Jumat, 26 Februari 2010

Ogoh-ogoh Hadir Kembali Semarakkan Hati

Gak lama lagi jelang Nyepi. Telah berkali kami lalui dengan membuat Ogoh-ogoh bersama untuk diarak saat "Pengrupukan"i. Ogoh-ogoh bukan penghamburan dana, bukan pula perlihatkan kerja yang sia-sia oleh orang yang terkadang dicap para penganggur dan seharusnya cari kerja yg lebih pantas lainnya. Ada banyak aspek dibalik ini. Budaya dan berbagai aspek yang ada: seni, religi, upacara, sistem kemasyarakatan, pengetahuan, teknologi, dll. Manajemen waktu, tenaga dan biaya, memperlihatkan kualitas kepribadian dan kemampuan org yg terlibat dibaliknya, kerjasama dan tenggangrasa terhadap berbagai org yg berbeda dan unik satu sama lain, keselarasan dan harmoni agar bisa jadi hasil terbaik hingga di akhir acara.

Kali ini, berkeliling saksikan kepiawaian dibalik beragam bentuk, fungsi dan makna Ogoh-ogoh di berbagai lokasi, baik yang telah selesai dirakit untuk ikut lomba, atau yang belum berwujud, sekali lagi kuharus takjub dan membungkuk merendah diri untuk hormati mereka. Dengan perencanaan matang, semakin matang dari berkali dan bertahun proses yg mereka lalui, bahkan, seorang PakNyoman Ompong membuatku terkagum atas usahanya... "Tirulah dia, nak" kubisikkan pada anakku tentang semangat tiada ujung sore tadi kala kitari kota ini.

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudannya, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Surga dan Naraka, seperti: naga, gajah, garuda, Widyadari, bahkan dewa. Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat.

Ogoh-ogoh juga berfungsi sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi. Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Betapa sesungguhnya, manusia hidup dalam sebuah dunia yang sangat kompleks, saling terkait satu dengan lain, di masa lalu, kini dan nanti, tidak terbantah dari Tri Hita Karana.

Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia. Keselarasan dan keindahan... Unity in diversity, selalu indah jika penuh warni.

Saraswati

Saraswati tiba...

Kujelang dengan sepenuh hati, seputih cinta suci bagiNya.
Tiada ragu, jalanku tuju padaMu. Berharap kebijakan dan kedewasaan, bagiku dan bagi tiap orang. Hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, Saniscara Umanis wuku Watugunung. Ilmu pengetahuan dengan perlambang Dewi nan cantik, yang adalah lstri Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung/ pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan seni / keindahan / sastra. Anugerah dewi Saraswati membimbing manusia menjadi beradab dan berkebudayaan.

Dewi Saraswati digambarkan bertangan empat memegang Genitri (tasbih), Kropak (lontar), Wina (alat musik / rebab) dan sekuntum bunga teratai. Di dekatnya biasanya terdapat burung merak dan undan (swan), yaitu burung besar serupa angsa (goose), tetapi dapat terbang tinggi. Pada hari Saraswati, pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik suci untuk diupacarai (Babadbali.com).

Banten Saraswati ku telah bersiap diri, terdiri dari peras daksina, bebanten dan sesayut Saraswati, rayunan putih kuning serta canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku (samba = gelas), air suci bersih dan bija (beras) kuning.

Kuhaturkan dengan lantunan mantra, pasrah kepangkuan Yang Kuasa, semoga Sang Hyang Aji Saraswati selalu hadir di tengah kami, beri pencerahan, agar terhindar dari kebutaan karna nafsu angkara, tuli hati nurani dan ego yg mendera. Agar, hanya ada cinta dan shanti yang slalu menjadi landasan gerak langkah kaki dari hari ke hari, belajar dan berkarya tiada henti. Jangan mudah menyerah kecuali pasrah dalam jalan Sang Hyang Widhi.

Om Saraswati...
namostu bhyam Warade kama rupini Siddha rastu karaksami Siddhi bhawantu sadam. Om, Dewi Saraswati yang mulia dan maha indah,cantik dan maha mulia. Semoga kami dilindungi dengan sesempurna-sempurnanya. Semoga kami selalu dilimpahi kekuatan.
Om Pranamya sarwa dewanca, para matma nama wanca, rupa siddhi myaham. Om, kami selalu bersedia menerima restuMu ya para Dewa dan Hyang Widhi, yang mempunyai tangan kuat. Saraswati yang berbadan suci mulia.
Om Padma patra wimalaksi, padma kesala warni nityam nama Saraswati. Om, teratai yang tak ternoda, Padma yang indah bercahaya. Dewi yang selalu indah bercahaya, kami selalu menjungjungMu, Saraswati.

Terima kasih juga, Babadbali...

Senin, 22 Februari 2010

Aneh tapi Nyata....

Yakin sudah sembahyang, sudah maturan banten saiban, sudah selesaikan semua urusan RT dg sebaik mungkin, baru kemudian meluncur ke kantor, masih sempat ber Gayatri mantram sepanjang jalan....

Namun,
Masih temui hal menakjubkan juga pagi ini.... pertanda apakah gerangan?

Kutemui seorang ibu, menggendong bayi terlelap dalam pelukan, tas pakaian menggantung di bahu, di sampingnya, seorang anak lelaki, 3 tahun. Hampir ku berlalu, tapi rasa iba membuat kembali dan menawarkan bantuan. "Mau ke Sawangan, ke rumah ibu" Katanya saat kutemui di samping tugu Macan Gading sisin kampusku. Entah dimana suaminya dengan ban motor pecah...
Kubonceng menuju tempat tujuan, melewati kantor, dan..... motor terhenti karena bensin habis. Persis di seberang jalan kami, ada dagang lengis. Hanya tiga menit kuperlukan untuk kembali pada mereka, namun.....mereka menghilang. Kukejar secepat kilat, kupikir mereka pasti melanjutkan dengan berjalan, tapi, jejaknya tidak ada. Hla, jaketku masih bau karena celana anaknya yg basah akibat ngompol. Dan, saat mereka akan naik ke boncengan, membutuhkan waktu yg lama. Gak mungkin secepat itu menghilang...
Takut?? Tidak.... Cuma, rasa yg aneh saja...

Hmmm...
Salah mantra? Kurang mantep mantranya? Salah langkah?
Entahlah... Alamat, neraka menanti? Ah.. Urusan Tuhan lah itu... Urusan rencang Ida lah.. Bukit, dg 108 rencang yang ter banyak dan teraneh... Takut? Tidak... Aneh saja... Harus berguru? Hmm, gak habis pikir... Tapi, EGP lah... masih banyak urusan yang harus di jelang dan dijalani.... Dan... C'est la Vie, Gue cinta hidup gue... Berbuat sebaik mungkin dalam hidup. Klo masih salah, no what what lah...

Sabtu, 20 Februari 2010

A Story of A Young Lady

Seorang gadis muda bertanya padaku, "Ibu, aku baru putus dari kekasih hatiku. Dan, tolong ibu infokan, apakah dia masih mikirin aku? Apakah kami akan kembali? Dia sudah tidak mau bicara lagi dengan ku. Tolong jawab segera...". Hmm, ditengah buruknya jaringan internet, dia semakin gundah menanti jawaban, berkali saling reply komentar. Bahkan, kubutuhkan hingga lebih dari 5 menit sebelum bisa mengirim jawab atas tanyanya.

Kisah gadis ini, menggambarkan dunia remaja. Berpuluh kisah lain yang sama, bahkan, berjuta kisah lainnya, memberikan gambaran pada kita, bahwa hidup sangatlah bervariasi. Perjalanan hidup akan menghantarkan kita temui segala harapan, tantangan, permasalahan, baik dalam hal percintaan, keluarga, pelajaran dan pekerjaan. Terkadang, down, frustrasi, minder, terpuruk, marah, cemburu, benci, bangga, narsis, pongah dan jumawa, rakus atau cepat curiga, gampang berbagi pada sesama.

HenkyKuntarto menguraikan apa yg dikatakan Simone Weil (1951)
“Kehidupan seperti sebuah tempat belajar, membutuhkan waktu dan usaha. Barangsiapa yang sudah menyelesaikan masa belajarnya akan mengenali setiap hal dan peristiwa, dimana saja selalu, sebagai vibrasi dari Tuhan yang sama dan kata-kata yang sangat indah.”

Bahkan, 40 tahun lebih berlalu dalam kehidupanku, masih terasa belum juga menamatkan pendidikan ini. Masih terlalu dangkal pemahaman dan pengalaman tentang makna kehidupan. Dalam bersahabat, dalam berkeluarga, dalam berbagai aspek ruang kehidupan pekerjaan, bertetangga, akan selalu ada persamaan, sekalius pertentangan, friksi, konflik.

“Persahabatan mengandung sesuatu yang universal. Persahabatan berisi cinta terhadap sesama manusia, seperti kita seharusnya bisa mencintai setiap jiwa, terutama semua jiwa yang pergi untuk membentuk ras manusia”. Inilah kata kata yang ditulis oleh Simone Weil dalam bukunya Waiting for God, yang ditulis pada tahun 1951.

So,
Young lady....
dia berlalu dalam hidupmu, semua meninggalkanmu, pun,
merasa menjadi pecundang, atau "the looser" sekalipun,
mengapa harus takut?

Bersahabat,
tidak berarti tidak ada pertentangan
Berpacaran,
tidak berarti pernikahan bakal kau jelang
Menikah,
tidak berarti tidak akan ada masalah...

Hidupmu masih panjang...
Masih banyak yang bakal kau hadapi
Masih ada cowok lain yang bakal lewat
Masih ada kerumitan lain yang menghadang...

Jalani lah semua ini..
berjuang, berusaha, berproses
Hidup tidak berhenti pada sebuah tujuan
Tidak berakhir tatkala tujuan tercapai
Jangan menyerah.. jangan pernah menyerah.

Jumat, 19 Februari 2010

Wajahku Terpampang di Bali Post 20 Februari 2010, Narsiz mode: On

Jum'at, 19 Februari 2010, aku melaksanakan tugas dari lembaga, bersama ibu Irene Hanna Sihombing, SE., MM., ibu Dra. NLK Sri Sulistyawati, M.Par, mengikuti seminar Human Resources Development yang diselenggarakan oleh John Robert Powers dalam rangka ulang tahun ke 25 mereka, di Sanur Paradise hotel. Sesi pertama dibawakan oleh ibu Ina Jones, mengenai Exellent Presentation : How to Make It Happens, lalu dilanjutkan oleh Mr. Patrick van Kampen dengan topik English Proficiency Program, dan, terakhir, bapak Toninardi Wijono, S.Psi.

Disela lunch, kemudian dilanjutkan dengan Ice Breaking berupa tarian modern yang dibawakan indah oleh Mr. Fuchong dan Mb. Dyah. Ada pula games yang berhasil kumenangkan, dan membuatku termasuk dalam tiga orang yang berhak atas hadiah buku mengenai perjalanan karir ibu Indayati Oetoyo, disertai dengan tanda tangan beliau dan kalimat yg khusus dirangkai bagiku. Bangga sekali rasanya, berdiri di depan se ratusan peserta, bersama ibu Sri dari Hotel Padma, dan Bapak Ketut Sirna dari Hotel Patra Jasa, berfoto bersama.


Hari Sabtu, 20 Feb 2010...
Setelah selesai dengan segenap urusan rumah tangga di pagi hari, kubuka Bali Post hari ini, Sabtu 20 Februari 2010. Membaca lembar demi lembar berita, dari kisruh PDI Perjuangan di Tabanan, promo Speedy dan flexy, aktivitas pilkada, hingga berpuluh berita lainnya... tibalah pada halaman 19. Terpampang berita mengenai kegiatan seminar yang kuikuti kemarin.

Pada gambar itu, aku berdiri dengan gagahnya, bersama ibu Sri dari Padma Hotel dan Bapak Ketut Sirna dari The Patra Bali Hotel, kami mendapatkan hadiah buku biografi dari ibu Indayati Oetoyo, yang ditandatangani beliau langsung. Berbangga hati, berdiri di depan seratusan peserta lain dari berbagai kalangan, dokter, wiraswastawan, kalangan perhotelan, perbankan, public, dan media press...

Ah.... Emmaaakkk, aku masuk koran lagi, Narsiz mode : On. hehehe...

Kamis, 18 Februari 2010

Cinta Sejatiku....

Denny Nicholas menjelaskan pada dinding / wall face book nya :

Selama ini bisa jadi kita terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan kesalahan, keburukan maupun kelalaian orang lain. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap sebagai kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki apa yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya tak kunjung terwujud. Mengubah diri dengan sadar sebenarnya sama dengan mengubah orang lain. Walaupun dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri sendiri akan membuat orang lain melihat dan merasakannya....

Dulu...
Aku begitu dikuasai emosi, jiwa muda, nafsu. Merasa sikapku paling benar, paling hebat, paling wah dibanding yg lain. Selalu menilai, kiri dan kanan. Dengan kepuasan jika temui lengah dan salah... Kini juga masih, ehm...
Tapi, paling tidak, kini ku terus berusaha untuk menjadi semakin baik, lebih baik, dari hari ke hari... Namun, ujian ini terkadang semakin berat terasa.

Tertampar rasanya, baca untaian nasihat...
"Kesenangan tubuh itu terletak pada sedikit makan, kesenangan jiwa terletak sedikit pada amalan baik, kesenangan hati terletak pada sedikit kepentingan, kesenangan lidah terletak pada sedikit bicara"

Ah,
Berapa banyak sudah, kulukai hati orang lain.
Betapa banyak pula luka di hati, tiap kulakukan upaya sakiti diri dg menyakiti orang lain pula. Jadi, harusnya mengingat, bahwa tiap kali menyakiti orang lain, sesungguhnya kita tengah melukai, menoreh luka sembilu pada diri kita sendiri...

Cukup sudah.
Terlalu lama kubuang waktuku.
Kini kutemukan cinta sejatiku.
Takkan kulepas dikau.
Tak kulukai hatimu.
biar kugenggam dalam diri, kubeber dalam hati,
selalu, senandung rindu membelah sukma
untuk tiba
pada akhirnya
di haribaan Hyang Widhi Wasa...

Tuhan, bantu aku, untuk selalu mengingat Mu,
dalam tiap hela nafasku, di tiap detak jantungku,
dan bulir air mata luruh bersama rindu padaMu
agar tidak salah langkah,
dan jejak jelas tapaki hari-hari menuju jalanMu

Sekali lagi, ttg jalan spiritual

Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham, mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah (Bhagawadgita, 4:11)
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Aku memberinya
anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai
putera Partha (Arjuna)

Pada sloka lain lagi, terdapat penjelasan, jika seseorang tidak mampu melaksanakan Jnana Yoga, dia bisa gunakan Bhakti Yoga. Bhakti Yoga merujuk pada Krisna. Jnana Yoga, merujuk pada Brahman yang immanent, yang selalu ada, kekal abadi.
Namun, tetap harus dihargai keberadaan Siwa Siddhanta. Tidak pada Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu, ada banyak aliran berbeda. Masing-masing memiliki sisi unik dan manusiawi, dengan berbagai aspek yang melingkupinya.
Memperlihatkan gambaran dunia dg berbagai pernak-pernik...

Arjuna terkenal dengan pertapaannya yg sangat khusyuk. Ketika ia mengheningkan cipta, menyatukan dan memusatkan pikirannya kepada Tuhan, segala gangguan dan godaan
duniawi tak akan bisa menggoyahkan hati dan pikirannya. Maka dari itu,
Sri Kresna sangat kagum padanya, karena ia merupakan kawan yang sangat dicintai Kresna sekaligus pemuja Tuhan yang sangat tulus. Sri Kresna
pernah berkata padanya, "Pusatkan pikiranmu pada-Ku, berbaktilah
kepada-Ku, dan serahkanlah dirimu pada-Ku, maka kau akan datang
kepada-Ku. Aku berkata demikian, karena kaulah kawan-Ku yang sangat
Kucintai". (BG 18: 65).

Ini menunjukkan bahwa Shri Kresna adalah Brahman, tuhan itu sendiri.

Hal lainnya, beberapa saat sebelum perang di Kurukshetra, beberapa saat sebelum perang di Kurukshetra. Arjuna melakukan inspeksi terhadap pasukannya, agar ia bisa mengetahui siapa yang harus ia bunuh dalam pertempuran nanti. Tiba-tiba Arjuna dilanda pergolakan batin ketika ia melihat kakeknya, guru besarnya, saudara sepupu, teman sepermainan, ipar, dan kerabatnya yang lain berkumpul di Kurukshetra untuk melakukan pembantaian besar-besaran. Arjuna menjadi tak tega untuk membunuh mereka semua. Dilanda oleh masalah batin, antara mana yang benar dan mana yang salah, Arjuna bertekad untuk mengundurkan diri dari pertempuran. Arjuna berkata:
“ Kresna yang baik hati, setelah melihat kawan-kawan dan sanak keluarga di hadapan saya, dengan semangat untuk bertempur seperti itu, saya merasa anggota-anggota badan saya gemetar dan mulut saya terasa kering.....Kita akan dikuasai dosa jika membunuh penyerang seperti itu. Karena itu, tidak pantas kalau kita membunuh para putra Drestarastra dan kawan-kawan kita. O Kresna, suami Dewi Laksmi, apa keuntungannya bagi kita, dan bagaimana mungkin kita berbahagia dengan membunuh sanak keluarga kita sendiri?” BG I:28, BG I:36.

Melihat hal itu, Kresna yang mengetahui dengan baik segala ajaran agama Hindu, menguraikan ajaran-ajaran kebenaran agar semua keraguan di hati Arjuna sirna. Kresna menjelaskan, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang sepantasnya dilakukan Arjuna sebagai kewajibannya di medan perang. Selain itu Kresna menunjukkan bentuk semestanya kepada Arjuna. Ajaran kebenaran yang dijabarkan Kresna tersebut dikenal sebagai Bhagawadgita, yang berarti "Nyanyian Tuhan".

Hal ini menunjukkan bahwa Sri Kresna adalah Brahman, Tuhan itu sendiri....

Mencari Sekolah Lagi, Bagi Anakku

Sore menjelang malam...
Setelah tiba dari kantor dan selesai berkeliling menyusuri jalan Gn Soputan, Gn Lumut, TegalLantang naik sepeda bersama Laskar Pelangiku (kali ini, 10 anak lelaki dan perempuan tetanggaku), duduk berdua dengan putra sulungku menikmati temaram senja di teras rumah. Adi kini sudah tumbuh tinggi. 170 cm, klas III SMP I Kuta Utara. Dia mencurahkan kegalauan hatinya mengikuti ujian Try Out yang sudah 4 hari dijalani. "Ma, Adi akan masuk SMA di mana nanti?" akhirnya ia bertanya.

Ah...
Sesungguhnya, aku juga khawatir, sangat cemas, takut...
Kujelaskan padanya, setiap orang miliki masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Setiap orang harus berjuang, menjadi pejuang bagi perjalanan hidup yang dilalui. Namun, hal ini akan menjadi mudah jika kita hadapi bersama, setidaknya, untuk meringankan beban di hati.

Dengan banyaknya siswa yang tidak lulus UAN, bahkan, termasuk jawara di kelas, bisa alami ini, termasuk pula Adi. Dia kini tercatat menduduki ranking 2 di kelas dua kemarin. Tidak ada yang meragukan kemampuannya merangkai kata dan sistematika kerja dengan 6 Blog yang dikelolanya dari hasil belajar secara otodidak. Namun, dia juga harus siap jika fakta dan kenyataan berbicara tentang hal terburuk. Kupersiapkan mentalnya, aku tidak ingin anakku bunuh diri, atau stres, atau frustrasi, atau depresi, jika tidak lulus, jika tidak diterima di sekolah yang diinginkannya, jika fakta tak se indah mimpinya.. jika... jika....

Ah Tuhan..
Jujur, aku juga takut, cemas,
Tapi janjiku, takkan menyerah berikan yang terbaik, yang kumampu, demi anak-anakku, demi keluargaku. Akan ku tempatkan dia di SMA 7 Denpasar, sesuai dengan harapnya. Bantu aku selalu, ya Tuhan...

Selasa, 16 Februari 2010

My Lord, I'm Falling In Love.....with You

http://www.digdagdug.info/2009/12/kerja-keras-adalah-energi-kita-mahatma.html
menguraikan tentang Mohamdas Karamchand Gandhi Quotes, Petuah / Wejangan Mahatma Gandhi, mengenai... Kerja Keras Adalah Energi Kita

Hatiku sering miris... melihat komentar sahabat, para murid, keluarga, yang patah arang, hadapi berbagai kehidupan yang penuh dengan kompleksitas. Ajaran Beliau mengenai berbagai hal ini, setidaknya, kuharapkan dapat membantu buka hati mereka, bahwa sesungguhnya, mereka tidak sendiri hadapi segala cobaan dan rintangan.

Seseorang tidak akan mati jika kehilangan harta yang berharga, ditinggal kekasih, tidak punya sanak keluarga atau orangtua... Ada Tuhan dan cinta, bagai dian yang selalu tersedia di sana. Walau, orang skeptis sering katakan, hidup tidak cukup hanya dengan makan cinta..... tapi, yakinlah... bahwa Beliau selalu hadir di sana...

Ah, Gandhi...
Terima kasih untuk ajaran kesederhanaan ini
Bantu aku untuk selalu jaga dian di hati.


*A coward is incapable of exhibiting love; it is the prerogative of the brave.
*The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.
*The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.
*The history of the world is full of men who rose to leadership, by sheer force of self-confidence, bravery and tenacity.


*The history of the world is full of men who rose to leadership, by sheer force of self-confidence, bravery and tenacity.
*Earth provides enough to satisfy every man's need, but not every man's greed.
*Learn as if you were going to live forever. Live as if you were going to die tomorrow.


*If I had no sense of humor, I would long ago have committed suicide.
*Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.
*Prayer is not asking. It is a longing of the soul. It is daily admission of one's weakness. It is better in prayer to have a heart without words than words without a heart.


*In prayer it is better to have a heart without words than words without a heart.
*Prayer is not an old woman's idle amusement. Properly understood and applied, it is the most potent instrument of action.
*Prayer is a confession of one's own unworthiness and weakness.

Jumat, 12 Februari 2010

Ijinkan Aku MencintaiMu dengan Caraku

Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku,
menebus waktu
yang tidak kunjung akrab denganku

Kuikuti berita tentangmu
dengan sepenuh rindu

bukannya tak kumiliki peka dan segala asa
terhadap segala yang hadir
baik yang tersirat dan tersurat dalam segala nyata

cuma...
tak berani berbangga
tak bisa berkata

takpernah ada yang cukup wakili
seisi jiwa

Ijinkan aku mencintaimu
bukan bagai kanak dengan
sgala cengeng dan manja lagi

Ijinkan aku mencintaimu,
dengan lebih arif dibanding masa lalu
se bijak petani tua bagi sawahnya

Ijinkan aku, Tuhanku
Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
agar, hanya padaMu aku berlabuh...

Rabu, 10 Februari 2010

Would you like to be My Valentine, forever & ever?

Valentine atau bukan, Rerahinan atau tidak, rayakan kenangan manis atau memperingati peristiwa lain, Hari Ulang Tahun atau tidak, setiap hari sesungguhnya adalah sama istimewa dan indahnya. Menghargai tiap kejadian, susah atau senang, baik atau buruk, tersanjung atau terpuruk, kucintai tiap detik dalam hidupku. Mencoba mendalami arti kehidupan. Selalu ada makna dibalik perjalanan ini... Perlakukan sama seperti sebagaimana kita ingin diperlakukan. Just so simple... Semoga hanya damai yang tersisa dalam hati tiap manusia.

Seseorang pernah sampaikan ajaran indah ini...
Bathara Gung, inguger graning jajantung, jenek Hyang Wisesa, sana pasenedan suci, nora kaya si mudha mudhar angkara (Tuhan Yang Maha Agung, dalam tiap helaan nafas dan detak jantungku, mencoba menyatu dengan Yang Maha Kuasa, selalu mensucikan diri, tidak seperti yang muda mengumbar angkara (Serat Wedhatama: (Pucung / sembah jiwa).

Indahnya...
Jika hanya ada cinta
tidak perlu kepura-puraan, nafsu dan angkara murka,
juga segala ego yang kuasai jiwa,

So...
Would you like to be My Valentine, forever & ever?

Senin, 08 Februari 2010

Dan.... aku akan datang bagimu malam ini...

Putu Liong menjelaskan, "Om Namah Siwa ya..."
Dengan keyakinan dan pengetahuanku aku berkata bahwa manusia itu tak terkurung dalam badan,tidak juga terkurung dalam rumah tinggal.diri manusia yg sejati menjelajahi gunung,mengembara diatas angin.
Ia bukanlah yg merangkak dari matahari,bukan juga penggali terowongan untuk mencari perlindungan,melainkan atma yg bebas,jiwa yg meliputi dunia. Jika kata kataku samar,kalian tak perlu gusar,karena segala sesuatu adalah samar adanya,walaupun akan jelas pada akhirnya.

Uraian Putu memacu semangatku. Untuk keluar dari kepompong, berbagi dg yg lain. Untuk tidak merasa diri super dan menolak perbaiki diri.

Pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan dan sederetan peraturan yang mendukung terwujudnya program Paket Kelompok Belajar C, bagi orang yang ingin menempuh pendidikan setara SMA, namun terbentur biaya, waktu dan tenaga. Aku sebagai orang yang memahami sedikiiiiittt, tentang Desa Kala Patra, Tri Hita Karana, Panca Sraddha, ingin sekali berbagi dengan mereka-mereka ini. So, bergerak bagai alunan lagu senandung gita suci yg sering kudengar, kucoba dekati beberapa pihak untuk memantapkan jejak kaki ini lakukan pengabdian. "Hanya se kali dalam seminggu, luangkan waktu bagi mereka, dua jam di malam hari" Demikian komentar bu Agung. Hmm, tugas di kantor tak terganggu, keluarga berjalan lancar, so far.. so good lah...

Ah, kubayangkan, jika anak-anaku tidak se beruntung mereka yg dapatkan kualitas prima dengan segudang fasilitas sarana dan prasarana pendidikan dari para orangtuanya. Mereka yang masih berkutat dengan, apa yang harus dimakan hari ini, hingga tak sempat pikirkan pendidikan. Hmmm, sedikit sumbangan tenaga dan waktu sudah cukup, karena aku sendiri bukanlah orang kaya untuk sumbangkan materi. So... malam ini adalah pentas pertamaku bersama mereka di kelas nanti. Duh, Hyang Widhi, bantu aku, agar dapat membantu mereka ini pula. Semoga semua berjalan lancar.

Minggu, 07 Februari 2010

Katanya......

Katanya, aku adalah orang yang bersemangat...
Katanya, aku miliki kekuatan itu...
Jiwa yang tiada lelah selalu mencari dan menggali..
Benarkah?
Entah...
Yang kutahu dan kumau,
adalah,
inilah aku..
bukan yang terbaik, tapi, selalu berusaha menjadi baik
dan shanti, dari ke hari...
Hmm,
Kadang, terpuruk ku disini,
meringkuh dan jatuh,
coba bangkit lagi...

www.ipersonic.com
© iPersonic | Terms of Service | Sitemap | ContactPersonality Test | Test de Personalidad | Persönlichkeitstest | Test de Personnalité | Teste de Personalidade | Tes kepribadian beber info ttg pribadi ini, dari hasil tes ku malam ini...

Katanya...

Tipe Pelaku Bersemangat membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk diri sendiri; mereka dengan cepat merasa terkepung jika pasangan mereka terlalu berantung pada mereka. Namun jika Anda memberinya cukup kelonggaran, mereka adalah pasangan hidup murah hati, periang, dan sangat imajinatif yang dengan mereka Anda dapat bersenang-senang dan menikmati hidup sebaik-baiknya. Mereka tidak menghindari konflik namun sebaliknya menghadapinya dengan terbuka dan kadang-kadang perselisihan benar-benar terjadi. Tapi ini tipikal para Pelaku Bersemangat dan, sesudahnya, mereka malah lebih mengabdi dan penuh kasih sayang.

Katanya....

Tipe ku lah...
ekstrovert, praktis, logis, spontan, tak tergoyahkan, tegas, objektif, sungguh-sungguh, penuh perhatian, suka mengambil risiko, periang, impulsif, optimis, mudah bergaul, menyemangati, penuh kesenangan hidup, agresif, tidak peka, dinamis, hidup, sembrono, berorientasi pada persaingan, menyukai aksi, bersemangat, memesona, superior, berorientasi pada solusi, suka berpetualang, tidak berpikir panjang, tidak mudah ditebak, percaya diri.


Hmmm,
katanya...

Jumat, 05 Februari 2010

Malu-malu, memalukan, mekalukan, kelakuan....

Malam sudah terlewat larut saat kulirik dinding FB Krisna Pradnya Permana Putu mengenai Bait pertama Tri Sandhya atau Gayatri Mantra sebagai Ibu dr segala mantra. Sebagaimana diketahui Gayatri Mantra dikutip dr Kitab Suci Reg Weda, Mandala III, Sukta 62.

Suami dan anak-anak terkasih telah tertidur pada satu ruang sama, jadi aku masih bisa bekerja sambil tetap menikmati wajah damai mereka dalam diam malam hening. Aku terbiasa bekerja sekaligus dg membuka beberapa halaman: Email, YM, Twitter, Plurk, Blog, Website, dan kini, asyik selesaikan browse data mengenai The Fifth Discipline and Self-Actualization Psychology dari salah satu situs, dan masih mencoba mendalami Learning Effective serta Self Leadership International's Notes.

Kukomentari info yg disampaikan Putu Krisna, bahwa itu adalah info yang bagus mengenai sebuah pencerahan. Gayatri Mantra dikutip dr Kitab Suci Reg Weda, Mandala III, Sukta 62. Dan ia memberikan komentar balik : "Saya jg sdh membuktikannya, Bli. Saya tdk ingin menjadi munafik, tdk akan menulis seperti ini jika belum mengalami n merasakan efek dr Gayatri Mantram. Suksma sampun nyarengin tiyang, Bli. Namaste"

Hmmm,
Aku sudah bersuami, sudah pula kumiliki dua anak lelaki, apa yang terjadi dengannya sehingga menyebutku Bli? 3 X, dia menyapaku 3 X dengan sebutan Bli. Jadi, siapa yg salah?

Setelah beberapa kali berbalas pantun, Putu Krisna sadari kesalahannya, kontan sakit perut. Ada apa? Payah setelah memperbaiki genteng yang bocor karena hujan? menggeser perabot rumahtangganya? Sakit perut terpingkal karena sadari kekeliruan? atau, malu karena dipermalukan teman-temannya? karena merasa dipermalukan? Entah, dia tidak memberikan penjelasan apapun, alasan apapun, dia kabur!!....