Sabtu, 06 Oktober 2012

Pengamas Prodi ADH STPNDB, @Rama Candidasa, 6 Oktober 2012


Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, tahun 2012, diadakan di Rama Candidasa Cottage, dengan topik : Pelatihan Memaksimalkan Hasil Penjualan Kamar Melalui Internet untuk Usaha Jasa Akomodasi Skala Kecil di Kawasan Wisata Candidasa Kabupaten Karangasem.

Pengabdian masyarakat sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi membuktikan pengamalan dan penerapan berbagai kebijakan perguruan tinggi bersangkutan di tengah kehidupan bermasyarakat. Inilah wujud nyata dari peran serta dan keterlibatan yang akan mampu menghasilkan sinergi harmonis berbagai pihak dalam upaya memecahkan persoalan dalam industri pariwisata, dan meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemasaran sebuah produk. Di samping itu pula, Pengabdian Masyarakat ini bertujuan sebagai proses pembelajaran tiada henti dari berbagai komponen masyarakat, pihak lembaga perguruan tinggi, pemerintah, para pengusaha, dan masyarakat lain, untuk terus menerus mengembangkan kualitas sumber daya manusia.





Sebanyak 72 peserta berasal dari beragam hotel. Peserta dari Alam Asmara Dive Resort, Cewi Bungalow, Bali Palms Resort, Bali Shangrila, Puri Bagus Candidasa, Villa Sasoon, D'Tunjung Resort, Rama Shinta Hotel, The Natia, Tirta Ayu, Ashyana Candidasa, Rama Candidasa, Puri Pandan, Genggong, Puri Oka, Candi Beach Cottage, Resort Prima Candidasa, Watergarden, Villa Rossa, Aquaria, The Nirwana Resort & Spa, Kelapa Mas Homestay, Amartha Bungalow, The Rishi Candidasa, Bloo Lagoon, Blue Moon Villas, Liberty Dive Resort, Hidden Paradise Cottages, Coral View, juga beberapa pengurus PHRI cabang Karangasem.



Acara diawali dengan laporan dari Ka. Prodi ADH STPNDB, Ibu Irene Hanna Sihombing, SE., MM., dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ketua PHRI cab. Karangasem, diwakili Waka. PHRI, dan kata sambutan oleh Ka.STPNDB, diwakili oleh Drs. Dewa. Ketut Sujatha, M.Si., sekaligus membuka Pelatihan.

Meski baru tiba dari luar kota dengan penerbangan yang sempat tertunda berkali, letih dan dalam kondisi sedang sakit, bapak Dewa Ketut Sujatha tetap bersemangat sepanjang kegiatan berlangsung. "Saya ingin memotivasi para peserta Pelatihan dari berbagai hotel yang telah hadir, memberikan apresiasi dan memotivasi para dosen lain untuk selalu terus berkarya, dan menghargai keterlibatan berbagai pihak yang telah memperlancar kegiatan Pengabdian ini" Demikian ujar beliau. Hmmm, sungguh, tipikal seorang pemimpin yang menghargai peranan bawahan dan mampu memotivasi banyak pihak untuk selalu bekerja sama dalam sebuah tim demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.








Selanjutnya disampaikan pembacaan doa oleh Bp. Wirtha. Penyematan tanda peserta pada dua orang wakil peserta yang dilakukan oleh Waka. PHRI cabang Karangasem.



Sesi pertama pelatihan diawali oleh IGM Wirautama, S.Kom., dengan topik "Peranan Internet dalam Bisnis Hotel".

Sesi kedua dipresentasikan oleh Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si. : Analisis Segmen Pasar Online: Persaingan dan Permintaan Konsumen".

Berikutnya disampaikan topik "Kualitas Produk Hotel & Persepsi pelanggan" oleh Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si.

Setelah istirahat untuk makan siang, pembahasan topik dilanjutkan dengan "Kunci sukses Internet Marketing, oleh I Gusti Putu Ngurah Budiasa, bersama bapak Made Rucika.

"Implementasi Strategi Pemasaran dan Penjualan", oleh I Gusti Putu Ngurah Budiasa, & Erwin Santika Jaya, S.ST.Par.

 Antusiasme peserta terlihat dari betahnya para peserta mengikuti acara hingga tuntas, mempraktekkan beragam materi yang dibahas, termasuk dengan penggunaan komputer dan laptop, dengan akses wifi, untuk penerapan E-Commerce. ke sepuluh perangkat komputer yang dibawa dari STP Nusa Dua Bali sungguh membantu dalam kelancaran pelatihan ini.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 15.30 wita, ditandai dengan pelepasan atribut peserta tes oleh Waka. PHRI cabang Karangasem, penyerahan cindera mata bagi para pembicara, dan dengan ditutupnya acara oleh ibu Ka.Prodi ADH STPNDB,  Irene Hanna Sihombing, SE., MM.

Sudah tentu...... acara ini takkan berjalan lancar tanpa dukungan berbagai pihak, dan juga mereka yang bekerja keras demi lancarnya kegiatan..... 

Ibu dan bapak para staf hingga pimpinan puncak Rama Candidasa Cottage. Ibu dan bapak seluruh peserta Pelatihan yang dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas. Ibu dan bapak para staf dan dosen STPNDB. Ibu dan bapak para anggota keluarga tercinta dari para dosen dan staf, termasuk yang ikut hadir sepanjang kegiatan berlangsung.  Dengan semangat bekerja sama dalam satu tim, berkomunikasi dengan baik, sudah tentu hasil yang akan dicapai akan semakin baik dan baik lagi......










Ibu dan bapak para staf hingga pimpinan puncak Rama Candidasa Cottage.


























Ibu dan bapak para staf dan dosen STPNDB.





Ibu dan bapak para anggota keluarga tercinta dari para dosen dan staf, termasuk yang ikut hadir sepanjang kegiatan berlangsung. 

Jum'at, 5 Oktober 2012, Nangkil ke Pura Luhur Silayukti dan Pura Sad Kahyangan Goa Lawah.




Jum'at, 5 Oktober, sehabis melakukan site inspection di Rama Candidasa Cottage, waktu menunjukkan pukul 3 sore. Hmmm, masih cukup awal untuk sebuah hari. Cukup 30 menit site inpection dan mengecek fasilitas yg ada, aku kemudian berpamitan pada ibu Sri nan cantik dan ramah ini. Reservation staf Rama Candidasa Cottage. Besok, Sabtu, 6 Oktober 2012, Prodi ADH STPNDB bakal mengadakan Pengabdian Masyarakat bagi para staf hotel, yang akan berlangsung di hotel ini.

 Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali kali ini dg topik : Pelatihan Memaksimalkan Hasil Penjualan Kamar Melalui Internet untuk Usaha Jasa Akomodasi Skala Kecil di Kawasan Wisata Candidasa Kabupaten Karangasem. Dengan demikian, membutuhkan perangkat komputer dan jejaring internet.

Kembali ku lanjutkan perjalanan. Mampir sebentar di Warug Kiuls di sebelah kiri jalan keluar dari Rama Cottage ini untuk menikmati makan siang, sudang klepet dan sayur buah kacang. Kemudian aku melanjutkan laju motor. Setelah melaju sepanjang jalan utama 30 menit kemudian, kali ini berbelok ke arah kiri, menuju ke Padang Bay. 

Kuketahui, di Pura Luhur Silayukti sedang berlangsung Pujawali. Ida Bethare nyejer sejak Rabu, 3 Oktober 2012, hingga Sabtu, 6 Oktober 2012. Sudah kupersiapkan kain semenjak berangkat dari rumah pagi tadi. Dan aku bergabung dengan para pemedek lain. 



Kuparkir motor di pinggir pantai terdekat dengan pura, lalu berjalan perlahan, mengawali pujaku di Pura Segara. Ibu dan bapak menuntun anaknya ke arah pura, membawa haturan berupa banten persembahan, meletakkan di meja persembahan, dan kemudian bersimpuh serta bersila bersama. 



Para pemangku nguncarang mantra suci, lantunan genta terdengar menyeruak udara, semerbak wangi bunga dan dupa menyala. Ahh.... takkan pernah terhenti rinduku hingga di sini, untuk selalu datang berkali dan berkali.....

Berikutnya, kembali melangkah menaiki jalan menuju ke Pura Tanjung Sari. Kubawa canang berisi bunga, bersimpuh di hadapan Beliau, melantunkan puja Tri Sandhya dan menghaturkan Panca Sembah. 






Selesai bersembahyang, seorang pria paruh baya menyapa. Ah ya, ternyata dia adalah mantan pengurus Ikatan Orangtua Murid STPNDB. Anaknya yang kini sedang berada di luar negeri adalah mantan muridku. Hmm, sungguh sebuah dunia yang borderless. Perjumpaan dengan beragam tokoh spiritual yang smakin membuat pendewasaan dan kebijakan berkembang dalam beragam bentuk dan makna masing-masing.




Kembali aku beranjak bersembahyang ke Pura Telaga Mas, sebelum kemudian bersembahyang di Pura Luhur Silayukti. Betapa.... kulihat begitu banyak wajah dengan kedamaian dan keteduhan yang sungguh memberi kesejukan. 


Meski tua dan terlihat lelah, mereka tersenyum damai dalam beragam upaya untuk memuliakan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Ada yang melantunkan kidung suci bersama,
ada yang menundukkan kepala dan mencakupkan kedua tangan sebagai bukti memuliakan Hyang Widhi,
ada yang dengan gaya kekanakan mencoba berkonsentrasi dan berbhakti,



Dari Pura Luhur Silayukti, aku menjejakkan kaki ke Pura Payogan, yang terletak di bagian bawah pura Luhur Silayukti. Kami mesti menuruni anak tangga sempit dan curam, ke bagian bawah bukit. Hingga akhirnya, berjumpa dengan pemandangan fantastis laut yang terbentang luas......

Hmmm, aroma segar hawa laut yg berhembus, khusuk puja yang kulantunkan, meski penuh sesak pemedek yang datang nangkil berduyun-duyun.... Ahhh, enggan rasanya aku berpaling.

Hingga akhirnya kulangkahkan kaki meninggalkan area Padang Bay, terasa enggan untuk berlalu...... aku ingin tinggal disana selamanya.
 
Bahkan, dalam perjalanan kembali ke Denpasar, masih kusempatkan untuk mampir, demi sebuah puja, bagi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan setangkup puja bagi Nya, di Pura Sad Kahyangan Goa Lawah. 
 
 
 
 
Astungkara........ Aku selalu ingin memuliakan Beliau dalam beragam cara dan gaya, selagi aku masih mampu, menghirup udara, dan menghembuskannya kembali........ Selagi hayat masih dikandung badan, selagi jiwa masih milik raga ini.....
 

Hari-hariku BersamaMu, Dps-Nusadua-Candidasa-Dps, Jumat, 5 Okt 2012

Jum'at, 5 Oktober 2012. Seperti biasa, tugas seorang ibu rumah tangga di pagi hari..... Kupersiapkan 3 kotak bekal makanan siang. Satu bagi putra sulung yang bersekolah di SMAN 1 Denpasar, satu bagi putra bungsuku yang bersekolah di SDN 3 Padang Sambian Klod. Satu lagi bagi bekal ku di kantor nanti. Mereka sarapan dahulu di rumah sebelum berangkat sekolah. Namun kusiapkan pula bekal, agar bila siang tiba, bisa makan di sekolah.

Beres dengan urusan anak-anak, urusan keluarga dan rumah tangga, aku meluncur menuju Nusa Dua. Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua. Pagi ini ada banyak kegiatan yang harus kutuntaskan. Rapat dan persiapan jelang Pengabdian Masyarakat yang akan diadakan oleh Program Studi Administrasi Perhotelan esok hari, di Hotel Rama Candidasa, Karangasem, Pelatihan mengenai E-Commerce bagi karyawan hotel yang ada di sekitar Candidasa. Bersembahyang bersama di Pura Niti Bhuwana STPNDB, demi kelancaran acara kami keesokan hari. Kemudian berdiskusi dengan Litbang STPNDB, mulai dari Dr. Ida Bagus Made Wiyasha, SE., MM.,  Drs. IGN Suprastayasa, M.Pd., rapat Litbang. Mengintip seminar JCC, para Chef dan adik kelas mereka yang masih bersekolah. Juga berbagai lomba dan bazaar yang diadakan para mahasiswa berkaitan dengan aktivitas ekstra kurikuler.





















Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang tatkala semua urusan tuntas di STPNDB. Karena negara membutuhkan setiap warga negara untuk selalu berkarya, bergaul dengan sesama, menciptakan kebersamaan tanpa perlu merasa paling hebat dengan berjibun gelar atau jabatan yang dimiliki, dan memunculkan berbagai ide kreatif...... Hmm, sungguh indah, saling memotivasi antara guru dan murid, bawahan dan atasan, sesama rekan kerja dan atasan, kenangan abadi akan bertahan lama..... dikenal sebagai bijak dan dewasa.

Perlahan... kugerakkan arah laju kendaraanku. Menyusuri jalan raya By Pass Ngurah Rai, berbelok ke By Pass IB Mantra, terus bergerak lurus..... dan, dua jam kemudian tiba di Candidasa, Karangasem. Berbelok ke kanan, memasuki jalan kecil ber paving blok, dan tiba di Rama Cottage. Aku diterima dengan ramah oleh ibu Febri, staf front office di lobby. Setelah bu Febri menghubungi Pak Adi dan pak Darma, dari Duty Manager hingga Staf Sales, akhirnya ibu Putu Sri Maryati tiba. Aku dihantarkan dengan ramah oleh beliau, dan kami melakukan site inspection bersama, mengelilingi hotel, dan melihat ruang seminar dimana besok dilangsungkan Pelatihan. 
















Kukeluarkan kedua laptop yang kubawa, juga dua buah modem yang biasa kugunakan. Satu Txxxxxselflash dan satu lagi dari Inxxxxt. Dan, mereka terkoneksi dengan jejaring internet. Hmmm, lumayan lah. Yap. Meski hotel ini dilengkapi dengan wifi, namun tidak ada salahnya mempersiapkan segala kemungkinan. Karena kami inginkan yang terbaik.







Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali kali ini dg topik : Pelatihan Memaksimalkan Hasil Penjualan Kamar Melalui Internet untuk Usaha Jasa Akomodasi Skala Kecil di Kawasan Wisata Candidasa Kabupaten Karangasem. Dengan demikian, membutuhkan perangkat komputer dan jejaring internet.








Cukup 30 menit site inpection dan mengecek fasilitas yg ada, aku kemudian berpamitan pada ibu Sri nan cantik dan ramah ini. Kembali ku lanjutkan perjalanan. Mampir sebentar di Warug Kiuls di sebelah kiri jalan keluar dari Rama Cottage ini untuk menikmati makan siang, sudang klepet dan sayur buah kacang.

Kemudian aku melanjutkan laju motor. Setelah melaju sepanjang jalan utama 30 menit kemudian, kali ini berbelok ke arah kiri, menuju ke Padang Bay. 

Kuketahui, di Pura Luhur Silayukti sedang berlangsung Pujawali. Ida Bethare nyejer sejak Rabu, 3 Oktober 2012, hingga Sabtu, 6 Oktober 2012. Sudah kupersiapkan kain semenjak berangkat dari rumah pagi tadi. Dan aku bergabung dengan para pemedek lain. 



Kuparkir motor di pinggir pantai terdekat dengan pura, lalu berjalan perlahan, mengawali pujaku di Pura Segara. Ibu dan bapak menuntun anaknya ke arah pura, membawa haturan berupa banten persembahan, meletakkan di meja persembahan, dan kemudian bersimpuh serta bersila bersama. 



Para pemangku nguncarang mantra suci, lantunan genta terdengar menyeruak udara, semerbak wangi bunga dan dupa menyala. Ahh.... takkan pernah terhenti rinduku hingga di sini, untuk selalu datang berkali dan berkali.....

Berikutnya, kembali melangkah menaiki jalan menuju ke Pura Tanjung Sari. Kubawa canang berisi bunga, bersimpuh di hadapan Beliau, melantunkan puja Tri Sandhya dan menghaturkan Panca Sembah. 












Selesai bersembahyang, seorang pria paruh baya menyapa. Ah ya, ternyata dia adalah mantan pengurus Ikatan Orangtua Murid STPNDB. Anaknya yang kini sedang berada di luar negeri adalah mantan muridku. Hmm, sungguh sebuah dunia yang borderless. Perjumpaan dengan beragam tokoh spiritual yang smakin membuat pendewasaan dan kebijakan berkembang dalam beragam bentuk dan makna masing-masing.








Kembali aku beranjak bersembahyang ke Pura Telaga Mas, sebelum kemudian bersembahyang di Pura Luhur Silayukti. Betapa.... kulihat begitu banyak wajah dengan kedamaian dan keteduhan yang sungguh memberi kesejukan. 


Meski tua dan terlihat lelah, mereka tersenyum damai dalam beragam upaya untuk memuliakan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Ada yang melantunkan kidung suci bersama,
ada yang menundukkan kepala dan mencakupkan kedua tangan sebagai bukti memuliakan Hyang Widhi,
ada yang dengan gaya kekanakan mencoba berkonsentrasi dan berbhakti,



Dari Pura Luhur Silayukti, aku menjejakkan kaki ke Pura Payogan, yang terletak di bagian bawah pura Luhur Silayukti. Kami mesti menuruni anak tangga sempit dan curam, ke bagian bawah bukit. Hingga akhirnya, berjumpa dengan pemandangan fantastis laut yang terbentang luas......

Hmmm, aroma segar hawa laut yg berhembus, khusuk puja yang kulantunkan, meski penuh sesak pemedek yang datang nangkil berduyun-duyun.... Ahhh, enggan rasanya aku berpaling.

Hingga akhirnya kulangkahkan kaki meninggalkan area Padang Bay, terasa enggan untuk berlalu...... aku ingin tinggal disana selamanya.
 
Bahkan, dalam perjalanan kembali ke Denpasar, masih kusempatkan untuk mampir, demi sebuah puja, bagi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan setangkup puja bagi Nya, di Pura Sad Kahyangan Goa Lawah. 
 

 


 
 

Astungkara........ Aku selalu ingin memuliakan Beliau dalam beragam cara dan gaya, selagi aku masih mampu, menghirup udara, dan menghembuskannya kembali........ Selagi hayat masih dikandung badan, selagi jiwa masih milik raga ini.....
 

Selasa, 02 Oktober 2012

"Get Well Soon, Ajik"





"Get well soon, Ajik"
Demikian komentar tulisan di dinding pisbuk dokter cantik ini, dokter Ayu Witriasih, yang seorang master lulusan Universitas Udayana yang baru diwisuda bulan lalu.



Dokter nan ayu ini adalah istri sahabat kami, seorang dosen yang ditugaskan pada Program Studi Manajemen Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, I Gusti Made Iwan Dusanta Mertadjaya. Seorang chef handal, juga seorang master yang baru diwisuda akhir tahun lalu. Mereka sekeluarga adalah tipe keluarga sibuk dengan segudang aktivitas dan prestasi yang telah dicapai dalam berbagai bidang ilmu.

Sebuah kejadian terjatuh tanpa disengaja yang dialami Gung Ajik, demikian kami menyapa beliau, telah membuatnya mengalami trauma di dada. Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu, 29 September 2012, di Sanur Festival, saat sedang bertugas dan berkumpul bersama ICA, para pakar chef. Hari Senin, 1 Oktober 2012, Pak Iwan menjalani operasi Fraktur Clavicula Sinistra, penyambungan tulang, dan pemasangan pen. Beliau harus istirahat total selama 3 bulan, dan setahun kemudian, akan menjalani operasi pengangkatan pen di tulang dada tersebut.

Selasa, 2 Oktober 2012, sore hari, sehabis mengajar beberapa kelas di STPNDB, aku bersama rekan satu ruang, Ibu Dra. I Gusti Ayu Mirah Darmayanthy, M.Si., berboncengan dengan mengendarai motor tercintaku, menuju RS Sanglah. Kami menemui keluarga besar beliau, bu dokter Ayu, sang istri, anak2 tercinta, sedang menemani sambil bercengkerama.....



Sang ibu mertua, Dewa Ayu Kade Suwitri Riyasse, adalah seorang wartawati pertama di Bali, sekaligus pelopor keluarga berencana. Sungguh beruntung aku mendapat cindera mata dari beliau tatkala membesuk Gung Ajik tadi. Sebuah tulisan yang terukir indah di sana menyebutkan...... "Karya ini diberikan kepada mereka yang suka membaca, dan paham akan perjuangan perempuan".

Ah....... "Get well soon, Ajik". Adalah karunia besar bila segera kembali bergabung bersama keceriaan keluarga, para sahabat dan rekan kerja.  Kami membutuhkan sumbang saran dan karya Gung Ajik demi kemajuan kita bersama........"

Minggu, 30 September 2012

Pak Andik, Penjual Tuak dan Buah Rontal Muda

Setelah bersembahyang di Pura Goa Gong, di dekat halte bis Udayana 3, di lingkungan kampus bukit, Universitas Udayana, kutemui penjual Tuak dan Buah Rontal muda dari Tuban, Jawa Timur ini. Dia memegang buan rontal muda dengan tangan kirinya. Tangan kanannya yang memegang parang tajam, dengan cekatan memotong sisi luar buah rontal, menyisakan bagian dalam yang empuk dan manis bagai buah rambutan.



Waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi, hari Minggu, 30 September 2012. Namun dia telah banyak mengupas buah tersebut. Puluhan botol berukuran satu liter yang berisi tuak manis hasil sadapannya, tanpa tercampur bahan pengawet atau bahan tambahan lain, juga tanpa campuran alkohol atau methanol yang bisa memabukkan, bahkan membunuh orang. Hmmmm, inilah hasil olahan asli berbagai produk Indonesia. Wisata kuliner yang sesungguhnya, beragam warna, dan bisa menjadi alternatif bahan pengobatan bagi penyakit, dari asam urat hingga sakit kepala.

Kubeli sebotol tuak seharga Rp sepuluh ribu rupiah. dan sembilan bagian isi daging buah rontal, sebagai oleh-oleh bagi keluargaku. Dan, kulanjutkan perjalanan menuju Pura Griya Tanah Kilap. Sembahyangku kali ini, Purnama Kapat, Minggu 30 September 2012.

Pak Andik....... dan juga jutaan orang lainnya, yang sepagi ini telah bekerja keras, dan bercucuran keringat, mengumpulkan rupiah demi rupiah penyambung hidup. Aku sungguh menghormati dan menghargai perjuangan kalian. Pejuang tangguh dalam kehidupan.