Minggu, 15 Mei 2016

Asia Tourism Forum 2016, 7 - 9 Mei 2016, Gedung Sate - STP Bandung



Ini merupakan Forum yang ke empat yang terselenggara, dan kali ini diselenggarakan di Bandung.

Setelah mengirimkan abstrak tulisan ku, lanjut mengirimkan full paper, dan akhirnya dinyatakan layak diterima dan dipresentasikan berupa poster. Awalnya aku merasa sedikit kecewa, karena karya tulisku hanya layak disajikan sebagai Poster Presentation. Namun, setelah kubandingkan dengan beberapa teman sejawat yang bahkan tidak berhasil lolos pada Asia Tourism Forum sebagai presenter juga, dan, ada juga rekan sejawat yang lolos sebagai Poster Presenter, aku merasa bangga. Bukankan, setiap orang memiliki passion masing-masing, juga keberuntungan sendiri-sendiri.


Tidak mudah membuat dan menyajikan hasil riset sebagai sebuah karya tulis, apalagi yang akan dipresentasikan pada sebuah Forum Internasional. Juga, tidak mudah, membuat sebuah krya tulis, termasuk menyajikannya menjadi sebuah poster yang menarik, dan akan dipresentasikan pada setiap pengunjung yang berada di sekitar Poster ku kelak. Kami dituntut membuat sebuah poster yang menarik dan mampu mempresentasikan hasil riset kami, sekaligus, memberikan deskripsi berkali-kali, pada berbagai orang, dengan berbagai latar belakang pula....



Akhirnya, tiba waktu untuk berangkat. Hari Jum'at, 6 Mei 2016, rombongan kami berangkat bersama menuju Bandung dengan pesawat GA 335 pukul 15.10. Telat hampir dua jam dari jadwal seharusnya, 13.20. Puket I Bidang Kemahasiswaan : Dr. Ni Luh Eka Mahadewi, S.Sos., M.Par., CHE., Puket IV Bidang Kerjasama : IGA Dewi Hendriyani, M.Par., Dr. I Ketut Surata, M.Sc., Dra. NDM Santi D., M.Si., , Ni Luh Suastuti, S.ST.Par., M.Par., Dra. Lukia Zuraida, M.Hum., Indah Kusumarini, S.Pd., M.Par., Hanugerah Kristiono Liestiandre, S.ST.Par., M.Par., Putu Diah Sastri Pitanatri, S.ST.Par., M.Par., Ni Made Tirtawati, S.Si., M.Par., Made Darmiati, S.Sn., M.Si., Dewa Ayu Oka Yuniari, dan lima orang mahasiswi sebagai penari : 

Tiba di Bandara Husein Kartanegara Bandung, kami disambut oleh Maya, mahasiswa dari Prodi Manajemen Perjalanan Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Berjalan menyusuri jalan, melintasi parkiran, dan perumahan, menuju tempat dimana bis kami menanti. Rombongan terbagi menjadi 2. Para Presenter menginap di hotel Regata, sedang rombongan penari dan pendamping penari menginap di hotel NHI, yang terletak di area STP Bandung.

Setelah beristirahat seemalam, kami bersiap mengikuti rangkaian kegiatan terkait Asia Tourism Forum. Hari pertama pembukaan diselenggarakan di Gedung Sate. Berhubung terjadi miskomunikasi dengan panitia, para peserta yang menginap di hotel Regata tidak terangkut bis, maka kami mengendarai angkot seharga Rp 4000 rupiah menuju Gedung Sate.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menyampaikan buah pemikiran terkait Asia Tourism Forum 2016. ATF 2016 merupakan sebuah ajang pariwisata dimana banyak pihak bekerja sama dan menyajikan beragam hasil temuan yang menggambarkan bahwa pariwisata tidak bisa berdiri sendiri maupun bersifat eksploitasi, namun harus selalu berkelanjutan.

Prof. Kaye Chon, selaku Founder of Asia Tourism Forum 2016, menyampaikan buah pemikirannya, bahwa mau tidak mau di era global ini berbagai aspek yang terkait dengan pariwisata harus bisa berkembang mengikuti jaman dan saling bekerja sama satu dengan lain.

Sambutan dari Wakil Gubernur Jawa Barat, oleh Deddy Mizwar. Beliau menjelaskan bahwa Forum ini merupakan penguatan bagi banyak daerah lain, bahwa potensi wisata bisa dikembangkan dengan keterlibatan banyak pihak secara bersama-sama. Termasuk juga dengan daerah Jawa Barat yang mengembangkan wisata sejarah, dan wisata GURILAPS, yakni, Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Seni dan Budaya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, juga turut menyampaikan kata sambutannya sekaligus membuka bersama rangkaian kegiatan terkait ATF 2016.


Hari kedua Asia Tourism Forum 2016 diselenggarakan di STP Bandung. Parallel Session terbagi menjadi lima sessi, dimana pada masing-masing sessi terdiri dari 11 ruang, dan pada masing-masing ruang diselenggarakan dua presentasi bagi Paper Presentation. Ruang bagi Poster Presentation terbagi menjadi dua, yakni, di lantai tiga, dan di lantai empat.

Sessi pertama diselenggarakan pada pukul 09.00 s/d pukul 10.00. Terdapat 11 ruang yang terselenggara pada sessi pertama, dengan masing-masing dua presenter. Ibu Lukia Zuraidah dan Ibu Indah Kusumarini terdaftar di ruang 11, sebagai presenter pertama, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : The Perception of Japanese Tourists towards The Japanese Guides in Bali. Pak Ketut Surata bertugas sebagai moderator di ruang 5.

Sessi kedua diselenggarakan pada pukul 10.00 s/d 11.00. Terdapat 11 ruang yang terselenggara pada sessi kedua, dengan masing-masing dua presenter. Ibu Putu Diah Sastri Pitanatri terdaftar di ruang 6, sebagai presenter kedua, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : Woen Empowerment in Promoting Ubud as Culinary Destination in Bali.

Sessi ketiga diselenggarakan pada pukul 11.00 s/d 12.00. Terdapat 11 ruang yang terselenggara pada sessi ketiga, dengan masing-masing dua presenter. ibu IGA Dewi Hendriyani terdaftar di ruang 11, sebagai presenter pertama, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : Shopping Behaviour Chinese Tourists in Bali.

Kemudian jeda waktu istirahat makan siang hingga 13.30.

Sessi keempat diselenggarakan pada pukul 13.30 s/d 14.30. Terdapat 11 ruang yang terselenggara pada sessi keempat, dengan masing-masing dua presenter. Bapak I Gede Gian Saputra dan Ibu Ni Made Tirtawati terdaftar di ruang 3, sebagai presenter kedua, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : From Tourists to Business "Study of European Repeater Activities in Ubud Tourism Destination". Bapak Hanugerah Kristiono Liestiandre terdaftar di ruang 4, sebagai presenter pertama, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : Visitor Preference for Water Park in Bali.

Sessi kelima diselenggarakan pada pukul 14.30 s/d 15.30. Terdapat 9 ruang yang terselenggara pada sessi kelima dengan masing-masing dua presenter. Ibu Ni Made Eka Mahadewi terdaftar di ruang 6, sebagai presenter kedua, menyajikan Paper Presentation hasil riset berjudul : Image Bali as an Ergonomic Island Destination.

Di samping 106 Paper Presentation, terdapat 25 Poster Presentation yang dipajang pada dua ruang. Poster berukuran 85 cm X 119 cm, sesuai format yang telah ditentukan panitia ATF 2016. Ibu NDM Santi Diwyarthi dengan Poster Presentation : Domestic Tourist's Satisfaction towards Pandawa Beach as A New Tourism Destination in Nusa Dua Bali. Ibu Ni Luh Suastuti dengan Poster Presentation : The Influences of Food Quality and Restaurant Atmosphere toward Consumers Purchase Intention in Small Size Restaurant Business at Jimbaran Bali.

Salut bagi Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. diluar 106 para presenter resmi yang terdaftar pada ATF 2016 tersebut, pihak manajemen memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk turut menyajikan hasil riset mereka, sebagai ajang mengembangkan kemampuan dan berbagi wawasan luas terkait hasil riset mereka.


Pada saat makan siang, peserta dihibur oleh para mahasiswa penari dari STP Nusa Dua Bali dengan tarian Sekar Jagad, juga Akustik Band oleh STP Bandung.

Dinner pada malam hari diselenggarakan di Dome STP Bandung, dengan hiburan Tari Belibis oleh STP Nusa Dua Bali, dan Nara Angklung oleh STP Bandung, juga Band oleh Zaki dan 4 Peniti. Pada acara ini juga diumumkan Best Paper Award bagi 3 peserta Presentation.



Hari ketiga Asian Tourism Forum 2016, diisi dengan Tour di sekeliling Bandung, dengan 5 alternatif pilihan bagi para peserta, yakni Beyond Fine Art, When Batik meets Fractal Technology, Home of The Sundanese Grassroot Artist, Cireundeu's Local Wisdom, dan Lesson of Life......

Sore hari, pada pukul 16.00 s/d 18.00, diadakan Workshop oleh Dr. Xavier Font & Mr. David Hind, dengan topik : How to Market Sustainability: Applied Lessons to Help Tourism Business.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar