Senin, 26 Oktober 2015

Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan



Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.



Program studi DIV Administrasi Perhotelan (ADH) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema, Pembinaan dan Pendampingan Sumber Daya Manusia Pengelola Pondok Wisata di Desa Wisata Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015. Adapun penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan di Desa Wisata Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan yang dihadiri para tokoh masyarakat di Desa Belimbing yang terdiri dari: Perbekel, Kelian Desa Pekraman, Kelian Dinas Wilayah Desa Pekraman, LPM, anggota Pokdarwis, Ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.





Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan para dosen di lingkungan STP Nusa Dua Bali. Beberapa hal yang melatar belakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut:
  • Desa Wisata Belimbing yang terletak di Kecamatan Pupuan merupakan salah satu desa wisata yang menawarkan pesona alam yang asri. Dengan potensi yang dimiliki, diantaranya empat buah air terjun, seperti Singsing Benben, Singsing Sade, terasering yang unik, Pura Luhur Mekori, empat buah Pondok Wisata, dua buah villa, trekking, sunrise point.
·         Pokdarwis Desa Wisata Belimbing sudah dibentuk pada tahun 2013 dan memiliki Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga, namun belum menjalankan program secara optimal. Ketuanya kini, bapak I Made Oka Ardiyasa, beranggotakan 55 orang dan dengan 44 orang pengurus. Dalam rentan waktu 2 tahun terakhir ini Pokdarwis sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pelaku pariwisata untuk promosi desa Belimbing ke masyarakat luas dan bertujuan menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tujuan dibentuknya Pokdarwis adalah untuk memberi pemahaman dan pengetahuan akan pentingnya pariwisata. Dengan pahamnya masyarakat desa diharapkan terjadinya minat masyarakat desa akan potensi wisata desa dan mampu menambah pemasukan desa. Namun kendala utama disini bukanlah potensi wisata tapi pemahaman sumber daya manusia desa Belimbing tentang tata cara pengelolaan potensi wisata itu sendiri.


  • Adapun Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan meliputi :
    • Identifikasi Potensi wisata di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali.
    • Pemasaran wisata Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali.
    • Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Belimbing. Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali.


Perbekel Desa Belimbing, bapak Made Adi Sujana, dan Ketua Pokdarwis, bapak I Made Oka Ardiyasa, menjelaskan bahwa kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Belimbing belum berjalan secara maksimal.  Adapun beberapa masalah yang disampaikan antara lain:
    • Masih diperlukan pembinaan bagi masyarakat dalam hal penguatan pengetahuan mereka tentang produk wisata serta pemasaran. Dimana saat ini kondisi kepariwisataan yang ada masih belum maksimal.
    • Belum maksimalnya pemasaran potensi wisata Desa Belimbing, dan perlunya pembinaan bagi pemandu wisata lokal sehingga dapat menambah nilai produk wisata yang ditawarkan.
    • Belum cukup tersedianya fasilitas akomodasi memadai bagi wisatawan dalam jumlah besar (group) untuk tinggal lebih lama di Desa Belimbing. Sudah ada beberapa rumah penduduk yang telah siap digunakan untuk akmodasi hanya saja pengetahuan dan keterampilan tentang penyiapan kamar dan pelayanan belum dimiliki masyarakat lokal.
    • Perlunya pelatihan bagi penduduk terkait dengan penyiapan makanan bagi wisatawan yang tinggal di pondok wisata di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat tahap 1 ini, dihadirkan 3 narasumber : I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., dan Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par., juga Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si., untuk dapat memberikan berbagai penguatan dan pengalaman dalam mengelola Desa Wisata beserta berbagai kendala dan masalah yang dihadapi oleh Desa Belimbing. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dibagi pada tiga lokasi yang diselenggarakan pada waktu bersamaan, yakni Front Office dan House Keeping dilaksanakan pada Pondok Wisata Pak Nengah, Food Product & Service dilaksanakan bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa, Marketing dilaksanakan pada  Ruang Tamu Kantor Desa.
Narasumber dari STP Nusa Dua Bali, yakni : Bapak I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., memberikan materi terkait Pemasaran Produk dan Pelayanan Pariwisata, Ibu Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par., memberikan materi terkait dengan Food Product, Bapak Drs. Dewa Ketut Sujatha, M.Si., memberikan materi terkait Front Office dan Housekeeping. Berbagai pertanyaan terkait pengelolaan pondok wisata beserta permasalahan dilapangan yang dihadapi saat melayani wisatawan diungkapkan seperti misalnya; peningkatan ketrampilan pengelola pondok wisata dalam hal penerimaan tamu, promosi desa wisata, mengolah makanan, menghidangkan makanan, memelihara kebersihan kamar, dan cara penyusunan paket wisata yang akan dikembangkan di Desa Belimbing. Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
Berbagai permasalahan yang diinventarisasi terkait Desa Wisata Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan meliputi :
1.      Media promosi Desa Belimbing yang masih kurang sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui potensi – potensi yang dimiliki oleh Desa Belimbing. Website Desa Belimbing yang terbengkalai, belum adanya penanganan pengelolaan pondok wisata yang kurang serius, sehingga koordinasi antara pengelola pondok wisata dengan Pokdarwis belum terjalin secara optimal.
2.      Kebanyakan tamu yang datang ke Desa Belimbing hanya untuk transit untuk berfoto – foto di areal tracking (persawahan) ataupun langsung menginap di villa yang sudah terkenal (Villa Cempaka) sehingga pondok wisata yang dimiliki warga Desa Belimbing menjadi kurang produktif. Intensitas kedatangan tamu yang tidak menentu karena guide yang biasa membawakan tamu telah memutuskan mengubah tujuan wisata ke desa lain. Belum adanya travel agent yang tertarik untuk menjalin kerja sama dengan pengelola pondok wisata
3.      SDM dari Desa Belimbing sendiri kurang memiliki kesadaran dalam membangun serta mengembangkan kepariwisataan di desanya, kurang memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris, juga dalam pengetahuan pengelolaan pondok wisata baik operasional ataupun pemasarannya. Rendahnya promosi karena kendala IT dan kualitas SDM, kualitas brosur yang kurang menarik, tidak memiliki foto yang ter update dan contact person yang sulit untuk dihubungi.
4.      Pokdarwis Desa Belimbing sendiri telah memiliki semacam packages (tracking, pembuatan gula aren, cycling) yang telah ditawarkan kepada wisatawan include dengan harga dan komisi - komisi yang harus diberikan. Namun masih terkendala dengan kurang mampunya melakukan promosi produk desa wisata kepada pihak masyarakat luas.

Solusi yang dilakukan terkait Situasi dan kondisi yang ada di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
1.      Marketing team membantu dalam memberikan pengetahuan – pengetahuan menggunakan pendekatan Marketing Mix yang dimiliki Desa Belimbing sesuai dengan analisis SWOT. Identifikasi masalah dari Marketing Mix disesuaikan dengan data observasi, dan solusi – solusi yang ditawarkan bersifat relevan, juga diberikan Buku Pedoman Marketing Plan + CD + brosur.
2.      Melakukan beberapa bentuk promosi sederhana yaitu dalam bentuk perbaikan brosur yang telah dimiliki, video promosi yang diposting di youtube dan pemanfaatan media social (fanpage facebook dan instagram) sehingga dapat lebih memperkenalkan potensi – potensi keindahan alam yang dimiliki Desa Belimbing.
3.      Menginformasikan media promosi yang digunakan dan membimbing warga desa (Pokdarwis) untuk mengembangkan media – media promosi yang sudah dimiliki.
4.      Melakukan room service / delivery service, hanya pada satu pondok wisata yang belum memiliki restaurant.
5.      Melakukan optimalisasi terhadap pembuatan dan promosi minuman khas Desa Belimbing, makanan khas Entil Desa Belimbing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar