Sabtu, 23 November 2013

Apa yg tidak membunuhku akan membuatku tumbuh semakin tangguh


Dari pagi hari, mengajar pada beberapa kelas, dari topik Teknik Supervisi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Hubungan Industrial Pancasila.  Lalu lanjut dengan Uji Kompetensi bagi mahasiswa. Pukul 3 sore hari mengikuti penutupan Travel Fair 2013 STPNDB hingga pukul 17.00, di Aula kampus STPNDB.

Hujan turun dengan deras setelah rangkaian acara tuntas. Panitia dari Program Studi Manajemen Bisnis Perjalanan masih berkemas di aula. Kurapikan peralatan belajar mengajar dan bersiap pulang. Akhirnya aku putuskan untuk menembus hujan deras yang turun. Jika dinanti hingga hujan berhenti, tentu akan lama.

Menembus perjalanan pulang dengan mengenakan jas hujan yang membungkus tubuh juga ransel di pundak, kusadari air menggenangi hingga 30 cm di beberapa ruas jalan sepanjang by pass Ngurah Rai. Motor Astrea 800 ku tetap melaju. Beberapa kali air hujan yg tergenang di jalan terciprat karena laju truk dan mobil yang melintas. namun, akhirnya motorku mati mendadak sebelum persimpangan jalan Taman Griya. Masih berkali kucoba menghidupkan, tidak ada tanda akan bergerak melaju. Hujan masih turun deras sekali. Aku berteduh di emper toko pinggir jalan. Kucoba menghubungi Adi, anakku. Kuberitahu tentang hujan deras dan banjir, serta motorku yang mogok. Kuminta dia berhati2 saat pulang ke Denpasar nanti. 





Kemudian perlahan kudorong motor di tengah hujan deras, mencoba keberuntungan, siapa tahu ada bengkel yang buka. Motor tuaku ini dari dahulu penyakit seriusnya adalah sepul pengapian yang sering terganggu bila basah kena hujan. Sepanjang jalan by pass, dari persimpangan Taman Griya, Ace Mall, Sekolah SLB B, perum Angkasa Pura, tak kutemui satu pun bengkel. Setelah lebih dari satu km berjalan di tengah hujan deras, hingga akhirnya berjumpa bengkel dan showroom motor besar ini, di dekat Bali Taxi. Aku masuk ke dalam halamannya, berbincang sejenak dengan satpam. Mereka menyarankan untuk memarkir motorku disini, dan besok akan ditangani oleh para mekanik motor Honda. Hmmm, baiklah.





Ku telpon Adi, dan kukatakan, aku menunggunya di bengkel serta showroom motor Honda di pinggir jalan by pass. Well..... urusan beres?? Hmm, belum juga. Satu jam kemudian, seorang gadis remaja menghubungiku via mobile phone. "Tante, Adi menghubungi saya via bbm, dan minta saya menghubungi tante. Pulsa Adi habis. Dia menunggu tante di pinggir jalan depan restoran di persimpangan mau ke kampus UNUD".

Hwaduh..... anakku bingung dimana aku berada. Maka, aku berpamitan pada bapak satpam di bengkel tersebut. kutitip motor tersayangku, dan aku kembali berjalan menembus hujan sejauh 500 meter menghampiri anakku yang sedang menanti di atas motornya.

Ah...... hujan dan banjir...... Selalu, kisah dan sejuta nuansa dibaliknya. Tuntaskah berita sepanjang hari ini??? Tidak juga. Kami tiba di rumah mungil tercinta, mandi keramas untuk menetralisir suhu tubuh yg menggigil kedinginan, dan kemudian, aku bersama kedua putra tercintaku kembali berangkat. Kali ini menuju Ubung. Putra sulungku ingin bertemu seorang fotografer handal yang berencana menjual kamera 5D nya. Kami menyokong dengan memotivasinya dan menghantar untuk berdiskusi dengan orang tersebut. Hingga jelang tengah malam, diskusi tentang fotografi baru berakhir.......



Esok hari, aku mengendarai motor astrea star, berangkat ke kampus dengan dua dus besar berisi laporan2 hasil penelitianku. Kusempatkan mampir ke bengkel dan meminta para mekanik ini segera memperbaiki motorku, astrea 800 tercinta.....

Ini berarti, dua motorku sedang di opname, alias manginap di bengkel. Satu motor astrea grand mengalami bedah jantung, atau turun mesin, di bengkel depan perumku, semenjak Sabtu, 16 November 2013. Dan satu motor, astrea 800, mengalami gagal ginjal, alias, kelelep banjir dan mati, masuk bengkel di by pass Ngurah Rai ini, semenjak Rabu, 20 November 2013.






Well..... 
Hidup, terkadang tidak selalu indah. Tidak semudah harapn dan impian kita. Terjatuh berkali, bangkit kembali berkali dan berkali lagi. Menangis dan muntah darah sekalipun, takkan mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan ini. Apa yang tidak membunuhku akan membuatku tumbuh semakin kuat. Maka.... tersenyum dan pasrah, berdoa, serta berusaha, dan melanjutkan dengan semangat untuk selalu berkarya. Life is simple.....



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar