Selasa, 11 Juni 2013

Tentang empat pilar dalam hidupku



 Genius Local Wisdom & Globalisasi bisa seiring sejalan


1. Tri Hita Karana


2. Desa Kala Patra







Hulu teben adalah konsep Bali Kuno dengan arah dasar konsep di Pura Pucak Penulisan dengan pura Deha sebagai tebennya, konsep ini diterapkan pada zaman bali kuno sebelum keraton bali kuno pindah dari pegunungan menuju daerah dataran
Konsep ini dibuka secara transparan oleh Thomas A Router dalam bukunya yang diterjemahkan berjudul acara-acara keagamaan pada masa bali kuno di pegunungan Bali
Konsep hulu teben masih dipakai oleh masyarakat sampai sekarang, dengan mencari hulu utara dan timur sebagai daerah yang sakral, contohnya tempat tidur orang Bali akan menghadap utara atau timur
Konsep Segara Gunung mulai diperkenalkan pada sekitaran tahun 1550 masa pemerintahan Dhalem Baturenggong, dengan mengadopsi hulu teben dengan lebih kaya, karena sudah munculnya faham Siwa Sidanta di Bali. Hal ini juga dengan mengambil konsep Lingga Yoni, Purusa dan Predana
Konsep Segara gunung diperkenalkan oleh pengawi Ida Dhang Hyang Niratha pada tahun 1557 dengan kekawin Dharma Sunya. Sampai sekarang proses segara gunung dilaksanakan dalam upacara-upacara penting diantaranya pada saat pemlaspas, memukur dll
Konsep Tri sadaka muncul dari sari-sarinya Tri Murthi, dan Tri Bhuwana. Alam bhur bwah dan swah. Lahir, hidup dan mati. Siwa budha bujangga. Siwa, sadha siwa dan parama siwa. Juga Tri Datu.

Minggu, 09 Juni 2013

Kudengar bisikanmu, sayang.....

Hidup tak slalu indah......
Itu kata bapak dan emakku dahulu.

Mereka tak pernah banyak bicara. Namun mengajarkan padaku banyak cara. Ah..... betapa aku kangen mereka.







Diam saja bila kita ga ingin orang lain terluka, dan tak ingin hati kita terluka karena ulah mereka pula...... Demikian kata emak dan bapak suatu ketika.

Namun, aku terluka berkali dan berkali....... Bapak, Emak. Ku kangen kalian bila mengenang situasi ini......




Apakah..... harus selalu menebar senyum??? berpura-pura bahagia, sementara hatiku pedih???? Tersenyum, dan seolah aku baik-baik saja.

Setiap orang selalu menginginkan kebahagiaan. Tak seorangpun inginkan penderitaan, bukan??? Namun, kita gak akan bisa memiliki pelangi indah tanpa hujan kan??? Tapi mengapa, saat orang lain menimbulkan badai besar........ mereka kemudian justru marah saat hujan tiba.


Everybody wants happiness. Nobody wants pain. But you can't have a rainbow, without a little rain. Some people create their own storms...... Then get upset when it rains.







Apakah aku pengecut, Bapak dan Emak ??? ...... Apakah aku orang yang berpikiran picik dan seorang munafik belaka??? Apakah aku seorang yang egois bila kuinginkan kebahagiaanku sendiri, bagi diri sendiri ???

Ada yang bilang, "Berhentilah mengeluh dan menangis, sayang...... Hapus air matamu, dan mulai bekerja serius". Namun..... Setelah sekian lama bekerja, kapan ku terhindar dari derita?? Lembaran surat pegadaian yang gagal berkali kutebus, gaji yg tak bisa kuraih kembali, rencana masa depan anak2ku dalam genggaman dan anganku, sementara aku harus mengeluh karena belum bayar SPP ku sendiri di kampus ku.......

Ah...... 
Berhentilah menangis, sayangku......
Kudengar bisikan Bapak dan Emakku tersayang.








OM SRIDHANA DEWIKA RAMYA
SARWA RUPAWATI TATHA
SARWA JÑANA MANISCAIWA
SRI SRIDEWI NAMO’STUTE

Ya Tuhan, Engkau hamba puja sebagai Dewi Sri yang maha cantik, dewi dari kekayaan yang memiliki segala keindahan. la adalah benih yang maha mengetahui. Ya Tuhan Maha Agung Dewi Sri, hamba memujaMu.

Wewaran, Wariga, Weton, Wuku, Shio, Zodiak......

Belajar memahami wariga, wewaran tentang hari kelahiran.......
Sungguh indah mengetahui dan bisa memahami makna yg terkandung di dalamnya


Mencoba memahami dari bintang dan weton, juga shio, serta mempelajari dari tri wara, panca wara, dan saptawara, wuku dan sasih....... Terkadang orang tidak percaya. Termasuk diriku, hanya ingin tahu sekilas, dan tidak terlalu ambil pusing dengan aplikasinya dalam berbagai aspek kehidupan.....

http://warigabali.metrobali.com/?p=6 menjelaskan, wariga sering disebut tentang pengetahuan mengenai perbintangan / hari, dalam istilah Bali dikenal dengan dewasa.

Dalam mencari hari-hari yang terbaik, ahli wariga biasanya menggunakan gabungan dari kelima unsur tersebut. Tetapi terdapat juga rumus sebagai berikut: wawaran alah dening wuku, wuku alah dening tanggal/panglong, tanggal/panglong alah dening sasih, sasih alah dening dauh, dauh alah dening wetu, wetu alah dening Sang Hyang Tri Dasa Sakti (Namayudha:1993:35).


Semua itu artinya adalah bahwa wawaran bisa diabaikan karena wuku menyatakan saat itu baik, wuku biasa diabaikan karena tithi (tanggal-panglong) menyatakan itu baik, tithi bisa diabaikan karena sasih menyatakan saat itu adalah saat yang baik, sasih juga biasa diabaikan karena dauh menyatakan itu adalah saat yang baik serta dauh juga bisa diabaikan karena sesuatu itu memang harus terjadi pada saat itu.


Suamiku terkasih, Drs. Wayan Tagel Eddy, M.Si., terlahir pada hari Senin, Soma Pon Wuku Sinta. 2 Juni 1958.
Prediksi orang yang lahir pada Soma Pon adalah  dipengaruhi oleh lintang kiriman, wataknya ramah tamah, sopan santun, hati-hati bertindak, pandai menyusun kata-kata atau mengarang dan lekas merasa kagum serta kadang kala putus asa karena di atas oleh kesulitan. 
Dan, orang yang memiliki wuku Sinta punya gambaran : Pelindung: Sanghyang Yamadipati, memiliki pembawaan Surya, kayunya Kayu putih dan Kandayakan, burungnya Gagak dan Bango-bango, ternak RangranganGedung terkunci, lumbung kosong. Wataknya: Keras, suka pamer. Perintahnya berawal panas, kemudian lembut. Pelindung orang sengsara, sakit dan orang pelarian. Memahami petunjuk gaib. Gemar bertapa. Bercita- cita mulia, cakap dan cekatan kerja.
Dengan Ekawara: Luang, Dwiwara: Pepet, Triwara: Beteng, Caturwara: Laba, Pancawara: Pon, Sadwara: Ariang, Saptawara: Soma, Astawara: Indra, Sangawara: Dangu, Dasawara: Pati.

Aku sendiri, Dra. Ni Desak Made Santi Diwyarthi, M.Si., terlahir pada hari Sabtu, Saniscara Pon wuku Ugu. 5 April 1969.
Prediksi orang yang kelahiran Saniscara Pon adalah karakternya dipengaruhi oleh lintang sungenge, agak suka kemewahan, suka memperlihatkan kekayaan dan kepandaiannya, tapi umumnya berhati baik.
Menurut sahabatku, kelahiran Saniscara dibawah naungan bhatara Brahma dengan Saraswati sebagai saktinya, cenderung akan menjadi orang akademis, suka menulis dan ber imajinasi sangat tinggi, kadang keras meledak dan lembut bagai salju, siap menjadi sebagai pemimpin dan berpendirian teguh......
Dan, orang yang memiliki wuku Ugu punya gambaran :  pembawaan Prasiwaka, kayu Bunut dan Rangda, burung Gagak dan Kepodang, ternak Gajah, gedung terbuka, lumbung tertutup. Wataknya : Baik Budi. banyak akal, lekas mengerti. Banyak rejeki, tidak suka berkumpul, hemat, pendiam, susah diperintah. mementingkan diri sendiri, romantis, agak pencemburu. terpelajar.
Dengan Ekawara: Dwiwara: Menga, Triwara: Beteng, Caturwara: Menala, Pancawara: Pon, Sadwara: Ariang, Saptawara: Saniscara, Astawara: Yama, Sangawara: Tulus, Dasawara: Manusa.

Putra sulungku, Wayan Adi Pratama, terlahir pada hari Senin, Soma Paing wuku Warigadean. 1 Juli 1996.
Prediksi orang yang lahir pada Soma Paing adalah  dipengaruhi oleh lintang kukus (dupa), berkelakuan layak, berwatak baik, sopan santun dan lemah lembut lembaganya, tapi umunnnya berhati keras
Dan, orang yang memiliki wuku Warigadean punya gambaran : Pelindung: Sanghyang Maharsi, memiliki pembawaan Gandarwa, kayunya Ancak dan Cemara, burungnya Derkuku kesturi, ternak Gajah, Gedung tertutup, Wataknya : Bercita-cita baik, berat tanggungannya. Rejekinya di belakang hari. Lemah lembut perintahnya, dihormati, keras kemauannya. Pandai mencari nafkah. Keikhlasannya setengah-setengah. Menepati perkataannya, jika marah menakutkan
Dengan Ekawara: Luang, Dwiwara: Pepet, Triwara: Kajeng, Caturwara: Jaya, Pancawara: Paing, Sadwara: Urukung, Saptawara: Soma, Astawara: Guru, Sangawara: Gigis, Dasawara: Duka.


Putra bungsuku terlahir pada hari Kamis, Wrespati, Umanis/legi, wuku Gumbreg. 15 Mei 2003.
Prediksi orang yang lahir pada Wrespati Umanis adalah dipengaruhi oleh lintang sangka tikel, berangan-angan tinggi, banyak cita-citanya, pandai bergaul dan mempunyai banyak kawan. Hanya sayang suka dipuji dan suka pula mencampuri urusan orang lain.
Dan, orang yang memiliki wuku Gumbreg punya gambaran : Pelindung: Sanghyang Candra, memiliki pembawaan Bumi, kayunya Tengguli dan Beringin, burungnya Keker dan Gagak, ternak Macan, gedung terbuka, lumbung tertutup, wataknya : Keras budi, segala yang diinginkan agar segera tercapai, sulit dicegah, pengasih. Perintahnya berawal lembut namun berakhir keras. Baik bagi perlindungan keluarga, penyayang. Senang di tempat yang sunyi
Dengan Ekawara: Luang, Dwiwara: Pepet, Triwara: Pasah, Caturwara: Menala, Pancawara: Umanis, Sadwara: Paniron, Saptawara: Wrespati, Astawara: Uma, Sangawara: Dangu, Dasawara:  Duka.



Suamiku, Terlahir tahun 1958, memiliki shio Anjing / Sahabat Setia.
Shio Anjing paling disenangi dalam horoskop Cina. Ia sosok yang setia, jujur, pintar, adil, ramah dan tulus. Ia memiliki semangat untuk maju, terus belajar, dan mengamati tanpa kenal lelah. Ia taat peraturan, patuh hukum, dan giat bekerja. Shio Anjing tidak pernah melanggar hukum. Ia realistis, tak menerima sikap romantisme, dan melankolis. Tidak pernah berkhayal berlebihan. Ia tak akan melepaskan merpati di tangan hanya demi khayalan bisa menangkap punai yang terbang tinggi.
Merasa puas meski hidup biasa-biasa saja bersama keluarga kecil yang hangat dan bahagia. Sedikitpun tidak tersentuh dengan kejahatan dan keburukan duniawi. Shio Anjing tidak materialistis dan tak senang kemegahan. Ia lebih menyukai kesederhanaan dan tidak begitu memedulikan uang. Namun, kalau butuh uang, ia akan mengejarnya. Ia juga sosok yang dermawan, suka memerhatikan dan membantu orang lain, menegakkan kebenaran, dan membela orang-orang lemah yang diperlakukan tak adil. Ia tidak ragu menolong, ikhlas, dan tanpa memikirkan untung-rugi. Ia adalah hakim alamiah yang sangat objektif. Anjing adalah sahabat paling setia.


Aku sendiri, terlahir tahun 1969, memiliki shio Ayam Jago / Perfeksionis & Teliti.
Berdasarkan teori lima unsur, terdapat lima macam Shio Ayam, yaitu Shio Ayam Logam, Ayam Kayu, Ayam Air, Ayam Api, dan Ayam Tanah. Ayam dalam Horoskop Cina dikenal sebagai pahlawan gagah berani yang sulit dimengerti dan eksentrik. Penampilan luarnya yang gagah bisa dianggap sebagai simbol keyakinan dan kesiap-siagaan. Namun, pemikirannya cukup konservatif dan kolot.  Meski begitu, Shio Ayam menarik dan penuh gaya. Ayam tak pernah berjalan terbungkuk-bungkuk. Posisi tubuhnya selalu tampak tegak dan pongah. Bahkan, pemilik Shio Ayam yang paling pemalu sekalipun masih memiliki potongan tubuh yang langsing dan selalu mempertahankan sikap tegas yang khas.
Wajar tapi menawan, lepas bebas tapi sopan, tenang, dan berkelas penampilannya. Ia berlapang dada, menangani masalah secara serius dan konsentrasi, tidak serampangan, tidak ragu-ragu, tabah, dan tekun. Shio Ayam terus menerjang meski dihadang kesulitan. Kegagalan tidak akan mengurangi semangat juangnya. Ia tak akan tunduk pada siapa atau apa pun, tak mau kalah, selalu ingin membandingkan keunggulannya dengan keberhasilan orang sehingga tak jarang timbul “gesekan”. Dia tak akan lari hanya karena perselisihan. Ia akan menghadapinya seperti layaknya Ayam jago.

Putra sulung, terlahir tahun 1996, memiliki shio Tikus / Cerdik & Efisien.
Shio Tikus memiliki karakter yang jenaka, rajin, tanggap, dan cekatan. Shio Tikus juga terlihat memesona, ceria, jujur dan cenderung blak-blakan. Sifat lainnya dari Shio Tikus adalah cerdik, lincah, humoris, gaul, giat, hemat (cenderung sedikit pelit), dan percaya diri. Sisi lainnya, Shio Tikus juga gemar pesta, dugem, kongkow dengan konco-konco, dan travelling.
Shio Tikus sangat tulus menyayangi teman-teman, anak buah, kerabat, dan terutama pasangannya. Terkadang, ia suka ikut terlibat dalam kehidupan dan petualangan pribadi orang lain dan tidak mudah melepaskan ikatan emosi dengan sesama. Kemampuannya mencintai orang terdekatnya sebanding dengan kelihaian dan kecintaannya pada uang. Suka berkelompok. Ia mampu mengatasi kesulitan dan pandai mengambil posisi pada saat krisis. Sepertinya, Shio Tikus memiliki bakat untuk meloloskan diri pada saat terjebak, atau kondisi gawat. Prioritas utamanya adalah menyelamatkan diri. Shio Tikus juga mempunyai bakat untuk membela diri dan nyaris tidak gagal.
Shio Tikus yang cerdik selalu sanggup menemukan pekerjaan produktif. Tidak sedikit pemilik Shio Tikus yang menjadi penulis jempolan. Salah satu contoh pemilik Shio Tikus adalah Shakespierre. Shio Tikus memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar, pandai mengamai, jeli pada hal-hal yang sepele, dan memiliki daya ingat yang sangat baik. Karena karakter dasar itu, Shio Tikus juga cocok untuk menapaki karier menjadi seorang wartawan. Bukan hanya itu, Shio Tikus juga memiliki bakat sukses dalam mengelola bidang apa pun karena sangat fleksibel dan cepat menyesuaikan diri dengan segala macam situasi.
Namun, satu hal yang bisa menghadang keberhasilan Shio Tikus adalah faktor ketamakan. Shio Tikus paling tidak bisa mencium “bau uang”. Terkadang, ambisinya untuk mengeruk keuntungan membuatnya terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan. Shio Tikus suka memaksakan diri untuk mengerjakan banyak hal sekaligus apabila berhubungan dengan uang. Bagi Shio Tikus, uang adalah gairah utamanya. Meskipun telah dibekali “alarm tanda bahaya” oleh alam, tetapi ia sering mengabaikan instingnya. Masalah utama Shio Tikus adalah tidak berdaya pada “tawaran yang menggiurkan”. Akibatnya, ia cenderung jatuh ke dalam “perangkap lama”, yaitu terjebak pada ketamakannya sendiri, bahkan sampai jatuh bangkrut. Namun, ketika bangkrut, Shio Tikus selalu menemukan rezeki lainnya yang tersembunyi di suatu tempat. Pemilik Shio Tikus paling sentimental dibandingkan dengan shio lainnya. Shio Tikus sangat akrab dan dekat dengan anak-anak dan orang tuanya.

Putra bungsu, terlahir tahun 2003, memiliki shio Kambing / Si Melankolis yang Selalu Beruntung.
Shio Kambing adalah simbol feminin di antara zodiak Cina. Shio Kambing ibarat “ibu yang berlimpah kasih sayang”. Shio Kambing sosok yang lemah lembut, baik hati, penurut, sedikit pemalu, dan tampak ketakutan. Sikapnya ramah, sopan, pengertian, mampu mengendalikan diri, dan suka membantu. Shio Kambing dikuasai perasaan, tetapi tajam pemikirannya. Ia sentimentil dan mudah putus asa, tetapi hatinya keras, tegar, pandangannya tegas, dan tidak mudah terpengaruh oleh opini publik. Ia pribadi yang bebas, mandiri dan tidak pernah memedulikan gunjingan orang lain. Ia sangat menjauhi konflik atau permusuhan. Ia tak mau terlibat dalam aliran yang mengatasnamakan apa pun.
Shio Kambing memiliki peruntungan yang bisa dibilang selalu mujur. Teman-temannya selalu siap sedia untuk menyokongnya dan membantunya. Orang Cina percaya bahwa dewi fortuna selalu tersenyum kepada Shio Kambing karena kepolosan dan kebaikan hatinya. Shio Kambing sosok yang dermawan dan tepat waktu. Ia tak segan-segan untuk mengeluarkan hartanya untuk membantu sesama yang tertimpa musibah. Mudah untuk memaafkan dan memahami kesalahan orang lain, menyukai keberadaan anak kecil dan suka memelihara binatang. Ia sangat akrab dengan alam, tetapi lebih suka mengurung diri di dalam rumah. Temperamennya kadang berubah-ubah, tak mungkin baginya untuk bekerja di bawah tekanan. Ia sulit bersikap objektif. Penampilan luarnya seperti orang yang tampaknya pasrah dan “nrimo”. Kalau terperangkap dalam perdebatan, ia lebih suka menelan sendiri semuanya daripada harus mengeluarkan dan mencerca orang lain. ‘Gerakan tutup mulut’ terhadap apa pun akan membuahkan hasil lebih baik dibandingkan dengan membalas kata-kata makian. Ia memilih caranya sendiri.
Shio Kambing tak pernah memutuskan pertalian dengan sanak keluarga dan kerabatnya. Ia selalu pulang menjenguk ibu untuk sekadar mencicipi makanan yang kesukaannya. Ia tak pernah melupakan hari ulang tahun, perayaan perkawinan, atau seluruh peristiwa yang dianggap penting oleh kerabat dekatnya. Ia berusaha keras merayakan hari-hari khusus itu secara berlebihan. Ia sangat sensitif dan ingin agar sahabat dan orang terdekatnya mengingat hari-hari khusus yang sangat berarti baginya. Celakalah mereka yang tidak ingat hari ulang tahunnya atau tidak menjenguknya ketika sakit, Shio Kambing akan segera ‘terluka’ dan akan tetap mengingatnya sampai kapan pun.


Cara mengetahui shio? Gampang. Ulangi dari deret berikut..... 1969/shio ayam jago, 1970/shio anjing,  1971/shio babi,  1972/shio tikus, 1973/shio kerbau, 1974/shio macan, 1975/shio kelinci, 1976/shio naga, 1977/shio ular, 1978/shio kuda, 1979/shio kambing, 1980/shio monyet. dan berikutnya, lanjutkan kembali sesuai deret tersebut....


Dan... bila ditilik dari perbintangan, maka 










Suamiku memiliki bintang Gemini, karena terlahir 2 Juni 1958,
           Dilambangkan dengan sepasang anak kembar. Mereka adalah putra dari dewa Zeus. Kedua anak kembar ini bernama Castor dan Polux.
             Senang berbicara, mudah beradaptasi dan sering berubah-ubah pendapat. Bertanggungjawab, namun sering menilai hanya dari luar / penampilan orang lain belaka.











Aku memiliki bintang Aries, karena lahir 5 April 1969,
           Dilambangkan oleh seekor domba. Domba ini bukan sembarang domba. Domba ini berbulu emas. Ia dikorbankan kepada dewa tertinggi sebagai persembahan, ternyata dewa Zeus senang menerimanya. Dan ia pun dijadikan bintang.
       Dengan simbol domba dan dibawah pengaruh Dewa Perang, kecenderungan pemarah namun nan romantis, agresif dan pemberani. Keras kepala dan tak suka dibantah. Tidak suka bertele-tele, sering sembrono dalam bertindak. Berbakat sebagai pemimpin, cenderung optimis, dan tipe petualang.











Putra sulungku dengan bintang Cancer, karena lahir 1 Juli 1996,

         Dilambangkan oleh kepiting. Merupakan jelmaan ular bernama Hydra. Ular ini di kirim olehYuno, untuk melawan Hercules (pemuda yang dikenal kuat dan gagah berani). Ular yang di kirim oleh Yuno ini ternyata sangat beracun dan mempunyai banyak kepala. Apabila kepalanya ditebas oleh Hercules maka akan tumbuh lagi. Hercules dengan cerdiknya, membakar leher ular itu. Maka habislah riwayat sang ular. Kemudian ular itu dijadikan bintang. Membunuh ular adalah salah satu dari 12 tugas Hercules yang sangat berat.
           Sangat susah ditebak karena memiliki perasaan yang sering berubah, namun konstan dalam mencapai tujuan. Semangat tinggi dan ide cemerlang. Susah menerima orang baru dalam lingkungan, namun tipe setia pada keluarga dan sahabat. Sangat cerdas, penyayang dan pelindung. Dengan hasrat yang kuat, mereka tipe romantis.












dan putra bungsu ber bintang Taurus, karena lahir 15 Mei 2003.
           Dilambangkan oleh sapi jantan. Taurus berasal dari kata Taureau yang artinya sapi jantan. Sapi ini adalah jelmaan dari dewa Zeus (Yupiter). Konon menurut ceritanya dewa Zeus paling suka sama gadis-gadis cantik. Ia juga terkenal sebagai dewa yang paling banyak istrinya. Maka, ketika ia melihat kecantikan putri Eropa, yang cantiknya tiada tara, saking kesemsemnya ia mengubah dirinya menjadi sapi jantan agar dapat menculik putri Eropa.
          Dengan kekuatan, kekerasan hati dan keteguhannya, bertumpu pada kejantanan dan kekuasaan, mereka bisa seketika marah bila ada yang mengusik emosi. Tidak mudah marah, sangat irit dan senang menyendiri, namun jangan coba mengganggu dan mengambil kesempatan dalam kesempitan baginya. Tipe yg konsisten, tidak suka perubahan, mencintai keluarga dan sahabat, penuh strategi, sangat berhati-hati, taat dan menghargai tradisi.


Urutan perbintangan / zodiak:
1. Aquarius (guci air) = 21 Januari sampai dengan 19 Pebruari
2. Pisces (ikan) = 20 Februari sampai dengan 20 Maret
3. Aries (domba) = 21 Maret sampai dengan 20 April
4. Taurus (banteng) = 21 April sampai dengan 22 Mei
5. Gemini (kembar) = 23 Mei sampai dengan 21 Juni
6. Cancer (kepiting) = 22 Juni sampai dengan 22 Juli
7. Leo (singa) = 23 Juli sampai dengan 22 Agustus
8. Virgo (bidadari) = 23 Agustus sampai dengan 23 September
9. Libra (timbangan/neraca) = 24 September sampai dengan 22 Oktober
10. Scorpio (kalajengking) = 23 Oktober sampai dengan 21 November
11. Sagitarius (busur panah) = 22 November sampai dengan 22 Desember
12. Caprocorn (kambing) = 23 Desember sampai dengan 20 Januari

Bagaimana tentang koleksi batu yang sesuai??
1. Aquarius = Amethyst
2. Pisces = Zircon
3. Aries = diamond / Intan
4. Taurus = Emerald / Zamrud
5. Gemini = Moonstone / Widuri Bulan
6. Cancer = Ruby
7. Leo = Sardonik
8. Virgo = Sapphire / Safir
9. Libra = Oval / Opal
10. Scorpio = Topaz
11. Sagitarius = Alexandrite
12. Caprocorn = Garnet

Hmmm, dan analisis perkiraan kepribadian berdasar bintang / zodiak???
CANCER
Great Kisser. Very high sex appeal.
Great in bed. Most horny.
PISCES
Caring. Smart. Center of attention. Too Sexy, DAMNIT. Very high sex appeal. Has the last word. Extremely weirdbut ina good way
LIBRA
Very gentle. Nice. Love is one of a kind. Sillyandfun! Have own unique sexiness. Most caring person you willevermeet!
AMAZING in Bed.!!!!!
CAPRICORN
Sassy. Intelligent. Sexy. Predict future.
Irrestible, awesome kisser. Great talker.
Always gets what he or she wants. BY FAR the BEST in BED.EVERYPERFORMANCE!!!!
AQUAR­­IUS
Trustworthy. Sexy. Rare to find. Loves being inlongrelationships. Extremly energetic.
Amazing in bed, the BEST lovers.

ARIES
Outgoing. Spontanious. No one to fuck with. Have own uniquesexiness. Unpredictable. Erotic.
Funny. Addictive. Take you on trips to the moon inbed.

TAURUS
Aggressive. freak in bed. rare to find. lovesbeingin long relationships. Likes to give a good fight for whattheywant.
Extremly outgoing. Outstanding kisser. sexualas****.
LEO
Great talker. Always the life of the party.Sexy.Horny all the time. Attractive physically or mentally(sumtimesboth) Can be Laid back or Wild. Knows how to have fun. Isreallygood at fvcking . Great kisser.
VIRGO
Dominant inrelationships.Sexy.A­­lwaysHorny.Freak in bed. Always wantsthe lastword.Loud.Caring.Sma­­rt.Loves being in longrelationships.Addictive . Passionate.
SCORPIO
sexy. Talkative. Energetic. Predict future.Mosterotic.Freak in bed.Good kisser. not one to mess with. alwaysgetwhat they want.
SAGITTARIUS
Spontanious. Horny.High sex appeal.
Rare to find. Good when found.
Loves being in long relationships.
GEMINI­­­
Nice. Love is one of a kind. Great listenersVeryGood in bed. Lover not a Fighter But Still Punch Your LightsOut.Trustworth



 http://warigabali.metrobali.com/?p=6 I Gede Sutarya dalam artikel mengenai Wariga, Filsafat Kehidupan Menuju Pembebasan, menjelaskan seperti di bawah ini.

Pada bagian dari wariga terdapat juga tenung-tenung (ramalan). Ramalan tersebut ditentukan berdasarkan wawaran, wuku dan sasih. Ramalan-ramalan berisi tentang jodoh, rejeki dan yang lainnya. Tenung-tenung ini dibedakan menjadi empat jenis (Aryana:2009:10) yaitu tenung pengalihan (menggabungkan urip wawaran), tenung jejinahan (menggunakan uang), tenung palelintangan (menggunakan lintang tertentu, misalnya lintang tangis) dan tenung campuran (menggunakan campuran dari teknik-teknik yang ada).
Secara garis besar, wariga sebenarnya terdiri dari berbagai bagian. Bagian-bagian tersebut adalah:
  1. Pawintangan (ilmu tentang perbintangan). Perbintangan biasanya digunakan untuk mencari hari-hari bercocok tanam. Berdasarkan wawaran (pancawara dan saptawara) terdapat 35 palalintangan atau gugusan bintang. Berdasarkan lontar Namaning Wintang terdapat 27 gugusan bintang, seperti Naksatra dalam Jyotisha (Lontar Namaning Wintang:Lembar I).
  2. Sasih adalah ilmu tentang musim dan peredaran gerak semu matahari mengelilingi bumi dan bulan mengelilingi bumi. Ilmu ini biasanya digunakan untuk mencari masa bercocok tanam dan bulan-bulan yang baik untuk melakukan upacara tertentu. Sasih ini terdiri dari 12 sasih dalam satu tahun, tetapi kurang lebih setiap tiga tahun sekali terjadi penambahan sasih (bulan ke-13), untuk menyesuaikan tahun bulan dengan musim (tahun matahari). Pada satu sasih terdiri dari 30/29 hari (tithi), terbagi menjadi dua bagian yaitu suklapaksa (pananggal, paro terang) yaitu tithi setelah tilem menuju purnama, serta kresnapaksa (panglong, paro gelap) yaitu tithi setelah purnama menuju tilem. Jika satu sasih berumur 29 berarti terjadi pangalihan pada bulan tersebut. Pangalihan tersebut terjadi setiap 63 hari sekali atau setiap sembilan wuku sekali mengikuti rumus Eka Sungsang, Dwi Tambir, Tri Kulawu, Catur Wariga, Panca Pahang, Sad Bala, Sapta Kulantir, Nawa Uye dan Dasa Shinta.
  3. Wuku adalah ilmu tentang ruas-ruas kumpulan bintang tertentu yang berporos dari bumi. Wuku berjumlah 30 dari Shinta – Watugunung. Setiap wuku berumur tujuh hari mulai dari redite (minggu) sampai saniscara (sabtu). Ilmu ini biasanya digunakan untuk menentukan saat-saat bercocok tanam, upacara dan hari-hari baik. Wuku berarti ruas, yang bisa dikonotasikan sebagai ruas-ruas jajaran bintang.
  4. Wawaran adalah ilmu tentang nama-nama hari yang mana setiap hari memiliki sepuluh nama (dasa nama) yang diwujudkan dengan Eka Wara sampai Dasa Wara. Wawaran biasanya digunakan untuk bercocok tanam, upacara tertentu dan hari-hari baik. Satu wawaran merupakan satu hari yang mulai dari matahari terbit sampai matahari terbit (pagi sampai pagi).
  5. Dadauhan adalah ilmu tentang pembagian waktu selama satu hari. Masyarakat Bali mengenal pembagian waktu dalam lima pembagian siang dan malam (24/10) yang disebut dengan Panca Dauh dan delapan pembagian siang dan malam (24/16), yang disebut dengan Asta Dauh. Dauh ini biasanya digunakan untuk mencari saat menanam, bepergian dan melaksanakan upacara tertentu.

Jumat, 07 Juni 2013

Om Asato ma sad gamaya....

 
Om Asato Ma Sat Gamaya
Tamaso Ma Jyotir Gamaya
Mrityor Mamritam Gamaya
om santih, satih, santih, om....


Lead me from the asat to the sat. Lead me from darkness to light. Lead me from death to immortality. (Brhadaranyaka Upanishad — I.iii.28)

Tuhan tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar, dari jalan gelap ke jalan terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan abadi....

Menang jadi abu, kalah jadi debu...... Waktu berubah, manusia berkembang ke segala arah. Semoga semua situasi dan kondisi akan membantu kita semakin bijak dan dewasa dalam melangkah, dalam mengenali dan memahami beragam aspek kehidupan.....


 https://en.wikipedia.org/wiki/Mantra menjelaskan


A mantra (Sanskrit मन्त्र - manas - mind, consciousness, soul + tra, trayate - to free; "liberating the mind, consciousness, soul, atma from repeated birth and death") is a sanskrit (sometimes - in other languages, especially in buddhism and other religions outside India) sound, syllable, word, or group of words (usually starting with word ॐ (Aum, Om), which is itself the most famous mantra) that is considered capable of "creating transformation" (cf. spiritual transformation).[1] Its use and type varies according to the school and philosophy associated with the mantra.[2]
Mantras (Devanāgarī मन्त्र) originated in the Vedic tradition of India, becoming an essential part of the Hindu tradition and a customary practice within Buddhism, Sikhism, and Jainism.
In the context of the Vedas, the term mantra refers to the entire portion which contains the texts called Rig, Yajur or Sama, that is, the metrical part as opposed to the prose Brahmana commentary. With the transition from ritualistic Vedic traditions to mystical and egalitarian Hindu schools of Yoga, Vedanta, Tantra and Bhakti, the orthodox attitude of the elite nature of mantra knowledge gave way to spiritual interpretations of mantras as a translation of the human will or desire into a form of action


 http://archives.amritapuri.org/bharat/mantra/asatoma.php
menjelaskan


This is true prayer—the seeker’s admission of his sense of limitedness and his heartfelt cry for assistance in transcendence. It is not a prayer for the things of the world. It is not a pray for food, shelter, health, partnership, riches, success, fame, glory or even for heaven1. One who recites these three mantras has realized that such things are full of holes, soaked in pain and, even in abundance, will forever leave him wanting. It is in this full understanding that one turns to this prayer. The essence of each of these three mantras is the same: "O, Guru, help me free myself from my sundry misunderstandings regarding myself, the universe and God and bless me with true knowledge."
It is in this spirit that people throughout the world are regularly chanting these mantras, and in which they are chanted twice daily at Amma’s ashrams—both at the conclusion of the morning arcana and after the evening arati.
The first mantra—asato ma sadgamaya—means, "Lead me from the asat to the sat." In fact, it is best to not translate sat (nor its negative counterpart asat) for, as with many Sanskrit words, sat has many meanings and not only are most of them applicable here, their deliberate combined import provides a depth that no one of them could hold independently. These co-applicable meanings include: existence, reality and truth. (Co-applicable meanings for asat being: non-existence, non-reality and untruth.)
We often speak of religion or philosophy as a search for Truth. But only in India’s philosophy of Advaita Vedanta has the concept of "truth" been so meticulously and successfully dissected. According to Advaita, for something to be considered true in the ultimate sense, it must be true not just at one given moment, but always be true—true in all three periods of time: the past, present and future. In fact, Advaita goes one step further. It says if something does not exist in all three periods of time that it does not truly exist, it is not ultimately real. Thus, truth, existence and reality are one and the same. That reality, Vedanta says, is what we call God.
The universe and its things are in a constant state of change. The planets are in constant motion, their positions in relation to each other and the other astral bodies are in continuous flux. The seasons similarly are ever-shifting. Scientifically, we can easily understand that our bodies (and the cells within them) come into existence, are born and then go through periods of growth, sustenance, deterioration and death. In fact these six modifications are part-and-parcel of everything in creation. On the level of emotions, we move back and forth between happiness, sorrow and anger. Even our intellectual convictions rarely stay fixed for very long. So, according to Vedanta, we cannot call this world ultimately real. It is not ultimately true. Ultimately, it does not exist. It seems real etc. but it is not. Such a thing is called asat.
The seeker giving voice to this prayer has come to understand the finite nature of all the objects of the world, and he wants the Guru to guide him from the asat to the sat. He is fed up with depending on things that are not real. Why? Because just as the sandcastle is always washed away by the tide, dependence on the asat always ends in pain. Sat is our True Self—the blissful consciousness that ever was, is and ever will be. Being beyond time, this consciousness can never be washed away by the time’s tides. In fact, sat is there as the essential part of all of the asat objects. It is a matter of separating the wheat from the chaff, as it were.
When speaking about the ultimate reality, Sages say it is of the nature of sat-cit-ananda: pure existence, pure consciousness and pure bliss.
The second mantra—tamaso ma jyotirgamaya—means "Lead me from darkness to light." When the Vedas refer to darkness and light, they mean ignorance and knowledge, respectfully. This is so because ignorance, like darkness, obscures true understanding. And in the same way that the only remedy for darkness is light, the only remedy for ignorance is knowledge. The knowledge spoken of here is again the knowledge of one’s true nature.
Currently, in the darkness of our ignorance, we believe ourselves to be bound and limited (otherwise we would not be reciting these mantras in the first place). But the Guru and the scriptures are telling us that, in truth, we are not, never will be and never have been bound. Eternally we sat-cit-ananda. The only thing that can remove our ignorance regarding our true nature is a spiritual education at the hands of a True Master like Amma. At the culmination of such an education, light floods the room, as it were; darkness vanishes.
The final mantra—mrtyorma amrtam gamaya—means: "Lead me from death to immortality." This should not be taken as a prayer to live endless years in heaven or on earth. It is a prayer to the Guru for assistance in realizing the truth that "I was never born, nor can ever die, as I am not the body, mind and intellect, but the eternal, blissful consciousness that serves as the substratum of all creation."
It is important to remember that, with all these mantras, the leading is not a physical leading. The Atma is not something far away that we have to make a pilgrimage to, nor is it something we need to transform ourselves into. Atma means "self." We don’t need to transform our self into our self. Nor do we need to travel to it. We are it. The journey is a journey of knowledge. It is journey from what we misunderstand to be our self to what truly is our self. What the mantras really means is "Lead me to the understanding that I am not the limited body, mind and intellect, but am, was and always will be that eternal, absolute, blissful consciousness that serves as their substratum."

Once, when discussing these mantras, Amma said the first step in attaining the knowledge for which one is praying when they chant these mantras is satsang: listening to spiritual talks, reading spiritual books and being in the company of spiritual seekers and, of most importantly, spiritual masters. "We need to continuously be fed the knowledge that our true nature is the Atma and not the body mind and intellect," Amma said. Through satsang, our attachment to the asat gradually lessens. "Slowly as you understand that everything in the world—all worldly relationship, all worldly things—are ever-changing an impermanent, your attitude towards the world changes. We gain detachment." As we become more and more detached, our desires also naturally decrease, because we know that the things of the world are impermanent and cannot bring us lasting happiness. As the desires decrease, the mind becomes less and less agitated. It obtains serenity, stillness, peace. Then, with this stilled, subtle, penetrating mind we can finally come to realize our true nature.
—Vedarat

* * * * * * * * * *

1 In Vedanta, heaven—or rather heavens—are accepted as part of the lower reality. Unlike in other religions, going to heaven is not the professed to be the ultimate goal of life. According to Vedanta, heaven can be likened to a vacation resort. After death, if one has done enough good deeds in life, one can go to heaven for a very long time. But eventually he will have to return to the earthly plane. Thus even though one may be in heaven, he is still bound and mired in ignorance to his true nature. [As it says in the Bhagavad-Gita:
From Brahma Loka to the lowest world,
all are places of misery wherein repeated birth and death take place O Arjuna.
But one who comes to me, O son of Kunti,
never takes birth again. (Gita 8:16)
The human goal according Vedanta is Self-realization. The Atma is the ultimate reality. When one realizes his true nature, he attains spiritual fulfillment in this life itself. Then, upon death, he does not go to any heavenly abode but simply merges into the supreme reality.

Kamis, 06 Juni 2013

Menarilah dan terus tertawa, Meski dunia tak seindah surga......



Putu Ugi Narendra,  adalah putra pertama dari Ibu Luh Nyoman Tri Ariani, S.Sos., M.Si. Ugiek, demikian kami biasa memanggilnya, terlahir 24 Agustus dan menikah dengan seorang gadis cantik, Dewi Maharani, bulan Mei 2012 lalu.



"Cepet sehat yo Kiting", seru teman-temannya selama masa kritis yang dilalui ugik. Dia terserang penyakit kanker kelenjar getah bening berdasar hasil diagnosa dokter pada pertengahan tahun 2012.



Sahabatnya yg lain, Taufik Hidayat, menyampaikan doa dari 90 an temannya se angkatan di STAN dahulu.... "For my bro Ugik Narendra, kita gak akan pernah tahu apa yg tuhan rencanakan buat kita.., tp pliss.., keep fight..., tetep berjuang bro.., kami 90 org angkatanmu senantiasa berdoa untuk kesembuhanmu, please..., demi kami, demi keluargamu.., jangan pernah sekalipun berpikiran untuk menyerah....!!!!!"



Seberapa dalam makna Ugik bagi para sahabatnya adalah salah satu pendapat yang dilontarkan seorang sahabatnya, Yun Margaheni, "Biz baca2 email jadul...,trnyata org yg slalu mnemani n berbagi saat ak paling trpuruk krn 'cinta buta' adl dirimuuu Ugik Narendra...



Dengan nada sedih dan pasrah, istri tercintanya memohon doa di larut malam, 5 Juni 2013.... "Mohon doa para sahabat Keluarga ....dan semua umat, untuk kesembuhan suami saya yang sedang berjuang melawan kankernya .... aku merindukanmu .... tetap berjuang my love ....."



Namun Tuhan memiliki rencana indah baginya, bagi Ugik Narendra, bagi seluruh keluarga besar, bagi para sahabat yang ditinggalkan. Beliau memanggilnya untuk bersatu dengan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pukul 8 pagi, Kamis, 6 Juni 2013, Putu Ugi Narendra meninggal di rumah sakit Sanglah, setelah berkali rangkaian chemotherapy yg menyakitkan yang harus dijalani...... berkali berpindah rumah sakit  di kala sesak nafas kumat sementara ruang ICU di tiap rumah sakit terbatas...... Ahhh, tubuh tangguh nan tegar itu kini tinggal tulang terselaput kering, dengan semangat menyala berkibar di matanya kala kupandang. Amor ring acintya, Ugik tersayang. Doa kami semoa akan menghantar mu dalam damai Tuhan.

Tak terbayang sedih yang mendera ibu Tri Ariani..... dia sahabatku sekaligus rekan satu kantor di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Bedanya, aku masuk dalam jajaran dosen Program Studi Administrasi Perhotelan, dia pada Program Studi Manajemen Divisi Kamar. Kehilangan putra tercinta, meski telah melakukan banyak upaya, dari usaha secara sekala dan niskala, meski menangis darah ditempa banyak masalah, dia masih mencoba untuk tegar dan selalu menebar senyum.....



Berpuluh tahun kami bersama, aku dan bu Tri, juga beberapa dosen STPNDB lain, bahkan menempuh program pendidikan master pada Program Pascasarjana Universitas Udayana, tahun 2006 - 2008 lalu. Betapa..... perempuan ini sungguh tabah jalani setiap ujian dan tantangan yang terkadang bikin trenyuh dan denyut emosi bisa memuncak....

Tetaplah tegar dan tabah, bu Tri...... Meski hidup terkadang tidak seindah surga, tersenyum lah, dan teruslah melangkah...... Doa kami bagimu jua.

Friendship



Friendship is a special things.....
That comes straight from the heart
It reaches out in many ways
To tenderly impart

A loving thought, a caring words
The touch of love that heals
The miracle of friendship
Is the heart that is reveals

A cup of coffee and a chat
Can get one through the day
Just a smile from warm,
Gives more than word can say......

Friendship is a blessed thing
A gift sent straight from God
It winds around your heart
Because it grows from heavenly sod.....

Minggu, 02 Juni 2013

Kekasihku berulangtahun hari ini. 2 Juni 2013



Kasih..... Kutitipkan sepenggal hatiku padamu. Berpuluh tahun lalu, dan... masih berpuluh tahun lagi ke depan, serta berpuluh tahun yang tak kan pernah kuhitung kelak....

Kasih.... Berjuta peristiwa kita jalani bersama, dalam nuansa suka dan duka. Terlahir buah cinta kita, Wayan Adi Pratama, 1 Juli 1996, dan juga Made Yudhawijaya, 15 Mei 2003. Masih akan kita hadapi bersama berjuta peristiwa lainnya....



Kasih..... Hidup yang terkadang tak mudah bagi kita, dalam beragam galau dan derai air mata. Jadilah tiang saka bagi kami semua, meski dalam kehidupan yang tak bisa kita duga rentang tantangan juga ujian bagi kita....



Kasih..... Dikau yang tak hanya suamiku, juga kakak ku tersayang, teman diskusi berkepanjangan, lawan debat yang sungguh tangguh, sahabat dibalik selimut tidurku... Jadilah selalu pria apa adanya.



Kasih..... Engkau yang membuka wawasanku, bahwa perempuan bukan hanya sekedar objek, namun pula bisa menjadi subjek yang berharga.... Engkaulah pejantan tangguh yang menjadikan aku sang betina tangguh...



Kasih..... Drs. Wayan Tagel Eddy, M.Si. Kandidat doktor, namun tetap low profile.... karena katamu "Kesuksesan bukan diukur dari deretan gelar dan materi.... namun dari isi otak, prinsip yang dipegang, dan kemampuan dalam beradaptasi di tengah masyarakat".



Kasih.... Meski hanya beberapa minuman kotak, dan beberapa potong kue kecil, sebagai hadiah yang mampu kami beri hari ini.... namun yakinlah, cinta yg besar akan selalu tersedia bagimu, sayang.... karena hidup bukan hanya euforia semata, dan permainan emosi belaka.



Kasih.... Jadilah dirimu apa adanya selalu..... Jadilah My Amazing Lovely Handsome Bodyguard, My Hubby, My Man....