Minggu, 03 Agustus 2014

Mengulas jejak Rsi Markandya, Tamblingan - Sangsit, 19 - 20 Juli 2014










Ibu Mangku mengirim sebuah pesan pendek di mobile phone ku, mengajak untuk bepergian bersama. Ah, sudah lama kami tidak bepergian bersama, bersembahyang, sekaligus mekemit, atau bermalam di salah satu pura di danau Tamblingan. Kuputuskan untuk bergabung dan mempersiapkan diri.

Hari Sabtu pagi,19 Juli 2014, jam 7, kami bergerak menuju danau Tamblingan. kubawa canang dan dupa sebagai persiapan bersembahyang.
adalah sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Danau ini merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Di sebelah timur berturut-turut terdapat Danau Buyan dan Danau Beratan. Diapit oleh hutan disekelilingnya serta dikarenakan letaknya di dataran tinggi membuat lingkungan danau ini berhawa sejuk.
Sebagai salah satu objek wisata alam, Danau Tamblingan tidak dikembangkan ke arah pariwisata modern demi menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Yang menjadi daya tarik utama tempat ini bukan hanya pesona alamnya, namun juga karena banyaknya pura yang menyimpan sejarah dan perkembangan peradaban dan kebudayaan Bali khususnya menyangkut pembentukan dan perkembangan Desa Tamblingan.
Diceritakan pada abad 10M sampai 14M lingkungan Danau Tamblingan adalah pemukiman yang pusatnya berada di Gunung Lesung sebelah selatan danau. Karena suatu alasan penduduknya kemudian berpindah ke empat daerah berbeda yang jaraknya masih berdekatan dengan areal danau. Keempat desa itu kemudian disebut Catur Desa , yang berarti empat desa yakni : Desa Munduk, Gobleg, Gesing, dan Umejero. Keempat desa ini memiliki ikatan spiritual dan memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga kesucian danau dan Pura yang ada di sekitarnya.
Nama Tamblingan berasal dari dua kata dalam Bahasa Bali yaitu Tamba berarti obat, dan Elingang berarti ingat atau kemampuan spiritual. Diceritakan dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul bahwa masyarakat di wilayah itu konon pernah terkena wabah epidemi. Sebagai jalan keluar seseorang yang disucikan kemudian turun ke danau kecil di bawah desa untuk mengambil air untuk obat. Berkat doa dan kemampuan spiritual beliau air itu kemudian dijadikan obat dan mampu menyembuhkan masyarakat desa. Kata Tamba dan Elingang inilah lama kelamaan menjadi Tamblingan.
Oleh karena peradaban ini di kawasan Danau Tamblingan banyak terdapat pura. Pura-pura itu diantaranya :
  1. Pura Dalem Tamblingan
  2. Pura Endek
  3. Pura Ulun Danu dan Sang Hyang Kangin
  4. Pura Sang Hyang Kawuh
  5. Pura Gubug
  6. Pura Tirta Mengening
  7. Pura Naga Loka
  8. Pura Pengukiran, Pengukusan
  9. Pura Embang
  10. Pura Tukang Timbang
  11. Pura Batulepang dll
Perlu dicataat Pura Embang dan Pura Tukang Timbang adalah sebuah kawasan Pura kecil yang dibangun dari batu " bebaturan ". Diperkirakan pura ini adalah peninggalan masyaraakat pra Hindu yang sebelum abad 10M telah bermukim di kawasan ini.












































































































































Bisama/pesan Ida Maharsi Markandeya saka 844 (922M) diwilayah Danau Buyan


PRASASTI Tamblingan yang ditulis pada tahun 844 Saka (922 M), ketika Sri Ugrasena menjadi Raja di Bali menetapkan bahwa wilayah Danau Buyan, Tamblingan dan sekitamya (sekarang dikenal sebagai kawasan Bedugul) adalah kawasan suci. Pada tahun Saka 858 beberapa keturunan Ida Maha Rsi Markandeya yakni warga Bhujangga Waisnawa menetap di Buyan Tamblingan ditugaskan untuk menjaga kesucian kawasan itu. Beliau membangun pura dan pasraman. Raja-rajà dari dinasti Warmadewa berikutnya antara lain Sri Jayapangus di tahun 1177 M dan Sri Bhatara Hyang Hyang Adidewa Paramaswara di tahun 1320 M menguatkan keyakinan kesucian wilayah Buyan-Tamblingan dengan menegaskannya dalam prasasti-prasasti yang berisi “kutukan” (bhisama) bagi pelanggar kesucian






 Lontar Usana Bali, di kawasan Bedugul terdapat pura-pura yang sangat disakralkan oleh seluruh umat Hindu di Bali. Pura-pura itu dibangun pada tahun 1042-1045M oleh Mpu Kuturan, seorang pendeta agung dari Kadiri (Jawa Timur) yang ketika itu dipimpin oleh Raja Sri Jayawarsa Digjaya Sastraprabhu. Mpu Kuturan diminta datang oleh Raja Bali Dwipa, yakni Sri Udayana Warmadewa, keturunan Airlangga untuk memimpin umat Hindu di Bali serta menjaga keajegan Bali





















Minggu, 27 Juli 2014

Potret negeri kita...... (Denis Carlin)





MENGAPA POTRET LALU LINTAS NEGERI KITA JADINYA SEPERTI INI ?

Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..? Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..? Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..? Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..? Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..? Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?  Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..? karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..? karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..? Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.
 
Di olah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.
 
http://en.wikipedia.org/wiki/George_Carlin menjelaskan bahwa George Denis Patrick Carlin yg lahir tahun 1937, 12 Mei, dan meinggal 22 Juni 2008, merupakan seorang komedian Amerika, sekaligus penulis, kritisii masalah sosial, dan seorang aktor yang memenangkan 5 Grammy Award bagi album komedinya.
 

Rabu, 11 Juni 2014

Bu Santi lebay ??? So ? Gitu aja kok dipikir, Kata Guru.....




Ada yg bilang, bu Santi lebay, bagai anak alay, yg slalu posting segala sesuatu, termasuk hal-hal yg gak penting, bahkan, bikin heboh se level menteri. Ada yg bilang, bu Santi kurang kerjaan, karena slalu ngerjain banyak orang, hingga mungkin bisa bikin kuping merah, hati berdebar, jantung bergetar, paru-paru mencetar, dan, mereka ingin mencekikku beramai-ramai......

Namun, lihatlah dari sisi positifnya. Media sosial adalah ajang adu gengsi, media sosial adalah ajang diskusi, media sosial adalah ajang adu kreasi dan ide-ide brillian, media sosial adalah ajang curhat secara positif, sekaligus ajang promosi dan penjualan agar target tercapai.....

Di sini aku bisa temukan ribuan sahabat tanpa batasan ruang, gerak dan waktu. Di sini, aku bisa tetap aktif berdiskusi dan berdebat, sambil tetap mempersiapkan makan malam bagi keluargaku tercinta, sambil persiapkan laporan, dan mematangkan rencana kerja. Di sini, aku tetap bisa memantau perkembangan para kerabat, sahabat, bahkan belajar memperbaharui ilmu pengetahuan dan wawasanku. Di sini, aku bisa eksis tanpa perlu sibuk berkeliaran ga jelas, omdo, nato, talking talking en walking only.....

Dan..... aku akan terus posting beragam peristiwa, beragam gambar indah, beragam rencana dan evaluasi kerja. Tentang, suka dan duka yang kutemui, ceritera cinta tentang indahnya dunia kehidupan, tentang keluargaku, tentang para sahabatku, tentang orang lain, yang bahkan tak kukenal sekalipun.....

Misalnya hari ini, tentang duka para mahasiswaku yg alami kecelakaan diseruduk truk dan terseret hingga belasan meter, sehabis mengikuti ujian di STPNB. Namun mereka masih tetap bersyukur..... "Syukurnya lagi, tidak dilindas truk. Syukur sudah habis ujian. Syukur tidak sempat pingsan. Syukur tidak terjadi benturan di kepala"

Ku posting pula tentang hebohnya rekan-rekan di ADAK dalam pelaksanaan UAS. Dari rapat beruntun yg membuat pejabat kami tidak bisa ikut mengawas UAS hingga harus segera menentukan dosen pengganti. Dari lembar jawaban yang tidak tersedia dalam amplop, hingga aku harus mengemis dari satu ruang kelas ke kelas lain, bahkan, yang beda gedung. Tentang para mahasiswa yg bangun kesiangan, hingga setelah satu jam UAS berjalan, baru muncul di depan ruang kelasnya....

Juga tentang Suka duka, lara pati, kita takkan pernah tahu.... Amor ring acintya, ayah kandung dari I Gusti Ngurah Komang Yudiadnyana. Mereka meminta info dariku. Dan... Maaf, saya yg telah membuka jalan, dukaku begitu mendalam.....

So...... Aku lebay??? Ah ha..... Gitu aja kok repot dipikirnya, Kata Guru.. Lanjut aja lah.... Ber lebay ria. Masih ada banyak hal penting yg harus kita pikir dan kita perbuat di dunia ini.....

Kamis, 05 Juni 2014

Bimbingan Skripsi





Tahukah anda, guratan beragam hal tentang Bimbingan Skripsi?

Bimbingan Skripsi sering dianggap sebagai momok menakutkan oleh para mahasiswa. Namun sesungguhnya, Skripsi melatih kemandirian mahasiswa, dan membuktikan usaha mahasiswa dalam menuntaskan pendidikan di sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi.

Namun bila bimbingan ini berlangsung berlarut, tentu memacu beban, proses bimbingan menjadi lama, dosen dan mahasiswa merasakan kebosanan dan kelelahan, konsentrasi akan semakin berkurang.

Disertasi yang dilakukan oleh Drs. AJ Tjahjoanggoro, M.Si membahas Bimbingan skripsi berbasis ergonomic yang dilakukan secara berkelompok.  Dengan berkelompok, kualitas pembelajaran akan menjadi terjamin,  kemudahan dari segi mengalokasikan waktu dan tempat, dan mampu membangun semangat belajar bersama

Bimbingan skripsi berbasis ergonomi, dengan sistem penjadwalan secara tersturktur, dijadwalkan sekali seminggu, dalam waktu dua jam setiap kali bimbingan dilakukan, namun tidak ditempat dosen bekerja, sehingga mahasiswa bisa lebih terkonsentrasi.  

Ah, jadi membayangkan rekan kerjaku, bapak Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si. Sungguh, sebuah ide cemerlang dengan beragam program kerja yang ditawarkan dan dilaksanakan, juga mengenai Proses Bimbingan Skripsi, semata, demi kebaikan para mahasiswa dan juga lembaga dimana kami bekerja, mengabdi pada Negara.


Ide beliau teruji dan terbukti dengan disertasi ini. Dengan kata lain, Pak dewa juga adalah kandidat yg layak untuk sebuah Program Doktoral. Aku promote untuk beliau dah.....


Jangan gunakan kacamata kuda, kata Doktor baru ini….. Pak Tjahjoanggoro. Menolak pendapat orang lain tidak baik. Jangan pernah berhenti berkarya, karena orang yang beristirahat dan berkeluh kesah, mencaci dan tidak berkarya, adalah orang yang berkarat, MPP, Mati Pelan Pelan…….

Ketika Cinta hanya sebatas Romansa....

Terpaku ku membaca ini....

 

Kenal Pria Tampan Berseragam Polisi di Facebook, Atiek Rela Transfer Rp15 Juta 

HATI - HATILAH BUAT KAUM WANITA JANGAN TERLENA 
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -

Seorang ibu, Atiek (44) tergiur dan tertipu seorang pria muda dan tampan yang mengaku sebagai oknum polisi. Perempuan asal Purwomukti Dalam, Pedurungan Lor, Semarang itu, mantransfer uang Rp 15 juta kepada pria tersebut dengan alasan untuk mengurus pistolnya. 

"Saya kenalnya lewat facebook. Nama akunnya Wahyu Irawan tapi dia mengaku namanya Wahyu Setiawan. Dia mengaku polisi dari Lampung, dia bilang butuh uang untuk biaya mengurus pistol sebesar Rp 15 juta," kata Atiek kepada polisi saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (26/05/2014) siang. 

Atiek mengisahkan, perkenalan dengan pria yang diduga oknum polisi itu terjadi saat dirinya sedang ada masalah keluarga. Kemudian kenalan di facebook dengan pria itu yang memasang sejumlah gambar berseragam polisi dari satuan reskrim, provost, dan kesatuan lain. Pelaku juga memasang foto-foto saat dia sedang membawa pistol. "Awalnya dia berjanji akan membantu saya menyelesaikan masalah rumah tangga, tetapi dia menyuruh saya menunggunya pindah tugas ke wilayah Jawa Tengah," ungkap Atiek dengan suara lirih. 

Atiek pun lama-lama akrab jarak jauh dan kemudian pelaku minta dikirim uang alasannya untuk biaya mengurus pindah tugas. Atiek pun tak sadar telah mengirim sejumlah uang tanggal 20, 23, dan 26 Mei total Rp 15 juta. Habis itu telepon pelaku off. (*)


Zulfikar, temanku berkomentar: 
 "kbykan cwew GOBLOK jaman skrng, bukan slh penipu nya.. yg GOBLOK yg di salahin"


Wiwik, temanku berkata:
"Itulah wanita yg gak berpikir panjang, mudah tergiur wajah ganteng, hati hati jg ma bule kere, ngaku kaya trus ngirim hadiah palsu yg akhirx dgan alasan paketx dicekal di malaysia trus suruh nebus.... Lucu dan anehx mereka bilang alasan politis...."

Jumat, 02 Mei 2014

Tahukah anda, ternyata banyak hal yang kita tidak tahu. Kali ini tentang samsat online






Jelang lewat batas waktu masa berlaku STNK milikku. Biasanya aku mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomer Kendaraan, atau STNK di kaSistem Pelayanan Satu Atap, atau Samsat, yang terletak di daerah Renon. Namun beberapa kesibukan membuatku tidak bisa melakukan hal tersebut.

Jum'at siang, 2 Mei 2014. Setelah menyaksikan acara STP CUP 2014, dengan Lomba Baris Berbaris dan Dance Competition, kuputuskan bergerak ke Klungkung. ngaturang ngayah dalam rangka jelan piodalan di AnggaraKasih Julungwangi. Namun sebelumnya mampir ke CF di Sunset Road, untuk memperpanjang STNK di ruang layanan samsat online, yang terletak di lantai 3 gedung tersebut.

Waktu menunjukkan pukul 12.30 saat tiba di depan ruang samsat online tersebut. Aku menuju loket pendaftaran, kukeluarkan berkas-berkas yang diperlukan. KTP asli yang menyatakan sebagai penduduk Denpasar. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor asli, dan STNK asli. Aku diminta menunggu sebentar, agar bapak dan ibu petugas bisa melakukan konfirmasi terhadap berkas-berkas yang kumiliki. Berikutnya, 10 menit kemudian, aku diminta membayar totalbiaya sebesar Rp 107.000 untuk sebuah motor keluaran tahun 1993 tersebut. Dan, 10 menit berikutnya, aku sudah mendapatkan pengesahan perpanjangan STNK bermotorku.

