Minggu, 18 November 2012

Belajar dari si Om Maslow

Abraham Maslow bilang....

seseorang termotivasi oleh beberapa kebutuhan dalam beraktivitas sehari-harinya. Kebutuhan paling mendasar yang ada pada diri kita adalah kebutuhan fisiologis, yakni kebutuhan akan sandang, pangan, papan. Bila kebutuhan ini terpenuhi, maka seseorang akan termotivasi untuk mengejar kebutuhan level berikutnya, yakni kebutuhan akan rasa aman, meliputi keamanan secara fisik maupun psikis, keamanan dalam bidang ekonomi atau finansial. Berikutnya, kebutuhan akan sosial, bermasyarakat, meliputi diterima dalam sebuah lingkungan masyarakat, bergaul dan diperlakukan sama dengan yang lainnya. Lalu selanjutnya, kebutuhan akan prestige atau gengsi atau harga diri, dihargai, diapresiasi, diakui kontribusinya bagi orang lain. Dan terakhir, kebutuhan akan aktualisasi diri, ingin menjadi seperti apa yang diinginkan, tentunya tanpa mengabaikan norma-norma yang ada, tidak bertentangan dengan hukum.



Teori Hierarchy of Needs dari si om Abraham Maslow, termasuk salah satu grand theori ttg motivasi. Teori ini sendiri dikritik oleh banyak pihak lain, karena mengatakan, org hanya akan termotivasi untuk mengejar pemenuhan kebutuhan lain di atasnya, bila kebutuhan di bag. bawah sudah terpenuhi, misalnya, selama kita masih berpikir ttg urusan perut, spt lapar, seks, kita gak bakal bisa termotivasi untuk mengejar prestasi kerja.Karena bisa saja, pada suatu saat, saya mengutamakan kebutuhan lain di atasnya, dan melakukan pending atau penundaan mengejar kepentingan di bag. bawah, misalnya, saya mengutamakan persahabatan dan tidak memikirkan tentang rasa lapar atau rasa aman dalam diri. Contoh lain, saya mengutamakan gengsi / harga diri dan mengabaikan hidup bersosialisasi / bermasyarakat

Menurut Maslow, hanya org2 pilihan dan tidak semua org yg bisa mencapai tingkat mengaktualisasikan diri tanpa mengabaikan peraturan dan melanggar norma2 yang ada, seperti norma hukum, norma agama, budaya, adat istiadat, norma masyarakat yang berlaku, kagak termasuk Nourma Yunita si penyanyi legendaris, hehehe

Contohnya, org lebih mengutamakan gengsi dg punya perangkat IT terbaru, gadget, villa, yacht, mobil keren, wlo gak mampu bayar pulsa, gak bisa beli bensinnya, gak mampu nyicil.... masih berkutat seputran urusan penampilan, harus ke spa, manicure, pedicure, berusaha keras menumbuhkan rambut kepala, nyemir rambut item, meski udah aseli uban dimana2....

bahkan, hal ini di lakukan oleh para pemimpin, pemuka agama, tokoh spiritual, para artis, yg seharusnya menjadi teladan masyarakat lain..... Maka, salah kaprah ini berlanjut terus dan menerus, menjadi sebuah kesalahan global yang pada akhirnya dibenarkan demi alasan hukum dan masyarakat, menjadi norma yang diakui benar....

Ini menunjukkan, bahwa apa yang dahulu salah, bisa dibenarkan kini, dan, apa yang dahulu benar, bisa saja kini dipersalahkan atau gak diakui lagi.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar