Jumat, 09 Februari 2018

Bunda Susi (Energik, cerdas, dan tetap membumi)




Mongken ade monto anggo,
mun sing ade lebian ken to,
de paksane pang dadi amonto..
isin polone mule amonto.
Maju dan sukseslah tanpa menjatuhkan orang lain.

Mongken ade monto anggo,mun sing ade lebian ken to,de paksane pang dadi amonto...isin polone mule amonto. Maju dan sukseslah tanpa menjatuhkan orang lain. 

Demikian tertulis di wall beliau pagi hari ini. 

Bunda Susi adalah seorang perempuan pekerja yang mengajarkan padaku, bahwa banyak falsafah kehidupan, teori keagamaan, ritual, adat istiadat, kegiatan sehari-hari terkait keluarga juga bermasyarakat, bisa tetap seiring sejalan. 

Jika aku mengeluh akan tuntutan hidup yang begitu menggebu, mulai dari anak-anak dengan segala rupa tingkahlaku mereka, pekerjaan yang terkadang penuh tekanan, keinginan yang tidak tercapai, maka aku merujuk pada beliau.

Tidak baik terlalu menyiksa diri, berharap semua kebutuhan dan keinginan terpenuhi. Tidak perlu hidup penuh penyesalan, kita bukanlah superwoman atau wondermom, bahkan, kita bukan malaikat bagi diri kita atau orang lain. Tidak boleh menyakiti orang lain, bahkan mahluk hidup lain, karena apa yang kita beri akan datang pada kita juga pada akhirnya.

Take it, or leave it. Ini yang ada, mari kita syukuri bersama. Berusaha untuk mendapatkan yang terbaik, maka mari kita bekerjasama mewujudkannya.....

I Love You Full, Mom. Tetaplah bersemangat ya, dalam segala cuaca, dengan sendal jepitmu, dengan nafas yang memberi kita hidup......

Kamis, 01 Februari 2018

Namanya Dedi, supir bis pariwisata.....


Namanya Dedi, supir bis pariwisata...... 
 
Lewat jalan tol Bali Mandara dari Nusa Dua, setelah bunderan yang mengarah ke Benoa. Seorang pria duduk di motor tua. Berkali dia melambai, tidak ada yang berhenti. Saya melihatnya, dan membayangkan anakku disana, diabaikan, sendirian, letih kehujanan.... Ah. Sempat ku pikir dia begal, karena wajah tersembunyi di balik helm gelap dan hari jelang malam. Motornya mogok kehabisan bensin di jalan tol tadi sore jelang malam. Dia melambaikan tangan memohon bantuan..... gerimis turun perlahan, hari kian gelap. 
 
Sempat bingung bagaimana cara ku harus membantu. Mendorong motornya di bagian knalpot, dengan kaki kiri, sementara tetap mengendarai motorku. Atau ?? Akhirnya. Dia mengendarai motorku dan mendorong motor mogok nya yang kukendarai, hingga pom bensin di benoa. Ah, ini karma ku. Terbayang dahulu, beberapa kali aku juga kehabisan bensin di tengah jalan, dan berkali dibantu orang tak ku kenal.
Namanya Dedi, supir bis pariwisata..... 
 
Dia berkali ucapkan terima kasih dan bersikeras membelikan bensin juga di stasiun pompa bensin Benoa tersebut. He he. Gak perlu dah. Sesama pengelana jalan raya dan umat manusia harus saling peduli juga. Ku geber motor tua, lanjut menyelesaikan urusan beberapa berkas yang harus selesai segera, menuju tempat fotokopi yang masih buka di malam hari ini.... 
 
Namanya Dedi, supir bis pariwisata..... 
 
Jack Ma kuingat pernah bertutur tentang Values, Believing, Independent Thinking, Teamwork, Care for Others.... 
 
Terkadang, orang sering abaikan values atau nilai yang tertanam dalam diri semenjak dahulu, saling membantu, tolong menolong, menghargai dan menghormati. Ini pula yang diajarkan orangtuaku dahulu, dan selalu kutanam pada anak-anakku, mengenai membantu orang lain..... 
 
Urusanku masih panjang, masih harus fotokopi, dan pulang, menyediakan makan malam bagi keluarga. Namun Kepercayaan, Believing yang melekat, bukan cuma sekedar keyakinan. Orang itu juga percaya padaku untuk membantunya..... tidak baik menghancurkan harapan orang yang mempercayai kita dengan tulus.... 
 
Independent Thinking, pikiran yang membebaskan, tidak terikat untung rugi, tidak berharap apa pun, tidak ada unsur kepentingan dan konflik sedikitpun, tidak ada beban, membuat kita tulus ikhlas membantu orang lain. Oke deh, anak dan suami menunggu di rumah untuk menikmati makan malam bersama, namun ada panggilan bantuan. Keluarga tentu akan maklum, emak nya juga pejuang jalanan..... 
 
Teamwork. Kerjasama yang baik, yang mampu membuat kami tuntaskan masalah tersebut dengan baik pula. Gak kebayang deh, andai dia yang duduk di motor miliknya, lalu aku mendorong knalpot motornya dengan kaki kiriku sambil mengendarai motor tua ku. Ha ha ha.... 
 
Care for Others. Ini bukan tentang sok sok an menjadi pahlawan. Aku gak butuh pengakuan. Gak penting lah itu. Yang utama dalam hidup adalah saling peduli, bahu membahu, bekerja sama, mewujudkan visi dan misi. Kita gak perlu jadi sang pahlawan penyelamat yang selalu ada setiap saat. Kita juga bukan malaikat, apalagi mau jadi Tuhan. Hidup sudah berat. Setidaknya, dengan peduli pada orang lain, melakukan hal yang kita bisa, itu sudah baik. 
 
Namanya Dedi, supir bis pariwisata......