Sabtu, 26 Oktober 2013

(4) Kisahku, Sesuatu tentang APEC 2013




My Lovely Handsome Amazing Bodyguard, My Brondong, di kala APEC 2013. 

Adi dan Yudha, adalah kedua anak kandungku. Kusebut mereka dengan istilah, My Lovely Amazing Handsome Bodyguards, My Brondong........ Karena mereka lah, cahaya hatiku, yang memberi semangat di dalam kehidupanku. Aku begitu mencintai mereka, namun aku tak ingin mereka manja dan terlena, sehingga lupa jalan menjadi pria tangguh. Kudidik dan kubimbing mereka, untuk menjadi pria dewasa, teguh dan kukuh dalam menegakkan prinsip, juga kritis dalam pola pikir dan sikap kerja mereka. Sering, bahkan, begitu seringnya, aku terpana pada semangat mereka untuk selalu berkarya. Mereka seolah tiada habisnya dengan energi. Tidak pernah berhenti untuk berkarya.

Dan, kali ini, ceriteraku tentang Adi dikala APEC 2013. 







Sudah sering kuingatkan dia, bahwa meski dia adalah putra dosen, sedang kuliah di STPNDB dimana ibunya juga bekerja sebagai dosen, tidak ada privilese atau perlakuan khusus baginya. Dia harus bersaing dan membuktikan prestasi belajar baik yang dimilikinya. Demikian pula saat ingin terlibat dalam kegiatan APEC ini. STPNDB dibawah Kemenparekraf diminta ikut meng handle HelpDesk yang akan bertugas membantu pada saat pelaksanaan APEC 2013.












Maka, Adi yang juga ingin ikut bergabung, tetap harus mengikuti serangkaian interview dan perlengkapan berkas yang dia lalui semenjak bulan Agustus 2013, sama seperti mahasiswa dan mahasiswi STPNDB yang berminat untuk bergabung pula.

Ketika dia dinyatakan tidak bisa bergabung dalam Group HelpDesk, aku minta dia tabah, dan tidak terlalu berpikir mengenai ini. Dan, ketika dia dinyatakan masuk dalam Team ABAC (The APEC Business Advisory Council), aku pun minta dia tetap bersiap terhadap segala kemungkinan, andai ternyata dia tidak ikut bergabung di lapangan untuk handle APEC. 






Well......
Ini adalah sebuah perjuangan, sebuah proses yang harus dijalani, dipahami, dan membuatnya menjadi pria yang siap terhadap segala kemungkinan. Baik itu suka maupun duka. Dan, ketika teman-temannya telah mulai mengikuti pelatihan bersama Kemenparekraf, Kemenlu, dan KODAM, Adi tetap menikmati hari-hari di sekolah, belajar seperti biasa.

Akhirnya, Adi dinyatakan termasuk dalam susunan mahasiswa STPNDB yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan ABAC. Dia mulai bertugas semenjak hari Jum'at, tanggal 27 September 2013. Dia ditempatkan di Ayana Resort, yang terletak di Jimbaran.







Mulai bertugas pukul 7 pagi hari, kubangunkan dia semenjak pukul 5 pagi, kusiapkan sarapan dan multivitamin baginya, juga bekal makanan dan minuman. Entah pukul berapa dia baru makan, namun selalu ada bekal makanan di tas nya sebagai cadangan. 


Dengan baju yang dikenakan, Adi terlihat gagah dan tampan. Dia bersiap mengawali hari-hari dalam bekerja untuk membuktikan dirinya memiliki potensi.





Hari Jum'at, hari pertama, dia pulang pukul 9 malam. Hari kedua, hari ketiga, dia tiba di rumah pukul 2 malam. Langsung terkapar kelelahan. Pukul 6 pagi sudah kembali bergerak untuk bertugas di hotel Ayana. Bibirnya pecah-pecah dan tenggorokan kering. Letih teramat yang menderanya...... dia belajar kerasnya kehidupan dalam menjalani proses usaha untuk bekerja.







Namun, akhirnya..... dia tuntaskan semua rangkaian kegiatan yang dibebankan ke pundaknya. Tanggal 7 Oktober 2013, hari Senin, dia tuntaskan semua rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan ABAC, yang dibebankan padanya. Aku tiba pukul 11 malam hari, kudapati dia telah tertidur lelap. Bahkan, hingga keesokan harinya, sepanjang hari, dia hanya berbaring di tempat tidur. Sementara aku masih berjuang menuntaskan hari-hari melaksanakan tugas sebagai seorang Supervisor HelpDesk.

Aku bergumam bangga, anakku berhasil dalam menjalani ujian dan membuktikan potensi dalam menuntaskan tantangan ini. Dia berhasil bukan karena nama orang tua dan berkat bantuan orang tua, namun berkat dirinya sendiri, berkat usaha dan kerja keras yang telah ditunjukkannya







ABAC dan APEC. The APEC Business Advisory Council dan Asia Pacific Economic Corporation pada tahun 2013 ini di selenggarakan di Bali, Indonesia. Dan karena terdapat 21 anggota APEC, maka baru 21 tahun yang akan datang lagi kembali Indonesia menjadi tuan rumah. Sungguh, sebuah kebanggaan tersendiri bisa ikut ambil bagian, berpartisipasi di dalamnya.

Jumat, 25 Oktober 2013

(3) Kisahku, Sesuatu tentang APEC 2013




Setelah serangkaian tugas yang berkaitan dengan Asia Pacific Economic Corporation (APEC) 2013, dengan serangkaian beban, tanggungjawab, aktivitas yang terlaksana dalam kebersamaan juga kerjasama, maka..... dengan bangga dapat kami katakan, "Bersyukur, tuntas lagi satu tahapan kegiatan yang dipercayakan pada kami".



Sekecil apapun..... setiap pihak yang telah terlibat tentu memberikan sumbangan dalam kelancaran aktivitas APEC 2013. Baik pihak yang terlibat secara langsung, maupun tidak. Sudah tentu, tidak ada gading yang tidak retak, tak ada maha karya yang sempurna.







Dengan total jumlah 10 Presiden dan Perdana Menteri. 1200 CEO, dan Penentu Kebijakan Dunia, serta jumlah delegasi APEC sebanyak 4.022 orang, jumlah peliput APEC sebanyak 3.157 orang, Wakil Ketua Pelaksana APEC 2013, Chairul Tanjung mengatakan bahwa APEC memiliki peranan penting di mata Indonesia, bahkan di dunia.

Semenjak bergabung dengan Asia Pacific Economic Corporation lebih dari 20 tahun lalu, APEC telah memberikan manfaat yang signifikan. Total perdagangan Indonesia pada tahun 1989 adalah US$ 29,9 milyar. Di tahun 2011, angka ini naik hampir 10 kali lipat menjadi US$ 289,3 miliar. Sementara pada tahun 1994, nilai FDI (Investasi Asing) masuk ke Indonesia adalah US$ 2,5 milyar dan ini meningkat menjadi US$ 10,6 milyar pada 2011, atau mengalami peningkatan lima kali lipat dalam 17 tahun terakhir.

APEC’s 21 member economies represent 56 per cent of the world’s GDP and $437.8 billion, or over 70 per cent, of Australia’s trade in goods and services. (http://www.pm.gov.au/media/2013-10-06/attendance-apec-economic-leaders-meeting-and-east-asia-summit). Hal ini menunjukkan bahwa betapa APEC dan segala kebijakan yang dihasilkan telah membuat APEC sebagai sebuah forum terkemuka yang mampu mendorong dan meningkatkan hubungan antar anggotanya dalam berbagai bidang yang ada.

Pertemuan demi pertemuan, baik bilateral maupun dengan banyak pihak sekaligus, baik pada level Menteri, para Pengusaha, maupun pimpinan delegasi, telah membuktikan bahwa komunikasi terbuka dan saling pengertian akan memberikan hasil maksimal yang diharapkan bersama. Bahkan, kesepakatan untuk kembali melanjutkan pertemuan-pertemuan tersebut, dengan pertemuan lain pula.

The APEC Economic Leaders’ Meeting, dilanjutkan dengan The 8th East Asia Summit (EAS) di Brunei, 9-10 October. The EAS merupakan pertemuan tahunan dari ke 10 anggota negara  ASEAN,  plus Australia, China, India, Japan, the Republic of Korea, New Zealand, Russia and the United States. Saat kini, anggota EAS telah mencakup 54.9 % dari total populasi dunia, dan memberikan sumbangan sebesar 54.2 % GDP di dunia.

(2) Kisahku, Sesuatu tentang APEC 2013




APEC sebagai sebuah wadah yang membuka dan mempromosikan perdagangan dan perekonomian terbuka diantara para anggotanya, termasuk ke tujuh anggota ASEAN, seperti Brunei, Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore, Thailand, Vietnam—plus Australia, Canada, Chile, China, Hong Kong, Japan, Mexico, New Zealand, Papua New Guinea, Peru, Russia, South Korea, Taiwan, dan the United States.

Dengan diselenggarakannya APEC 2013 di Indonesia, maka, baru 21 tahun lagi baru akan kita temui terselenggara di Indonesia kembali. Sudah tentu, suatu kebanggaan bisa ikut terlibat di dalamnya, merasakan secara langsung, meski mungkin, hanya menjadi bagian kecil yang dianggap kurang berarti. Namun..... bukankah, bagian kecil ini juga ikut menjadi penentu berjalannya sebuah acara atau kegiatan.

Pertanyaan yang terlontar bahwa APEC tidak berdampak bagi kita, dan juga pendapat pesimis lain yang sempat terdengar, memperlihatkan ketidaksiapan dalam menghadapi beragam situasi yang mungkin hadir pada kehidupan. Dengan keikutsertaan, keterlibatan, dan andil pada APEC 2013 membuktikan potensi yang kita miliki, stabilitas kondisi fisik, kemampuan mengendalikan emosi, juga kematangan dalam menentukan langkah-langkah dalam berinteraksi dengan para panitia, dengan para delegasi APEC, dengan pihak hotel dimana kita berkarya selama APEC berlangsung, antar kementerian dan instansi pemerintahan yang terlibat, dan masih banyak lagi.

Sebagai pihak yang ikut terlibat dalam aktivitas APEC 2013, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, dan juga beragam pihak lainnya, berupaya memberikan yang terbaik.



Seleksi awal bagi para mahasiswa dari berbagai Program Studi dan Jurusan yang berminat ikut berpartisipasi sebagai HelpDesk dalam kegiatan APEC 2013, diikuti dengan diklat beberapa gelombang di hotel Mercure Harvestland. Gelombang I bagi 23 mahasiswa dan 29 mahasiswi, total 52 orang. Gelombang II bagi 38 mahasiswa dan 42 mahasiswi, total 80 orang. Gelombang III bagi 31  mahasiswa dan 49  mahasiswi, total   80 orang. Gelombang IV bagi 28  mahasiswa dan 42 mahasiswi, total 70 orang. Gelombang V bagi 33 mahasiswa dan 35 mahasiswi, total  68 orang.Total jumlah keseluruhan tim HelpDesk adalah 350 orang.



Di samping Helpdesk, mahasiswa dan mahasiswi STPNDB juga terlibat dalam aktivitas APEC yang berkaitan dengan ABAC (The APEC Business Advisory Council). Mereka berjumlah 36 mahasiswa dan 29 mahasiswi, total 65 orang.



Di samping Helpdesk Staf dan ABAC, ada pula sejumlah 75 mahasiswa dan mahasiswi yang membantu pelaksanaan Gala Dinner oleh Kemenparekraf pada BNDCC, tanggal 5 - 6 Oktober 2013.














Dan, di samping para mahasiswa dan mahasiswi STPNDB, sejumlah dosen juga diperbantukan sebagai para supervisor. Seperti:

1. Ibu Dra. Ni Kade Juli Rastitiati, M.Hum., ditugaskan di Hotel Grand Hyatt,
membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

2. Bapak I Gede Darmawijaya, M.Agro., ditugaskan di Hotel St. Regis,
membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

3. Ibu Dra. Ni Desak Made Santi Diwyarthi, M.Si., ditugaskan di Nusa Dua Beach Hotel & Spa,
membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

4. Bapak I Wayan Seniartha, SE., MM., ditugaskan di Hotel Ayodya,
membawahi 5 mahasiswi dan 5 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

5. Bapak Iswayana, SE., ditugaskan di Hotel Mulia,
membawahi 3 mahasiswi dan 4 mahasiswa, total 7 orang tenaga HelpDesk.

6. Ibu Setyowati Ayu Widuri, ditugaskan di Hotel Nikko,
membawahi 6 mahasiswi dan 4 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

7. Bapak I Putu Esa Widahartana, SE., M.Sc., ditugaskan di Hotel Conrad,
membawahi 4 mahasiswi dan 6 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

8. Bapak Hanugerah Kristiono Liestiandre, ditugaskan di Hotel Westin,
Pada bidang Bilateral Meeting, membawahi 1 mahasiswi dan 1 mahasiswa,
Pada bidang HelpDesk, membawahi 4 mahasiswi dan 6 mahasiswa,
total 12 orang tenaga HelpDesk yang ditugaskan di hotel Westin.

9. Ibu IGA Putu Wita Indrayani dan Bapak Drs.  I Ketut Surata, M.Si., ditugaskan di Hotel Sofitel, membawahi 8 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 11 orang tenaga HelpDesk.

10. Ibu Luh Yusni Wiarti dan Ibu Dewa Ayu Made Lily Dianasari, ditugaskan di Hotel Laguna,
Pada bidang Medical Room, membawahi 2 mahasiswi dan 2 mahasiswa
Pada bidang Acces Control/Check Point RFID, membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa,
Pada bidang Meeting Room Attendant, membawahi 3 mahasiswi dan 3 mahasiswa,
Pada bidang Documentation Centre Runner, membawahi 6 mahasiswa,
Pada bidang Acces Control/Check Point RFID, membawahi 4 mahasiswi dan 4 mahasiswa,
Pada bidang Bilateral Room, membawahi  1 mahasiswi dan 1 mahasiswa,
Pada bidang Restaurant & Coffe Break Area,  2 mahasiswi dan 2 mahasiswa,
Pada bidang berbagai Venue, membawahi 4 mahasiswi dan 4 mahasiswa,
Pada bidang Ruang Common Delegates, 2 mahasiswi dan 2 mahasiswa,
total 52 orang tenaga HelpDesk yang ditugaskan pada hotel Laguna.

11. Bapak Anak Agung Ketut Putra Dalem, ditugaskan di Hotel Le Meridien,
membawahi 5 mahasiswi dan 4 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

12. Bapak I Ketut Adhi Astawan, ditugaskan di Hotel Intercontinental,
membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

13. Ibu Ni Ketut Wiwiek Agustina, juga Ibu Putu Ayu Aryasih, ditugaskan di Hotel Novotel,
Pada bidang Registration Attendant,membawahi 3 mahasiswi dan 5 mahasiswa,
Pada bidang On Site Delegateion, membawahi 7 mahasiswi dan 1 mahasiswa,
total 16 orang tenaga HelpDesk yang ditugaskan pada Hotel Novotel.

14. Ibu Luh Eka Susanti, S.Pd., ditugaskan di Hotel Discovery Kartika Plaza,
membawahi 2 mahasiswi dan 2 mahasiswa, total 4 orang tenaga HelpDesk.

15. Ibu Ni Putu Evi Wijayanti, juga ibu Ni Ketut Wiwiek Agustina,
ditugaskan meng handle kegiatan Spouse Program,yang merupakan Ladies Program, tgl 7/10/13
membawahi 6 mahasiswi dan 4 mahasiswa, total 10 orang tenaga HelpDesk.

16. Ibu Luh Putu Citrawati, SE., M.Hum., juga Ibu Ni Luh Supartini, S.Pd.,
ditugaskan pada Bali Nusa Dua Convention Centre II, yakni Media Kominfo, tgl 3-8 Okt 2013
membawahi 28 mahasiswi dan 22 mahasiswa, total 50 orang tenaga HelpDesk.

17. Bapak Drs. Dewa Gede Bawa, M.Ed.,
ditugaskan pada Bali Nusa Dua Convention Centre II, yakni Tourist Information Centre,
membawahi 4 mahasiswi dan 4 mahasiswa, total 8 orang tenaga HelpDesk.

18. Ibu Putu Diah Sastri Pitanatri, ditugaskan pada Hotel Melia,
membawahi 7 mahasiswi dan 3 mahasiswa, total 10 orang tenaga Helpdesk.

19. Ibu Made Darmiati, S.Sn., M.Hum., Amirosa Setiaji, Hardina,
ditugaskan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, dibantu 1 tenaga HelpDesk.

20. Ibu IGA Dewi Hendriyani, ditugaskan di Hotel Sheraton Kuta,
membantu kelancaran kegiatan High Level Discussion pada tgl 30 Sept hingga 3 Okt 2013,
membawahi 15 mahasiswi dan 15 mahasiswa, total 30 orang tenaga HelpDesk.

21. Ibu IGA Dewi Hendriyani juga ditugaskan membantu kelancaran aktivitas Gala Dinner Kemenparekraf,
pada tanggal 5 - 6 Oktober 2013, di Bali Nusa Dua Convention Centre I,
dibantu 75 mahasiswa dan mahasiswi STPNDB diluar HelpDesk,
juga 50 orang tenaga HelpDesk yang ditarik sementara dari masing2 hotel.

22. Bapak Drs. I Ketut Arjaya, ditugaskan di Bandara Ngurah Rai,
Pada bidang CIP I membawahi 3 mahasiswi dan 7 mahasiswa,
Pada ruang VIP I membawahi 4 mahasiswi dan 6 mahasiswa,
Pada ruang VIP II membawahi 4 mahasiswi dan 5 mahasiswa,
total 29 orang tenaga HelpDesk yang ditugaskan pada CIP I.

23. Ibu Ni Putu Evi Wijayanti, juga Bapak IGA Witarsana,
ditugaskan di Bandara Ngurah Rai,
Pada bagian Internasional, membawahi 5 mahasiswi dan 5 mahasiswa,
Pada bagian Domestik, membawahi 5 mahasiswi dan 5 mahasiswa,
Pada bagian Airport Bus, membawahi 11 mahasiswi dan 9 mahasiswa,
total 40 orang tenaga HelpDesk yang ditugaskan pada Bandara Ngurah Rai.



Sudah tentu, bukan hal mudah bekerjasama dalam sebuah tim besar secara bersama-sama yang tersebar pada sekian banyak hotel dan bandara. Dengan beragam situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan, segala perhitungan mapan di atas kertas dan di balik meja membutuhkan kemampuan dan kemauan setiap pihak untuk menyatukan visi dan misi. Yang kita bawa, bukan lagi kepentingan pribadi, yang kita wakili bukan lagi kepentingan organisasi atau lembaga semata, yang kita bawa adalah satu, nama Indonesia.


Pak Nengah Wirata mengakui, tidurnya tidak lagi nyenyak berhari-hari sebelum dan selama APEC berlangsung. Bu Amirosa dibalik wajah ceria ran ramahnya sering terlihat terdiam dengan sorot mata galau. Pak Doktor kita, Wisnu Bawa Tarunajaya, dan juga jajaran serta jejeran manajemen, tidak bisa menyembunyikan wajah tegang menyaksikan setiap perkembangan situasi di lapangan, dari minggu ke minggu, hari ke hari, jam, bahkan hingga hitungan detik.




Di balik ini semua, ini adalah proses yang mendewasakan kita. Bukan hasil akhir yang harus sempurna mutlak, namun proses dalam belajar, proses dalam menggali pengalaman, proses dalam kebersamaan dan kerjasama di antara kita semua.......

Kamis, 24 Oktober 2013

Salon Motor, kemudian salon hati.... karena motor dan hati juga perlu diperbagus senantiasa. 24/10/2013



Kemajuan perempuan adalah tolok ukur kemajuan suatu negeri. Kaum ibu yang dapat menggoyangkan buaian dengan tangan kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan kanannya (Napoleon Bonaparte). Saatnya bergerak maju demi anak-anakku. Tidak ada tempat bagi jiwa pengecut dan manja. Cukup sudah.....

Membimbing anak-anakku menjadi pria dewasa, menjadi tangguh, menjadi smakin bijak dan shantih selalu...... Ada banyak gaya dan cara dalam membimbing mereka, namun, ini gayaku.




Bangun pagi, mereka merapikan tempat tidur, mandi, bersih2 sejenak dengan pegang sapu, menyapu rumah sebelum berangkat sekolah. Dan, Hari raya Galungan, waktunya liburan? Bersantai? Enggak juga. Di antara sembahyang, berkumpul keluarga dan para sahabat, juga urusan rumah tangga lainnya, seperti, cuci motor, bongkar pasang lemari, memindahkan posisi perabot rumah, bersama anak-anakku dan juga sang suami tercinta.

Namun, bukan target atau tujuan yang menjadi hal penting. Hal terpenting adalah bagaimana mereka menjalaninya dengan bersungguh, dengan terjatuh, tersungkur, tapi kembali berjuang untuk bangkit dan menuntaskan apa yang mereka awali, dalam menjalani hari-hari, dengan segala keunikan dan kemampuan mereka sendiri, dengan kemauan dan usaha juga jerih payah mereka. Namanya juga anak-anak, meski sudah remaja dan jelang dewasa, mereka tetaplah juga anak-anak, dengan segala jiwa kekanakan dan semangat muda dalam dirinya. Maka..... keceriaan tetap mewarnai perilaku mereka pula dalam bekerja sama, dalam kebersamaan di antara mereka.















Hadiahnya? Hmmm, kerja kok selalu berpatokan pada upah atau reward berupa materi??? Cukup senyuman manis, dan..... membaca buku bersama, menikmati kebersamaan. Sederhana namun mampu mendekatkan hati kami.





Well...... Seperti apa yang dikemukakan oleh Colette Dowling, yang  bilang, perempuan luar biasa bukanlah perempuan yg menghabiskan seluruh hidup untuk meyakini dongeng Cinderella, tentang seorang Ksatria Baja Hitam yg bakal menyelamatkan dia, tentang Superhero tampan yg membantu mengatasi segala permasalahan hidupnya, utang-utang, dlsb.  Namun mereka yg, meski memiliki ketakutan dan kecemasan, tapi selalu bergerak maju mencoba mengatasi problema, dan tidak terikat hanya pada rasa cemburu, marah dan benci, juga dendam.....







Selasa, 22 Oktober 2013

Aku tidak menerima yang kuinginkan, namun kuterima semua yang kubutuhkan. Terima kasih Tuhan. Cinta & semangat Galungan




Aku tidak menerima yang kuinginkan, 
Namun kuterima semua yang kubutuhkan. 
Terimakasih Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 
Galungan dan semangat kebenaran, ketulusan, 
kesederhanaan .... yang membimbingku 
dalam beragam ruang juga aspek kehidupan








Terkadang......
begitu banyak keinginan dan harapan yang terlintas dalam benak pikiran,
banyak terucap kata-kata tentang sejuta mau yang kuingin terwujud.......
Aku memohon, meminta, berharap, merengek, merajuk, pada Tuhan
agar doaku didengan, permintaanku dikabulkan.......



I asked for Strength.....
And God gave me Difficulties  to make me Strong.
Aku memohon Kekuatan....... 
Dan Tuhan memberiku Kesukaran untuk membuatku menjadi tangguh.

I asked for Wisdom....
And God gave me Problems to solve.
Aku memohon Kebijaksanaan.....
Dan Tuhan memberiku Permasalahan untuk diatasi.

I asked for Prospherity ........
And God gave me Brain and Energy to work.
Aku memohon Kemakmuran......
Dan Tuhan memberiku Kecerdasan dan Semangat juga Tenaga untuk berkarya.

I asked for Courage........
And God gave me Danger to overcome.
Aku memohon Semangat dan Keberanian.......
Dan Tuhan memberiku Ujian juga Tantangan untuk diatasi.

I asked for Love.........
And God gave me Trouble People to help.
Aku memohon Cinta Kasih.....
Dan Tuhan memberiku Orang yang sedang Berkesusahan untuk dibantu.

I asked for Favor......
And God gave me Opportunities.
Aku memohon Kebaikan dan kemudahan......
Tuhan memberiku Kesempatan.

I received nothing I wanted
But I received everything I needed.........
Aku tidak menerima yang kuinginkan......
Namun kuterima semua yang kubutuhkan. 

Terimakasih Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 
Galungan dan semangat kebenaran, ketulusan, 
kesederhanaan......  yang membimbingku dalam beragam ruang 
juga aspek kehidupan

Senin, 21 Oktober 2013

Ngias Padma Jelang Galungan lan Kuningan





Penyajang Galungan. Penyajang atau menjelang Galungan. Dua hari lagi Galungan. Sampian Penjorku telah jadi. Anak-anakku, Adi dan Yudha, menuntaskan Penjor Galungan bagi rumah kami. 

Dan, Penampahan Galungan, atau sehari menjelang Galungan, suamiku menghiasi Padmasana juga Penunggun Karang rumah kami. So simple, begitu sederhana, namun inilah rumahtanggaku. Home sweet home. Bagi rumah tangga umat Hindu lainnya, mungkin ada yang membuat lawar, sebagai ciri khas menjelang Galungan. Namun keluarga ku tidak. Cukuplah bagi kami menyelenggarakan Galungan dalam semangat kebersamaan dan kebersahajaan. Sederhana, namun makna dan tatacaranya berjalan lengkap juga lancar.



Aku menuntaskan menanding atau menyusun bahan-bahan banten / upacara bagi perayaan Galungan kami. Beberapa pejati, sodan, sampian gantung, dan lainnya lagi. Namun, begitu aku melihat ke pisang yang akan kupergunakan, dua sisir pisang yang paling bagus telah habis. Ehm...... suami dan anak-anak memang penggemar pisang. Mengapa harus marah atau bersedih???

Tuhan hadir dalam beragam gaya, cara dan makna.... Pisang susu matang dan montokku buat banten, habis dinikmati mereka, my lovely amazing handsome bodyguards.... Karena aku paham, Tuhan hadir dalam beragam gaya, cara dan makna. (edisigeleng2kepala&enjoydah.com). 

Yang terpenting, keluargaku sehat, yang terpenting, keluargaku berbahagia. Tiada lagi yang kuinginkan...... Bersyukur dan memanjatkan doa Galungan bersama keluargaku di malam hari. Swaha.