Selasa, 14 Maret 2017

Aplikasi Manajemen Program Studi Administrasi Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali Tahun 2017 (1)




Aplikasi Manajemen  DIV Administrasi Perhotelan,  Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali 2017.



Program Studi D IV Administrasi Perhotelan STPNB, semester 8, baik kelas A, B dan C, memiliki salah satu program terkait proses belajar dan mengajar, yakni Aplikasi Manajemen. Di awal semester, mereka ditugaskan menemu kenali, menggali informasi, dan menjalin interaksi dengan pihak hotel yang telah mereka pilih sebagai tempat mengaplikasikan rangkaian ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap yang mereka miliki selama ini.



Kementerian Pariwisata mengimplementasikan tiga program prioritas untuk pariwisata Indonesia tahun 2017. Ketiga program tersebut adalah digital tourism (pariwisata digital), homestay (pondok wisata), dan konektivitas udara. Dan, sebagai bentuk dukugan terhadap program kerja Kementerian Pariwisata, implementasi APM kali ini terkait dengan homestay.
 
"Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB (Pendapatan Domestik Bruto), devisa, dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, saat jumpa pers akhir tahun 2016 di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016. Program digital tourism, dilakukan dengan meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchange) yakni digital market place platform atau pasar digital untuk mempertemukan pembeli dan penjual di sektor pariwisata (Travelkompas.com).




Dengan artian semua travel agent, stakeholder akomodasi, dan atraksi dikumpulkan jadi satu untuk memudahkan proses transaksi. Rencananya, triwulan ke-dua tahun 2017, ITX sudah berjalan secara penuh. Sedangkan pembangunan homestay atau pondok wisata akan berfokus di 10 destinasi prioritas. "Tahun 2017 kami menargetkan membangun 20.000 homestay, tahun 2018 sebanyak 30.000 homestay, dan tahun 2019 sebanyak 50.000 unit," kata Arief.
 
Triwulan satu tahun 2017, rencananya akan dibangun 1.000 homestay, dengan penyebaran 110 homestay di masing-masing 10 destinasi prioritas.Terakhir, pembangunan konektivitas udara khususnya menambah kursi pesawat, sebanyak 4 juta kursi untuk tahun 2017 menjadi prioritas. Indonesia membutuhkan 30 juta kursi pesawat untuk mencapai target wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta pada tahun 2019. Strategi 3A yakni Airlines-Airport, Air Navigation, dan Authorities juga disiapkan untuk membangun konektivitas udara. Kemenpar dalam hal ini bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I, II, dan Air Nav Indonesia. 
 
 
 
 
 
Sudah tentu, program yang baik membutuhkan kajian dari berbagai pihak dan terkait dengan banyak bidang yang mampu bersinergi dengan harmonis pula. Hal ini melibatkan proses untuk menggali data dan informasi, kemudian dibarengi dengan proses melakukan analisis, evaluasi berkali-kali, kerjasama dengan banyak pihak, hingga pelaksanaan diklat sebelum tiba pada suatu kesimpulan akhir. Maka para mahasiswa dan mahasiswi berupaya menjalin komunikasi intens dengan pihak manajemen dan pelaksana homestay, demi tercipta hubungan baik, kinerja positif, dan mampu mencapai pemahaman yang baik pula secara bersama-sama.
 
 
 
Pada tahap awal, diskusi dilakukan dengan mengundang pihak Ubud Home Stay Association untuk berdiskusi bersama para mahasiswa dan manajemen Program Studi Administrasi Perhotelan, menyampaikan informasi, membuka cakrawala pengetahuan mengenai Ubud, Homestay dan asosiasi yang terkait dengan Aplikasi Manajemen Mahasiswa. Pertemuan tersebut terlaksana pada tanggal 2 Februari 2017, bertempat di Genitri, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Berikutnya penetapan struktur organisasi dan sistematika kerja agar semua tertata proporsional sebelum bekerja sama dengan jalinan baik di atara berbagai pihak. Aplikasi Manajemen kelas A berada di bawah komando Vito sebagai GM, kelas B dengan Joni sebagai GM, dan kelas C di bawah komando Jeffi. Mereka berupaya memberikan yang terbaik bagi kelas, bagi Lembaga STPNB, bagi pihak homestay yang mereka eksplorasi, bagi masyarakat Ubud, dan bagi masyarakat di mana pun mereka berada.
 

 


 
 


 
 

Setelah beberapa kali berkunjung ke Ubud, melakukan pengumpulan data pada tahap awal, berbagai koordinasi yang terjalin, konfirmasi dan evaluasi yang berulang kali, pemetaan ruang kerja mulai terlihat dengan lancar.
 
 
 
Program Studi D IV Administrasi Perhotelan STPNB, semester 8, kelas B, mengawali kegiatan terlebih dahulu, dengan bentuk pelatihan bagi sumber daya manusia di honestay, pada hari Senin dan Selasa, 6 - 7 Maret 2017. Bertempat di Waroeng Mas, Banjar Nyuh Kuning, Ubud. Menurut rencana, Seminar Hasil akan dilaksanakan pada tanggal 1 April 2017, bertempat di Museum Puri Lukisan, Ubud. Program Studi D IV Administrasi Perhotelan STPNB, semester 8, kelas A, mengadakan pelatihan pada tanggal 16 - 17 Maret 2017, terkait F&B dan Room Division, di Nick's Homestay dan Nyoman Sandi Guest House. Program Studi D IV Administrasi Perhotelan STPNB, semester 8, kelas C, melaksanakan pelatihan dan seminar hasil Aplikasi Manajemen pada tanggal 8 April 2017 di Ubud.
 
 
 
Seminar Hasil Aplikasi Manajemen tersebut dilaksanakan setelah seluruh rangkaian eksplorasi, analisis data terhadap hasil temuan mereka, perumusan hasil penelitian, dan perangkaian saran tuntas dilakukan bersama, dengan bimbingan para dosen pendamping program Aplikasi Manajemen.
Kelas A smt 8 Prodi ADH STPNB, para dosen pembimbing APM adalah Ni Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par., Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si., Ir. Nyoman Sukana Sabudi, MP., Ni Nyoman Sukerti, SE., M.Si., Dra. I Gusti Ayu Mirah Darmayanty, M.Si., Drs. I Nyoman Wirtha, dengan ketua pelaksana kegiatan tersebut adalah Dra. Ni Ketut Sri Sulistyawati, M.Par. Narasumber : Wayan Sucitra (EAM The Sakala Resort Bali), I Made Suama (EAM The Royal Pitamaha Resort & Spa)
  
Kelas B smt 8 Prodi ADH STPNB, para dosen pembimbing APM adalah Dra. NLKS Sulistyawati, M.Par., Dra. NDM Santi Diwyarthi, M.Si., I Wayan Jata, S.Sos., M.Phil., Drs. IB Putu Puja, M.Kes., Irenne Hanna Sihombing, SE., MM., Nyoman Gede Mas Wiartha, SE., S.IPI., M.Par., dengan ketua pelaksana kegiatan tersebut adalah I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., CHA. Narasumber : Jacinta J. Widiana, (Director of HR Anantara Seminyak), dan Bagus Prajaksa (Director od HRD Intercontinental Bali Resort)
 
Kelas C smt 8 Prodi ADH STPNB, para dosen pembimbing APM adalah I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., CHA., I Dewa Putu Hendri Pramana, S.Kom., Drs. I Wayan Muliana, M.Ed., Ni Made Suastini, SE., MM., dengan ketua pelaksana kegiatan tersebut adalah Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si. Narasumber : IB Trisna Widia (E-Commerce Manager Prime Plaza Hotel & Resort), dan Dewa Rucika, (EAM Hilton Bali Resort).
 
 

 
 

Kamis, 16 Februari 2017

Tirtayatra 17 s/d 19 Februari 2017




Tirtayatra, perjalanan spiritual menuju Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, Pura Kertha Bhuwana, dan Pura Kertha Bumi, yang dirangkaikan dengan darmatula dan simakrama dg umat Hindu Suku Madura di Bongso Wetan dan Umat Hindu Suku Jawa di Bongso Kulon Gresik, dimulai dari hari Jum'at, 17 Februari 2017, hingga Minggu, 19 Februari 2017.



Malam ini aku berangkat. Pukul 20.30, Jum'at, 17 Februari 2017, dari depan terminal Ubung. Menurut rencana, bersama 16 orang lain, dengan sebuah mini bis. Bersama Ibu Agung Parwati Ardana, Ibu Desak atau Bunda Ratu, Ibu Dea Trisna, Ibu Melinda, Bapak Kantha Adnyana, Bapak Nyoman Matra Kumara, Bapak Agung Sura, Bapak Wayan Aman, Bapak Aryabang, Bapak Remaja, Bapak Sutama, 





Menyeberangi laut dari Gilimanuk tengah malam dengan suasana cerah di laut dan di langit, kami tiba pukul 10.15 di rumah keluarga Sudira. Setelah beristirahat sejenak dengan hidangan nasi bakar bertabur ikan tuna panggang yang disediakan tuan rumah, Ibu dan Bapak Sudira, kami bersiap bergerak kembali. Tujuan pertama adalah Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang terletak di Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Wringinanom mempunyai wilayah yang sangat strategis karena terletak di sebelah selatan Kabupaten Gresik yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat dan Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan. Wringinanom juga dilintasi oleh Kali Surabaya yang juga membatasi Wringinanom dengan Kabupaten Sidoarjo.


Wringinanom berasal dari kata Wringin dan Anom yang berarti beringin muda. Di mana memang hingga saat ini ada sebuah pohon beringin yang konon merupakan cikal bakal dari nama daerah Wringinanom. Pohon beringin tersebut terletak di perempatan Wringinanom dan juga sebagai ikon daerah, uniknya pohon beringin yang diakui berusia ratusan tahun tersebut hanya setinggi 3 meter tak seperti tinggi pohon beringin tua pada umumnya. Itulah sebabnya kecamatan ini dinamakan Wringinanom yang berarti Wringin enom atau beringin muda yang tak dapat tumbuh besar.



Pada era sebelum Gresik menjadi Kabupaten tahun 1974, sebagian daerah Wringinanom merupakan bagian Kabupaten Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto. Dan hingga saat ini ada satu wilayah di daratan Wringinanom yang masuk daerah Kabupaten Sidoarjo yakni Dusun Patuk Pulo (Masuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian)

Wringinanom memiliki beberapa peninggalan sejarah yang cukup penting di antaranya tempat penemuan fosil purba Pithecanthropus Mojokertensis di Desa Kepuh Klagen. Terkenal dengan Destinasi Desa Adenium. (Sumber: Wikipaedia). 


Mbah Tomo, penglingsir Pura Penataran Luhur Medang Kemulan menjelaskan, pura ini berdiri pada 16 Oktober tahun 2016. Pada saat pertama kali tiba, kita akan diminta melukat dan bersembahyang di Pura Beji, baru kemudian melanjutkan persembahyangan di Pelinggih Gadjah Mada, Pelinggih Dewi Saraswati, kemudian lanjut menuju Lingga Yoni, dan Penataran Agung



Ada pula yang mengemukakan bahwa Pura Penataran Luhur Medang Kemulan ini merupakan Kawitannya bagi umat Hindu Kejawen. Namun hal ini merupakan informasi bagi kita semua bahwa berbagai pendapat serta perbedaan yang ada di sekeliling kita telah ikut memperkaya nuansa keberagaman dalam beragama. 
 
Waktu menunjukkan pukul 14.15 saat kami bergerak meninggalkan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, menuju Pura Kertha Bhuwana yang terletak di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti.

Kecamatan Menganti memiliki 22 Desa yang terdiri dari Beton, Boboh, Boteng, Bringkang, Domas, Drancang, Gadingwatu, Gempolkurung, Hendrosari, Hulaan, Kepatihan, Laban, Menganti, Mojotengah, Pelemwatu, Pengalangan, Pranti, Putat Lor, Randupadangan, Setro, Sidojangkung, dan Sidowungu.



Pura Kertha Bhuwana diempon oleh 20 KK umat Hindu yang berasal dari etnis Jawa. Pura ini terletak di Dusun Bongso Kulon, Desa Pengalangan. Selesai persembahyangan, kami menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan umat Hindu di sana. Pukul 19.45, kami berpamitan pada umat Hindu di Pura Kertha Bhuwana, dan menuju Pura Kertha Bumi, masih di Desa yang sama, Pengalangan.


Pura Kertha Bumi diempon oleh 250 an KK umat Hindu yang berasal dari etnis Madura. Pura ini terletak di Dusun Bongso Wetan, Desa Pengalangan. Lantunan kidung dengan menggunakan bahasa Madura, tabuh gamelan yang dimainkan oleh anak-anak, puja mantra yang menghantarkan doa kami bersama, membuatku menangis terharu...... Aku semakin dalam dan semakin dalam, jatuh cinta pada kebesaran nama Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 



Kami bermalam di sini. berdiskusi bersama, mengenai beragam masalah umat, dengan menu hidangan makan malam, ikan goreng, tempe goreng, ubi rebus,  kacang rebus...... ah, sungguh, kehangatan suasana pedesaan yang menyejukkan jiwa-jiwa dahaga akan semangat spiritualis.....



Terjaga di pagi hari dengan mantra puja yang kami lantunkan memuja kebesaran Tuhan, akhirnya pukul 09.45 waktu setempat, kami berpamitan untuk kembali ke Bali.

Berat terasa, perpisahan dengan umat yang sudah bagai saudara, meski baru pertama kali berjumpa. Ada tatapan semangat, tatapan kehangatan yang takkan pernah terlupakan. Mungkin, kita takkan dapat kesempatan untuk berjumpa..... mungkin, perjuangan kehidupan akan membawa kita pada jalan dan ceritera kehidupan yang berbeda..... namun, cinta kasih, kerinduan, semangat, persahabatan, kekeluargaan, akan senantiasa hadir mengisi relung hati kita bersama.....












Senin, 06 Februari 2017

Kencan Pagi Hari bersama Pak Satya



Pagi hari, setelah tuntas urusan Dalam Negeri, kewajiban sebagai ibu rumah tangga yang baik, aku meluncur bersama si hitam manis nyonya tua, motor kesayangan, menuju Nusa Dua. Keluar dari Perum, motor ku sudah bergoyang seksi. Ban depan motor kempes. 
 
Hmmm..... sepagi ini, mencari bengkel yang sudah buka ? Ahhh.... Dengan tetap mengendarai motor, setelah melewati tiga bengkel, baru kutemui bengkel motor yang buka, sebelum jalan raya Imam Bonjol (IMBO). Bengkel pak Satya.
 
Ku minta ban depan motor, ban dalamnya, diganti dengan ban dalam yang benar-benar baru, karena sudah tiga kali ku alami, pada bengkel yang berbeda, petugasnya mengganti dengan ban dalam motor yang katanya baru, dengan harga ban dalam baru, namun ternyata penuh dengan tambalan.
 
Nama pemilik bengkel adalah pak Satya. Kami berbincang bersama...... "Botak itu seksi"...... Ujar beliau. Dulu sekali, nama saya Agus.... "Agak Gundul Sedikit. Lalu berganti nama.... Umar. Untung Masih Ada Rambut. Sekarang sudah bergelar Bossy. Botak itu Sungguh Sexy” .... Hahaha.... Dan, kami tertawa bersama. 
 
Bisa selalu menikmati hari-hari, di tengah berbagai halangan dan tantangan, bersyukur atas segala suka dan duka, sungguh indah...... Tersenyumlah, maka dunia menjadi indah..... Bukan karena dunia ini terasa baik bagi kita maka kita tersenyum. Namun karena senyuman kita maka dunia ini menjadi baik dan indah bagi kita semua....

Sabtu, 28 Januari 2017

My Lovely Amazing Handsome Bodyguard, My Man, My Son.

Foto Santi Diwyarthi.

Terpilih sebagai ketua tim Tourism Field Study tahun 2016 di antara teman-teman sekelas, aku paham, ujian menanti sepanjang pergerakan langkahnya. Ku wanti-wanti selalu, untuk menjaga kebersamaan, menyusun rencana kerja bersama, membahas secara terbuka, dan menerapkan tiap hal dengan penuh semangat pula. 

Kuingatkan Adi untuk selalu menjaga kesehatannya, memantau kesehatan anggota timnya pula, mendelegasikan tugas secara adil dan bijak, juga menekan egois serta emosi serendah mungkin. Kuminta dia untuk tidak merangkap jabatan, menjadi pucuk pimpinan, memegang kendali uang sendiri, dan mengambil alih setiap tugas.  Kuminta dia waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi, yang rentan menimbulkan konflik, baik dalam hubungan dengan sesama rekan anggota tim, dengan keluarga dari masihng-masing teman sekelas, dengan para sahabat lain di luar anggota tim.

Well, mereka berhasil melalui tahapan demi tahapan, dengan penuh perjuangan, dengan banyak rintangan..... meski tidak sempurna, namun, inilah mereka, dengan segenap kemampuan, mampu menuntaskan Tourism Field Study, tahun 2016, dengan topik : Bali sebagai Smart Tourism Destination. Seminar Publikasi dan Pameran Hasil Penelitian mereka terselenggara pada Hari Kamis - Jum'at, 10 - 11 November 2016, di Gedung MICE STP Nusa Dua.


Foto Santi Diwyarthi. 




Foto Santi Diwyarthi.


























Foto Santi Diwyarthi.


Semester tujuh telah berlalu, mereka bersama-sama tiba pada semester delapan. Adi diminta oleh para dosen mempersiapkan laporan hasil Tourism Field Study, dan dikirim sebagai poster dan paper presentation yang  akan diikutsertakan pada seminar yang diadakan oleh James Cook University, di Singapura. Namun, meski telah disampaikan sebelumnya pada Adi, kami termasuk kelabakan dalam mempersiapkan paspor, dan dana yang dibutuhkan dalam perjalanan.

Begitu banyak tangan-tangan yang terlibat dalam persiapan keberangkatan Adi. Mulai dari ibu Mangku, Bapaknya yang memberi support semangat tiada henti, adiknya yang rajin menggodain dengan gaya khasnya, para sahabatnya, dan, dari dirinya sendiri. Hingga akhirnya paspor siap, tiket ditangan, dan, dia berangkat sendiri pagi dini hari menuju bandara dengan mengendarai motor, karena aku masih harus menyiapkan rumah, adiknya yang akan berangkat sekolah, sebelum aku sendiri berangkat kerja ke Nusa Dua.


Dia berangkat ke Singapura, hari Selasa, 17 Januari 2017, dan kembali hari Jum'at, 20 Januari 2017










Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya. Langkah demi langkah membimbing mu jadi pria tangguh, bijak dan kian dewasa dalam kehidupan..... Adi berangkat ke negeri seberang mewujudkan cita cita dan semangat teriring doa kami...... 

Darah ilmuwan mengalir dalam dirinya, semangat kepemimpinan, niat untuk belajar mandiri, dan sifat bijak dalam memutuskan tindakan...... Dia mempresentasikan hasil karya bersama, dia mewakili lembaga Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dia membawa nama Indonesia di negara lain.

Tumbuhlah terus, sayang. Teruslah berkembang menjadi pria dewasa dan bijak, hingga kapanpun, dimanapun, dan, dengan segala cara yang dikau lakukan untuk mewujudkan cita-cita di masa depan.....







































Foto I Gede Gian Saputra.

