Jumat, 25 Oktober 2019

UWRF 23-27 Oktober 2019



Ubud Writers and Readers Festival merupakan sebuah kegiatan tahunan besar di Asia Tenggara, terkait dengan sastra, seni dan budaya, terkait dengan tata bahasa, struktur konsep yang ditampilkan dalam beragam symbol serta tutur kata yang bermakna, baik tersirat maupun tersurat.  Kegiatan ini mencakup serangkaian program, baik itu diskusi tentang sastra dan budaya, peluncuran buku, diskusi, workshop, pertunjukan music, pembacaan puisi, tarian dan nyanyian, pemutaran film terkini dan documenter. Rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, yakni dari tanggal 23 hingga 27 Oktober 2019, dari pukul 8 pagi hingga pukul sepuluh malam. 


Gala Pembukaan dilangsungkan di Puri Ubud dengan menghadirkan beberapa pembicara inti dari festival ini, pemutaran film, pertunjukan music dan lagu serta tarian. Dilangsungkan pada beberapa tempat di seputran Ubud, Ubud Writers & Readers Festival juga melibatkan masyarakat sekitar, terbuka untuk umum, diikuti oleh budayawan serta wisatawan dan kalangan pemerintah serta pengusaha dari lebih 30 negara peserta, dengan 180 pembicara atau penulis buku serta pembahas karya seni, dengan lebih dari 170 kegiatan yang berlangsung selama lima hari, tanggal 23 – 27 Oktober 2019.


Inilah ajang bergengsi dan menakjubkan, terkait seni dan budaya, terkait persahabatan dan persaudaraan, terkait diskusi dan kritikan, terkait eksistensi manusia, hasrat, birahi, kekecewaan dan kegalauan, kebahagiaan, dunia impian juga harapan, serta hal absurd dalam diri manusia, bahkan pergulatan kekuasaan dan ego manusia, tentang gender, kaum proletar, kaum borjuis, yang terpinggirkan, yang meraih panggung eksistensinya, semua interaksionis simbolik yang terlibat sepanjang garis kehidupan manusia.


Berpuluh aktivitas yang digelar semenjak pagi hari di berbagai tempat di seputar Ubud, dikemas menarik, mulai dari pemutaran film, menikmati suasana Ubud dengan jalan-jalan wisata kuliner, belajar memasak, mengolah dan menyajikan makanan sehat, pertunjukan seni klasik, puisi dan tarian, mempertemukan kaum muda dan tua, para birokrat dan pengusaha, tokoh masyarakat dan rakyat biasa, penulis kaliber dan pencinta dunia seni. Ubud Writers & Readers Festival diakhiri dengan pementasan musik dan seni pada malam hari, Sabtu, 27 Oktober 2019, di Museum Blanco.

Pendiri Kegiatan Ubud Writers & Readers Festival adalah Yayasan Mundra Sari Saraswati dan Casa Luna Restaurant & Cooking School semenjak tahun 2004. Sebagai suatu badan yang independen, non government & non profit, yayasan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya, seni klasik maupun modern, memperluas wawasan seni, menjadi ajang budaya yang saling bersatu, saling menguatkan, lintas budaya dan pengembangan teknologi digitalisasi yang kekinian bagi pelestarian dan pengembangan budaya. 


Sudah tidak jamannya lagi kita berada dalam suatu lingkungan eksklusif, mengasingkan diri dan hanya membuat suatu kelompok inklusif, mengabaikan peranan seni dalam pembentukan karakter manusia, dan mengabaikan warisan budaya leluhur. Kini kita semua berada di dalam dunia milenial yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kreativitas tinggi, dan keterlibatan kita semua untuk saling peduli, bagi anak semenjak usia dini, bahkan demi para lanjut usia, yang membutuhkan perhatian dan penghargaan kita semua.
Seperti halnya yang disampaikan oleh panitia Ubud Writers & Readers Festival :
The Festival is not only a place for workshop, panel discussions and performances. It’s a place where we can make new friends, a place where we can brush shoulders with our favorite authors. A destination where old friends meet. Ubud Writers & Readers Festival is a magical place, and we are so grateful to be sharing this experience with you (The Committee of UWRF2019).

Ubud Writers & Readers Festival, 23-27 October 2019



Ubud Writers and Readers Festival, is an annual literary, Southeast Asia’s leading festival of words and ideas retuns with a triumphant program of discussions, debates, live musics, poetry slams. The Event start from 23 October to 27 October 2019, start from 08.00 am to 22.00 pm.



The Gala Opening at Ubud Royal Palace, featuring key festival speakers, Music screening, Art performing. The Program present at some places, with some activities, such as Workshop, Art & Culture Exhibition, Book Launches, Children and Youth Programs, Live Music and Art, Festival Club, Live Programs, Film Program, Fringe Event.


Cultural Workshop such as, Bahasa Indonesia Breakfast, Market tour and cooking class, Culinary Jalan-jalan, Yoga. Workshop for writing and performing, like Stand Up Comedy, Develop The Poetry, Writing and Reading as healing. And The Closing Night Party with Live and Art Performing at Antonio Blanco Museum.


The Founder of this Event are, Yayasan Mudra Swari Saraswati and Casa Luna Restaurant & Cooking School. Ubud Writers & Readers Festival is one of the major annual projects of the Mudra Swari Saraswati Foundation. Founded in 2004, the Foundation is an independent, non-profit, non-government organization. The members of the Foundation are committed to enriching the lives and livelihoods of Indonesians through the development of a range of community-building arts and cultural programs.


The primary goal of the Foundation is to give full expression to the creative needs of individuals and the community in order to better equip them to interact in our rapidly changing global society. Through its revenue from ticket sales to events and workshops, the Festival provides the Foundation with vital support to pursue its creative, educational and youth-focused missions.

This year, Ubud Writers and Readers Festival followed by more than 30 countries, more than 180 storyteller will participate at more than 170 events in 5 days of magic, at some places in Ubud, start from 23 – 27 October 2019, with the theme: Karma.



The Festival is not only a place for workshop, panel discussions and performances. It’s a place where we can make new friends, a place where we can brush shoulders with our favorite authors. A destination where old friends meet. Ubud Writers & Readers Festival is a magical place, and we are so grateful to be sharing this experience with you (The Committee of UWRF2019).

Ubud Writers & Readers Festival helps to promote Ubud as an arts and cultural center, showcases Indonesian writers on an international stage and helps young Indonesians to reach their potential through educational programs and literature. Proceeds from ticket sales are also used to cover free public events, free workshops for local children and high school students and their teachers and to subsidize attendances of local residents who could not otherwise afford to attend.

Yudisium 2019 Poltekpar Bali (dahulu STP Nusa Dua)




Yudisium Politeknik Pariwisata Bali berlangsung pada Hari Jum’at, 25 Oktober 2016. Tercatat 541 mahasiswa yang dinyatakan lulus, berasal dari 10 Program Studi, yaitu : Program Studi S1 Bisnis Hospitaliti 54 orang, DIV Administrasi Perhotelan, 101 orang, DIV Manajemen Akuntansi Hospitaliti, 29 orang, DIII Manajemen Divisi Kamar, 62 orang, DIII Manajemen Tata Hidangan, 63 orang, DIII Manajemen Tata Boga, 113 orang, S1 Destinasi Pariwisata, 22 orang, DIV Manajemen Kepariwisataan, 50 orang, DIV Manajemen Bisnis Perjalanan, 23 orang, DIV Manajemen Konvensi dan Perhelatan, 24 orang.


Terdapat 16 lulusan terbaik, yaitu S1 Bisnis Hospitaliti, dengan IPK. 3,73, diraih oleh dua orang sekaligus, NIM. 15101037, Kadek Yanik Duwipayani, NIM. 15101007, Luh Putu Dinda Malini. DIV Administrasi Perhotelan, dengan IPK 3,77, diraih oleh tiga orang sekaligus, NIM. 15102115, Made Agus Prananditha Yudistirawan, NIM. 15102100, Ni Putu Ayuk Wiwik Windiasih, NIM. 15102094, Ida Ayu Miswadita Anindi. DIV Manajemen Akuntansi Perhotelan, dengan IPK 3,87, NIM. 15106026, I Made Bayu Merta. DIII Manajemen Divisi Kamar, dengan IPK 3,79, NIM. 16107023, Gusti Ayu Made Puspa Dharmasari. DIII Manajemen Tata Hidangan, dengan IPK 3,75, NIM. 16108012, I Gede Agus Mahendra. DIII Manajemen Tata Boga, dengan IPK 3,70, diraih oleh dua orang, NIM. 16109110, I Putu Bhaktiawan Ariesta, dan NIM. 16109021, Ida Bagus Made Dwija Putra. S1 Destinasi Pariwisata, dengan IPK 3,74, diraih oleh dua orang sekaligus, NIM. 15112005, Luh Putu Regita Permata Sari, dan NIM. 15112003, Irene Adiela Indah Pribawanto.  DIV Manajemen Kepariwisataan, dengan IPK. 3,90, NIM. 15103012, Pande Putu Wulandari. DIV Manajemen Bisnis Perjalanan, dengan IPK 3,81, diraih oleh dua orang sekaligus, NIM. 15104002, Anindita Maheswari, NIM. 15104001, Agung Komang Oki Handayani, W.  DIV Manajemen Konvensi dan Perhelatan, dengan IPK 3,81, NIM. 15105010, Ni Putu Eka Wulandari.


Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi diraih oleh mahasiswa dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan, dengan IPK 3,90, atas nama Pande Putu Wulandari.
Politeknik Pariwisata Bali telah diresmikan keberadaannya berdasar Surat Keputusan Nomer KM. 308/KP.04/MENPAR/2019, yang ditandatangani oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, tentang pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam jabatan Direktur Politeknik Pariwisata Bali. Serah Terima Jabatan dari Ketua STP Nusa Dua Bali kepada Direktur Poltekpar Bali berlangsung di Gedung Widyatula, MICE, STP Nusa Dua, pada hari Senin, 21 Oktober 2019, diikuti oleh seluruh Dosen dan Pegawai Politeknik Pariwisata Bali, juga perwakilan dari Senat Mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali.


Di dalam struktur organisasi yang baru ini juga terdapat tiga Jurusan, Hospitaliti, Kepariwisataan, dan Perjalanan. Di dalam Jurusan Hospitaliti, bergabung enam Program Studi, yakni Prodi Bisnis Hospitaliti, Prodi Administrasi Perhotelan, Prodi Manajemen Akunting Hospitaliti, Prodi Manajemen Divisi Kamar, Prodi Manajemen Tata Hidangan, Prodi Manajemen Tata Boga.
Di dalam Jurusan Kepariwisataan, bergabung dua Program Studi, yakni Prodi Destinasi Pariwisata, dan Prodi Manajemen Kepariwisataan. Di dalam Jurusan Bisnis Perjalanan, bergabung dua Program Studi, yakni Prodi Manajemen Konvensi & Perhelatan, dan Prodi Manajemen Bisnis Perjalanan.


Total terdapat sepuluh Program Studi di bawah tiga Jurusan, di dalam Struktur Organisasi Kelembagaan Politeknik Pariwisata Bali, dengan Direktur Poltekpar Bali, Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes.
Yudisium bagi mahasiswa Jurusan Hospitaliti dilakukan di Aula Joop Ave. Total jumlah mahasiswa Jurusan Hospitaliti peserta yudisium berjumlah 422 orang. Yudisium bagi mahasiswa Jurusan Kepariwisataan dilakukan di Gedung Genitri. Total jumlah mahasiswa Jurusan Kepariwisataan peserta yudisium berjumlah 72 orang. Yudisium bagi mahasiswa Jurusan Perjalanan dilakukan di Gedung Widyatula. Total jumlah mahasiswa Jurusan Perjalanan peserta yudisium berjumlah 47 orang. Total jumlah peserta yudisium sebanyak 541 orang. Wisuda akan dilaksanakan pada hari Kamis, 7 November 2019, bertempat di BICC, Nusa Dua Bali.


Yudisium berasal dari istilah Latin, Judicium, kemudian menjadi Judgmen. Yudisium merupakan suatu keputusan dimana seorang mahasiswa dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk lulus. Persyaratan untuk lulus tersebut mencakup bidang akademik, persyaratan administrasi, dan juga keuangan yang telah lunas dilakukan oleh mahasiswa bersangkutan.


Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah diambil mahasiswa dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat.


Yudisium berbeda dengan Wisuda, karena Yudisium merupakan sebuah proses akademik menyangkut penetapan nilai dan kelulusan, suatu pertemuan dimana dilakukan pembacaan nilai akhir atas prestasi mahasiswa, profil dan informasi terkait mahasiswa tersebut. Penyebutan nilai di dalam yudisium merupakan sesuatu yang penyangkut prestige, berharga bagi mahasiswa, karena disampaikan secara terbuka mengenai prestasi mahasiswa. Sedangkan wisuda merupakan suatu prosesi pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar, dimana prosesi atau upacara wisuda disertai dengan masuknya rektor atau ketua bersama para pembantu dan ketua jurusan atau dekan untuk mewisuda para calon wisudawan. Yudisium berasal dari istilah Latin, Judicium, kemudian menjadi Judgmen. Yudisium merupakan suatu keputusan dimana seorang mahasiswa dinyatakan telah memenuhi persyaratan untuk lulus. Persyaratan untuk lulus tersebut mencakup bidang akademik, persyaratan administrasi, dan juga keuangan yang telah lunas dilakukan oleh mahasiswa bersangkutan.


Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah diambil mahasiswa dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat.


Yudisium berbeda dengan Wisuda, karena Yudisium merupakan sebuah proses akademik menyangkut penetapan nilai dan kelulusan, suatu pertemuan dimana dilakukan pembacaan nilai akhir atas prestasi mahasiswa, profil dan informasi terkait mahasiswa tersebut. Penyebutan nilai di dalam yudisium merupakan sesuatu yang penyangkut prestige, berharga bagi mahasiswa, karena disampaikan secara terbuka mengenai prestasi mahasiswa. Sedangkan wisuda merupakan suatu prosesi pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar, dimana prosesi atau upacara wisuda disertai dengan masuknya rektor atau ketua bersama para pembantu dan ketua jurusan atau dekan untuk mewisuda para calon wisudawan.


Di atas ini semua, deretan angka hanya sekumpulan data yang takkan bermakna. Tetaplah rendah hati dan menjaga semangat untuk senantiasa bekerjasama, dimanapun kalian berada, dengan jabatan apapun yang dipegang atau disandang. Menjaga semangat kreativitas dan bekerja keras, menjaga semboyan jiwa korsa, l’sprit de corps, sehingga membuat bangga dirimu sendiri, juga keluarga, saudara, sahabat, terlebih, almamater, Politeknik Pariwisata Bali.

Santi, 25 Oktober 2019.