Kamis, 19 Februari 2015

Dan..... Dia menangis tersedu di pelukan ku....

Seorang remaja putri berjalan perlahan....
Dia menangis tersedu-sedu.

Aku sedang berada di depan Pura Jagatnatha Denpasar,
Bersiap untuk bersembahyang bersama para sahabat,
Melakukan puja dan samadhi ku bagi Nya

Kuhampiri si anak perempuan ini.....
Dia berkacamata minus, dan mengenakan seragam OR

"Namaku Dian"..... ujarnya terbata, sambil menangis tersedu.
Kupeluk dia, dan coba kembali kutanya apa yang baru dialaminya.
"Tidak ada yang mau meminjamkan HP pada saya"

Kupeluk dia, yang kemudian bertutur, diantar kakaknya, Devi,
untuk bertemu temannya di alun2 itu, untuk menjual HPnya,
yang kemudian dibanting karena emosi, dan HP hilang entah kemana.
Dia tidak berani pulang karena takut dipukul ibu tentang HP hilang....

Dian, kelas 3 SMP terkenal di kota ini.
Dia kuminta menghubungi telpon rumahnya,
menghubungi orangtuanya,
agar menjemput dia .....

Dian, yang kemudian dijemput bapak dan bibinya,
ternyata, habis bertengkar dengan ibunya
yang tidak mengijinkannya keluar di malam hari
menemui sahabatnya....

Dian, yang tidak bisa bertutur jelas....
kami curigai mengenal sahabatnya via media sosial internet,
dan juga, korban hipnotis...

Ah.....
Remaja, dengan segudang dinamika.
Remaja, dengan Dian - Dian lain di bumi ini.
Semoga kalian kenali dan pahami,
tentang banyak hal dalam kehidupan ini,
yang membutuhkan kebijakan serta kedewasaan dalam bertindak....

Dian.....
Dan, dia kembali menangis tersedu-sedu di pelukanku.