Bu Agus, Penjaja Nasi Jagung dan Pepes Jamur





Namanya Bu Agus. Warungnya di sebelah bengkel yang biasa ku kunjungi. Dia berjualan nasi jagung, lontong sayur, dan beraneka jenis lauk.

Biasanya, sambil menunggu motorku diservis, aku sempatkan mampir ke warung bu Agus. Kunikmati seporsi nasi jagung, sayur urap, tempe dan pepes jamur, serta teh manis, seharga lima belas ribu rupiah. Dia berjualan aneka sayur. Dari tum tuna, tum ayam, pepes jamur, tempe goreng, ayam goreng, perkedel, sayur nangka, ikan asin….



Dulu kami bersama-sama mengantar anak yang sekolah bareng di SDN 13 yang terletak di dekat warungnya. Sekarang anak kami sudah pada remaja, dan bersekolah di tempat yang berbeda…..

Ah…. Perjalanan hidup telah menghantar kita pada berbagai ruas kehidupan dengan segala rupa dan rasa. Namun, persahabatan selama belasan tahun akan tetap ada, meski tidak bisa selalu berjumpa dan berada bersama……

Tetaplah tumbuh menjadi perempuan tangguh, ya bu…..







Kadek, Anak kecil penjaja kipas dan jepit rambut





Sabtu, 28 Januari 2017, Setelah tuntas urusan rumah tangga, aku bergerak keluar, bersama motorku tercinta, si hitam manis nyonya tua. Cuaca cerah berawan. Semoga tidak turun hujan, karena jemuranku berderet panjang.

Kendaraan jenis honda astrea grand ini keluaran tahun 1992, yang kubeli tahun 1993, di saat awal mulai bekerja di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Berpuluh tahun menemani langkahku menyusuri jalan raya, Denpasar - Nusa Dua, hampir setiap hari, bahkan, beberapa kali setiap harinya. Termasuk juga mengelilingi pulau Bali, ke seluruh kabupaten di Propinsi Bali ini.

Baru bulan lalu ganti oli, service, ganti kampas rem. Namun, dengan ritme kerja seiring langkahku, per hari bisa menempuh jarak berpuluh km, bahkan, hingga ratusan km per harinya, maka motor ini harus rajin di pelihara. Maka, kali ini ganti oli lagi, service, cek lampu, dan berbagai hal lainnya.... Bengkelnya kupilih yang dekat rumah saja, agar lebih nyaman menunggu, gampang, dan banyak pekerjanya.

Aku duduk menanti para karyawan bengkel menangani motorku, si hitam manis nyonya tua, menikmati alunan lagu Mariah Carey yang empuk renyah.... Against All Odds (Take a look at me now). Kulihat seorang perempuan paruh baya mengendong bayinya, menenteng barang dagangan, balon, jepit rambut, mainan anak-anak. Disampingnya, berjalan seorang anak lelaki berumur lima tahun, juga menenteng beraneka mainan balon yang belum ditiup.

Berikutnya, seorang anak perempuan berumur 7 - 8 tahun, menghampiriku. Dia menawarkan barang dagangannya. "Bu, beli kipas saya ya?". Ah... tatapan matanya yang polos, senyumannya yang penuh semangat..... mengingatkanku pada anak-anakku, juga anak lain yang juga sedang belajar berjuang, mengenali hidup, memelihara semangat untuk menemukenali jati diri...... Kuambil juga jepit rambut yang dijualnya. kuangsurkan sejumlah uang. Gak tega aku banyak bertanya.... Dia segera berlalu, setengah berlari, bergegas menghampiri ibunya.

Namanya Kadek. Mengingatkanku pada semangat anak-anak, dengan tatapan polosnya...... 

Terkadang..... Hidup tidaklah berjalan mudah. Tidak seindah harapan dan impian yang kita inginkan. Terjatuh dan tersungkur berkali, bangkit kembali berkali dan berkali, lagi dan lagi..... Tersenyumlah selalu, sayang. Tersenyum dan tetap kobarkan semangat di hatimu.....

Dan aku kembali terpekur, menanti si hitam manis nyonya tua selesai didandani kembali....