Minggu, 03 April 2016

Pengabdian Masyarakat Prodi ADH STPNB, Sabtu 2 April 2016






Program studi DIV Administrasi Perhotelan (ADH) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang pertama untuk tahun 2016 ini, di Kabupaten Gianyar, pada hari Sabtu, tanggal 2 April 2016. Tema yang dipilih adalah Pelatihan tentang Pengelolaan Hotel, Restoran dan Pondok Wisata dalam Meningkatkan Kapasitas Masyarakat di Kabupaten Gianyar.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dihadiri masyarakat, pegawai pemerintah, dan pengelola pondok wisata yang ada di Kabupaten Gianyar, juga Kadisparda Kabupaten Gianyar, Ketua STPNB, Pembantu ketua STPNB, beserta Kapuslittabmas STPNB.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan para dosen di lingkungan STP Nusa Dua Bali. Beberapa hal yang melatar belakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut:
  • Pemerintah selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. Pemerintahan provinsi Bali pada tahun 2016 ini kembali mengembangkan 11 desa wisata di Bali yang tersebar di delapan kabupaten, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Untuk tahun ini 11 desa wisata yang akan difasilitasi Pemprov Bali yakni Desa Pemuteran (Kabupaten Buleleng), Desa Batuagung (Kabupaten Jembrana), Desa Tua dan Sudimara (Kabupaten Tabanan), Desa Pangsan (Kabupaten Badung), Desa Singapadu Tengah (Kabupaten Gianyar), Desa Bakas (Kabupaten Klungkung), Desa Trunyan dan Suter (Kabupaten Bangli) serta Desa Antiga dan Muntigunung (Kabupaten Karangasem).

  • "Dengan dibentuk menjadi desa wisata, setidaknya dapat menggulirkan perekonomian di desa sehingga memperkecil arus urbanisasi dan juga membantu mengentaskan kemiskinan," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra, di Denpasar, Selasa (16 Februari 2016). "Semua desa wisata yang akan difasilitasi tahun ini, termasuk jenis wisata alam, berbeda halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu selain dikembangkan desa dengan keunggulan wisata alamnya, juga wisata budaya, wisata agro, dan ekowisata,"

·         Pengembangan desa merupakan suatu program pemerintah yang berupaya memberdayakan masyarakat pada suatu desa, karena masyarakat desa tersebut yang paling mengenal potensi desa mereka demi kebertahanan dan keberlangsungan desa mereka sendiri, terutama dalam era Masyarakat Ekonomi Asia yang menuntut kualitas sumber daya manusia. Dan Kabupaten Gianyar sebagai daerah wisata yang terkenal di seluruh dunia memberikan peluang maksimal bagi masyarakat di kabupaten tersebut untuk mengembangkan dan meraih kesempatan dari berbagai peluang pariwisata bagi kemajuan masyarakat pada masing-masing desa. Salah satunya adalah dengan menjalin kerjasama berupa Pengabdian Masyarakat dari berbagai Perguruan Tinggi untuk membantu masyarakat menemukenali dan mengembangkan potensi desa.

·         Pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali merupakan salah satu bentuk program penguatan  dan pendampingan yang bisa dilakukan bagi desa wisata. Meskipun pada awalnya pengembangan desa wisata mengalami kendali, namun kepedulian dan kesiapan masyarakat Bali yang sangat peduli terhadap pariwisata, beserta kerjasama dengan pihak agen perjalanan wisata membantu mengembangkan wawasan masyarakat terhadap peranan penting media dan sarana promosi pariwisata.

·         Pemerintah Provinsi Bali menargetkan hingga 2018 dapat dikembangkan setidaknya 100 desa wisata. Semenjak tahun 2013 hingga 2015 sudah terdapat 42 desa yang difasilitasi untuk menjadi desa wisata. Desa wisata yang telah dikembangkan tidak hanya mendapatkan bantuan anggaran, juga mendapatkan pembinaan terkait dengan program Sapta Pesona maupun potensi yang cocok untuk dikembangkan sesuai dengan keunggulan yang dimiliki. Misalnya desa dengan potensi persawahan, dibarengi dengan kegiatan masyarakat bercocok tanam, maupun kegiatan ritual terkait. Pengelolaan dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak mengenai desa wisata akan mampu membuat desa wisata tersebut berkembang secara maksimal sesuai dengan potensi dan keunikan masing-masing secara berkelanjutan, agar bisa menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.


Adapun Pengabdian Masyarakat Program Studi Administrasi Perhotelan STPNB 2016 tahap I di Kabupaten Gianyar ini meliputi :
    • Identifikasi Potensi wisata di berbagai desa wisata dan pondok wisata di Kabupaten Gianyar, Bali.
    • Pemasaran dan media promosi hotel, restoran, desa wisata juga pondok wisata di Kabupaten Gianyar, Bali.
    • Pemberdayaan Masyarakat, keterlibatan pemerintah, para pengusaha dan berbagai stake holder dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar, Bali.


Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Prodi ADH STPNB 2016 tahap pertama ini, dihadirkan Narasumber : Djinaldi Gosana (Director PT Mitra Industri Pariwisata), I Ketut Kanten (Managing Director Bali Villa Properties & Alpha Hotel Management), dan I Made Suama (Executive Chef The Royal Pitamaha Resort & Spa), beserta I Gusti Putu Ngurah Budiasa, MA., dan Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par., untuk dapat memberikan berbagai penguatan dan pengalaman dalam mengelola Desa Wisata, terkait Pemasaran Produk dan Pelayanan Pariwisata, Pemanfaatan beserta standarisasi berbagai media promosi hotel dan pondok wisata, Food Product, dan juga materi terkait Front Office dan Housekeeping.
     
Berbagai pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat terkait pengelolaan desa wisata beserta permasalahan di lapangan yang dihadapi saat melayani wisatawan diungkapkan seperti misalnya; peningkatan ketrampilan pengelola pondok wisata dalam hal penerimaan tamu, promosi desa wisata, mengolah makanan, menghidangkan makanan, dan cara penyusunan paket wisata yang akan dikembangkan. Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan  di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, pada hari Sabtu, 2 April 2016.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar