Selasa, 21 Februari 2012

Jum'at Heboh.... Antara berdoa dan berkarya, kerja dan keluarga...

Jum'at, 17 Februari 2012. Pagi ini ada kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka Dies Natalai STPNDB yang ke 34. Dirangkaikan sekaligus dengan acara Bhakti Sosial yang diselenggarakan oleh PT BTDC, maka kami semua berkumpul di Peninsula, yang terletak di sebelah Grand Hyatt Hotel. Seluruh mahasiswa STPNDB semester dua, bersama senat mahasiswa, Pembantu Ketua yang mewakili ketua STPNDB, dan para Ketua Program Studi yang ada di STPNDB.

13298927341052409943

Perwakilan dari beberapa hotel dan restoran yang terdapat di kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT BTDC juga hadir. Dan.... inilah sedikit usaha yang kami bisa, membantu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar kami.

132989275155285572

Aku menyusuri bibir pantai bersama ibu Ketut Anggreni, mengikuti jalan setapak, mengarahkan para mahasiswa untuk tidak bergerak masing-masing, atau terlalu jauh dari kelompoknya. Sempat pula berjumpa dengan ibu Ratna dan Tinong, mantan mahasiswa di STPNDB yang kini bekerja di PT BTDC, para mahasiswa dari Teknik Arsitektur semester akhir dari Universitas Gadjah Mada Jogja, yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan di PT BTDC.

1329892774715119030

Satu jam kemudian, kegiatan Bhakti Sosial berakhir, dan kami semua kembali ke kampus STPNDB. Tiba di kampus, acara berlanjut dengan pengukuran baju seragam batik bagi para Dosen dan staf administrasi di Program Studi Administrasi Perhotelan.

1329892796253380369

Ibu Asti yang terkenal dengan ibu Opit, sibuk menghubungi beberapa rekan yang masih beredar di berbagai lokasi kampus dengan beragam aktivitas sepanjang hari Jum'at. Well, ada 20 an dosen yang kemudian tiba dan berkumpul bersama. Ada pak Dewa Ketut Sujatha, Pak Nyoman Sukana Sabudi, Dewa Gde Hendry, Anak Agung Made Wirautama, ibu Luh Ketut Sri Sulistyawati, Ibu Sri Sadjuni, dan para rekan kerja lainnya.

1329892817386837609

Baju seragam ini nanti akan kami pergunakan setiap hari Jum'at, dan dananya akan kami kutip dari para dosen yang bersangkutan.

1329892833502592575

Well, selesaikah acara hari Jum'at? Hmmm, belum juga. Para dosen Program Studi Manajemen Akunting baru saja selesai mengadakan rapat mereka. Masing-masing dosen diminta membawa makanan, dan berkumpul bersama menikmati berbagai menu makan siang.

13298928542023795988

Hmmm, inilah Diplomasi Bungut Paon ala Manajemen Akunting. Makanan menghantar kita pada toleransi dan harmonisasi di antara segala perbedaan yang ada, tua muda, miskin kaya, sehat dan sakit-sakit an, perempuan dan lelaki, tanpa memandang asal usul, agama, tingkat pendidikan, atau apapun jua.....

1329892885349875081

Akhirnya, siang berlalu, dan kami kembali ke rumah masing-masing. Membawa kenangan tentang keberadaan kami bersama-sama. Dan aku melanjutkan dengan aktivitas lainnya. Mengajar para muridku di Kelompok Belajar Paket C, setara dengan SMA, yang penyelenggaraannya menumpang di salah satu sekolah SD di jalan Imam Bonjol, mulai pukul 7 malam hari. Ayu, simbok yang telah 6 tahun tinggal bersama kami, ikut menjadi muridku di sini. Sekaligus pula, kuajak Yudha bersamaku. Hehehe, inilah salah satu bentuk aktivitas berdamai dengan hati sendiri. Berdoa, belajar dan bekerja. Sambil menyelam minum air, sambil ngajar, juga tetap bisa ngasuh anakku. Swaha, Hyang Widhi Wasa....

Masih tentang Val's

Selasa, 14 Februari 2012. Hari ini adalah hari Valentine. Hari yang di sebut dengan hari perlambang cinta kasih sesama umat manusia. Baik antara ibu terhadap anak, suami terhadap istri, guru pada murid, murid pada teman lain.

13298890321216864640

Hmmm, meski banyak perdebatan tentang perlu tidak nya merayakan hari ini, kubiarkan semuanya mengalir bagai air yang mengisi tiap relung sisi hati kita. Bagiku sendiri.... Valentin adalah hari yang istimewa, demikian pula hari2 lainnya. Sama hal nya, Valentin adalah hari yg biasa2 saja, sama saja seperti hari2 lainnya. Tidak perlu menanggapi secara histeris. Masih ada terlalu banyak hal yang harus dipikirkan daripada sekedar membahas hal yg indah dengan sejuta persepsi di antara kita semua....

1329889064362595871

Aku berangkat bekerja menuju ke Nusa Dua. Masih sempat pula untuk membeli dua galon air, demi rekan-rekan kerja di ruang ADH. Persediaan air galon kami telah habis, dan, memesan juga sungguh lama. Tidak ada yg salah jika kita berusaha mencari jalan keluar dari setiap problema yang dihadapi. Hidup akan sungguh indah bila kita bisa saling menghargai dan memahami, tolong menolong, melakukan apa yang bisa kita lakukan segera.

1329890702331838049

Bertemu dengan para sahabat di ruang dosen Administrasi Perhotelan. Kusadari, 5 kotak kue cokelat yang kupesan dari Agus Kartika Putra ada di atas meja. Well, muridku yang satu ini sudah terbiasa dan bisa mengaplikasikan ilmu enterpreneurship semenjak di bangku SMA. Kini dia jago masak, termasuk pengurus senat mahasiswa STPNDB yang aktif, sedang training di hotel. Dan dia menjual paket kue cokelat bikinannya dalam rangka perayaan hari Valentin.

1329889089303932790

Jadi teringat anakku, Adi Pratama. Semenjak kecil sudah terlihat bakat enterpreneur nya pula. Dia pernah berjualan pernak-pernik kalung dan gelang. Hingga kini, dia terbiasa menjual hasil rancangan dan gambar bikinan sendiri, baik kepada teman-temannya, orang lain. Bisa memperbaiki laptop dan HP teman, dan beberapa hal lain yang bisa menambah uang saku.

1329889128612160191

Adi membuat sketsa gambar tiga orang penyanyi yang disenangi pacarnya berdasar foto yang ada, lalu membingkai dalam sebuah gambar indah, juga sebuah boneka. Hmmm, masa remaja dengan segala nuansa kala Valentin. Hehehe, biarlah dia tumbuh dan berkembang dalam batas-batas wajar....

13298892431037639319

Maka, selanjutnya, segera kubuka satu paket kue cokelat murni ini, kupotong2 menjadi bagian kecil, dan kutawarkan pada para murid yang antre untuk ujian laporan hasil Praktek Kerja Nyata pada ibu IGA Mirah Darmayanty, kutawarkan pada teman2 satu ruang, juga teman di ruang sebelan, ruang dosen Manajemen Akunting. Ehm.... sungguh sebuah perayaan sederhana bagi kebersamaan dengan rekan-rekan di tempat kerja.

13298892861275360372

Terbayang, betapa simbokku, Putu Ayu Widi, yang masih terhitung cucu jauh dari pihak suamiku, telah 6 tahun tinggal bersama kami sebagai pengasuh kedua anakku. Pagi ini dia memberikan sebotol parfum seharga 10.000 rupiah, dan gantungan kunci 4.000 rupiah, sebagai hadiah Valentin bagiku. Ahh... Valentin bukan cuma sekedar harga materi yang harus mahal dan eksklusif. Ini adalah tentang kasih sayang pada sesama, yang wajib hukumnya, untuk kita jaga dan kita kembangkan selalu, semangat untuk saling mengasihi pada sesama ciptaan Tuhan lainnya.

1329889512392091299

Setelah proses bimbingan skripsi bagi 2 mahasiswa bimbingan ku selesai, aku pamit bergeser pada rekan2 kerja di ruang. Ada rencana lain lagi yang ingin ku lakukan.

Ada teman yang tiba semenjak minggu lalu bersama keluarganya. Sudah bertahun mengenal orangnya hanya dari tulisan, di salah satu milist yang kami ikuti bersama. Mengenali juga istri nya yang lembut, juga lewat tulisan dan saling diskusi bersama. Kali ini aku ingin berjumpa. Maka, ku arahkan laju motor menuju Bangli.....

13298895471475775198

Di banjar Penatahan. Kota Bangli, ke arah RSJ. setelah traffic light, berbelok ke kiri, dan terus saja, kira-kira 5 km. Demikian arahan temanku ini via sms.

1329889580207420384

Sang Kompyang Muliartawan, beserta Ibu Wening Purnomo, juga bapak kandung beliau, beserta kedua anak tercinta, sedang berada di pulau Bali. Ibu Wening sudah kembali semenjak kemarin sore. Yang lain, akan kembali dengan pesawat terakhir malam ini. Aku berusaha menjalin persahabatan, dengan mencoba bertemu, bahkan termasuk dengan mengunjungi rumah beliau di Bangli.

132988981339581719

Maka, dari Nusa Dua, waktu menunjukkan pukul 14.00 siang hari, ku arahkan laju motor menyusuri jalan raya By Pass Ngurah Rai, berbelok memasuki jalan By Pass IB Mantra, hingga tiba di Pantai Lebih, lalu berbelok ke kiri, arah Tulikup, Gianyar.... Kembali mengarah ke kota Bangli. Setelah berkali bertanya, tiba juga di Puri beliau. Hehehe. Astungkara Hyang Widhi. Akhirnya, setelah sekian tahun, berhasil berjumpa dan berbincang dengan akrab. Berkenalan dengan keluarga besarnya, menikmati hidangan vegetarian dari olahan tepung gluten, mulai sate, capcay, ayam be mesitsit, bakso, dan semua serba tanpa daging.

13298901201696678314

Akhirnya tiba waktu berpamitan. Bapak yang ramah ini harus bersiap untuk sebuah perjalanan bersama keluarga menuju bandara. Hmmm, semoga kesuksesan dan kebahagiaan selalu menyertai perjalanan hidup mereka dimana pun berada. Aku kembali menyusuri arah perjalanan keberangkatan ku tadi, kembali menuju rumah tercinta. Dalam hatiku kususun sebuah rencana Valentin lain lagi.

1329890436434713156

Kali ini bersama anak-anak tetangga di sekitar perumahan kami. Well, kenapa tidak ??? Karena bukankah, semangat Valentin adalah semangat untuk berbagi kasih dengan sesama??

1329890467777293236

Adi mendapat hadiah cup cake dari pacarnya. Maka, ke empat cup cake lucu tersebut kupotong-potong menjadi beberapa bagian kecil, memanggil pedagang jagung bakar yang lewat di depan rumah, dan melanjutkan dengan memotong kue cokelat yang kubeli dari muridku. Dan..... inilah Valentin sederhana bersama para Laskar Pelangiku, anak-anak tetangga di perumahan. Karena bahagia juga adalah milik setiap orang, tanpa memandang dia miskin atau kaya, kuat atau lemah, besar atau kecil, tua atau muda, wanita atau pria....

1329890496876301784

1329890525826502852

Minggu, 19 Februari 2012

Demi cinta... Jika cinta bisa datang lewat perut, dan... aku percaya pada kekuatan cinta


Sore hari, menggoreng ikan slungsung yang sudah kubumbui. Hmmm, aroma wangi menyeruak udara. Ingin ku berbagi dengan keluarga tercinta. Namun suami masih sakit karena radang tenggorokan, demam, batuk kering. Adi baru tiba dari mempersiapkan kelompok SMANSA Computer Club untuk menghadapi lomba Desain Grafis yang diadakan STIKOM hari Selasa, tangal 21 Februari kelak.

Ada Yudha yang baru habis mandi setelah mengerjakan rangkaian ogoh-ogoh yang dibuatnya bersama anak-anak di perumahan kami. Ada simbok juga, yang sering kuajak berjalan-jalan. Maka, kupersiapkan se mangkuk berisi ikan slungsung yang baru kugoreng, masih panas. Simbok dan Yudha bergabung denganku. Namun aku masih harus membeli gas sebagai persiapan memasak keesokan hari, ato, alamat harus terburu-buru membeli gas keesokan harinya.

Ehm... Well, Hidup adalah sebuah pilihan, dimana terkadang kita harus bisa berkompromi terhadap pilihan yang kita ambil. Suami ku gak bisa beli dan membawa tabung gas dengan mengendarai motor, karena lengannya pendek, sedang kan aku, masih bisa mengendarai motor dengan satu tangan, sementara lengan kiri memegang tabung gas, karena termasuk orang yang memiliki tangan panjang. Enjoy aja lageeee. Toh, tetangga kami juga ada yg jual gas dalam tabung. Bu Geg Sri. Namun aku ingin sekalian membeli beberapa kebutuhan bagi persiapan anak2 sekolah esok hari, dan, harus keluar dahulu ke warung di dekat pasar.

Waktu menunjukkan pukul 8.15. Sudah termasuk larut, namun aku ingin berbagi bersama keluarga. Maka, dengan mengendarai motor, bersama simbok dan Yudha, aku menyusuri jalan menuju ke Antasura, dimana mertua dan ipar sekeluarga berada. Memasuki jalan Diponegoro, hujan mulai turun rintik-rintik. Hmmm, ku percepat laju motor Honda, berharap kami bisa mendahului rinnai hujan.

Astungkara.... 30 menit kemudian kami sudah tiba di depan gerbang rumah di gang Sutra, jalan Antasura tersebut. Pagar sudah dalam keadaan ter gembok, namun ipar ku meminta kami bersabar, karena ia langsung mengambil kunci gembok untuk kembali membuka gerbang, meski aku katakan agar kami tidak usah masuk saja. Toh akhirnya kami masuk juga. Bapak mertua belum juga ter tidur, para ponakan masih terjaga. Dan... kuangsurkan bingkisan berisi ikan hasil masakanku kepada ipar perempuan terkasih. Kami lalu melanjutkan perbincangan dalam suasana kekeluargaan.

10 menit kemudian, iparku ini berteriak karena menyadari anjingnya masuk dan bersender di meja dapur, dan menghabiskan ikan yang kubawa. Oowwww, tidak...... Usahaku demi cinta, berbagi cinta pada keluarga, karena ku yakin pada kekuatan cinta, dan percaya, jika cinta juga bisa hadir lewat perut, hasilnya, masakan ikan ku bagi keluarga, dicaplok kuluk / anjing, hikkkkssss.

Iparku sekeluarga memiliki dua ekor anjing yang masing-masing beratnya lebih dari 75 kg. Hareeee gheenneeee, dengan situasi rumah sering sepi, dibutuhkan penjaga yang ampuh, yaitu anjing. Dengan tingkat kepekaan yang tinggi, mereka sungguh dibutuhkan. Satu bernama Saigon, anjing jenis Kintamani dengan bulu gembrong, lebat, berwarna putih. Satu lagi bernama Boomer, dengan telinga lebar, berwarna hitam mengkilat. Dengan berbagai kisah tentang hewan peliharaan ini..... Hmmm, dan kini, salah satunya telah dengan sukses mencicipi ikan hasil masakanku. Hweleh hweleh.....

Tidak lama disana, kami mohon diri untuk pamit, karena hari kian larut. Udara dingin mulai menerpa, hujan turun dengan rintik yang menghujam bumi, namun kami harus berlalu pergi. Kubuka jas hujan yang selalu kupersiapkan, ahai.... hanya ada satu jas hujan anak-anak, milik Yudha. Aku lupa membawa jas hujan bagi kami berdua, aku dan Ayu. Hmmm, maka, segera kukenakan jas hujan tersebut pada Yudha. Dan kami menerobos gelap malam di tengah hujan gerimis. Kutolak jas hujan yang diangsurkan ipar, karena kutahu, jas hujan tersebut dibutuhkan keesokan harinya untuk berangkat kerja, dan anaknya untuk berangkat sekolah.

Swaha...... Tuhan, Kusadari, hidup ini sungguh tidak mudah dan tidak seindah yang kami bayangkan. Terkadang, ujian dan tantangan merintangi jejak langkah kami. Namun, jangan pernah biarkan kami sendiri, Tuhan, jangan pernah abaikan kami..... Jagalah selalu nyala dian harapan dan kemauan dalam hati kami semua, bimbing kami selalu untuk bersatu dengan mu, berjuang tegak kokoh di jalan Dharma.....

Anakku, buah hatiku terkasih....

Karena hakekat hidup adalah berkarya,

Berdoa dan bekerja selalu,

Di jalan Dharma

(Santi, 19022012)

13296173041627678789

Kumiliki dua anak kandung. Pertama, si Pangeran sulung, Wayan Adi Pratama, yang lahir di hari Bhayangkara, 1 Juli 1996. Kini duduk di bangku kelas 2 SMAN 1 Denpasar. Kedua, Pangeran bungsu, Made Yudhawijaya, lahir 15 Mei 2003. Kini duduk di kelas 4 SDN 13 Padang Sambian Kelod.

1329617768780835700

Namun, di luar kedua anak kandungku, kumiliki banyak, bahkan mungkin ribuan, anak-anak lain, yang kuanggap mereka sebagai anak-anakku pula. Bukankah... hidup ini indah bila kita selalu berbagi dalam berbagai beda dan variasi yang ada pula.......

1329621619525710170

Anak-anakku, dengan berbagai aktivitas yang mereka lakukan. Hmmm, bagai tidak pernah habis-habisnya energi yang mengalir dan tersalurkan. Berharap selalu, semoga mereka bisa temukan yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Karena.... kalianlah yang jadi pemilik masa depan negeri ini.

1329670583869330577

Hari Sabtu, sepulang dari sekolah yang penuh dengan aktivitas melelahkan bagi kegiatan ekstrakurikuler mereka, Adi dengan kegiatan Smansa Computer Club, membuat program bagi lomba yang bakal mereka ikuti, mulai dari rancang bagan karikatur poster, masih melanjutkan dengan pergi ke Stingray clothing. Dia menjual beberapa rancang bagi baju kaos. Baru kemudian pulang ke rumah dengan perasaan lelah. Makan, lalu mandi, dan bersiap kembali. Dia akan pergi bersama teman-temannya, mereka telah menyewa sebuah studio musik untuk beberapa jam, latihan band, sekaligus mengambil rekaman video acara kelompok mereka. Yudha setelah tiba dari ekstrakurikuler olahraga Bulutangkis di sekolah, mengganti seragamnya dan minta ijin untuk berkumpul bersama teman-teman se perum. Mereka akan melanjutkan proses pembuatan ogoh-ogoh, yang sudah mengalami proses bongkar-pasang berkali-kali, mencari bentuk yang paling sesuai berdasar kesepakatan mereka.

1329671089107851675

Hemmm.... sungguh membanggakan, anak-anak ini belajar merancang berbagai aktivitas, melaksanakan, mengevaluasi bersama, menerapkan kemampuan memimpin dan sikap toleransi pada sesama....

132967119433074920

Hidup tidak selalu indah dan mudah, anak-anakku tersayang. Tidak senantiasa seperti apa yang kita impikan dan kita harapkan. Terkadang, terjatuh dan tersungkur berkali-kali. Merasa kesepian, sendirian dan tidak berharga, tidak ada yang menemani dan menghampiri menawarkan bantuan bagimu. Namun, bila hatimu terluka, bila kegagalan melanda, bangkitlah berkali dan berkali..... Jangan biarkan semangatmu berhenti dan mati.

Senin, 13 Februari 2012

Karena Val's bukan cinta biasa





















Karena Val's bukan cinta biasa.....









Bukan sekedar cinta sesat dan sesaat,









Bukan pula sekedar cinta monyet, cinta kingkong, cinta gorilla









Di dalamnya ada cinta kasih orang tua pada anaknya









Cinta anak pada sesama saudara dan sahabat









Kasih bagi sesama tetangga









Tanamkan kasih,









Maka kasih dan damai pula yang akan merajai seisi bumi dan hati









Hindari kebencian,









Karena hanya akan membunuh perlahan....









Tanpa sempat melahirkan kreativitas dan semangat dalam diri kita.


















Dari sekedar parfum murahan dan gantungan 4000 perak dari simbok, terasa begitu indah karena kita belajar menghargai tiap sisi manusiawi









Dari hanya beli cokelat biasa demi keluargaku, Memesan cokelat dari murid yang jualan cokelat hasil karyanya, saling berbagi dengan para sahabat di ruang kerjaku. Tetap melaksanakan tugas. Menggotong dua galon air, Dapat pembagian cokelat oleh dealer motor Honda Asaparis di Bali. Dan... anakku yang bersusah payah membuat karikatur dari pen tabletnya, juga sebuah boneka, demi yayank tercinta. wkwkwk....

Minggu, 12 Februari 2012

Sepang di suatu masa dalam balutan doa sekeluarga

Jelang hari Kuningan, Jum'at, 10 Februari 2012, setelah selesai bersembahyang di rumah, kusiapkan 2 buah motor. Satu Honda Astrea Grand yang akan ku pakai berboncengan bersama Adi, si pangeran sulung. Satu Yamaha Jupiter MX yang akan digunakan suami bersama si pangeran bungsu, Yudhawijaya.....

Pukul 11, setelah hujan berhenti, langit cerah menyapa mengawali perjalanan kami menyeruak jalan raya beriringan. Menyusuri jalan Tegal Lantang, menuju Dalung, Kapal, Tabanan, lalu arah Gilimanuk.

1329061573205048733

Tiba di perempatan Samsam, berbelok ke arah Utara, menuju Batuaji Kelod. Aku bersama anakku menyapa Dewa Biyang dan para saudara terkasih. Menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa ikut bergabung pas hari raya, kami harus mengikuti rangkaian upacara Odalan di kampung halaman Asah Badung.

13290614961527248833

Hanya sejenak di sana, kami kembali bergerak sebelum sore menyapa. Kembali menyusuri jalan raya menuju Gilimanuk. Tiba di perempatan jalan menuju ke arah Bading Kayu, kami berbelok ke arah Utara. Berhenti sejenak di warung pinggir jalan untuk istirahat setelah satu jam setengah berguncang di atas motor di jalan raya.

13290354022124565207

Masuk daerah hutan Yeh Leh Yeh Lebah.. Tembus di Dapdap Putih,dan kembali mengarah ke Utara, menuju ke Desa Asah Badung, Akhirnya tiba di rumah tua. Waktu menunjukkan pukul 13.30. Hmmm, 2,5 jam perjalanan. Lumayan melelahkan. Namun anak-anak tetap dengan ekspresi bahagia, karena menikmati perjalanan. Langsung mengambil bola dan menggiringnya di halaman rumah kami. Menikmati durian matang yang disimpan keluarga dan menunggu kami tiba untuk disantap bersama. Setengah jam kemudian, iparku dengan mobil kijangnya tiba. Bersama dia sekeluarga, bapak mertua yang dirawat di Denpasar juga turun dari mobil. Hmmm, keluarga, selalu tempat terindah untuk melewati hari-hari bersama.

13290386471639575822


1329061671219003626

Kami sibuk membongkar barang-barang bawaan. Berbagai bekal, menghaturkan buah dan oleh-oleh bagi sanak saudara tercinta. lalu, satu jam kemudian, aku diminta menemui Mangku Subak, membawa Peras santun, semacam permohonan agar besok beliau berkenan muput upacara odalan di sanggah keluarga kami.

Maka, kembali kupersiapkan motor Honda Astrea Grand ku. Dengan mengenakan celana setengah tiang di balik kain yang kukenakan, selendang melilit di pinggang, kususuri jalan kembali menuju desa, menghampiri jero ne Mangku Subak. Dua ekor anjing menggonggong dengan gagah perkasa, secara reflek, karena pernah 2 kali digigit anjing, kembali kukebut motor, dan parkir di depan orang banyak, meminta mereka menghalau anjing2 tersebut. Hehehe. Jantungku berdebar kencang. Sedang mereka dengan santai menenangkan hatiku, anjing2 itu cuma senang menggonggong tamu yg datang saja.

1329061771333431337

Perlahan, kunaiki anak tangga menuju jero ne Mangku, menghaturkan Peras santun, lalu pamit undur diri. Motor kubalik kembali ke arah Pangkung Singsing, kukendarai, dan..... baru 10 meter, kusadari ban motor nya kempes. Aaarrggh, Swaha. Kukendarai saja motor ke arah Pangkung Bawak, ada bengkel motor di sana. Pan Sanur pemiliknya.

Hmm, waktu menunjukkan pukul 16 sore. Namun sekumpulan pemuda disana siap untuk membantuku. Ada Yoga, Pan Sanur. Terlihat ada 7 hingga 8 motor yang juga antre untuk diperbaiki, dari yang busi nya harus diganti, lampu depan motor, baut setang dan standard motor. Mereka berencana untuk main sepak bola bersama, namun tetap menuntaskan motorku dahulu. Paku sepanjang 5 cm menyeruak di tengah ban. Hmmm, akhirnya harus kuganti ban dalam motor, dengan mengeluarkan biaya Rp 27.000.

1329062258725567342

Pukul 17 sore saat mereka menuntaskan mengerjai motorku dengan mengganti ban dalam bagian belakang motor. Kuputuskan untuk mengunjungi rumah Mbok Kauh, Ketut Sukati, bersama Bli Made Miasa. Ku kirim pesan singkat ke HP anakku, dan menelpon Kadek, istrinya Nyoman Kopat, agar mereka tidak bingung mencariku. Tiba di depan rumah Tadra, kutitip motor pada Luh De, menantu Tadra yang baru ditinggal meninggaloleh suaminya karena stroke. Inilah indahnya persaudaraan yang tumbuh di kampung halaman, saling membantu sesama.....

13290611801071472101

Begitu tiba di rumah Mbok Kauh, dengan jujur kukatakan, aku lapar. Sejak berangkat dari Denpasar pagi hari, hingga tiba di rumah Pangkung Singsing, lanjut ke jero ne Mangku Subak, dan berakhir di bengkel, aku belum lagi makan. Ini lah indahnya bersahabat dan persaudaraan. Simbok langsung mengeluarkan makanan, namun aku menolak, dan memilih langsung masuk ke dapur, mengambil piring, nasi di tengah sokasi / besek, mengambil jukut embung, sambel dari cabe bali yang digoreng bersama nyuh mekikih. Hmmm, dua piring langsung tuntas ke dalam perutku.

13290612371106998262

Acara tuntas?? Belum !!

Kuambil banten satu keranjang bambu besar, meski mbok Sukati menolak, namun aku sudah terbiasa membantunya membawa banten untuk dihaturkan di sanggah keluarga kami. Terdiri dari ajuman yang sudah ditanding dalam tamas. Ku suwun di atas kepala, lalu berpamit pada Beli Made dan Mbok Kauh untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Tiba di halaman rumah Tadra, kulihat Luh de sedang mencuci motornya. Ktut Patra yang baru selesai mengabas rumput dengan mesin potongnya sedang mengikat 8 buah duren dengan tali. Hmmm, bingung memikirkan bagaimana cara ku membawa banten satu keranjang bambu, kutemukan caranya. Ban dalam bekas kuiris dengan pisau pinjaman dari Luh De, lalu kuikat keranjang menggunakan ban dalam bekas di kedua sisinya yang kuhubungkan dengan motorku. Ktut Patra sibuk memasukkan duren ke dalam karung kampil. lalu memaksaku membawanya ke Pangkung Singsing. Meski aku menolaknya berkali.

13290612972105229599

Ah ha...

Dan.... Ini lah aku. Mengendarai motor Honda Astrea Grand ku, dengan keranjang bambu besar di boncengan bagian belakang, se karung duren di bagian depan yang kututupi dengan jas hujan agar tidak melukai tubuhku, sokasi terbungkus taplak meja yang tadi dipergunakan membawa haturan Peras santun bagi Mangku Subak. Menuruni jalan licin sehabis hujan, menaiki tanjakan curam, kembali menuruni dan naik kembali, sebelum tiba di rumah tua, sisin Pangkung, bergabung dengan anak-anak, para ipar, mertua dan keluarga besar....

13290620171142304374

1329062195905189516

Mau Profesor kek, Doktor sekalipun, orang kaya - miskin, tua - muda, sehat dan penyakitan, berkecukupan ato berkekurangan, sedih atau bahagia, di desa dan di kota, berpendidikan ato buta huruf...... Kita semua selalu dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, menyesuaikan diri dan siap selalu dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi...... Tidak bagai katak dalam tempurung semata, dan beranggapan diri sendiri atau golongan kita yg paling sempurna......

Valentin



Be my Valentine Angle....



Jangan pernah menjauh



dan lelah untuk menjadi bintangku






Karena, di tanganmu



aku yang rapuh bisa sekuat baja



seindah mawar merekah menghargai segala cinta






Be my Valentine Angle.....



Biarkan rona hiasi hari-hari yang ada



tanpa pernah jadi bosan dan bias semata






Hanya tuk sadari bahwa kita terlahir bersama



meski jarak ruang dan waktu mengukur kita terpisah






Dalam matamu kutemui bahagia



karena lelah kita sama dan ingin berlabuh dalam cinta