Jumat, 06 Agustus 2010

Morning Crazy, Crazy All Day, But Still Happy, Enjoy Aja Lageee...


Kamis, 4 Agustus 2010, Pukul 16.30, dalam perjalanan Outbound bersama 700 an mhs STPNDB yang mengikuti PDSP 2010, di saat sedang berjalan perlahan melintasi bukit Kampial yang berada di sekeliling kampus. HP ku berdering, kulirik dan segera kuterima. Telpon dari salah satu Puket, pimpinan di lembaga dimana aku mengabdi. "Bu Santi, besok ditugaskan mengikuti Seminar yang berkaitan dengan Human Resources Management di Puri Saron. Bersama bu Irene".

Hmm, baik. Berarti besok harus berangkat mengikuti seminar di Puri Saron. Padahal, aku begitu ingin menyaksikan acara pesta penutupan kegiatan PDSP bersama para pegawai dan dosen juga para mahasiswa STPNDB keesokan hari, Jum;at, 5 Agustus 2010 di Aula kampus kami, namun ini tugas negara, dan aku adalah pengabdi bangsa dan negeri ini, harus bisa memilih dan memilah, melakukan skala prioritas dalam jalankan tugas.

Dan, hingga pukul setengah tujuh malam hari itu kuikuti Upacara penutupan PDSP 2010 bersama panitia dan para mahasiswa baru di STPNDB, di lapangan kampus, dengan mandi kembang bagi para mahasiswa baru, sebagai tanda mereka telah lulus dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PDSP 2010.

Jum'at, 5 Agustus 2010. Pagi hari, setelah selesai dg urusan rumahtangga, anak-anak dan suami, aku berangkat menuju ke Nusa Dua. Hla, bukannya... hotel Puri Saron terletak di Seminyak? Benar, namun berkas konfirmasi pendaftaran ulang setelah pengumuman kelulusanku diterima sebagai mahasiswa Program S3 Program Studi Kajian Budaya UNUD masih tersimpan rapi di atas meja di kantor. Dan hari ini adalah hari terakhir untuk menyerahkan berkas tersebut kembali ke Program Pasca Sarjana, Prodi Kajian Budaya. maka aku harus berangkat pagi hari ke Nusa Dua terlebih dahulu, mengikuti Pelatihan di Puri Saron Seminyak, ke UNUD Sanglah, dan kembali ke Seminyak. Ehm, what a day untuk hari ini....

Pk. 07.45 tiba di ruang ADH, kulihat ada bu IRN. KPS ADH yang baru saja menerima SK pengangkatannya ini belum lagi bergerak ke Puri Saron. Dia berdiam di perumahan dinas dosen STPNDB. Kami putuskan akan berangkat bersama. Kumasukkan berkas pendaftaran di atas meja, lalu berbalik segera menuju parkiran kendaraan. Melaju sekitar 45 menit, kami tiba di jalan Dhyana Pura, berbelok masuk ke kiri, jumpa Hotel Dhyana Pura dan Gereja St. Mikhael, lalu kemudian, Hotel Puri Saron.

Mengambil posisi strategis, seperti murid dg semboyan, "Posisi menentukan prestasi", maka kami duduk di deretan paing depan, tepat untuk menatap pembicara. Lalu, tiba ibu Ayu Ariasih. Wah, ternyata ada 3 orang dari STPNDB yang hadir pada acara Bimbingan Teknis Transformasi Konflik yang diselenggarakan berkat kerjasama DepKumHam dan Yayasan Dharma Staphanam ini. Lalu tiba sang Prabu Darmayasa. Beliau orang yang kukagumi untuk buah pikirannya yang sering muncul di salah satu maillist yg selalu kuikuti. Kusempatkan berdiri, berjalan melangkah, hampiri sang Prabu, menyapa Beliau, lalu kembali ke kursiku.

Hmm, lumayan banyak orang hotel, baik dari PHRI, BVA, Kuta Exclusive Club, berbagai pihak instansi pemerintah, hingga Kepala Lingkungan Desa Dalung. Acara dibuka dengan berbagai kata sambutan, dari Ketua Yayasan Dharma Staphanam, GM Hotel Puri Saron sekaligus ketua Kuta Exclusive Club, bapak Gusti Kade Astawa, pihak Diparda, dan dari KemenKumHam sendiri.

Setelah kegiatan Bimbingan Teknis ini diawali dengan berbagai kata sambutan, maka tiba giliran bapak Adhy menyampaikan materinya. Aku bergeser pamit ke kamar kecil. Ah ha, kulihat Pak Rai Malen Mahajony. Hmm, dia salah satu orang yang termasuk sering menyampaikan pendapat di salah satu mail list yg kuikuti. Kulihat dia duduk di salah satu kursi deretan belakang, dan... tertidur. Hwalah, tidur di tengah ruang seminar. Hmm, tentu lelah sekali atas segala kesibukan nya. Keluar dari kamar mandi, kudapati pak Rai sudah terjaga, lalu ada seorang ibu cantik berdiri di dekatnya. Kami berbicara bertiga, lalu pak Rai perkenalkan ibu cantik itu sebagai Ibu Dayu telkom. Hwalahdalah..... Dunia sungguh kecil. Banyak orang yang sesungguhnya dekat denganku, namun juga jauh sekali terasa. Ah ha... sering bertemu karya mereka, buah pikiran indah yang terlahir dari kerja keras mereka, namun tidak kuketahui wajahnya, padahal, ya di seputraran ku pula mereka berada.

Pukul 13.45. setelah selesai makan siang, aku pamit meninggalkan tempat Pelatihan sejenak. Hari ini hari terakhir harus menyerahkan berkas pendaftaran ulang di Prog. Pasca Sarjana, Prodi Kajian Budaya, Jalan Nias. Kukebut motorku, agar tiba segera, sebelum kantornya tutup pada pukul 3 siang. Tiba disana, masih ada Bu Tjok, Pak Hendra, Pak Putu, dan Ibu Colleta. Kami berbincang sejenak, lalu kuserahkan berkasku, memastikan meterai yang kutempel dengan lidah sudah merekat kencang. Hanya butuh waktu 30 menit selesaikan urusanku di ruang tersebut, dan total 30 menit lagi untuk wara-wiri di jalan raya hingga balik kembali melaksanakan sisa tugasku di Puri saron bersama rekan-rekan lain. Untungnya aku bisa bawa motor, bayangkan saja jika harus naik mobil menyusuri jalan-jalan kota denpasar yang macet, apalagi beritanya, ada kebakaran yg bikin jalan di bypass tambah macet lagi. lagi pula, aku memang ga punya mobil, ga bisa bawa mobil.

Tiba kembali di Puri Saron, melanjutkan pelatihan dan Bimbingan Teknis ini hingga pukul 5 sore, kami sempatkan berfoto ria bersama, sebelum bubar jalan.

Ehm, what a day.... hari yang heboh, menyenangkan. Sebuah bagian lagi dalam proses kehidupanku, harus melaksanakan tugas dinas dari lembaga, tugas negara, harus selesaikan pendaftaran dalam rangka per kuliahanku kembali, harus lewatkan waktu bersama para muridku, dan keluargaku pula. Ehm...

Semoga Tuhan selalu mengijinkan ku tetap melaksanakan berbagai aktivitas ini dengan kondisi stamina baik-baik saja. Dunia penuh warna, pelangi kehidupan, susah senang, lebih kurang, baik buruk, akan kujalani dengan se baik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar