Rabu, 13 Februari 2013

Akhirnya...... Ni Ketut Iswarini, SE., M.Si. Rabu, 13 Feb 2013



Bertahun, tertatih, terjatuh berkali... bangkit kembali berkali dan berkali. Ibu cantik ini menempuh pendidikan lanjutan pada Program S2 Pascasarjana, Program Studi Kajian Budaya, Universitas Udayana, Menempuh jalur panas berdebu Nusa Dua - Denpasar hampir setiap hari. Antara tuntutan keluarga dan kuliahnya, antara aktivitas kehidupan bermasyarakat dan urusan di tempat kerja, antara keperluan pribadi dan keinginan anak-anaknya. Seringkali, bahkan tak mampu terurai dengan kata dan air mata lagi......

Di tambah dengan, suami yang sedang bertugas di luar negeri, harus menjadi mandor bagi upaya membangun tambahan kamar demi anak2, mengasuh anak2 dan segala problemanya, dan merawat ibu mertua yg terbaring sakit karena dilanda stroke.... sungguh, rasa hormatku dan tabik mendalam bagimu, bu.

Empat kali tahapan ujian yang dilalui mulai dari proses pengajuan proposal tesis, hingga layak dinyatakan tamat dari program pascasarjana tersebut pada ujian tesis, Selasa, 12 Februari 2013. Ibu cantik ini disalami oleh bapak ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Sc.

Terbukti kini, perjuangan akan selalu indah pada akhirnya. Congrat Mom.... Gelar Master di tangan. Siapa bilang, perempuan tidak bisa multitalenta... pekerja keras, pelajar tangguh, ibu yg hebat di mata keluarga, sahabat yg unik bagi rekan kerja, guru nan patut digugu dan ditiru....







Prof. Dr. Anak Agung Bagus Wirawan, SU, sebagai pembimbing utama, dan  Dr. I Wayan Redig sebagai pembimbing II, dengan Tesis berjudul : Usaha Sarana Dekorasi Tradisional dalam Melestarikan Kebudayaan Bali : Studi Kancah pada Hotel-hotel di Kawasan Pariwisata Nusa Dua. 

Perjuangan tidak akan berhenti hingga di sini, BuGeg. Jangan pernah berhenti berkarya dalam berbagai ruang dan sisi kehidupan. Akan datang ujian-ujian lain dalam hidup ini, namun, kepakkan sayap untuk selalu menjulang, menjadi semakin bijak dan dewasa, dari hari ke hari....







Tetaplah menjadi ibu Iswarini yg kita kenal..... ramah dan rendah hati. Karena keberhasilan dalam hidup tidak diukur dari deretan gelar dan jabatan, atau banyaknya piala, juga timbunan harta dan tumpukan sertifikat.... namun dari proses perjuangan dalam menjalani kehidupan, berdoa selalu pada Hyang Widhi, dan semangat yang ada di dada.

Selasa, 12 Februari 2013

...dan, malam ini mereka bikin pancake, alias kue dadar.. 12 Feb 2013

Setelah makan malam dan membahas segudang aktivitas hari ini, si bungsu nyeletuk..... "Ma, masih ada kue?". Hmmm, tak kuhiraukan, karena kami baru habis makan malam.

Namun kemudian, karena ini dia ulangi berkali sambil nonton teve jelang tidur, dan si bapak juga minta minum teh es, oke....... sang emak sudah seharusnya bersiap membongkar dapurnya.

Kami berkumpul di ruang belakang. Kukeluarkan berbagai bahan dan barang yang mungkin kami pergunakan. Ada tepung terigu dua gelas, ada pisang sesisir, ada telur dua butir. 








Si bungsu dengan sigap mencuci tangannya dan mengaduk tepung dan telur dalam sebuah piring. Kuberi gula pasir dua sendok. Penggorengan panas dengan sedikit minyak, lalu adonan dituang ke dalam penggorengan hingga pipih. Setelah kekuningan, kuangkat dan diangsur pada si sulung. Dia menuangkan sedikit madu, sedikit gula aren, sedikit misis, sedikit irisan pisang.... dan,  Ouilala...... Kerja sama ini berbuah hasil yang ceria.....



Dapurku kembali kotor berseri....Namun kebersamaan ini sungguh indah. Takkan kugantikan dengan apa pun. together with my lovely handsome amazing bodyguards. Ouilala..... a simple magic, and, avecadabra.... astungkara, seribu rasa, seribu gaya, seribu cara, bersama keluarga.

Minggu, 10 Februari 2013

Sengkui demi Yudha, 10 Februari 2013

Malam hari setelah seluruh anggota keluarga berkumpul kembali setelah beragam aktivitas.....


Yudha curhat tentang kegalauan hatinya. "Ma, besok Yudha harus bikin sengkui di sekolah, saat pelajaran ketrampilan. Yudha sudah belajar, tapi tetap gak bisa....."

Hmmm, my lovely handsome amazing bodyguard sedang bersedih. Apa yg harus kulakukan?? Tidak ada pelepah daun kelapa di malam hari begini. Sudah pukul 9 malam.

Well, emak yg bijak bakal selalu penuh dengan ide kreatif. Tak ada rotan, akar pun bakal berguna. Maka, kuambil selembar kertas, kuminta dia mulai menggunting lembaran kertas putih tersebut.

Darimana kami dapat mencari contoh sengkui??? Ah ha..... aku punya akses internet 24 jam, dari modem sederhana kami. Maka, kami jelajahi bersama beragam situs yang dapat memberikan informasi mengenai filosofis dan bentuk sengkui, sebagai sarana perlengkapan bersembahyang.

Setelah dapat, kami mulai meniru, mencoba berulang kali, dan semakin menebalkan keyakinan serta minat Yudha. Terlepas dan terurai berkali, kuambil jepitan kertas, dan memintanya untuk menjepit bagian yg terlepas, hingga akhirnya berhasil sedikit demi sedikit.

Ehm.....
.... teruslah berusaha, anakku. Karena keberhasilan tidak diukur dari hasil, namun dari seberapa besar usaha dan perjuangan dalam belajar dan berkarya mencapai hasil tersebut.

Sengkui merupakan alat yang terdiri dari anyaman pelepah daun kelapa. Sengkui terdiri dari beragam jenis. Beberapa yg kutahu adalah 


                               Sengkui Prana Matra / Tatakan Klabang 7 / pinaka Sapta Petala. 



             Sengkui  Butha Matra / Tatakan Klabang 9 / katur majeng sang ngawe urip, Nawasanga.



                          Sengkui Pradnya Matra / Tatakan Klabang 5 / pinaka pangider buana.

 http://cakepane.blogspot.com/2012/12/banten-caru-eka-sata-dan-caru-rsi-ghana.html

Sabtu, 09 Februari 2013

Putraku.... My Lovely Handsome Amazing Bodyguards. Dari Ogoh-ogoh dan Sushi di malam minggu.


Tidak bepergian kemanapun seharian, hanya berdiam diri, mengurus keluarga, merapikan se isi rumah, menanti anak dan suami pulang kerja. Ternyata, meski demikian, tetap menyita konsentrasi pula.....

Pukul 3 sore mendapat kunjungan seorang wanita cantik dari Jakarta, sahabatku, Ibu Lia. Dia tiba seorang diri, dan.... kami berdiskusi tentang banyak hal. Tentang harapannya, impiannya, keresahan dan kegalauannya, dan keinginannya akan masa depan gemilang bersama keluarga. Hmmm, setiap orang memiliki masalah dan peluang masing-masing, ibu Lia..... Jangan pernah mudah menyerah kalah.

Berikutnya, iparku tiba sekeluarga. Mereka habis bepergian bersama ke Serangan. Anakku yang bungsu, Yudha, sedang sibuk dengan teman-temannya, membuat ogoh-ogoh yang bakal mereka arak menjelang hari raya Nyepi kelak. Tak lama kemudian, iparku sekeluarga pamit untuk kembali ke rumahnya, dan Yudha minta ikut untuk menginap di rumah ipar di jalan Antasura. Well, toh besok adalah hari Minggu. Maka kuijinkan.






Malam hari, sudah pukul 9 malam tatkala Adi, putra sulungku tiba sehabis mengikuti les sekolah. Dia kini kelas 3 SMA. Tahapan pemantapan menghadapi ujian nasional sungguh membuat para murid di kelas akhir menjadi sedikit tegang. Ah.... semoga mereka sukses semua.

Lelahkah Adi setelah seharian disibukkan aktivitas sekolah dan les nya? Hmmm, belum !! Dia minta ijin untuk keluar lagi, mencari kulit nori bagi lembaran sushi yang akan dibikinnya. "Hanya ke C K sebentar, kok ma", katanya sambil berlalu. Sungguh...... remaja membutuhkan penyaluran tenaga berlebih mereka secara positif.

Tak lama kemudian dia tiba kembali. Setelah mencuci bersih tangannya, dia mengeluarkan lembaran kulit nori tersebut. Pada selembar plastik dia meletakkan selembar kulit nori yang kemudian dibasahi dengan sedikit air. Ditaburinya nasi, lalu meletakkan potongan daging, potongan timun, lalu digulungnya. Berikutnya, kembali diulangi proses tersebut, hingga seluruh kulit nori sudah terpakai untuk menggulung nasi dan potongan daging. Kusiapkan es teh baginya, dan.... kami menikmati malam minggu sambil makan sushi.








Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司 ?) adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak, rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka, garam dan gula id.wikipedia.org/wiki/Sushi




Kitchen dictionary menjelaskan bahwa :
A Japanese specialty based on boiled rice flavored with a sweetened rice vinegar, a mixture called sushi meshi. There are many varieties of sushi including nigiri sushi (thin slices of raw fish seasoned with wasabi and wrapped around or layered with rice); hosomaki (thin sushi rolls); and futomaki (thick sushi rolls).



Read more at: http://www.food.com/library/sushi-554?oc=linkback




Again.... tentang Kentut.... yg, Cetarr Membahana Badaiiii




Udin : "Pak, apa sih bahasa Inggrisnya kentut?" 
Guru : "Wind of change." 
Udin : "Kentut yang tidak bunyi?" 
Guru : "Sound of silence." 
Udin : "Kentut yang ada ampasnya?" 
Guru : "Dust in the wind." 
Udin : "Kentut yang gak disengaja?" 
Guru : "Careless whisper." 
Udin : "Kentut yang terhimpit?" 
Guru : "Please release me." 
Udin : "Kentut yang bau banget?" 
Guru : "Killing me softly..." 
Udin : "Kalau kentut beracun?" 
Guru : "Don't speak..." 
Udin : "Kentut malam hari?" 
Guru : "Wonderfull tonight." 
Udin : "Orang yang sering kentut?" 
Guru : "Someone like you."......

Jumat, 08 Februari 2013

Puja bersama Sang Budha di malam hari, 8/2/2013



Sudah lama nian, tidak lagi bersembahyang bersama dengan anak2 ku, Putu Singgih Permana, dan Mayshia Kalyani. Lumayan lama waktu berlalu, dan kesibukan mengganggu konsentrasi untuk berkumpul bersama. Malam ini, kami meluangkan waktu sejenak, mencari tempat meditasi terdekat. 


Masih dalam rangkaian berbulan madu mereka, pengantin baru ini gemar melakukan puja dan mengunjungi tempat yang bisa memberikan kedamaian bagi mereka berdua. Semoga.... kabijaksanaan dan kedewasaan menemani setiap jejak langkah kalian, anak-anakku terkasih.






"Vihara yang di pinggir sungai itu....." kataku menawarkan pada mereka berdua. Dan, pukul 8.30 malam, kami berjumpa di Pusdiklat & Vihara Buddha Maitreya, yang terletak di Denpasar Barat ini. Dua hari lagi adalah perayaan Imlek / tahun baru Lunar / Gong Xi Fa Choi. Aku tidak ingin situasi ramai pengunjung yg mungkin mengganggu konsentrasi bersembahyang. Hal ini yang membuatku menghindari hari raya untuk bersembahyang di tempat yang kutuju untuk memusatkan konsentrasiku.




Berbekal canang, dupa, dan niat tulus suci, kami berkunjung ke sana. Disapa ramah oleh bapak petugas keamanan. Sungguh beruntung, beliau bersedia sekaligus menjadi guide bagi kami. Pertama, kami bersujud berdoa di penunggun karang di bagian Utara Vihara tersebut. Kemudian bergerak masuk ke bagian dalam. Lantai pertama. Berdoa kepada Dewa Surya. manifestasi Tuhan sebagai Penerang, memberi cahaya dan membimbing setiap umatnya.



Pada lantai satu ini, beragam relief yang ada di bagian dalam bangunan, di sisi sebelah kanan, melambangkan ke 12 dewa sebagai manifestasi dari Dewi Kwan Im, sedang di sisi kiri, terdapat 12 relief yang melambangkan ke 12 dewa sebagai manifestasi dari Dewa Sam Poo Khong.

Berikutnya, kami menghaturkan sembah puja bagi dewa Sam Poo Khong. Berwujud Jenderal Perang Cheng Ho lebih dikenal dengan gelar Sam Po Kong /Sam Po Toa Lang atau Dewa Tiga Pusaka atau Tri Ratna.... Pak Nyoman menjelaskan, Beliau adalah dewa sumber rejeki, perlindungan dan kedamaian.

Kami kemudian melakukan puja bagi Dewi Kwan Im, yang, oleh wikipedia disebutkan bernama lengkap  Kwan She Im Phosat, dengan istilah dalam sanskerta, Avalokitesvara. Awalokiteswara diyakini sebagai dewi dengan sifat welas asih, manifestasi dari Sang Budhha. Diianggap bodhisatwa yang paling dimuliakan dalam aliran Buddha Mahayana. Awalokiteswara juga seringkali digambarkan sebagai seorang dewi yang dikenal sebagai dewi Kwan Im. Namun, dalam mitologi Tao,  asal mula Kwan Im memiliki kisah yang berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan Awalokiteswara. Di India, Awalokiteswara juga dimuliakan dengan sebutan Padmapāni ("Pemegang bunga teratai"), Lokeswara ("Tuan di Dunia") atau Tara. Dalam bahasa Tibet,  Awalokiteswara dikenal sebagai Chenrezig,  dan dipercaya sebagai reinkarnasi Dalai Lama, the Karmapa, dan para Lama terkemuka lainnya.  Di Mongolia, ia dikenal sebagai Megjid Janraisig, Xongsim Bodisadv-a, atau Nidüber Üjegči. Hmmm, sungguh, sebuah budaya yang maha luas, bordesless world jua......



Dan, puja terakhir di lantai satu, bagi Sang Buddha...... Di sisi bagian dalam ruang ini, terdapat ke 12 shio yang ada di dunia, yang mempengaruhi situasi dan kondisi seseorang. Hmmm. Tuntas bersembahyang dan bermeditasi, ku hampiri shio ku. Ayam Jago..... Damai yang terasa hadir, membuat kami enggan meninggalkan ruang yang memberi ketenangan ini.




 Berikutnya, kami menuju ke lantai dua. Pak Nyoman masih menemani kami. Kami temui Ibu tua yang berbincang ramah pada kami. Beliau berkata, "Datanglah lagi kemari...... karena dengan berkunjung kemari, sama pula artinya dengan pulang ke rumah sendiri......". Duh, Home Sweet Home, ya Bu Tsu Tjien, dari Palembang, yg sedang ngaturang ngayah jelang Gong Xi Fa Choi.....

Masuk ke ruang maha luas tersebut, kami bersimpuh dan bersila, bersamadi sejenak, merasakan semilir angin yang menerpa tubuh, memanjatkan puja dan puji pada kebesaran Tuhan, yang hadir dalam beragam karya manusia. Sungguh...... betapa kami kecil di mata Mu.





Tuhan...... 
Aku merasa lumpuh layu.... Kubawa semua keluh kesahku, sedih dan amarahku, emosi dan segala hasrat ini, menyesak dan menyiksa dalam rupa sosok manusia. Aku merasa, belumlah apa-apa. Dan ingin selalu merengek pada Mu, bagai anak manja, bagai, seorang balita.

Tuhanku..... 
bahkan aku, kehilangan kata untuk bercakap pada Mu......

National Youth Tourism Competition, 6-8 Februari 2013, STPNDB


Digawangi Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dalam rangka menyambut ulang tahun ke 35 STP Nusa Dua Bali, diadakan lomba Cooking, Bartending dan Essay tingkat nasional yang dapat diikuti oleh semua kalangan berumur 16-20 tahun.Pendaftaran dibuka 1 - 28 Januari 2013. Info lengkap dapat dilihat di www.nytc2013.wordpress.com dan follow twitternya @NYTC2013. Juga dengan meng klik akun fb senma STPNDB, https://www.facebook.com/senmastpnd


Namun, terwujudnya sebuah acara tentu melibatkan banyak pihak, membutuhkan bantuan dan bimbingan banyak pihak. Mulai dari presiden organisasi hingga cleaning services staffs, pejabat hingga bawahan, bangsawan dan orang puri hingga rakyat jelata, orang pintar dan orang bejo, orang luar dan orang dalam. Setiap orang yang terlibat memiliki perannya masing-masing yg sungguh berharga. Setiap sistem dan struktur yang ada membutuhkan kerjasama saling bahu membahu. Bahkan, mulai dari keluarga, para sahabat, situasi dan kondisi lingkungan sosial, kontak dengan berbagai pihak sponsor, para dewan juri, peserta dari berbagai pelosok nusantara, administrasi yang terjadi secara berkelanjutan, emosi dan minat yang terkadang mempengaruhi kinerja mereka semua, ketua program studi dan dosen kelas yang mengajar mereka, para pegawai dari berbagai unit yang ada di STPNDB, berbagai fasilitas yang ada di beragam ruang yang mereka gunakan, dan.... ribuan hal lain lagi.


Rapat mengenai technical meeting di antara peserta dan panitia dalam berbagai klasifikasi lomba diadakan pada hari Rabu, 6 Februari 2013, di Gedung Genitri. Sedang Pembukaan NYTC, sekaligus berbagai lomba diadakan pada hari Kamis, 8 Februari 2013. Pengumuman mengenai hasil lomba disampaikan pada hari Jum'at, 8 Februari 2013.


Peserta yang datang dari beragam daerah menunjukkan ragam warna yang ada. Ini menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk berjuang, menunjukkan proses usaha dalam ragam kreativitas dan semangat berkarya. Hmmm. Perlu usaha keras dalam men sinergikan ragam warna ini pula....


Go Further, Growing Future.... Kami muda, kami bersemangat, kami berkarya, dan.. kami bisa. Ini slogan yang tertera di spanduk mereka. 



Yeach...... daripada mengisi waktu dengan tawuran dan kebut-kebutan di jalan, daripada pesta nge drug, nyimeng dan nge boat, daripara perilaku liar dan bebas seenak udelnya...... mereka perlu ruang terbuka luas untuk menyalurkan setiap hasrat membara dan nafsu menggebu secara efektif dan efisien, mereka perlu belajar teori dan aplikasikan banyak hal dalam hidup, agar semakin kaya pengalaman dalam bertumbuh dan berkembang kian dewasa dan bijak.


Dan, sudah tentu pula, membutuhkan partisipasi dari beragam pihak. Membantu dan membimbing mereka semua, setidaknya, dengan berharap selalu, demi lancarnya setiap proses perjuangan, meski itu setahap demi setahap.


Kamis, 8 Februari 2013. Acara Pembukaan National Youth Competition dibuka oleh Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE., MM., yang mewakili bapak ketua STPNDB. Hadir pula, para juri kehormatan, Ketua ICA, Chef Adi Arsana, Chef Picha, Chef Suardika, Bapak Gede Marayana yang pakar budaya, penyusun kalender Bali, Bapak I Gusti Ngurah Jayanti, M.Si., dari Jarahnitra Bali, Mantan murid STPNDB sang jawara bartending, Sanjaya. Sebagian peserta juga mendapat pendampingan dan supporting team dari para guru dan sahabat mereka.


Setelah acara pembukaan, dilanjutkan kembali dengan acara perlombaan. Bagi National Cooking Competition, diselenggarakan di kitchen stadium yang dimiliki STPNDB. National Essay Competition diselenggarakan di Genitri B. Dan National Flair Bartending diselenggarakan di Gedung Wantilan.





Hasilnya diumumkan pada hari Jum'at, 8 Februari 2013, di Restoran STPNDB. Dihadiri oleh ketua STPNDB, juga berbagai pihak peserta lomba dan para pendamping serta para sponsor. Namun sayang.... beberapa peserta sudah kembali ke daerah masing-masing karena mereka harus mengikuti ujian pemantapan kelas 3 SMA & SMK dari sekolah masing-masing. Masing-masing juara berhak atas jam dari pihak sponsor, XL. Piala dari Senma STPNDB. Piagam dan sejumlah uang dari STPNDB.



National Essay Competition : Ist champion: Angga Pramana / UNDIP Semarang., 2nd: Meiliani Antari / Dwijendra, 3rd: Bagas Pujawan / STPNDB.

National Flair Bartending Cpmpetition : Ist champion: Hendra Mahendra / SMK Pariwisata Putra Bangsa, 2nd: Abri Oktarina / SMKN 4 Dps, Eka Darmawan / SMA Dwijendra.

National Cooking Competition. Ist winner: Satria Agung Yudha Prayoga / SMK 4 Mataram, 2nd winner: Kadek Ardi Dwi Pratama / Surabaya, 3rd winner: Syallom Urukan / SMKN 3 Manado.



Uang tunai, gelar jawara, golden keys to be STPNDB/ Bali Tourism Institute's students, piagam dan piala, serta hadiah yg diterima..... Kesuksesan tidak diukur dari ini semua, namun dari setiap usaha dan perjuangan dalam mewujudkan tujuan.... Semangat selalu, sayang.