
Dan, orang-orang pilihan akan mau belajar dari beragam situasi dan kondisi.
Hanya merengek dan mencaci maki, atau bangkit berusaha melakukan apa pun yang bisa.
Dan, telah kulakukan semampuku, kucintai kehidupanku, kunikmati segala yang ada.....
Suka dan duka dalam hidup ini, keluarga dan para sahabat, semua yang ada.....
Aku bukanlah orang hebat, aku bukanlah orang kuat atau sakti,
Aku adalah aku, dengan segala kekurangan dan kemauan, juga kemampuanku.







PENSISBA STPNDB, Jalur Reguler, Hari ke 3, Ujian Wawancara, Kamis, 27 Juni 2013




Hari Kamis, 27 Juni 2013, adalah pelaksanaan Ujian Wawancara PENSISBA (Penerimaan Calon Mahasiswa Baru) STPNDB 2013.  Hari ini adalah hari pelaksanaan ujian wawancara bagi 700 kandidat mahasiswa yang berawal dari nomer urut 701 hingga terakhir. 



Aku menguji bersama Pak Made Mentra, SE, M.Si, dan juga ibu Ni Luh Suastini, SE. Kami bersama berada di gedung Padma blok A ruang 202. pada daftar kami, terdapat 17 orang calon mahasiswa yang akan kami wawancarai.




Dicna Aktenar, seorang remaja putri cantik yang berasal dari Solo. Dia menamatkan SMA di Solo tahun lalu. "Saya telah bekerja di bidang akunting pada salah satu perusahaan di Bontang, Kalimantan Timur. Namun saya ingin melanjutkan pendidikan agar bisa berusaha di bidang pariwisata kelak, juga demi masa depan saya agar smakin baik", demikian dia menjelaskan, bahwa tidak cukup hanya berbekal ijasah SMA dan tanpa skill teruji dan terbukti di masa kini. Dia juga memiliki pengetahuan dan wawasan luas mengenai pariwisata di Jawa juga Kalimantan Timur. Hmmm, sungguh, bekal dalam dirinya untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi.

Tiara Khisna Della, seorang perempuan berambut panjang, dengan rok panjang hitam terkembang hingga ke mata kakinya. Mahir bermain piano dan senang matematika ini telah sepuluh tahun menetap di Amerika Serikat. Senang travelling dan memiliki wawasan luas tentang kuliner ini memiliki orangtua dengan bapak yang berasal dari Kediri, dan ibu yang berasal dai Manado. Dia ingin membuktikan kemampuannya pada bidang Akunting dan memahami tentang sistematika kerja juga berbagai aplikasinya pada bidang perhotelan .

Ada pula pemuda, Ariadnya Giovanni Perdana yang berasal dari Bandung. "Saya tidak pilih NHI / STP Bandung, karena saya ingin mencoba mencari situasi baru, ingin berusaha di bidang perhotelan, dan belajar hidup mandiri dengan terpisah dari orangtua. Well..... banyak anak yang beranggapan orangtuanya terlalu mengekang dan justru berbahaya bagi kemandirian mereka sendiri.

Charles du Segu, seorang pemuda yang terlahir di Woewutu, Kecamatan Nangaroro, Danga, Kabupaten Nagekeo. Dia menamatkan pendidikan di Baleriwu, Danga, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sungguh jauh sekali perjuangannya untuk meraih impian dan harapan di masa depan. "Saya ingin mengabdi bagi daerah saya kelak, agar bisa membangun pariwisata di daerah, untuk lebih terbuka dan tambah maju", ujarnya dengan penuh semangat. Hmmm, sungguh, sebuah kehormatan bagi kami bisa menempa pemuda penuh semangat yang berasal dari beragam pelosok negeri ini, sehingga mereka kelak bisa menjadi pemuda tangguh dalam membangun daerah mereka masing-masing kelak.....

Ni putu Sumiartini adalah seorang gadis cantik yang telah bekerja sebagai caddy. Tamat tahun 2012, dia harus bekerja untuk menabung demi mewujudkan harapannya agar bisa melanjutkan pendidikan. Dan.... kini dia berharap untuk bisa diterima sebagai mahasiswa STPNDB. Dia termasuk siswa berprestasi di sekolahnya dahulu, SMAN I Kuta Selatan. Semoga dia berhasil dalam meraih masa depannya.....

Kadek Hery Parta Wijaya adalah seorang pemuda yang berasal dari desa Kalianget. Kedua orangtuanya yang adalah petani anggur memicu semangat anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Saya berasal dari jurusan akomodasi perhotelan, dan ingin meraih masa depan pada bidang perhotelan, dengan membuktikan kemampuan saya di STPNDB ini", ujarnya dengan tatapan mantap.

Seorang calon mahasiswa masuk dengan menggunakan baju kaos hitam yang terlihat jelas dari balik kemeja putihnya. Dengan lengan baju asal-asalan ditarik hingga ke siku, berkaret gelang terlihat berjejer di lengan kiri dan kanannya, juga berkalung yang terbuat dari karet, hingga bisa ditarik. Diminta menjelaskan dirinya secara sederhana dalam bahasa Inggris juga tidak bisa, dia masih tetap menerima HP berkali-kali. Begitu keluar dari ruang ujian bahkan mengatakan "Sialan", mengucapkan ketidaksukaannya pada suasana saat wawancara. Ehm...... inikah tipikal orang yang akan bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan??? Dengan mantap kami tuliskan komentar pada lembaran kesimpulan hasil wawancara, DITOLAK.

JE Cristofer, dengan penampilan mirip penyanyi Korea ini menjelaskan bahwa ayahnya seorang berkebangsaan Korea, dan dia ingin mewujudkan masa depan dalam bidang yang berkaitan dengan Administrasi Perhotelan dan Manajemen Tata Boga.

Tuhan, tatapan mata para kandidat mahasiswa ini, dengan penuh keyakinan dan semangat, dengan tekad membaja untuk menjalani proses meraih impian dan harapan mereka. Semoga mereka semua sukses pula, untuk terjatuh dan selalu bangkit kembali, bangun dan mewujudkan masa depan.






Rabu, 26 Juni 2013

PENSISBA STPNDB 2013 (Jalur Reguler, Hari ke 2, Ujian Wawancara, Rabu, 26 Juni 2013)



Hari Rabu, 26 Juni 2013, adalah pelaksanaan Ujian Wawancara PENSISBA (Penerimaan Calon Mahasiswa Baru) STPNDB 2013. Masih banyak calon mahasiswa peserta tes yang belum mengetahui di ruang mana mereka akan  mengikuti tes. Maka, sebelum pelaksanaan tes, kuluangkan kembali sedikit waktuku  membantu mereka menemukenali dan mengarahkan menuju ke masing-masing ruang.

Mereka belum mengetahui situasi dan kondisi kampus ini. Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali memiliki banyak gedung. Kubayangkan..... para orangtua murid yang berjuang pula menghantar anak-anak mereka, para peserta tes, yang datang dan belum mengenal situasi. Mereka membutuhkan pelayanan prima. Dan, tidak ada ruginya, bila kucoba memberikan bantuan bagi mereka semua.Meski pada semua gedung sudah tertera namanya, juga pada masing-masing ruang, namun mereka masih sangat awam, dan asing untuk situasi di daerah ini.



PA 103, itu berarti, mereka harus menemukan Gedung Padma, blok A, lantai satu, dan ruang 03.
RB 201, itu berarti, mereka harus mencari Gedung Rebab, blok B, lantai dua, ruang 01.
GB 202, itu berarti, mereka harus mencari Gedung Genitri, blok B, lantai dua, ruang 02.
LA 102, itu berarti, mereka harus menemukan Gedung Lontar, blok A, lantai satu, ruang 02.



Para orangtua murid, para sahabat, yang ikut menghantar dan menunggui mereka, sudah tentu mereka juga mengharapkan bantuan, setidaknya, kejelasan informasi yang kami sampaikan bagi mereka semua. Sedikit perhatian, sudah tentu akan besar sekali maknanya bagi mereka semua.






Kami, para penanggungjawab ruang di masing-masing kelas bagi pelaksanaan Ujian Wawancara Pensisba mengambil berkas di ruang pertemuan Serba Guna Gedung Rektorat. Kemudian melanjutkan jejak langkah menuju ke masing-masing kelas.


















Di ruang dimana aku bertugas sebagai Penanggungjawab, terdapat 18 calon mahasiswa. Bergabung bersamaku, ada Pak Ngakan Putu Sudiarta, SE., M.Si., dan Pak Made Artajaya, S.Pd. Ada banyak sekali tipikal calon mahasiswa yang hadir mengikuti wawancara, dan, inilah beberapa yang hadir pada ruang dimana kami bertugas sebagai pewawancara kandidat tersebut.



Evan Pratama. "Saya anak tunggal, tapi saya pekerja keras. Bersama bapak, saya mengendarai mobil dari Surabaya, bergantian. Rencananya kelak, saya akan membuka restoran kecil-kecil an di Bali". Ujarnya menjelaskan tentang profile dirinya. Ibunya adalah seorang alumni STPNDB, dan Evan juga memiliki wawasan pengetahuan yang sangat luas mengenai pariwisata dan perhotelan.Hmmm, dengan bekal tekad dan semangat kuat, aku yakin, remaja pria ini kelak akan dapat mampu meretas impian nya menjadi hal nyata dalam kehidupannya.

I Made Bayu Araya. Si pemuda tampan yang memiliki seorang ibu perempuan Jepang ini memiliki rambut gaya pemuda masa kini, dengan model sedikit berantakan, di tarik ke arah atas. Jam tangan putih besar menghiasi lengan kirinya, lengan baju panjang digulung ke atas sikunya, ikat pinggang hitam besar yang menghiasi celananya, kancing baju yang terbuka hingga memperlihatkan rantai kalung dengan anak kalung nya, "kalung ini saya beli di Australia, persis seperti yang dimiliki oleh pemain band idola saya. Saya bahkan tidak pernah menanggalkan kalung ini meski sedang bersekolah dahulu", ujarnya bangga, Dia menambahkan bahwa gelang-gelang yang dikenakan juga memiliki arti khusus bagi dirinya.....  dan melanjutkan bahwa dia tidak pernah ditegur oleh para guru sekolahnya karena menggunakan asesoris tersebut.

Adalagi seorang pemuda, I Gde Indra Wibawa, seorang lulusan dari SMK Teknik Informatika Global. Dia bersikukuh masuk ke program studi Manajemen Tata Boga, "Saya sangat suka masak, juga suka makan. Lagipula kita harus bisa segala macam bidang dalam kehidupan, maka, meski saya lulusan SMK Teknik Informatika, saya ingin bekerja di bidang Boga. Saya juga menyukai olahraga, dan beberapa kali memenangkan kejuaraan futsal bersama teman-teman"



Berikutnya ada si I Putu Ary Tirta Baskara. Dia berasal dari SMK jurusan Boga, kini juga bersikeras untuk masuk ke jurusan Boga. "Saya selalu ingin mendalami segala macam hal tentang Boga, juga sistem manajemennya yang selalu berkembang mengikuti kemajuan situasi dan kondisi demi meraih keberhasilan saya kelak", Ujarnya mantap dengan tatapan yakin.



Joey Erwanda Wardana, seorang pemuda gagah menjelaskan, "Saya asli dari Bali yang numpang lahir di Timor Leste, Timor Timur. Keluarga kami kabur ke Bali waktu terjadi kerusuhan dahulu. Di depan saya ada orang yang tertembak kepalanya dan jatuh tersungkur meninggal". Dia menjelaskan baru tamat dari jurusan Boga pada salah satu sekolah kejuruan, dan berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di bidang boga, hingga bergerak pada bidang usaha jasa boga pula kelak. Meski orangtuanya pejabat, "Saya tidak pernah membawa-bawa jabatan dan nama orangtua. Saya ingin berhasil berdasar kemampuan dan kemauan saya", ujarnya dengan tatapan pasti.

