Senin, 27 Februari 2023

Dies Natalis ke 45 Politeknik Pariwisata Bali, 27 Maret 2023 (1)

 


Tulisan ini merupakan bagian I dari Trilogi Tulisan yang saya persembahkan bagi lembaga tercinta, Politeknik Pariwisata Bali, dalam rangka Dies Natalis ke 45, tanggal 27 Maret 2023.

Alvin Toffler bertutur, “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn”. Orang yang gagal adalah orang yang tidak mau belajar, tidak mampu belajar, dan menolak untuk selalu belajar dalam kehidupan. Hal ini memberi gambaran pada kita semua, bahwa setiap orang akan selalu bergerak dinamis mengikuti perubahan dan perkembangan dalam kehidupan ini, untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Tidak menyerah kalah oleh beragam situasi dan kondisi yang ada. Politeknik Pariwisata Bali bersama sivitas akademika senantiasa bergerak dinamis, berbenah diri, siap beradaptasi dan berinovasi, menjalin kolaborasi dengan setiap komponen yang ada, tanpa mengabaikan literasi, dalam era tatanan kebiasaan baru.

Lembaga Pendidikan Tinggi yang beralamat di jalan Raya Dharmawangsa Kampial ini, pada awalnya berada di dalam area BTDC. Berdiri semenjak tahun 1978 dengan nama Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali, berikutnya menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata, hingga akhirnya pada tahun 2013 berubah menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Pada tahun 2019 menjadi Politeknik Pariwisata Bali.



Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Politeknik Pariwisata Bali kini memiliki tenaga pengajar berstatus dosen sebanyak 91 dosen pria, 71 dosen wanita, dengan total jumlah dosen 162. Dari jumlah tersebut, 124 orang merupakan dosen tetap, 38 orang merupakan dosen tidak tetap, dan 70 orang sudah tersertifikasi sebagai dosen. Total terdapat 180 orang ASN, 8 CPNS dan 73 PTT pada Politeknik Pariwisata Bali yang mendukung kelancaran operasional pada Politeknik Pariwisata Bali sehari-harinya.

Kepemimpinan yang telah bergulir semenjak tahun 1978, berawal dengan nama Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali (P4B), kemudian berganti nama menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata Bali (BPLP). Sesuai Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 1993 berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua. Dan semenjak tanggal 21 Oktober 2019, menjadi sekolah vokasi di bawah Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan nama Politeknik Pariwisata Bali.


Ketua pertama Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali adalah Drs. I Gde Ardika (1978 – 1985). Berikutnya, Drs. Nyoman Bagiarta (1985 – 1992), I Gde Wijana (1992 – 1998), Prof. Dr. Dra. N.K. Mardani, M.S. (1998 – 2000), Drs. Sumekto Djayanegara (Januari – Agustus 2000), Drs. I Gusti Putu Laksaguna, CHA., M.Sc. (Agustus 2000 – April 2002), I Made Sudjana, SE, MM, CHT. (April 2002 – Juni 2010). Dr. I Nyoman Madiun, M.Sc. (23 Juni 2010 – 28 Januari 2013). Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. (28 Januari 2013 – 18 Oktober 2019).
 Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., menjabat sebagai Direktur Politeknik Pariwisata Bali semenjak 18 Oktober 2019 hingga saat ini.

Politeknik Pariwisata Bali kini memiliki dua jurusan, yakni Jurusan Pariwisata dan Jurusan Perhotelan, di dalamnya termasuk Delapan Program Studi, terdiri dari Program DIV Program Studi Pengelolaan Perhotelan, Program DIV Program Studi Destinasi Pariwisata, Program DIV Program Studi Manajemen Akuntansi Hospitaliti, Program DIV Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Program DIV Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara, Program DIII Program Studi Divisi Kamar, Program DIII Program Studi Tata Hidang, Program DIII Program Studi Seni Kuliner, Program Studi S2 Pariwisata Program Magister Terapan Pariwisata. Total jumlah mahasiswa secara keseluruhan adalah 2.234 orang, dengan jumlah mahasiswa sebagai berikut: 1.175 orang mahasiswa, dan 1.059 mahasiswi. Terdiri dari 482 orang (21,58 %) prodi Pengelolaan Perhotelan (PPH), 225 orang (10,07 %) berasal dari Program Studi Manajemen Akuntansi Perhotelan, 260 orang (11,64 %) berasal dari Program Studi Divisi Kamar, 352 orang (15,76 %) berasal dari Program Studi Tata Hidangan, 356 orang (15,94 %) berasal dari Program Studi Seni Kuliner, 225 orang (10,07 %) berasal dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan, 113 orang (5,06 %) berasal dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, 221 orang (9,89 %) berasal dari Program Studi Konvensi.



Politeknik Pariwisata Bali memiliki visi menjadi perguruan tinggi di bidang kepariwisataan berstandar internasional, unggul, dan berkepribadian Indonesia.  

Untuk mewujudkan visi tersebut, Politeknik Pariwisata Bali memiliki misi:

1.  1. Menyelenggarakan Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang kepariwisataan yang berdaya saing internasional

2.    2. Berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan daerah dan nasional melalui kegiatan dengan para pemangku kepentingan baik di tingkat local, nasional maupun internasional

3.     3. Menyelenggarakan tata Kelola birokrasi secara professional melalui peningkatan kapasitas, etos kerja dan penghargaan bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan

Dengan tujuan yang dimiliki, terdiri dari

1. 1. Menghasilkan lulusan yang berkompeten, professional dan berjiwa wirausaha di bidang kepariwisataan

2.  2. Menghasilkan penelitian dan karya terapan yang dimanfaatkan oleh masyarakat nasional maupun internasional

3.    3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan

4.  4. Menjalin kerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam pengembangan pembangunan kepariwisataan daerah, nasional dan internasional, dan

5.     5. Mewujudkan tata kelola birokrasi yang baik

Selamat Dies Natalis ke 45, Politeknik Pariwisata Bali. Semoga jaya selalu selamanya