Layanan samsat online. Sungguh upaya pemerintah untuk menjemput para wajib pajak yang memiliki keterbatasan dalam waktu, ruang dan gerak. Entah itu untuk alasan pekerjaan, rumah tangga, jarak, waktu, biaya dan tenaga. Bukankah, dengan kelengkapan berkas-berkas yang sah dimata hukum, akan sangat memberi keamanan dan kenyamanan dalan beraktivitas bagi para wajib pajak. Berkas-berkas yang sah dan terbukti resmi, memiliki kekuatan yuridis formil, sehingga tidak perlu khawatir dijadikan tersangka atau tertuduh yang telah melakukan pelanggaran hukum.

Layanan samsat online. Buka dari pukul 9.00 s/d pk 14.00, dan buka kembali dari pk 16.00 hingga 21.00, di jalur perjalanan banyak orang, dan dekat dengan berbagai akses, sungguh membantu kita yang tidak tahu, yang memiliki waktu terbatas, yang sedikit memiliki akses, untuk menjadi warga negara yang taat hukum. Selain di pusat belanja Carrefour jalan Sunset Road, satu lagi kantor layanan samsat online ada di pusat belanja Tiara Dewata, dekat dengan RSAD.

Well, aku bukan humas samsat. Namun, sungguh kumerasa terbantu dengan adanya kantor layanan samsat online ini. Urusan perpanjangan STNK selesai hanya dalam waktu 15 menit. Berikutnya, aku kembali bergerak menuju Klungkung, Banjarangkan, Nyalian. Berkumpul dengan keluarga besar untuk ngaturang ngayah, jelang piodalan.

Tahukah anda, ternyata banyak hal yang kita tidak tahu, maka, jangan sok tahu, atau pura-pura tahu, atau tahu tapi tidak memberi tahu, atau tidak mau tahu..... termasuk diriku.

Kamis, 24 April 2014

Desa Wisata dan Partisipasi Masyarakat




Tidak ada satu pun aktivitas di dunia tanpa keterlibatan dan interaksi dengan orang lain. Intensitas interaksi ini yang juga akan mempengaruhi kualitas prestasi kerja yang kita hasilkan. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan program Aplikasi Manajemen Prodi DIV ADH semester 8 kelas C STPNDB di Desa Wisata Bedulu, Gianyar, pada hari Jum'at, 25 April 2014. 



Rangkaian rapat demi rapat, penyusunan rencana dan pelaksanaan program kerja, beragam evaluasi dan pengawasan yang dilakukan bersama demi kelancaran semuanya. Di antara para mahasiswa, penunjukan struktur organisasi di antara mereka, dengan pihak manajemen kampus STPNDB, dan pihak masyarakat Desa Wisata Bedulu. Semua koordinasi ini merupakan suatu rangkaian partisipasi bersama yang menjadi penentu kelancaran usaha.



Menurut Cohen dan Uphoff (1977), yang diacu dalam Harahap (2001), partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembuatan keputusan tentang apa yang dilakukan, dalam pelaksanaan program dan pengambilan keputusan untuk berkontribusi sumberdaya atau bekerjasama dalam organisasi atau kegiatan khusus, berbagi manfaat dari program pembangunan dan evaluasi program pembangunan.



Jika saja, pemimpin APM menggunakan sikap otoriter belaka, hal ini akan mendapat tentangan dari para anggota kelasnya. Jika pihak manajemen tidak terlibat dan menyerahkan sepenuhnya kepada mahasiswa, mereka juga mungkin akan kecewa dan merasa tidak diperhatikan. Jika mahasiswa menolak keterlibatan masyarakat desa wisata, maka acara ini tidak akan pernah terwujud. Ini yang membuat, partisipasi masyarakat menunjang efektivitas dan efisiensi sebuah aktivitas, terutama yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.



Sedangkan menurut Ndraha (1990), diacu dalam Lugiarti (2004), partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dapat dipilah meliputi; (1) partisipasi dalam / melalui kontak dengan pihak lain sebagai awal perubahan sosial, (2) partisipasi dalam memperhatikan / menyerap dan memberi tanggapan terhadap informasi, baik dalam arti menerima, menerima dengan syarat, maupun dalam arti menolaknya, (3) partisipasi dalam perencanaan termasuk pengambilan keputusan, (4) partisipasi dalam pelaksanaan operasional, (5) partisipasi dalam menerima, memelihara, dan mengembangkan hasil pembangunan, yaitu keterlibatan masyarakat dalam menilai tingkat pelaksanaan pembangunan.

Hal ini memberi gambaran, bahwa terdapat banyak faktor yang menentukan efektivitas dari partisipasi masyarakat itu sendiri.



Survey partisipasi oleh The International Association of Public Participation telah mengidentifikasi nilai inti partisipasi sebagai berikut (Delli Priscolli, 1997), yang diacu dalam Daniels dan Walker (2005):
  1. Masyarakat harus memiliki suara dalam keputusan tentang tindakan yang mempengaruhi kehidupan mereka.
  2. Partisipasi masyarakat meliputi jaminan bahwa kontribusi masyarakat akan mempengaruhi keputusan.
  3. Proses partisipasi masyarakat mengkomunikasikan dan memenuhi kebutuhan proses semua partisipan.
  4. Proses partisipasi masyarakat berupaya dan memfasilitasi keterlibatan mereka yang berpotensi untuk terpengaruh.
  5. Proses partisipasi masyarakat melibatkan partisipan dalam mendefinisikan bagaimana mereka berpartisipasi.
  6. Proses partisipasi masyarakat mengkomunikasikan kepada partisipan bagaimana input mereka digunakan atau tidak digunakan.
  7. Proses partisipasi masyarakat memberi partisipan informasi yang mereka butuhkan dengan cara bermakna.
Ini memperjelas, bahwa pelaksanaan sebuah aktivitas, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, yang membawa nama kampus, khususnya STPNDB, perlu keterlibatan masyarakat, pihak manajemen kampus, para dosen dan mahasiswa  itu sendiri.



Korten (1988) dalam pembahasannya tentang berbagai paradigma pembangunan mengungkapkan bahwa dalam paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat, partisipasi adalah proses pemberian peran kepada individu bukan hanya sebagai subyek melainkan sebagai aktor yang menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Sedangkan Migley (1986) melihat partisipasi sebagai upaya memperkuat kapasitas individu dan masyarakat untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan permasalan yang mereka hadapi.



Maka, keberlangsungan sebuah aktivitas juga ditentukan oleh beragam komponen yang terlibat. Dalam hal pelaksanaan program APM ini, adalah kurikulum, struktur organisasi, sistematika kerja yang ada, keterlibatan manajemen, mahasiswa, dan partisipasi masyarakat luas, dimana program kerja tersebut diterapkan.




Semoga...... semua program kerja, semua bentuk partisipasi yang ada, semua faktor-faktor yang menentukan efisiensi dan efektivitas partisipasi, akan berjalan lancar selalu...... Bila pun ada masukan, kritik dan saran, mari berikan saran yang bersifat membangun, yang positif, demi kemajuan jejak langkah kita ke depannya. tanpa perlu saling menyerang, tanpa perlu saling menjatuhkan, tanpa perlu saling hujat........

Referensi :

Arnstein, Sherry R. "A Ladder of Citizen Participation," JAIP, Vol. 35, No. 4, July 1969, pp. 216-224

Sherry Arnstein, writing in 1969 about citizen involvement in planning processes in the United States, described a “ladder of citizen participation”

http://bebasbanjir2025.wordpress.com/04-konsep-konsep-dasar/partisipasi/