Jumat, 28 Februari 2014

@BRSU Tabanan, 1 Maret 2014. Tilem Kawulu ku di jalan....



Hari ini Tilem Kawulu. Banten ku belum lagi tuntas kusiapkan. Namun, bila panggilan itu tiba, bahkan Tuhan pun kuyakin akan maklum. Pagi heboh dengan urusan rumah tangga, dari urusan mencuci juga menjemur, dan si bungsu ngambul kembali dari sekolah karena saltum (salah kostum). Kurayu dia, hingga kembali berangkat sekolah diantar sang ayah. Udengnya mekenyir menjulang langit, senyumnya merekah saat berpamitan untuk berangkat sekolah. Sedangkan aku meluncur menuju Kerambitan Tabanan. Hari ini jadwal mengantar Dewa Biyang check up ke RS Tabanan.

Ah, sungguh, Aku belajar cinta kasih dan semangat berjuang dalam kehidupan dari orang seperti mereka..... Tidak mudah menyerah kalah menjalani setiap proses dalam kehidupan demi mewujudkan situasi yang semakin baik, semakin bijak, semakin dewasa, dari hari ke hari. Doa yang kupinta selalu, Ajari aku bahasa cintaMu dalam beragam ruang gerak dan waktu tiada henti, Ida Sang Hyang Widhi Wasa....... 



Kami tiba di BRSU Tabanan, antrian panjang menguji kesabaran kembali. Dari meja pendaftaran, lanjut ke ruang poli cek darah. Hmmm. Setelah cek darah ini, dua jam kemudian baru kembali cek darah dilakukan bagi penderita diabetes. Hal ini untuk mengecek kadar gula dalam darah, saat berpuasa, dan setelah makan.



Sepasang lansia menarik perhatianku. Kuhampiri mereka, dan mengawali percakapan. Dari Puri Kaba Kaba. Sang bapak menderita diabetes yang mengakibatkan rusaknya syaraf penglihatan. Sang anak, kemudian kuketahui namanya, Turah Ari. Bersaudara dengan rekan kerja ku pula, bapak Ngurah Putra. Dan juga pernah bersekolah di SMA sama dengan ibu Dayu Puspaadi.

"Saya juga tidak tinggal di sini. bertugas di Denpasar dan hanya bisa pulang seminggu sekali menjenguk keluarga dan menghantar beliau check up". Ujar  Turah Ari dari Puri Kaba Kaba. Sungguh, meluangkan waktu, meski hanya sejenak, bersama keluarga tercinta selagi bisa dan mampu kita lakukan.....



Sang ibu lansia, perlahan, potongan kecil roti diangsurkan pada suami tercinta. Di usapnya tumpahan minuman di pinggir bibir itu...... "Diabetes telah mengganggu banyak fungsi syaraf, termasuk mata", ujar beliau sambil saling bergenggaman jemari. Gosshh. Aku ingin kisah cintaku sepanjang masa, dalam suka dan duka, lara pati, bahkan..... abadi hingga setelah kematian memisahkan kami nanti.

Hidup terkadang tidak berjalan mudah bagi kita....... Tidak seindah impian dan harapan yang kita inginkan. Namun, terjatuh dan tersungkur berkali, bangkit kembali berkali dan berkali. Aku belajar semangat berjuang dalam kehidupan dari beliau. @BRSU Tabanan, General check up bersama Dewa Biyang.

"Eda pesan, ngajihin bebek ngelangi !!!" Jangan ajari aku tentang bagaimana sang bebek berenang, sayang...... Ajari aku tentang bahasa cinta, ceriteralah padaku, tentang sang embun pagi mencium bumi, tentang nyanyian burung menikmati bulir padi di sawah, tentang tangisan anak yang kehilangan orangtua di IRD, tentang antrian panjang wajah galau harap cemas akan kesembuhan anggota keluarga, tentang irama cinta di balik makna ini semua......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar