Senin, 12 Desember 2011

What a Lovely Day Today........







Pagi, setelah mencuci pakaian 2 ember, dan langsung menjemurnya. Simbok jari tangannya masih terluka, yang kena pisau lah, yang berantem sma monyet lah. Ehm....










Anak2 sudah berangkat dari tadi. Minggu ini tidak ada pelajaran di sekolah mereka. Baru minggu lalu tuntas semua ujian akhir semester yang wajib mereka ikuti. Namun murid sekolah tetap wajib hadir di sekolah masing-masing, bersosialisasi. Yudha kini duduk di kelas 4 SDN III Padang Sambian Kelod. Adi di SMAN I Denpasar. Dan dia mengikuti lomba kantin ceria yang diselenggarakan Fruttea.










Hmmm....





apapun itu, anak-anakku...





Jalani hidup dan segala pernak-pernik kehidupan dengan sepenuh suka cita, bersungguh-sungguh mengikuti setiap proses belajar.... Jangan gampang menyerah pada kesulitan, rintangan, tantangan, dan tawaran yang hadir mengalir.










Aku bergerak menuju kampus UNUD. Gedung Prof. Bagus di Sanglah. Well.... tidak ada janji untuk berjumpa dengan salah satu profesor atau doktor, namun, dengan rajin datang, juga memotivasi diri sendiri untuk tidak bermalasan dalam perjuangan hidup. Disana kujumpai Pak Ketut yang akan ujian seminar hasil penelitian program doktoral nya, ada pula Bu Maria Rahayu yang adik kelasku di program doktoral ini. Kami dahulu satu angkatan saat menempuh program Master di Kajian Budaya UNUD, angkatan 2006. Namun di program Doktoral ini, dia baru masuk tahun 2011. Ada Prof. Sumadi yang bakal menguji Pak Ketut, dan... beberapa teman lain.










Waktu menunjukkan pukul 9.15 tatkala kutinggalkan gedung tersebut. Aku meluncur menuju Nusa Dua. Minggu lalu sudah kami tuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester bagi semester ganjil tahun akademik 2011 / 2012. Kini ingin aku menuntaskan laporan hasil seminar mengenai Diseminasi Program Pendidikan bidang kebudayaan yang kami ikuti minggu lalu di hotel Inna Bali, memastikan keberangkatan ke Jawa bersama rombongan pegawai STPNDB, dan beberapa tugas lain.










Di saat tidak ada perkuliahan begini, kantor tutup lebih awal. Pukul 2 sore. Maka, aku segera pamit pada rekan yang masih berkutat dengan tugas mereka, bu IRN, bu Asti, bu Sastri, dan pak Nengah Sudarma. Aku ingin ke RS Sanglah, mengunjungi salah satu anggota keluarga yang sedang sakit.










Untuk mempercepat waktu tempuh, ku lintasi jalan di pasar desa adat Kampial, tembus ke perumahan di sekitar situ, lalu tembus ke jalan raya Bypass Ngurah Rai. Namun, belum juga tiba di jalan raya Bypass, seekor anjing melintas memotong laju jalan motorku. Hmmm, sudah kucoba tetap memegang erat gagang setang motor, menarik rem tangan, dan menginjak rem kaki sekuatnya, tetap tak kuasa. Yang kuingat, menghindari mobil box yang parkir di sisi kanan jalan, aku menghantam tiang listrik, nyungsep masuk got, terpental lagi, dan kepalaku menghantam tembok pagar rumah orang.










Aku lalu mencoba bangkit perlahan.....





duduk, kaki terjuntai di got tak berair, menarik nafas panjang, dan coba mengingat-ingat kejadian. Well.... mulai kurasa sakit di lutut kaki kiri, paha kanan, dan... bibirku. Jontor.... Hmmm, kubuang ludah perlahan, berwarna merah kental. Kucoba mengurut kepala, bibir, dan kedua kaki. Empat orang pria mengelilingi, mencoba memberi bantuan. Ada yang membelikan se gelas air minum, ada yang membantu mendirikan motorku, ada yang membantu berdiri..... Entah siapa pun kalian..... Tuhan yang bakal membalas budi baik ini sebagai karma dalam hidup.










Kemudian aku bangkit berdiri, berjalan menghampiri motor tercinta, astrea 800, meyakinkan ransel dora emon ku baik-baik saja, juga isinya, laptop, buku-buku, cokelat batangan..... Lalu kembali melanjutkan perjalanan.










Pulang???





Hmmm, belum. Sudah seminggu ini pamanku, Dewa Aji Nyoman Pagi ditinggal istrinya yang opname di RS Sanglah karena tensi tinggi. Aku belum juga dapat berkunjung ke sana. Kemarin sibuk pulang kampung ke Batuaji Tabanan, mengunjungi tanteku, Dewa Biyang Nyoman lalu dilanjutkan dengan ke rumah mertua di jalan Antasura Denpasar. Hanya berbekal info, beliau di rawat di ruang IRD 202. Maka, segera kususuri jalan raya bypass Nusa Dua - Denpasar, tembus di Gelogor Carik, lalu RS Sanglah. Ah, berjalan menyusuri ruang IRD, MS, ternyata pasien sudah pindah ke gedung Nagasari. Hmmm, kembali kususuri rumah sakit ini. Kukenakan baju steril sebelum diperkenankan masuk mengunjungi kerabat yang sakit di ruang Nagasari.










Ingatan kembali berulang, tatkala dahulu, sebulan mertua dirawat disini, melahirkan kedua anak-anakku, mendonorkan darah di bagian PMI, dan..... berbagai urusan lain di rumah sakit ini. Siapa lah yang berkehendak alami sakit dan terluka.... namun, jika situasi memaksa, maka, mau tidak mau, suka maupun tidak, kita akan berurusan dengan rumah sakit, rumah yang diharapkan bisa membawa kesembuhan dan angin segar bagi yang sakit.










Pukul 4.15. Semua urusan tuntas. Rehat sejenak, menikmati sore indah dengan sepotong roti dan segelas minuman untuk menenangkan hati setelah beragam urusan sepanjang hari. Aku pulang ke rumah, berharap masih cukup waktuku untuk kembali keluar di malam hari bersama si bungsu...... Salah satu staf cleaning service di kampus kami minta bantuan untuk dibelikan kamera mini seperti punyaku. Mini, namun multi fungsi. Dan, akan kami bawa sepanjang perjalanan ke Jawa menyusuri situs-situs peninggalan Majapahit di Jawa Timur, Malang, dan Surabaya, akhir minggu ini. Maka, akan kucoba mencarikan kamera mini tersebut, dan membelikannya bagi ibu tersebut, sebelum dia menggantinya dengan uang kembali.










Swaha, Tuhan....





Aku masih diperbolehkan menjalani hari-hariku dengan sepenuh semangat, untuk memujaMu sepanjang waktu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar