Kamis, 21 April 2016

Ibu Eka dan Ibu Mirah, Kartini Tangguh di antara sahabat, kerabat, keluarga, tugas negara, kantor, pribadi, simpati, dan emosi...



Semangat Kartini takkan pernah mati, selalu bergulir dalam diri setiap perempuan sejati, meski Kartini telah lama pergi meninggalkan kita semua, semangat Kartini takkan pernah mati.
 
“Anak saya sedang panas tinggi, 40. Tapi saya tinggal melaksanakan tugas”, Ujar ibu cantik ini Selasa malam di BICC, setelah seharian bekerja, di kampus STPNB, melayat acara ngaben ibu Utami Rahayu ke Krematorium Santhayana, di Cekomaria, lalu lanjut memantau persiapan Rakernas I PHRI di BICC, Westin Hotel, Nusa Dua. 
 
 
 
Ah, tanggungjawab terhadap tugas negara, kewajiban seorang ibu rumah tangga, simpati terhadap sahabat, tidak menghambat prestasi Doktor muda cantik dan kreatif ini dalam berbagai bidang. Kerjasama baik dengan berbagai pihak, serta hubungan mesra yang terjalin dengan suami dan keluarga, merupakan hal yang saling mendukung di setiap jejak langkah kita. Hingga kemudian, putra terkasih terpaksa opname karena positif DB..... “Masih untung ada sisa satu-satunya kamar di RS tersebut. Saya bergantian dengan suami, menjaga di RS, dan ijin dari tempat kerja”, ujarnya sambil tetap tersenyum Rabu pagi, 20 April 2016, setelah selesai pembukaan Rakernas I PHRI.
 
Kartini tangguh lainnya, Ibu Dra. IGA Mirah Darmayanty, M.Si..... Tahun depan pensiun. Namun semangatnya dalam memotivasi siswa tidak pernah surut. Beliau turut dalam perjalanan panjang kami naik bis, Bali - Surabaya - Jogja - Bandung - Jogja - Surabaya - Bali, bersama 120 mahasiswa akhir tahun lalu. Beliau juga berusaha hadir pada berbagai acara yang melibatkan mahasiswa kami, baik di kampus maupun di luar kampus. Dan, beliau berjuang keras menuntaskan gelar Masternya di Udayana. 
 
 
 
“Meski pun saya sama sekali tidak bisa mengendarai motor, dan menumpang ke sana kemari, termasuk, hampir setiap minggu menumpang bis umum pp Denpasar - Singaraja. Saya berusaha tidak mengabaikan tugas yang dilimpahkan kepada saya. Termasuk memantau dan membimbing mahasiswa agar tidak neko-neko”. Ujar ibu IGA Mirah Darmayanty, malam hari saat kami berada di Taman Bhagawan, Kamis, 21 April 2016. Hari ini Purnama bagi umat Hindu, dan Hari Kartini. Bagiku, ibu IGA Mirah Darmayanty adalah perwujudan semangat Kartini yang patut menjadi teladan tiada akhir dalam semangat perjuangan menjalani kehidupan.
 
 
 
“Saya menghadiri Pembukaan Kegiatan Job Fair ke 9 di Aula STPNB, lalu ijin pamit dari kantor untuk langsung ke terminal Ubung, naik bis pulang ke Buleleng”. Ujar ibu IGA Mirah Darmayanty di ruang ADH kami pagi hari ini.
 
“Saya sudah membuka acara Kegiatan Job Fair ke 9 di Aula STPNB. Sekarang saya langsung ke rumah sakit untuk merawat anak saya. Dia masih terus muntah-muntah”. Ujar Ibu Dr. Ni Made Eka Mahadewi, S.Sos., M.Par., saat kutemui di ruang Ka. STPNB siang hari ini.
 
 
 
Perempuan tangguh.... berjuang dengan semangat yang tak pernah luruh, berusaha teguh kukuh. Di antara keluarga dan kerabat, sahabat dan rekan kerja, tugas dan tanggungjawab, hak dan kewajiban, simpati dan ragam emosi yang terlibat di dalamnya.....
 
 
 
Semangat Kartini takkan pernah mati, selalu bergulir dalam diri setiap perempuan sejati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar