Senin, 15 Juli 2013

Dari Yudha yang kembali sekolah, hingga KTP & SIM demi Adi, juga DUPAK, BAN-PT, & Pengamas ku





Pagi ini, hari pertama Yudha bersekolah kembali. Namun kali ini sudah pada bangku kelas 6 SD, pada SDN 3 Padang Sambian Kelod. Pagi sekali dia telah mengenakan seragam sekolah, menyandang ransel berisi beberapa buku baru, dan juga bekal makanan serta minuman yang kupersiapkan. Bergegas dia berangkat sekolah.



Pakaian yang kucuci telah berderet dengan manis di jemuran. Ada banyak kegiatan hari ini yang harus kutuntaskan. Namun, pertama adalah urusan Adi dahulu. Kubangunkan dia yang masih terlelap tidur. Kami harus mengurus proses pembuatan KTP juga SIM. Dan aku harus bekerja ke Nusa Dua, menuntaskan persiapan laporan Borang bagi akreditasi BAN-PT, khusus seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dibebankan padaku. Kami akan diakreditasi pada tanggal 17 Juli 2013, dan itu berarti dua hari lagi. Juga harus kutuntaskan  Penyusunan DUPAK untuk menuju Lektor Kepala. Seluruh berkas harus sudah tuntas dikoreksi oleh Prof. Dr. Anggan Suhandana hari Selasa, 16 Juli 2013. 10 tahun lebih, tidak naik pangkat. It is enough. Aku ingin dapat lebih. Dan juga persiapan Pengamas, Pengabdian Masyarakat khusus Program Studi Administrasi Perhotelan yang bakal diadakan di Desa Petang tanggal 19 Juli 2013, dimana aku sebagai salah satu motivator.

Adi baru tidur pukul 3 pagi setelah berdiskusi dengan para teman bagi pembuatan proyek kerja mereka. Namun pengurusan berkas KTP dan SIM ini juga penting bagi masa depannya. Dia baru berulang tahun ke 17 pada tanggal 1 Juli 2013. Dan kini dia berhak mengurus KTP juga SIM. Hingga tidak perlu was was di tilang bila berkendaraan. Maka, dengan terhuyung dia bangun, mandi dan mempersiapkan berkas2, dari Surat Pengantar Pak Klian Dinas kami, Surat Pengantar Kepala Desa, Kartu Keluarga, Akte Kelahirannya, juga Ijasah SMA.



Kami meluncur menuju Kantor Kecamatan Denpasar Barat. Mengantri disana, sebelum diminta masuk untuk pengambilan foto. 10 menit kemudian, KTP sudah di tangan. Berikutnya menuju ke Poltabes. menyerahkan berkas2 kembali. Mengikuti prosedur dari pemeriksaan berkas, ujian, pembuatan foto. Sungguh, sebuah ujian kesabaran yang harus kami jalani. Namun akhirnya berbuah manis...... KTP dan SIM sekaligus berada di tangan. Hari ini, dua kartu tanda pengenal diri langsung diperolehnya. 



Mengapa aku bersikeras menghantar dan sedikit memaksa Adi mengikuti proses dan sistematika kerja ini? Karena aku menginginkan dia kelak, suatu saat nanti, bila tanpa didampingi olehku, dia akan mampu mengurus dirinya sendiri, dan juga adiknya. Aku semenjak remaja sudah terbiasa mengurus berkas-berkas administrasi bagi kepentingan diri. mulai dari KTP, SIM, BPKB, akte kelahiran anak-anakku, berkas asuransi. Setidaknya, aku paham, betapa pentingnya tertib administrasi. Hal ini bisa menjadi penanda identitas diri kita sendiri. Maka, ingin kuterapkan pada keluargaku pula.

Dan.... tuntaskah acara hari ini? Belum. Kami pulang kembali ke rumah. Makan siang sejenak. Ku ambil printer untuk kubawa bekerja di kantor, karena sering antre di kantor, dan aku segera meluncur ke Nusa Dua. Adi berangkat kembali ke Bank, untuk mendaftar PMDK secara online. Kali ini pilihannya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Ah...... How I wish all the best for my son.

Tiba di Nusa Dua. Tidak ada waktu bersantai. Tim kerja para dosen Administrasi Perhotelan sedang membongkar dan merapikan berkas. berderet2 data bertebaran di meja kami. mulai dari data diri para dosen, data beragam aktivitas yang telah kami lakukan, program kerja, visi dan misi.



Tepar kah kami??? Hmmm, tidak ada kata menyerah kalah dengan mudah. Sejauh bisa kita nikmati waktu bersama. Enjoy aja kaleeee. Bahkan, kami masih sempatkan waktu untuk makan bersama, megibung di ruang tersebut.

Tanpa terasa, waktu sudah lewat pukul 15.00 sore. Berkas DUPAK yang kami susun tak sempat disetor ke ruang PPM. Ibu Lukia sudah berangkat ke tempat Prof. Dr. Anggan Suhandana di Perum Dosen UNUD, di Menguntur, Batubulan. Menyerah kalah??? Hahaha, no way !! Adrenalin ku berpacu, meningkat.



Kurapikan berkas. Hmmmm, satu ikat besar beragam bendel tersebut kumasukkan ke dalam tas kantung Go Green besar. Bergabung bersamaku, ibu Nyoman Sukerti, SE., M.Si. Kami masing-masing mengendarai motor dengan beragam berkas bendel besar tersebut, beriringan, berpacu di jalan raya berdebu. Nusa Dua - by pass Ngurah Rai - by pass IB Mantra - Batubulan, dan akhirnya di perum dosen UNUD, di Menguntur, satu jam kemudian.

Astungkara...... Prof. Dr. Anggan Suhandana sendiri yang menyambut kami. Sejenak berbincang bersama, bahkan aku sempat menumpang nge print beberapa berkas yang kurang, menyapa anak beliau yang sedang bersama cucunya, sebelum akhirnya aku bersama ibu Sukerti berpamit pergi.

Well......
Hidup adalah perjuangan. Meski terkadang tidaklah mudah, namun kami akan selalu berjuang. Semoga Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, membimbing kami senantiasa, dan memberikan yang terbaik  di setiap jejak langkah dalam kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar