Jumat, 10 Juni 2011

Blessing Hello.....

I am powerful and I am loving.
I have much to give to this world.
I am a person of worth.
I deserve love.
I am a capable person.
My life has meaning.
My life is unfolding perfectly.
There is plenty of time.

On this day, God wants you to know
...
that you learn what you do.

If you worry a lot,
then day after day you are learning how to worry even better.
If you think about doing something a lot,
then you are learning how to think about doing.
Every moment you are happy,
you are learning how to be even happier.
Every time you act,
you are learning how to take an action even better.
What is it that you've been learning today?
What is it that you want to learn tomorrow?

Sometimes...
we found that life is not an easy thing
But...
I've always believe in Godk
He always used to people
no matter what sex, religion, country,
political views, or whatever.....




Wishes....


To make every little thing special
is to grant a magical quality to your life.
Once your life becomes charmed in such a way,
whatever blocks you may have experienced in the past
melt in the light of that inner energy pouring from your heart.



From a businessman’s point of view,
this is beautiful, for everything you touch turns to gold.
Further, it helps you to believe in yourself.
In seeing worth all around,
you make your every act an affirmation of your strength.

Untuk membuat setiap hal kecil menjadi istimewa
adalah dengan memberikan kualitas magis dalam hidup Anda.
Di saat
hidup menjadi begitu terberkati,
apapun rintangan dan tantangan yang dihadapi di masa lalu
bakal sirna, meleleh dalam sucinya cahaya hati
dan
energi yang mengalir dari dalam jiwa.
Dari
sudut pandang tiap orang yang selalu berusaha \ pengusaha,
inilah hal terindah, yang akan mengubah tiap hal yang disentuh menjadi emas.
Selanjutnya, hal ini membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Dalam menilai berbagai hal di sekeliling kita,
kita akan membuat setiap tindakan yang kita lakukan
sebagai afirmasi bagi dan dari kekuatan dalam diri kita sendiri....
.

Another Quote From Dr. Ehab Khalil




When your back is against the wall....
when it seems there is no way out ....
you have to face your fears ,
Never give up, never back down, never lose faith.



(Bila nampaknya tidak ada jalan keluar lagi....
hadapilah ketakutan dan kecemasan,
Jangan pernah menyerah dan kembali untuk hal yang tak pasti,
Jangan buat dirimu kehilangan kesujatian dan kehakikian diri sendiri....)

Don't let people's opinions about you bring you down.
the only opinion that truly matters is God's.
God has a reason for allowing things to happen ....
we may never understand God's wisdom
but we simply have to trust God's will .
God bless you all the way.

(Jangan pernah biarkan pendapat orang lain tentang dirimu
membuatmu jadi terluka dan tidak mau melakukan apapun lagi...
Tuhan memiliki alasan bagi segala yang telah terjadi....
Selalu ada makna dibalik tiap peristiwa,
dan kita tidak pernah paham sepenuhnya terhadap kebijakan Tuhan,
yakinlah selalu pada kehendak Hyang Widhi Wasa.....
Tuhan memberkati kita dalam segala cara dan jalan yang ada)

You are rich with love when you give love freely expecting nothing.
You are rich with GOD when you treat your enemy with compassion and understanding.
Always ask God to fill your mind, rule your heart and guide your life.

(Kita kaya akan cinta kasih hanya jika kita memberikan cinta tanpa pamrih....
Kita kaya bila kita perlakukan musuh dengan sepenuhnya dan tulus ikhlas...
Jagalah selalu agar Tuhan selalu ada dalam jiwa dan pikiran,
biarkan Beliau menjaga hati dan menjadi pembimbing dalam kehidupan)

In the end, what breaks you down makes you better.
On the bed, In the kitchen, in the car and even at work,
no matter where you are you can stop
and thank God for all the blessings in your life.
Be Good to yourself
because the longest relationship you will ever have in life is with yourself.
People were created to be loved while things were created to be used.

Pada akhirnya, apa yang telah membuatmu terluka
akan dapat membuatmu bangkit kembali....
Belajar dari pengalaman di masa lalu.
Di tempat tidur, di dapur, di dalam mobil dan bahkan di tempat kerja,
di mana pun
Anda berada Anda
dapat
berhenti dan bersyukur kepada Tuhan atas segala berkat dalam hidup Anda.
Be Good kepada diri sendiri karena hubungan terpanjang yang pernah Anda miliki dalam hidup adalah dengan diri sendiri.


Now why is it that the things are being loved
and people are being used??
Those who judge others,
need to sit down and take a really long look at themselves.
what they say about others is what they usually are.

Pahamilah, Orang diciptakan untuk dicintai
sementara
benda dan segala sesuatu diciptakan untuk digunakan.
Bukan sebaliknya.... memuja benda dan memanfaatkan orang lain....

Mereka yang selalu menghakimi orang lain,
sebaiknya duduk diam dan merenung melihat diri mereka sendiri
apa yang telah mereka katakan tentang orang lain adalah apa yang mereka biasanya.

Kamis, 09 Juni 2011

Panggilan Lain Lagi....


Bila panggilan itu tiba, Jadilah jawab bagi segala pinta, Karena hanya dengan begitu engkau tahu makna cinta sejati, Kasih universal bagi sesama umat manusia........

Rabu malam, 8 Juni 2011, sebuah email masuk ke alamat mailboxku. Salah satu dari sekian banyak mailinglist yang kuikuti.

"Dear all, Saat ini sepupu saya sdg di rumah sakit sanglah [ kanker serviks ] dan sedang membutuhkan darah golongan O, mohon bantuan semeton untuk bersedia mendonorkan darahnya untuk pasien Pande Putu Santhi Prawita asal Bjr Blumbang Bangli. Nomor hp yg dpt dihub 087860033XXX. Suksma. OM Santih, KLM
".

Hhmmm, entah siapapun dia, berasal dari suku, agama, latar belakang budaya. Panggilan ini mengetuk pintu hati. Namun hari sudah larut. Maka kuputuskan bergerak esok hari
.

Pagi hari, setelah selesai dengan seluruh urusan rumah tangga, sebelum beranjak menuju kantor, kusempatkan mampir ke Unit Transfusi Darah, PMI, di Rumah Sakit Sanglah. Bertanya di bagian Penerima Tamu, tidak ada pasien terdaftar dengan nama tersebut. Hmmm. Berkali, ibu Astini membantu menghubungi berbagai pihak, namun tetap tidak berhasil. Niatku untuk tetap mendonorkan darah,ku yang termasuk golongan B dan kemudian baru ditukar dengan darah golongan O, ditolak oleh mereka. Alasannya, perlakuan terhadap tiap jenis darah dan kebutuhannya, berbeda-beda. Ada operasi yang langsung membutuhkan darah segar, sedang ada pula yang dengan harus melihat stok yang ada. Ini yang terkadang membuat timbul anggapan terjadinya jual beli darah, karena perbedaan perlakuan dan perawatan terhadap persediaan dan kebutuhan akan darah.

Ku coba berkali menghubungi nomer telpon bagi keluarga pasien, tidak ada tanggapan. Maka, kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kantor di Nusa Dua, baru kemudian kembali sore hari. Siang hari di Nusa Dua, kunikmati beberapa gelas cocktail hasil ujian praktek mahasiswa mengenai mixing drink. Juga hasil makanan praktek mereka. Yeah.... mahasiswa STPNDB sedang menjalani minggu ujian praktek mereka. Minggu ujian teori baru akan dilaksanakan minggu depan. Kusempatkan membuka email, siapa tahu ada info lanjutan dari mailing list mengenai pasien kanker serviks.

Sore pukul 4, sepulang dari kerja aku langsung kembali menuju RS Sanglah. Akhirnya kutemukan dia, sang pasien yg kucari. Pasien atas nama Pande Putu Ayu Santhi Prawita asal Bjr Blumbang Bangli, sudah berada di kamar Cempaka Timur. Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Transfusi darah baru dilakukan berdasar analisis dokter jika kondisi pasien drop.

Pasien menolak melakukan chemotherapy terhadap penyakit yg diderita. Hingga kini sudah dilakukan transfusi darah dua kali. Sudah ada donor yang terdaftar dua orang, maka saya masuk dalam waiting list berikutnya. Transfusi darah yang dilakukan adalah bersifat langsung, jadi tidak sempat disimpan di Unit Transfusi Darah. Kan yg bikin harganya mahal adalah biaya perawatan darah, sehingga muncul kesan jual beli darah. Darah saya sendiri termasuk kategori B. Namun pihak Unit Transfusi Darah sudah memberikan penjelasan, bisa ditukar dengan persediaan yang ada.

Namun telah kupenuhi satu panggilan lagi.... Berjalan menghampiri Tuhan, semakin mendekati Beliau....

Rabu, 08 Juni 2011

My Day Today... Mayday?? Noo, I still can do it ev'ryday








Rabu, 8 Juni 2011, morning crazy di pagi hari, mempersiapkan keberangkatan anak2 ke sekolah mereka, kertas kerjaku yang belum di print sedangkan printer macet, dan menyadari si bungsu alergi dengan tubuh penuh bintik kemerahan. Kubiarkan dia tertidur dengan selimut menutupi tubuhnya. Sang suami mendampingi dengan menyelesaikan bacaan koran pagi. Lalu kulanjutkan dengan kembali mencetak tugas. Hari ini seluruh rangkaian tugas yang diberikan oleh para profesor tercintaku harus tuntas, sebab ini adalah hari terakhir kami wajib mengumpulkan sebelum seluruh tugas bagi ke enam belas profesor di kirim kepada masing2 dari mereka. Wooww, 16 tugas booo.

Selesai dengan tugas cetak mencetak. Aku bergerak berangkat menuju kantor samsat, STNK motor astrea grand sudah harus diperbaharui. Tidak terbiasa mengurus melalui agen / biro jasa, aku lebih yakin mengurusnya sendiri. Toh bisa selesai segera jika kita berangkat jauh lebih pagi hari tanpa bersesakan dengan banyak orang.

Selesai di kantor samsat, aku bergerak menuju kampus Pascasarjana di jalan Nias. Tugas yang telah rapi di jilid lalu kuletakkan dalam tumpukan yang telah disediakan oleh kepala suku kami, istilah bagi ketua kelas untuk Program S3 Pascasarjana Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana angkatan tahun 2010.

Kemudian segera kukebut laju motor astrea 800 menuju kampus STPNDB. aku berjanji dengan beberapa murid untuk menyelesaikan bimbingan skripsi mereka, dan mengecek kesiapan ujian akhir semester bagi materi perkuliahan yang kupegang.

Tiba di ruangan, beberapa sahabat sedang asyik dengan pekerjaan mereka masing-masing. ada yang mempersiapkan materi / bahan ajar bagi semester yang akan datang, ada yang asyik berdiskusi mengenai problema keluarga dan mencari solusinya, dan ada yang mencoba menuntaskan materi pengabdian masyarakat.

Memang sungguh, bila sudah rejeki, tidak bakal lari kemana. Ibu Sukerti sahabatku, membawa dua bungkus nasi yang dibelinya di warung dekat kampus kami. Berhubung rekan-rekan lain bakal memenuhi undangan makan hasil praktek mahasiswa kami di resto kampus, maka nasi bungkus tersebut kunikmati bersama ibu Sukerti. Hmmm, astungkara Tuhan, rasa laparku terobati.

Janji bertemu dengan para sahabat, membuatku pamit lebih awal dari kampus ini. Ke Sanur, berdiskusi dengan para Bagus mengenai problema keluarga dan solusinya, juga situasi dan kondisi masa depan yang bakal dijelang, lalu kemudia segera pulang demi sang anak yang sedang demam.

Tuhanku....

Aku mencintai duniaku, kehidupanku, keluarga dan kerjaku, para sahabat dan lingkunganku. Semoga aku masih diberi kesempatan lebih lama lagi untuk menikmati dan menjalani tiap proses dari ini semua. Namun.... Jika Engkau sudah punya mau dan mengambil nyawaku, aku akan rela, karena aku hanya bagian kecil, setitik debu, milikMu... milikMu jua.....


.



Berjumpa Tiga Bagus Hari Ini









Bagus Satu, tiba di depan rumahku saat masih pagi hari. Dia adalah calon pejuang tangguh dalam dunia Pariwisata dan Perhotelan. Bertanya tentang banyak hal yang ingin diketahuinya tentang dunia pariwisata dan perhotelan. Berceritera tentang semangat dan harapan yag mengalir, tatap matanya memperlihatkan kesungguhan hati untuk menempuh perjalanan yang terkadang tidaklah semudah dan seindah apa yang diharapkan. Dia adalah Ngurah Bagus Wiyasha.

Bagus Dua bekerja di salah satu manajemen yang mengelola bisnis di bidang villa. Berceritera tentang semangat dalam arungi kehidupan, di tengah berbagai dinamika dalam keluarganya. Kedua anaknya menjadi penyemangat yang membuatnya selalu betah berada di tengah keluarga. Bekerja mengisi hari-hari dengan rutinitas, ditengah tugah mengemong keluarga besar yang menjadi beban di pundak sebagai generasi penerus keluarga geriya. Sungguh sebuah usaha tidak mudah tatkala bahkan usia belum lagi cukup menjadi seorang penglingsir geriya. Dia adalah Ida Bagus Surya Manuaba.

Bagus Tiga bekerja sebagai Asisten Restoran Manager di tempat kami makan bersama di Sanur hari ini. Ketiga anak yang beranjak dewasa dengan segala problema yang ada, sempat membuat kacau harmoni keluarga. Namun, dalam kehidupan di dunia ini, tidak pernah ada kata mantan anak dan mantan orangtua. Hati lembutnya luluh untuk merengkuh sang puteri, mengampuninya, dan memberikan masa depan yang bahkan dia sendiri ragu menapaki... Dia adalah Ida Bagus Ngurah.

Periksalah ke kedalaman hati kita....

Apakah diri kita sudah cukup bagus menjadi Bagus Bagus lain yang mampu menjadi tiang penyokong dan teladan dalam kehidupan kita masing-masing, atau merengek, mengomel, mencaci, mengancam, melukai orang lain, bahkan melukai kesucian hati dan pikiran kita sendiri......

Keluarga, selalu tempat terindah untuk berpaling. Walau di dalam keluarga juga berkumpul banyak dinamika kehidupan, meliputi segala problema, konflik, intrik, tantangan, harapan, rintangan. Hidup tidaklah selalu indah dan mudah bagi kita dalam mewujudkan impian dan harapan. Demi masa depan, demi suami dan atau istri, demi anak-anak terkasih. Namun kami adalah se barisan orang tua yang berusaha wujudkan cinta kasih kami bagi keluarga, bagi anak-anak, dan bagi masa depan kami.

Rekan kerja, sahabat, bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun.... akan selalu mengingat putih hati kita, suci jiwa kita, dan... setiap usaha kita menjaga ke Bagus an yang kita miliki dalam diri. Karena... jika hati kita putih dan suci, mengapa harus dikotori dengan niat hitam, kelakuan tidak sopan, dan tindakan yang hanya akan menorehkan sakit hati, bahkan dendam bagi orang lain.

Swaha, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Engkaulah yang bakal menuntun jiwa kami menjadi Bagus-Bagus lain di bumi pertiwi ini....


Senin, 06 Juni 2011

To all who try to find love (Buat muridku nih, yg terluka karena panah asmara patah seribu)


To all who try to find love.
(Bagi mereka yang termehek-mehek mencari cinta).






If you find yourself in love with someone,

and that someone doesn't love you,

Be gentle to yourlself,

there is nothing wrong with you.

Love just didn't choose to rest in that someone's heart.


(Andai kau jatuh cinta, sedang dia kaga mencintaimu...

Hargai dirimu, ga ada yg salah dengan dirimu,

Cinta gak pernah memilih dimana dia bakal berlabuh menambatkan biduknya)


If you find someone in love with you,

and you cann't answer that love,

feel honored that love came by

and called on your door.

but gently refuse the feeling you cannot return,

as love didn't choose to settle in your heart.


(Jika ada orang yang mencintaimu,

sedang kau kaga mencintainya,

Hargai cinta yang datang dan mengetuk pintu hatimu...

katakan bahwa hatimu gak bisa tertambat padanya,

karena cinta itu sendiri tidak memilih berlabuh di hatimu)


If you find your love with someone,

and the love returned,

it still can happen that love chooses to leave.

Do not try to reclaim it,

and do not asses any blame.

Let it go, despite the paint,

there is a reason and meaning of this.


(Bila dikau menemukan tambatan hatimu,

dan cinta saling berbalasan,

masih ada kemungkinan cinta tidak bisa saling bertautan jadi satu rangkaian.

jangan pernah berusaha saling memaksakan

dan menyalahkan satu sama lain.

Biarkan berlalu, karena dibalik setiap peristiwa dan situasi yang ada,

selalu terdapat alasan dan arti dari segalanya)


You cannot choose love by yourself

Love chooses you.

(Dikau takkan pernah bisa memilih cinta,

karena cinta yang bakal memilih mu,

tempat dimana dia akan bernaung dan berlabuh,

menambatkan biduknya)