Minggu, 20 April 2014

Pawiwahan @Puri Saren Agung Ubud, Minggu, 20/4/2014




Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati & Cokorda Istri Julyana Dewi, Tjokorda Gde Dharma Putra Sukawati & Gusti Ayu Mahadewi. Semoga pernikahan ini abadi selamanya.....




Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati & Cokorda Istri Julyana Dewi, Tjokorda Gde Dharma Putra Sukawati & Gusti Ayu Mahadewi. Semoga pernikahan ini abadi selamanya.....

Berawal dari serangkaian prosesi pernikahan semenjak awal bulan, 2 April 2014. Hingga upacara widi widana, pada tanggal 18 April 2014, dimana pernikahan disahkan dengan ritual keagamaan di pura keluarga puri oleh pendeta Siwa Budha. Dan pesta pernikahan digelar hingga hari Minggu, 20 April 2014.




Terlahir cantik dan tampan, sebagai anggota keluarga bangsawan, kaya dan terkenal. Pesta pernikahan dengan ribuan tamu yang hadir setiap harinya dari berbagai penjuru dunia, diliput oleh banyak media. Sungguh, sebuah kesempurnaan di mata banyak orang.



Ibu Nunuk & Ibu Murtini, pedagang tahu dan bakso yang ikut terlibat dalam seksi konsumsi, "Saya sudah terlibat semenjak tanggal 18 April di sini". Ujar mereka...... Bukti nyata interaksi puri dan rakyatnya.
Indahnya harmoni di era globalisasi ini.





"Bu, saya anak ibu di STPNDB juga", Ujarnya sambil perkenalkan diri. Aha, jumpa muridku di pesta ini.... Dia ikut berpartisipasi, sebagai warga masyarakat Ubud.



Inilah sebuah pernikahan abad milenium, bukan lagi bak dongeng semata, yang tidak terjangkau masyarakat luas. Sebuah rangkaian kegiatan yang menggambarkan pernikahan multikultur di tengah masyarakat, dengan keterlibatan banyak pihak, dengan keterbukaan pihak puri, melambangkan kedekatan keluarga puri dengan masyarakat luasnya.



Betapa, tawa dan canda, senyum ramah terpancar dari kedua mempelai dan setiap anggota keluarga menyapa tamu.... Keterlibatan banyak pihak di setiap prosesi upacara dan upakara yang melambangkan keterikatan dan kedekatan hubungan dengan keluarga puri. Disertai hiburan gratis bagi anggota masyarakat yang berada dan turut hadir dalam rangkaian pernikahan tersebut, hingga pesta kembang api di akhir rangkaian.









Ini bukan tentang prestisius belaka, ini juga bukan melegitimasi kekuasaan puri terhadap orang banyak, masyarakat luas. Ini adalah tentang keterlibatan banyak pihak yang memperlihatkan kedekatan keluarga puri terhadap rakyatnya, juga masyarakat lain yang berinteraksi dengannya. Ini adalah sebuah jalinan, ikatan, yang semakin erat berinteraksi bersama, dalam menjalani kehidupan di masa depan.









Semoga..... pernikahan ini kekal abadi selamanya, dan, menjadi teladan / tokoh panutan masyarakat, pemimpin yang dekat dengan rakyat, dan mampu memahami serta memotivasi orang banyak, di era milenium ini.......










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar