Minggu, 24 Januari 2016

Work Place Asessment & Upgrading Asesor Kompetensi




Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali merupakan lembaga pendidikan yang selalu berusaha mengembangkan kualitas manajemen, tenaga pengajar dan pegawai, juga para mahasiswa. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali telah memiliki lembaga Sertifikasi Profesi Partisipasi 1, semenjak tahun 2009.



Sesuai dengan visi, misi dan tujuan STPNB, maka pihak manajemen dengan di dukung para dosen, pegawai dan para mahasiswa selalu berupaya meningkatkan kualitas kompetensi masing-masing. Sebagai salah satu bukti kualifikasi kompetensi adalah sertifikat kompetensi. Sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan kompetensi seseorang atas prestasi dan kinerja, baik dalam hal pengetahuan, sikap dan ketrampilan.



Sertifikasi kompetensi juga merupakan kelulusan yang sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya pada STPNB. Sertifikat diterbitkan oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji kompetensi. Sertifikat kompetensi seperti disebutkan di atas dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan tertentu. Terkait dengan hal tersebut sangat perlu dikembangkan seluruh sumber daya termasuk sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini perlu adanya asesor kompetensi yang kompeten dan profesional.



Komitmen pihak manajemen STPNB beserta pihak pengurus LSP P1 STPNB ini diperlihatkan dengan diselenggarakannya Work Place Asessment pada hari Senin s/d Jum’at, 18 s/d 22 Januari 2016, bagi para pengajar yang belum memiliki sertifikasi kompetensi sebagai seorang Asesor, dan Upgrading Asesor Kompetensi pada hari Kamis dan Jum’at, 21 dan 22 Januari 2016, bagi para pengajar yang telah memiliki sertifikasi kompetensi sebagai seorang asesor. Dengan demikian, diharapkan para pengajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali mampu mengembangkan wawasan pengetahuan, sikap dan ketrampilan sebagai seorang asesor yang valid, aktual dan terkini, asli, mampu diandalkan.



Work Place Asessment diikuti oleh 19 orang tenaga pengajar, dan Upgrading Asesor Kompetensi diikuti oleh 65 orang tenaga pengajar, bertempat di Golden Tulip Essential, Denpasar. Dibuka oleh Pembantu Ketua IV, IGA Dewi Hendriyani, S.St.Par., M.Par, dihadiri oleh Ketua Komisi Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Ir. Drs. Asrizal Tatang, pihak LSP Par., Dr. Nyoman Teja Nandiana, Bersama para Master Asesor, IGN Windha, I Gede Widjana, Dr. Tiny Agustini Koesmawati.

Banyak hal yang dikupas, dibahas dan dianalisis dari beragam sudut pandang, sekaligus diaplikasikan oleh para peserta terkait bidang kompetensi masing-masing. Hal ini memperlihatkan bahwa, suka atau tidak, mau atau tidak, siap atau pun tidak, kita tidak akan pernah bisa terbebas dari tuntutan selalu memperbaiki kualitas diri dalam menghadapi persaingan, yang disesuaikan dengan ragam budaya masing-masing.



Adanya masa transisi dari apa yang dahulu dikenal sebagai TAA, dan kini menjadi SKKNI, memberikan gambaran bahwa dinamisasi yang terjadi adalah upaya mengadopsi nilai-nilai potensial yang berasal dari luar, di adaptasikan sehingga sesuai dan tepat dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia, dan pas dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia sendiri, agar bisa diterapkan, di aplikasikan dalam berbagai ruang kehidupan, khususnya yang terkait dengan kompetensi sebagai orang yang bersentuhan dengan dunia pariwisata (ADAPT, ADOPT, APPLY)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar