Sabtu, 10 Maret 2012

Happnines is something deep inside, Darl.....



Happines is not something you have in your hands,
It is something you carry in your heart.
Give it away generously
and it will return to you a thousand fold.......
(Kebahagiaan bukan tentang sesuatu yg ada dalam genggaman,
namun sesuatu yg ada di hati....
Berbagilah dengan yg lainnya,
maka akan kembali berlipat-lipat jumlahnya padamu....)

I received this from someone who thinks I am a "keeper"...
So I've sent it to the people I think of in the same way.
Now it is your turn
to send this to those people that are "keepers" in your life.
(Aku menerima pesan ini dari seseorang yang beranggapan aku adalah pelindungnya,
maka kukirim ini pada banyak orang dengan cara sama pula, jadilah pelindung dan pembimbing bagi banyak orang, juga diri kita sendiri....)

Good friends are like stars....
You don't always see them,
but you know they are always there.....
Keep them close !!
(Sahabat yg baik bagai bintang nun jauh di sana,
Kita gak slalu bisa melihatnya
namun dia akan slalu ada di sebuah tempat....)

God won't ask what kind of car you drove,
He'll ask how many people you drove who didn't have any transportation.......
(Tuhan gak bertanya tentang berapa banyak mobil yg dikau miliki,
tapi berapa banyak orang yang gak punya transportasiyang telah kau angkut dan hantarkan....)

God won't ask the square footage of your house,
He'll ask how many people you welcomed into your house....
(Tuhan gak bertanya tentang berapa luas ukuran rumahmu,
namun berapa banyak orang yang disambut dan diterima ke rumahmu)

God won't ask about the clothes you had in your closet,
He'll ask how many you help to clothe.....
(Tuhan gak bertanya tentang berapa banyak bajumu di dalam lemari,
namun berapa banyak org yang telah dikau kenakan pakaian ke tubuhnya)

God won't ask what your highest salary was
He'll ask if you compromised your character to obtain it....
(Tuhan gak bertanya tentang berapa gaji tertinggi yang pernah kau terima,
namun pantaskan pribadimu untuk memperoleh gaji demikian besarnya)

God won't ask in what neighborhood you lived,
He'll ask how you treated your neighbors....
(Tuhan gak pernah bertanya mengenai lingkungan hidup dimana dikau berada,
namun bagaimana dikau memperlakukan para tetangga)

God won't ask why it took you so long to take salvation.
He'll lovingly take you to your mansion in heaven,
and not to the gates of hell
(Tuhan gak bertanya berapa panjang perjalanan menempuh hidup mencapai Beliau,
Namun Dia akan menghantar kita untuk bersatu denganNya kelak, bukan malah mengirim kita ke neraka)

God won't have to ask how many people you forwarded this to.
He already knows your decision.
(Tuhan gak bertanya tentang berapa banyak orang yang telah kita kirimi pesan-pesan indah dan kalimat bijak ini..... Beliau telah mengetahui latar belakang alasan dari pikiran, perkatan dan perbuatan kita masing-masing.....)



Ibu, Malming kok gak jalan2? Liburan jalan2 kemana aja nih ???

Seorang muridku menyapa…. “Ibu, liburan, bepergian kemana aja neee? Malming kok gak jalan-jalan?? “

Hmmm, bagiku pribadi, tiap hari adalah liburan, sama seperti aku beranggapan, tiap hari adalah hari untuk berkarya. Lalu, mengapa kita mesti menyikapi sesuatu secara berlebihan atau bersikap apriori terlebih dahulu? Gak perlu histeris ato vulgar, bukan?

Pagi ini, seperti hari-hari lainnya, terjaga di pagi hari, lalu beres-beres rumah dan cuci baju as usual…. Jangan bayangkan ibu punya mesin cuci. cukup gunakan jari jemari tangan ini. Menyiapkan keberangkatan anak-anak ke sekolah mereka masing-masing. Simbok asyik mengolah bongkot menjadi sambel dan menu sayur daun ubi di dapur. Suami asyik dengan perpustakaan mini kami.

Pukul dua belas siang, si bungsu pulang sekolah, si sulung menelpon tali kopling motor putus, sedang dia tidak bawa uang cukup untuk bayar ongkos perbaikan motor di bengkel.

Hmmm, naluri seorang ibu. Anakku dalam kondisi lapar, mendorong motor cari bengkel untuk perbaikan motornya. Sedangkan aku masih harus mengambil kompor gas kami yang rusak dan diperbaiki oleh salah satu tukang perbaikan kompor….. Si bungsu dan bapaknya harus keluar rumah juga untuk urusan lainnya.

Maka, kuajak simbok berangkat bersama, dan…. inilah gaya ku dalam berjalan-jalan mengisi waktu luang. Kami bepergian bersama, menghampiri si sulung di salah satu bengkel dekat Pasar Kereneng. Dari tali kopling motor, ganti oli, klakher yang harus diganti, kami juga menikmati mie ayam bakso sayur dan telur pindang, berbotol-botol minuman dingin.

Setelah urusan motor tuntas, si sulung pulang ke rumah, dia butuh istirahat setelah seharian di sekolah. Aku dan simbok lanjut menikmati perjalanan ke bengkel lainnya, tempat sang kompor di perbaiki. Tungku yang keropos. Akhirnya, kompor siap untuk dipakai kembali. Kami pun pulang ke rumah. Membeli lumpia dan es potong nikmat murah meriah.

1331371976962125154

Lalu, so what?????

Suka duka lara pati…. semua bakal selalu ada dalam kehidupan kita, karena kita semua tetaplah manusia yang membawa sisi manusiawi kita. Permasalahan dan dinamika kehidupan akan selalu ada, tergantung bagaimana kita menyikapi dan menghadapinya…….

Semoga setiap umat manusia dapat belajar dari berbagai situasi dan kondisi dalam kehidupan untuk menjadi smakin bijak dan dewasa, smakin shantih…….

Rabu, 07 Maret 2012

Tipat Cantok, Tipat Sayur dan Rujak Boni Bu Wirawan

Mampirlah di warung sederhana milik Ibu Wirawan.Jalan Raya Sesetan Denpasar Bali, persis di seberang jalan depan sekolah Harapan dan di samping sebuah bank.

Rabu, 7 Maret 2012, hujan gerimis yang menemani laju motor, lapar karena belum makan semenjak pagi, maka kuputuskan mampir di warung sederhana pinggir jalan raya Sesetan ini sambil mengaplikasikan ilmu wisata kuliner.

13311315181963965025

Bu Putu Wirawan mengambil tipat lalu membuka kulitnya, memotong-motong dan meletakkan di piring. Mengisi piring dengan sayuran rebus. "Beli tipat 4000 rupiah saja juga gak apa apa kok", katanya.

Namun aku lapar, maka kuminta porsi khusus. Bu Wirawan mengambil sebutir telur rebus yang dibalut garam, mengupasnya dan meletakkan di piringku, tambah 2 bakwan udang, lalu sepotong kecil ayam goreng bumbu bali. Kemudian dia menyiram bagian atas makanan dengan kuah ayam bersantan.

Berikutnya, kupesan rujak boni dengan dua buah cabe. Kembali ibu pedagang mengambil segenggam boni, meremas dan melepaskan batang dari buah, mencucinya, lalu mengaduk buah boni tersebut dalam bumbu rujak yang sudah diulegnya.

Hmmm, aroma rujak cuka buah boni menyeruak menggoda smangat untuk segera mencicipi.


13311320311525085728

Setelah tuntas makan Tipat Sayur, kucicipi Rujak Boni, dan segelas air putih sebagai penutup menu makan kali ini. Kutanyakan pada Bu Wirawan sang penjual biaya yang dikenakan padaku. "Tipat seharga Rp 7.000, rujak seharga Rp 3.000, Total Rp 10.000", sahutnya.

Well.....

Sungguh menyenangkan menu makan ku kali ini ditengah rinai hujan yang masih turun. Kembali kugerakkan motorku, kali ini mengarah ke kampus UNUD, di Ged. Pascasarjana Prof. Bagus yang terletak di jalan Nias. Temanku, Ibu Iswarini menanti untuk diskusi bersama mengenai Tesis dan Disertasi kami.

Senin, 05 Maret 2012


Bila letih dan sedih membuat hatiku merintih.....
Kuingat tentang Ibu Sudiarni.

Bila galau mendera hingga pikiranku kacau.....
Kuingat tentang Ibu Sudiarni.

Bila jalanku tidaklah lurus dan mulus.....
Bila ego dan amarahku memuncak,
Bila harta membuatku silau,
Bila ku merasa sudah sangat terpuaskan,
Bila buas, hasrat, nafsu birahi,
membuatku ingin melenguh dan tertawa terbahak2....

Kuingat tentang seorang perempuan tergolek di sana
Lumpuh sejak 5 tahun lalu akibat tabrak lari
Yang memutus urat syaraf, dan beberapa patah tulang,
hingga berbilang bulan di rumah sakit....
Memupus harapan untuk tuntaskan S2 Linguistik UNUD

Kuingat tentang seorang perempuan
Dengan tatapan bersemangat
Untuk tetap jalani hari-harinya....
Meski harus digendong dan hanya mampu duduk di kursi roda

Duuhh, Hyang Widhi....
Bantu aku untuk selalu semakin merunduk
Merenungi makna dan manfaat bagi diri ini,
Hingga hanya bijak dan kian dewasa
Yang tertinggal dan merajai hati ini.....
Swaha.....

Bubur Saur Puun, Nasi Lambon, lan Jaje Gule



Gianyar, jalan Raya Blahbatuh, di dekat SMK Pariwisata, terdapat sebuah Warung Sederhana. Warung Ibu Jero Mangku.

Mampirlah untuk menikmati kelezatan Bubur Saur Puun, Nasi Lambon, lan Jaje Gule.

Seporsi bubur saur puun seharga Rp 6.000 rupiah, sudah sungguh membuat perut kenyang. Seporsi nasi lambon, atau nasi sela, seharga Rp 6.000 pula. Demikian pula jaje gule. Rp 3.000 sudah terlalu banyak bagiku.

Bubur panas yang ditempatkan di ingka beralas kertas nasi, ditaburi kesuna cekuh goreng mebase. Kembali ditaburi saur puun meulig, lalu di beri rebusan berbagai sayur. Kemudian disirami ayam mesuwir dan kuah sotonya. Terakhir diberi sebutir telur ayam pindang.

Pesanlah nasi lambon. Prosesnya sama dengan bubur saur puun. Kita juga bisa minta diberi lindung goreng mebase kesuna cekuh. Hmmm. Pedasnya menggugah selera makan untuk nambah....

Jaje bali, dengan ketan hitam.... ditaburi parutan kelapa, lalu disiram gula aren cair. Hohoho..... Wisata kuliner yang sungguh menyenangkan. Murah meriah, dan menjalin keakraban di antara kita semua....

Sabtu, 03 Maret 2012

IGA Sudiarni..... Karena Cinta akan Selalu Ada

Sahabat....

adalah hal terindah bila kita bisa selalu bersama,

meski rentang jarak ruang dan waktu,

membuat rindu tiada berujung untuk berbagi ceritera tentang kita ....

1330784059215768449

Sahabat.....

senyum ceria terpampang di wajah cantikmu,

semangat mengalir jelas untuk tidak menyerah,

bagai Yesus yang memikul salib di Bukit Golgota.....

13307844331205595246

Sahabat.....

semenjak tabrak lari yang dikau hadapi,

memutus syaraf tulang belakang, dan, lumpuh semenjak 2006.

sedang dikau bersemangat tuntaskan S2 Linguistik UNUD...

13307849581397659884

Sahabat....

kutemui dikau malam ini, di tengah hujan deras dan tersesat malam hari,

kupeluk erat lukisan Yesus memikul salibNya karya khusus Kicko untukmu,

agar smangat yg sama pula mengalir di hati hadapi perjuangan ini....


Sahabat ....

hal yang paling menyedihkan adalah merasa sendirian,

kesepian, terlunta dan tersisih, tiada ada yg peduli

tanpa para sahabat dan keluarga...


Sahabat ...

Karena cinta tidak terbatas SARA,

Karena kita terlahir sama di hadapan Nya,

Karena kasih terindah dari seorang sahabat,

Karena akan selalu abadi selamanya....

Dari FHT BNDCC, 1 - 3 Februari 2012

Bersama Bu Mirah, IGA, bu Asti, bu Sri Humas, kami berangkat siang itu setelah mengakhiri Rapat Akhir Tahunan Koperasi Werdhi Wisata STPNDB, Kami mengendarai 3 motor menuju Bali Nusa Dua Convention Centre yang terletak di kawasan PT BTDC,

Food, Hotel, and Tourism Bali 2012 kali ini diikuti oleh ratusan perusahaan dari puluhan negara.

Event ini sungguh penting bagi para traveler maupun mereka yang bekerja di bidang terkait pariwisata. Pameran ini akan berlangsung mulai 1-3 Maret 2012, bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center.

Ada 498 perusahaan dari 33 negara yang ikut serta dalam pameran. Hal ini dikemukakan oleh Sapta Nirwandar selaku Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2012).

"Ada dua hal penting dalam industri pariwisata, yaitu kuliner dan hotel," kata Sapta saat konferensi pers Food, Hotel, and Tourism Bali 2012.

Pameran yang diselenggarakan oleh PT Pamerindo Indonesia ini dirancang seiring meningkatnya jumlah hotel, restoran, dan bar di Pulau Bali.

"Banyak peserta pameran yang memeragakan alat serta produk dari hotel dan restorannya," tutur Astied Julias selaku pihak dari PT Pamerindo Indonesia.

Pameran ini juga diadakan bersamaan dengan kompetisi kuliner oleh Bali Culinary Professional (BCP), yang merupakan salah satu anggota Association of Chef Societies. Lebih dari 250 juru masak akan unjuk kemampuan di beragam kompetisi seperti Food Presentation, Table Dressing, Ice Carving, hingga Butter Sculpture. Kompetisi ini akan dinilai oleh 14 juri internasional.

"Dalam kompetisi ini juga terdapat tata penyajian dan higienis makanan, agar lebih dikenal oleh masyarakat," tambah Astied.

Food, Hotel, and Tourism Bali 2012 akan dibuka oleh Sapta Nirwandar pada 1 Maret 2012 mendatang. "Kalau orang sering bertanya apa hubungan Parekraf dengan kuliner, jawabannya, kuliner adalah salah satu komponen paling penting bagi pariwisata," tutur Sapta.