Beragam gaya para calon mahasiswa pada ujian wawancara hari ini, Rabu, 26 Juni 2013. Mereka datang membawa harapan mereka, impian, niat, kemampuan, keyakinan, semangat dan juga dengan beragam penampilan....... Semoga kalian semua berhasil meraih ini semua, sebuah langkah awal untuk proses panjang dalam kehidupan kalian, menjadi para pejuang tangguh kelak, menjadi para pemuda pemimpin bangsa dan negara, para pakar pariwisata dan perhotelan.....








PENSISBA STPNDB 2013 (Jalur Reguler, Hari ke 1, Ujian Tulis, Selasa, 25 Juni 2013)




Setelah jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Bakat) berlangsung pada bulan April lalu, dan telah kami dapatkan mahasiswa berbakat yang berasal dari beragam sekolah yang mendaftar, maka dilanjutkan dengan program Reguler untuk Pensisba 2013.

Hari Selasa, 25 Juni 2013, adalah pelaksanaan Ujian Tulis PENSISBA (Penerimaan Calon Mahasiswa Baru) STPNDB 2013. Masih banyak calon mahasiswa peserta tes yang belum mengetahui di ruang mana mereka akan  mengikuti tes. Maka, sebelum pelaksanaan tes, kuluangkan waktu membantu mereka menemukenali dan mengarahkan menuju ke masing-masing ruang.


Mereka belum mengetahui situasi dan kondisi kampus ini. Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali memiliki banyak gedung. Kubayangkan..... para orangtua murid yang berjuang pula menghantar anak-anak mereka, para peserta tes, yang datang dan belum mengenal situasi. Mereka membutuhkan pelayanan prima. Dan, tidak ada ruginya, bila kucoba memberikan bantuan bagi mereka semua.Meski pada semua gedung sudah tertera namanya, juga pada masing-masing ruang, namun mereka masih sangat awam, dan asing untuk situasi di daerah ini. Membantu menjelaskan tata letak ruang dan mengarahkan mereka, adalah bagian dari upaya memberikan pelayanan prima.



PA 103, itu berarti, mereka harus menemukan Gedung Padma, blok A, lantai satu, dan ruang 03.
RB 201, itu berarti, mereka harus mencari Gedung Rebab, blok B, lantai dua, ruang 01.
GB 202, itu berarti, mereka harus mencari Gedung Genitri, blok B, lantai dua, ruang 02.
LA 102, itu berarti, mereka harus menemukan Gedung Lontar, blok A, lantai satu, ruang 02.



Para orangtua murid, para sahabat, yang ikut menghantar dan menunggui mereka, sudah tentu mereka juga mengharapkan bantuan, setidaknya, kejelasan informasi yang kami sampaikan bagi mereka semua. Sedikit perhatian, sudah tentu akan besar sekali maknanya bagi mereka semua.





Sebanyak 1270 calon mahasiswa yang berasal dari beragam daerah mengikuti  Ujian Tes Tulis PENSISBA, yang terdiri dari Tes Bahasa Inggris, berikutnya Tes Minat dan Bakat.








Dari tahun ke tahun, selalu terdapat pula anak dosen, anak pegawai STPNDB itu sendiri, yang juga mendaftar sebagai kandidat mahasiswa. Namun, siapapun dia, entah anak dosen, saudara pejabat, sahabat para pegawai STPNDB, dia harus mengikuti prosedur yang sama dengan seluruh kandidat lain, dia harus mau mengikuti sistem yang ada dan berlaku, tidak pandang bulu, tidak memandang darimana dia berasal, siapa yang menjadi pemotivatornya. Standar norma dan perlakuan sama, baik sebagai kandidat, selama menempuh pendidikan dan sesuah menjadi alumni STPNDB. Bila sudah melanggar, akan jelas ditolak dan tidak akan diterima menjadi bagian dari keluarga besar STPNDB.





Semoga mereka beruntung semua. Semangat berusaha selalu, anak-anakku sayang...... Kalian pemimpin masa depan negeri ini. bermimpilah dan wujudkan usaha dalam beragam kerja keras....