Rabu, 30 Juni 2010

Septer Suarti Laila


Penerimaan Mahasiswa Baru di Lembaga dimana aku bekerja mengabdi diri menjadi pelayan.... Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Ratusan wajah brondong dan bronis hiasi kampus ini pada hari Kamis, 1 Juli 2010, jadwal wawancara. Setelah tiba di Gedung Dosen Ruang Administrasi Perhotelan, aku bergeser menuju Gedung Rektorat lantai dua, mengambil berkas. Berpindah lagi ke Gedung lain. Tiba di Gedung Rebab, bagian A, lantai dua, sejak pukul 08.30. Akhirnya tiba Gungku dan Ayu Trav. Masuklah seorang gadis cantik.

Namanya Septer Suarti Laila. Gempa baru saja menghancurkan kampung halamannya. "Rumah kami hancur, orangtuaku cuma petani, kami punya sepetak lahan sawah" Demikian kisahnya. Tiada wajah sedih lagi tergurat dalam wajahnya, namun wajah itu.... hmm, sangat cerah menatap wajah kami, tiada ragu sedikitpun berceritera tentang segala harapannya di masa depan, walau ini kali pertama berpisah jauh dari keluarga. Ah.... Septer, jauh kaleeee kau berlari dari Gunung Soli, Nias, yang jatuh karena gempa. Hmmm. Baiklah... Gempa boleh hancurkan rumahmu, porak-poranda kan kampung halamanmu, namun takkan cukup kuat hancurkan mimpimu, anganmu, harapanmu tentang masa depan. Kita buktikan bersama, tak satu jua bisa bunuh pikiranmu, ...

"Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuubah dunia!" Demikian Bung Karno pernah berkata. Andai.... jauh lebih banyak pemuda generasi penerus yang penuh harap seperti dia, bukannya hanya dengan bermanja, dan selalu sibuk berkeluh kesah memohon belas kasihan, asyik ber hura-hura, bikin huru hara dan berbuat aneh yang merusak diri sendiri juga orang lain. Paling jengkel aku, jika ada orang yang gampang berputus asa, merajuk dan ngambul berhari, dendam dan menghancurkan diri sendiri bahkan orang lain dengan bermabuk. Hweleh.... padahal, aku sendiri kadang juga bisa alami down. Hwalah... Hmm, sisi manusiawi dah...

2 komentar:

  1. Sepertinya saya kemarin lebih banyak dikenalkan ke dosen daripada mahasiswi ya :) He he...

    BalasHapus
  2. Ehm....

    Protes nih ya? Hahaha... oke dah... Datang sekali lagi, khusus kukenalkan dikau pada mereka langsung. Dan, bisa kita teriakkan, "Dipilih, dipilih...."

    BalasHapus