Selasa, 22 April 2014

Namaku Rozikin



Namanya Rozikin.
Sering kutemui saat melintasi Patung Ngurah Rai dalam perjalanan menuju ke kampus STPNDB. Tersenyum ramah semenjak pagi hari hingga siang terik. Semenjak bertahun lalu, bahkan sebelum proses pembangunan jalan tol dimulai.



Namanya Rozikin.
Dengan setumpuk koran di tangan kiri, dia menyapa ramah orang yang berhenti untuk membeli koran. Bajunya jarang sekali berganti. "Saya punya beberapa potong baju saja". Katanya sambil menerawang jauh.

Namanya Rozikin.
"Saya tinggal di bedeng kontrakan seharga 250.000 per bulan. Umur saya kini sudah 30 tahun. Tidak ada yang mau menikah dengan saya, karena usaha saya mungkin kurang gigih., Ujarnya sambil tersipu malu......


"Namaku Rozikin"
Hmm, bila kurasa galau dan tertekan, kuingat dia yang tetap berjuang dan tersenyum dalam getirnya hidup..... Kagum aku akan semangat hidupnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar