Sabtu, 02 Juni 2012

Selamat Ulang Tahun, Suami Tercinta

Tidak ada yg biasa, sama juga hal nya, tidak ada yg istimewa, pada hari-hari yang berjalan di keluarga kami. Tidak perlu ekstrim menyikapi berbagai peristiwa, tidak perlu berlebihan dan panik. Semua berjalan lancar bila kita tidak keterlaluan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang menjadi cakrawala pelangi dalam kehidupan ini.

Suami berulang tahun hari ini, Sabtu, 2 Juni 2012. Semua tetap berjalan apa adanya. Anak-anak sekolah. Aku berangkat bersama Adi ke Kreneng. Adi lanjut ke sekolahnya, dia masih melalui Ulangan Akhir Semester, sedangkan aku menumpang ke terminal Batu Bulan, naik bemo. Harus mengambil motor yang tertinggal di Klungkung.

Pukul 4 sore, seluruh anggota keluarga telah berkumpul bersama di rumah. Aku keluar bersama simbok, Ayu, untuk membeli kue. Sekalian kubeli telur dan juga tepung.

Dan...... Inilah hasil kami bersama.

13386718961038632078

13386719221967462543

13386719451208741087

1338671994430483766

13386720221022714381

13386720531673495911

13386722471784391651

13386722851757223807

Selamat ulang tahun, suamiku tercinta, semoga menjadi tiang saka di kala suka dan duka, sedikit dan banyak, sakit maupun sehat, hingga saatnya tiba kelak, dipanggil Hyang Widhi....

Bagai..... kitab Manava Dharmasastra IX. 101-102 yang bicara sebagai berikut:  “Anyonyasyawayabhicaroghaweamarnantikah, Esa dharmah samasenajneyah stripumsayoh parah”. Hendaknya supaya hubungan yang setia berlangsung sampai mati, singkatnya ini harus dianggap sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri.

“Tatha nityam yateyam stripumsau tu kritakriyau, Jatha nabhicaretam tau wiyuktawitaretaram”. Hendaknya laki-laki dan perempuan yang terikat dalam ikatan perkawinan, mengusahakan dengan tidak jemu-jemunya supaya mereka tidak bercerai dan jangan hendaknya melanggar kesetiaan antara satu dengan
yang lain” (Pudja, dan Sudharta, 2002: 553).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar