Jumat, 23 Juni 2017

Don't Lose Hope, We''ll Stand Together






Snack Party. Apa sih manfaatnya?? Cuma kumpul-kumpul doang. Kan ada yang puasa. Kan masih ada yang ujian? Kan kita sudah harus pulkam. Kan masih harus kerja. Kan harus bimbingan lagi, temuin dosen, rapat lain, buat tugas, masuk tempat training. Kan, kan, kan, dan berbagai kan lain...... Trus, gimana dong?



Namun, kegiatan ini sudah dibuat rencananya sesuai dengan target yang disampaikan dan dibahas dalam beberapa pertemuan..... Kegiatan tanpa perencanaan, tentu bakal kacau. Tanpa melibatkan banyak orang untuk memberi masukan, membantu pelaksanaan kegiatan tersebut, tanpa monitoring, dan evaluasi, tanpa keikutserta berbagai pihak lain.



Ketua Program Studi Administrasi Perhotelan telah menyampaikan dalam beberapa kali diskusi informal, pada berbagai media komunikasi Prodi, dan pada saat pertemuan hari Selasa, 20 Juni 2017, bahwa Snack Party diharapkan dapat menjadi suatu bentuk sarana Prodi ADH dalam menyampaikan pesan, saran, dari dosen bagi para mahasiswa yang bakal meninggalkan semester sekarang, melangkah ke semester berikutnya. Bagi para mahasiswa yang bakal berada di masa training selama satu semester, bagi para mahasiswa yang sedang berkutat dengan periode bimbingan skripsi. Bagi para mahasiswa yang bakal berpindah ke bidang studi selanjutnya, seperti dari Manajemen Tata Hidangan ke Manajemen Divisi Kamar, dari Manajemen Divisi Kamar ke Manajemen Tata Boga, dari Manajemen Tata Boga ke Manajemen tata Hidangan.



Kebayang kan, bila kita gak ada yang menyampaikan informasi, tentang apa aja sih yang bakal kita temui di semester depan, bakal ngapain nih sekarang di musim liburan sebulan, mau pulkam tapi jauuuh banget, rindu dengan orang rumah tapi harus menuntaskan tugas kampus, skripsi. Apakah kampus bakal tutup sebulan? apa saja yang harus kita lakukan saat training semester depan, siapa kah dosen Pembimbing Akademik kita? apakah sama dengan semester lalu? Bagaimana jika saya masih punya nilai yang belum kelar, padahal mau ujian sidang skripsi segera. Apa yang harus saya lakukan jika postpone untuk beberapa mata kuliah? Bolehkah saya menemui dosen pembimbing saat liburan kuliah? Bagaimana saya bisa tahu perkembangan kampus di saat libur Lebaran seminggu ini. Bagaimana dengan kondisi saya yang belum dapat tempat training buat semester depan ? 



Well, Ajang snack party bisa jadi salah satu media mengakrabkan dosen, pegawai dan mahasiswa. Saya bisa tahu dari diskusi dengan para mahasiswa dari semester dua, enam dan delapan dari Program Studi Administrasi Perhotelan. Dari ke empat kelas mahasiswa semester dua, dari ke empat kelas mahasiswa semester enam, dan dari ketiga kelas mahasiswa semester delapan. Empat kelas mahasiswa semester empat sedang mengikuti training di pihak industri.



Saya bisa tahu, si Kevin jarang bimbingan karena ibunya opname, giliran dengan adiknya, dan dia bertanggungjawab merawat keluarganya. Saya jadi paham, si Jo sering datang telat, bahkan saat ujian, karena menunggu jemputan si Ngurah yang sering bangun kesiangan. Saya bilang mereka Genk Telat. Saya jadi mengerti si Novita yang baperan namun bijak banget. Saya bisa tahu karakter dosen yang jadi trending topik bahasan di kalangan para mahasiswa, termasuk trending topik para mahasiswa itu juga yang jadi bahasan teman-temannya. Saya jadi belajar banyak dari pola kepemimpinan para dosen dalam berkomunikasi dengan para mahasiswa. Bahkan, saya jadi paham topik bahasan para mahasiswa tentang saya, yang perlu saya perbaiki dari diri sendiri......



Apa yang dibawa saat Snack Party? Jajan seharga sepuluh ribu an, apa pun itu, akan di sharing bersama. bagaimana yang sedang berpuasa? yang tidak bisa makan makanan yang dia peroleh? yang gak mendapatkan jajanan yang diinginkan? Ah, intinya bukan terletak pada makanannya, bukan pada produknya. Iman, emosi, makanan, sudah seharusnya tidak mengendalikan kita. Namun kita yang mengendalikannya bersama-sama. Ini adalah tentang komunikasi kita bersama. Ini adalah tentang hubungan kita, dalam semangat kebersamaan, dalam rasa persahabatan, persaudaraan. Ini adalah temu jumpa, membahas kegiatan yang telah berjalan, memdiskusikan tentang kegiatan yang akan datang, melakukan ini bersama-sama , membahasnya bersama, agar tercapai tujuan kita bersama.



Maka, pada hari Senin 19 Juni 2017, Undangan kegiatan Snack Party diedarkan di seluruh kelas Program Studi Administrasi Perhotelan yang ada di kampus. Dan, para dosen, mahasiswa juga pegawai hadir pada kegiatan Snack Party tanggal 22 Juni 2017 di Aula, pukul 12.30 - 14.15 kemarin, dibahas tentang Ujian Seminal Hasil Penelitian, Ujian Skripsi, dan Yudisium serta Wisuda bagi para mahasiswa semester 8, pembahasan tentang Management Training dan Laporan Management Training terkait dengan mahasiswa semester 6, pembahasan tentang perkuliahan semester berikutnya terkait mahasiswa semester dua. 



Kami bahkan merayakan secara sederhana, rekan dosen serta mahasiswa yang berulang tahun bulan Juni ini, dengan menghadiahi mereka permen yang kubeli seharga tiga ribu rupiah per bungkus nya...... Saat melihat banyak mahasiswa tampil ke depan dan mengaku berulang tahun bulan Juni, pak Dewa bertanya, “Cukup gak, jumlahnya, bu”... Kubilang, tenang pak, saya sudah beli di kantin tadi, 30 bungkus permen enak ini...... Ini bukan cuma sekedar berbagi informasi dan jadi ajang komunikasi kita. Ini adalah tentang berbagi semangat kebersamaan, berbagi kebahagiaan.... 



Ini bukan tentang produk, bukan tentang snack, bukan tentang harga snack, bukan tentang bentuk dan bungkusan snack, bukan pula tentang isi snack. Ini adalah tentang hubungan, komunikasi yang tercipta di dalam suatu hubungan, terjaga dengan baik, indah, bersemangat dan bertanggungjawab, arus informasi, semangat kebersamaan, curhatan, motivasi, kritik dan saran ......

Don't lose hope. Don't ever feel defeated. Don't ever think it is not possible. Just keep on trying. Because if your heart and your will is in the right place, If it is mean to be, it is meant to be, when the day will come, that you'll reach your dreams.....

Snack Party ADH, Aula Joop Ave, Kampus STP Nusa Dua Bali, Kamis, 22 Juni 2017





Snack Party...... Ini bukan tentang produk, bukan tentang snack, bukan tentang harga snack, bukan tentang bentuk dan bungkusan snack, bukan pula tentang isi snack. Ini adalah tentang hubungan, komunikasi yang tercipta di dalam suatu hubungan, terjaga dengan baik, indah, bersemangat dan bertanggungjawab, arus informasi, semangat kebersamaan, curhatan, motivasi, kritik dan saran...... 


Maka, pada hari Senin 19 Juni 2017, Undangan kegiatan Snack Party diedarkan di seluruh kelas Program Studi Administrasi Perhotelan yang ada di kampus. Dan, para dosen, mahasiswa juga pegawai hadir pada kegiatan Snack Party tanggal 22 Juni 2017 di Aula, pukul 12.30 - 14.15 kemarin, dibahas tentang Ujian Seminal Hasil Penelitian, Ujian Skripsi, dan Yudisium serta Wisuda bagi para mahasiswa semester 8, pembahasan tentang Management Training dan Laporan Management Training terkait dengan mahasiswa semester 6, pembahasan tentang perkuliahan semester berikutnya terkait mahasiswa semester dua. 



Dengan jumlah 300 an mahasiswa yang sedang berada di kampus saat ini, 20 orang dosen, dan dua orang staf, kami merupakan suatu armada besar dengan beragam potensi yang melingkupinya. Sudah tentu, beragam pula corak karakter kepribadian, kemampuan, penampilan, latar belakang sosial budaya, dan cara yang mereka miliki..... Kami berkumpul bersama di Aula Joop Ave siang itu.



Kami bahkan merayakan secara sederhana, rekan dosen serta mahasiswa yang berulang tahun bulan Juni ini, dengan menghadiahi mereka permen yang kubeli seharga tiga ribu rupiah per bungkus nya...... Saat melihat banyak mahasiswa tampil ke depan dan mengaku berulang tahun bulan Juni, pak Dewa bertanya, “Cukup gak, jumlahnya, bu”... Kubilang, tenang pak, saya sudah beli di kantin tadi, 30 bungkus permen enak ini...... Ini bukan cuma sekedar berbagi informasi dan jadi ajang komunikasi kita. Ini adalah tentang berbagi semangat kebersamaan, berbagi kebahagiaan....



Don't lose hope. Don't ever feel defeated. Don't ever think it is not possible. Just keep on trying. Because if your heart and your will is in the right place, If it is mean to be, it is meant to be, when the day will come, that you'll reach your dreams..... 


Selasa, 13 Juni 2017

Wawancara SBMSTAPP TA 2017/2018, Rabu, 14 Juni 2017


Kali ini bersama rekan sejawat, Ibu Ni Ketut Iswarini. Kami bertugas di ruang RA 201. tercatat sembilan kandidat mahasiswa yang hadir hari ini dari total 15 kandidat yang akan diwawancarai.
 
 
Seorang remaja putri masuk. Ni Made Karunia Noina. Cantik. Cerdas. dengan kemampuan berbahasa Inggris lancar dan jelas, juga pengetahuan wawasan terkait pariwisata yang baik di seantero nusantara. Dia menangis di sela-sela wawancara..... “Saya grogi sekali, bu” ujarnya. Hehehe..... aku jadi berpikir, apakah wajah kami menakutkan mereka semua ??? “Gak perlu grogi deh. Tuh lihat wajah bu Santi, senyum-senyum aja terus kok” Ujar bu Iswarini menenangkan nya. 
 
 
Kembali seorang remaja putri lain masuk ke dalam ruang kami. Ayunda namanya. Dengan ayah yang bekerja di bidang pariwisata, ibu juga bergerak di bidang pariwisata, terlihat jelas keahlian yang dimilikinya juga terbentuk dari orang-orang pariwisata dan perhotelan yang ada di sekelilingnya. Hmmm, tidak dapat dipungkiri, potensi kita berkembang bersama dengan pendidikan dan pengalaman yang dimiliki. Teruslah kembangkan jati diri dan potensi diri, jangan pernah berhenti untuk belajar dalam berbagai bidang kehidupan, seperti apa yang disampaikan Ayunda, “Saya ingin menjadi orang yang memiliki multitalenta dan melaksanakan multitasking dalam kehidupan.......
 
 
 
Ada lagi, Made Rustana. Dia dengan fasih bertutur mengenai situasi dan kondisi pariwisata, tantangan ke depannya, serta harapannya kelak. “Ayah saya seorang supir freelance di Sanur. Kami berasal dari Bongkasa, namun mengontrak lahan dan bekerja bersama keluarga juga paman di Tegallalang. Kakak saya bekerja di Mandapa Resort. Saya ngajag dari Ubud jam enam setiap hari untuk mengikuti tes di Nusa Dua. Saya akan buktikan berusaha sebaik mungkin di sini. Jika lulus nanti, saya akan tinggal bersama bibi sekeluarga di Nusa Dua”. Ah, semangatmu yang terpancar dari tatapan matanya, mengingatkanku pada semangat yang takkan mudah luntur kaum muda yang mencoba meraih cita-cita di masa yang akan datang.
 
Gadis lain, Kenia Audita, menjelaskan dirinya dari Jogja. Tamat tahun 2017, dengan kemampuan membatik, terbiasa mandiri tanpa didampingi orangtua semenjak lama, menjelaskan mengapa dia memilih Bali untuk melanjutkan studi, dan bukannya Bandung yang notabene lebih dekat pada lingkungan keluarga besarnya. “Saya sudah terbiasa travelling dan melaksanakan kegiatan yang terkait dengan event. Saya ingin banyak belajar dan ingin mendapat kesempatan belajar di sini, memulainya dari bawah secara bersungguh-sungguh”. Ujarnya mantap.
 
Ternyata, kami hari ini memdapat begitu banyak kandidat mahasiswi. Kandidat lain yang kami wawancarai adalah Ni Kadek Nilam Cahyani. Dia terlihat begitu lembut, lemah gemulai, cantik. Namun, dia buktikan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin demi cita-citanya. “Saya sudah bekerja di salah satu Villa di Ubud. Tidak hanya untuk sekedar mengisi waktu setelah tamat SMA, namun meningkatkan keahlian saya dalam bekerja dan beradaptasi dengan dunia parhotelan. Saya memilih bergabung dengan Prodi Administrasi Perhotelan”.
 
Terakhir, kami wawancarai Komang Ayu Rinda Permatasari. “Kakak saya sedang bersekolah disini juga. Saya ingin belajar juga di sini. Saya terbiasa bekerja pada beberapa EO. Saya tidak memilih dan mengikuti seleksi di sekolah lain, saya hanya memilih disini saja. Semoga saya bisa diterima dan bergabung pula disini untuk menginkatkan ketrampilan saya”
 
Ah...... pikiran ku jauh melayang.... Setiap orangtua sejati tentu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Setiap anak, setiap orang, tentu menginginkan memperoleh yang terbaik pula bagi mereka semua. Namun, tantangan, halangan, rintangan, ujian yang dihadapi akan senantiasa bergulir, menempa kita, dari hari ke hari, menjadi semakin bijak dan dewasa. 
 
Terjatuh dan tersungkur berkali, bangkit kembali, berkali, dan berkali..... Meski terkadang, hidup tidaklah seindah impian dan harapan yang kita inginkan, tidak berjalan mudah sesuai keinginan kita semua......

Bila Hujan Membawa Ceritera tentang Kita Semua.... dari SBMSTAPP, 13 Juni 2017


Hujan deras yang membawa cerita.... basah kuyup si pemuda remaja... menggigil kedinginan mereka tiba.... Ah, hujan deras berceritera.... Tentang semangat, impian, harapan, masa depan...... Semoga semua berbuah indah, anak-anakku sayang.
 
 
 
RA 101, pukul 10.10, Psikotes baru berlangsung lima menit, dua orang remaja pria menerobos masuk ruang kami. Basah kuyup sekujur tubuhnya, air masih mengalir menetes dari rambut, baju basah, dan jejak basak di lantai ruang. Kuminta mereka membuka baju luar dan meletakkan di kursi dekat pintu, ransel yang basah kuyup, dan mengeluarkan seluruh isi ransel untuk dikeringkan. 
 
 
 
Mereka lalu duduk dan bergabung dengan peserta lain melanjutkan mengisi berkas identitas peserta tes dengan menggunakan pensil 2B. Mereka kembali memohon ijin untuk membuka sepatu, karena penuh dengan air hujan. “Kami terpeleset dan terjatuh dari motor saat berkendara di jalan raya tadi menuju kampus”. Ah…… Kutawarkan untuk segera ke dokter. Ya, kampus kami memiliki dokter praktek yang berada di kampus setiap hari Selasa dan Jum’at, namun mereka menolak dan berkata mereka baik-baik saja meski basah kuyup kehujanan.
 
 
Setelah membuka sepatu dan kaus kaki yang basah, meletakkan dua pasang sepatu di dekat pintu keluar, mereka kembali melanjutkan pengerjaan ujian di bawah komando para penguji Psikotes. Aku pamit pergi menuju kantin kami. Ya, kantin kami juga menjual berbagai kebutuhan perkuliahan dan pakaian, meski tidak lengkap. Kupilih dua buah baju kaos bagi mereka, peserta SBMSTAPP TA 2017/2018 yang kehujanan di ruang RA 201 tadi. Segera aku kembali ke dalam ruang tersebut, memohon ijin pada para penguji, lalu mereka diijinkan keluar ruang berganti pakaian. Dua menit kemudian mereka kembali masuk ruang, sudah mengenakan baju kaos yang kubelikan.
 
 
 
Bahkan, aku tidak tahu persis, siapa mereka, berasal dari mana….. namun kubayangkan, bila aku pada posisi mereka, atau anakku, atau mungkin keluarga ku, sahabatku, kehujanan, tidak tahu harus berpaling pada siapa, di tempat baru yang asing bagi mereka, dalam kondisi tegang, lapar, lelah, ngantuk……. Ah….
 
 
Sempat kulirik identitas mereka dari lembaran fotokopian yang basah kehujanan. Salah satu dari mereka bernama William, berasal dari Banyuwangi…… 
 
 
Entah siapa pun dikau, dimana pun kita berada, dalam situasi bagaimana pun….. semoga ujian dan tantangan ini membuat kita semakin teguh kukuh menjalani kehidupan, anak-anakku sayang…..
 
 
 

Rabu, 07 Juni 2017

Pengabdian Masyarakat Prodi ADH STPND, Rabu, 7 Juni 2017






Program Studi DIV Administrasi Perhotelan (ADH) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang pertama untuk tahun 2017 ini, di Kabupaten Badung, pada hari Rabu, tanggal 7 Juni 2017. Tema yang dipilih adalah Pelatihan Pelayanan Prima, Hygiene dan Sanitasi lingkungan di Destinasi Wisata Pantai Pandawa Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung.


Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dihadiri masyarakat, pegawai pemerintah, dan pengelola Destinasi Wisata Pantai Pandawa yang ada di Kabupaten Badung, juga LSM Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, beserta Kapuslittabmas Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Drs. Dewa Gede Byomantara, M.Ed., pada sambutannya menyampaikan bahwa Pandawa bagai Destinasi seksi yang berkembang pesat di usia muda, patut dijaga kelestariannya, dilakukan pengembangan dengan tetap menjaga keselarasan antara lingkungan sekitar, masyarakat setempat, juga wisatawan dan pengelola destinasi tersebut. Hal ini yang mampu membuat sebuah destinasi berkembang secara terus menerus tanpa melupakan jati diri yang sesungguhnya, karena terbuai dengan pesona yang tidak dapat bertahan lama, ketidakmampuan menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar, dan ketidakmampuan beradaptasi dengan tuntutan teknologi serta informasi di era kini.


Ketua Program Studi Administrasi Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si., CHT., menjelaskan bahwa Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud pelaksanaan dari kewajiban sebuah Lembaga Pendidikan, yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Walaupun sudah terdapat beberapa rangkaian kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh tenaga dosen di Pantai Pandawa, demikian juga pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Pantai Pandawa, namun memang baru kali ini program studi Administrasi Perhotelan mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pantai Pandawa. Dan hal ini diharapkan akan dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan lain pula nantinya.


Perbekel Desa Kutuh, yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Bapak I Nyoman Camang, menjelaskan bahwa pengelola Destinasi Wisata Pantai Pandawa sangat berterima kasih atas keterlibatan pihak Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali yang telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, dan berharap bahwa kegiatan ini akan berlangsung terus di tahun-tahun berikutnya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Beberapa hal yang melatar belakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut:
  • Pariwisata dalam perkembangannya menjadi salah satu sektor andalan dalam pembangunan Indonesia. Kementerian Pariwisata mencanangkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara 20 juta ke Indonesia ditahun 2019 dan 10 juta target untuk kunjungan wisata ke Bali. Dari target tersebut Bali juga berupaya untuk tetap meningkatkan kunjungan. Upaya tersebut juga didukung dengan Bali dinobatkan sebagai The Best Island 2017, oleh Readers Choice Award-DestinAsian, pada bulan Maret 2017 Pulau Dewata kembali dinobatkan menjadi Destinasi Wisata Dunia nomor 1 pada 2017, pilihan para travellers choice yang dikeluarkan oleh TripAdvisor. Untuk mempertahankan hal tersebut, pemerintah terus berupaya untuk menggali potensi sumber daya alam untuk memunculkan destinasi wisata baru untuk menarik kunjungan wisatawan.
·         Kabupaten Badung yang merupakan centre of tourism di Bali memiliki destinasi wisata baru yang diresmikan pada bulan Desember 2012 yaitu Pantai Pandawa. Destinasi wisata ini menjadi primadona dan alternatif pilihan bagi wisatawan. Dengan daya tarik pantai pasir putih yang ada di Kabupaten Badung, tepatnya terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Keunikan pantai Pandawa sudah dapat dirasakan mulai dari akses masuk ke kawasan pantai yang dikelilingi oleh tebing karang yang menjulang tinggi. Nama Pantai Pandawa terinspirasi dari nama tokoh yang diambil dari legenda Mahabharata. Pantai Pandawa memiliki garis pantai yang panjang dengan pasir berwarna putih yang bersih dan warna air lautnya yang biru. Sejak dibukanya akses menuju Pantai Pandawa, wisatawan baik domestik maupun mancanegara mulai berdatangan ke pantai ini.
·         Hasil wawancara dengan pihak Kepala Desa Ungasan mengungkapkan bahwa program yang saat ini sangat diperlukan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia. Berdasarkan latar belakang tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali melalui Program Studi Administrasi Perhotelan (ADH) ingin meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dalam pengembangan SDM dibidang perhotelan. Diharapkan melalui pelatihan ini khususnya terkait pelayanan prima, manajemen pelayanan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya hygiene dan sanitasi, masyarakat akan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang datang.


Adapun Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali 2017 tahap I di Kabupaten Badung ini meliputi :
    • Identifikasi Potensi wisata di destinasi wisata Pantai Pandawa, antara lain : windsurfing, paragliding, pertunjukan Mahabharata, spa, wisata kuliner di Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Propinsi Bali.
    • Pengembangan hygiene dan sanitasi lingkungan, serta peningkatan kualitas pelayanan prima di Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Propinsi Bali.
    • Pemberdayaan Masyarakat, keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam Pengembangan Destinasi Wisata di Pantai Pandawa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Propinsi Bali.

Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi ADH STPNB 2017 tahap pertama ini, dilaksanakan pelatihan yang disampaikan oleh Ir. I Nyoman Sukana Sabudi, MP., yang menyampaikan topik tentang Hygiene dan Sanitasi Lingkungan, dan Dra. Ni Luh Ketut Sri Sulistyawati, M.Par., yang menyampaikan topik mengenai Pelayanan Prima.
  
  
Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat terkait pengelolaan desa wisata beserta permasalahan di lapangan yang dihadapi saat melayani wisatawan diungkapkan seperti misalnya; peningkatan ketrampilan pengelola Destinasi Wisata Pantai Pandawa dalam hal pengelolaan sampah, promosi destinasi wisata, mengenalkan dan melestarikan sejarah lahirnya destinasi, meningkatkan kualitas layanan dari para pengelola.



Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan  di Graha Sabha Kantor Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Propinsi Bali, pada hari Rabu, 7 Juni 2017.