Jumat, 11 April 2014

Pengamas & APM Prodi DIV ADH, di Desa Pinge, Kec. Marga, Kab. Tabanan. Jum'at, 11 April 2014

 



Pengabdian Masyarakat & Aplikasi Manajemen Prodi DIV Administrasi Perhotelan, di Desa Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Jum'at, 11 April 2014.

Jum'at pagi hari, para mahasiswa telah semenjak pagi dini hari bersiap di desa Pinge. Para dosen dan pihak manajemen, berangkat dengan menggunakan beberapa kendaraan, bergerak dari Nusa Dua, Denpasar, Ubung, Abian Semal, dan sekitarnya.



Kami semua berkumpul di Desa Pinge, Untuk melaksanakan  Pengabdian Masyarakat & Aplikasi Manajemen Prodi DIV Administrasi Perhotelan, di Desa Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 
Seratusan warga Desa Pinge, baik kaum bapak dan ibu, para pemuda dan pemudi, berkumpul di Balai Banjar Desa, untuk bertukar pendapat, urun rembug, mengenai beragam situasi yang terkait dengan Desa Pinge, yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata semenjak tahun 2011 berdasar SK Bupati Tabanan.



Dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, Drs. Dewa Gede Byomantara, M.Ed., dengan penyematan tanda pada peserta dari masyarakat Desa Pinge sebagai awal pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Prodi DIV ADH, dan penyerahan mahasiswa untuk berada bersama masyarakat Desa Pinge, melaksanakan  Aplikasi Manajemen sebagai hasil selama mengikuti proses pembelajaran di lembaga pendidikan kami, dan telah melaksanakan program Training di Hotel, dan kini, mereka di tengah masyarakat Desa.















Hadir pula para pemuka agama, pemimpin lembaga pemerintahan Desa Pinge, dan juga para Pengurus dari Badan Pengelola Desa Wisata Desa Pinge, seperti bapak Bendesa Adat, Kelian Adat, Badan Pengelola Desa Wisata, bapak Made Sarjana,  pemilik pondok wisata, bapak AA Oka, bapak Wayan Rejep Arjana.

Para Pembicara adalah Bapak Drs. Dewa Ketut Sujatha, yang membawakan materi pengenalan Pondok Wisata, bapak Ir. I Nyoman Sukana Sabudi, MP., dengan materi higienis dan sanitasi Desa Wisata, I Gusti Putu Ngurah Budiasa, S.ST.Par., MA., CHT., dengan teknik pemasaran Desa Wisata, Dra. NDM Danti Diwyarthi, M.Si., dengan materi Motivasi Kerja, dan NLG Sri Sadjuni, SE., M.Par., CHA., dengan materi makanan yang disajikan di Pondok Wisata.



Kegiatan ini ditutup oleh Bapak Pembantu Ketua STPNDB di sore hari.

Desa Pinge terletak 34 km dari Kota Denpasar. Berlokasi 17 Km di bagian utara kota Tabanan.  Dengan hamparan sawah berundak, pegunungan hijau, hutan terhampar luas, Desa Pinge juga berhawa sejuk karena terletak kira-kira 500 meter dari permukaan laut. 



Perjalanan wisata yang pada umumnya ditawarkan pada para wisatawan terkait Desa Pinge adalah Denpasar – Bedugul – Pertigaan Desa Pacung – Jati Luwih – Yeh Panes – Desa Wisata Pinge-Tabanan – Alas Kedaton. 



Dengan spesifikasi wisata alam berupa:
Tracking, dimana pengunjung dapat menikmati agrowisata desa Pinge sambil menikmati pedesaan yang nyaman dan tradisional. Hiking, pengunjung bisa menikmati keadaan alam desa secara menyeluruh dan mengeksplorasi aneka macam potensi desa ini. Setelah itu pengunjung dapat beristirahat di saung-saung yang disediakan sambil menikmati makanan atau minuman yang dipesan sebelumnya. Cycling, bersepeda ria menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya udara Pinge.

Selain memiliki potensi keindahan alam nan indah, Desa Pinge juga memiliki potensi budaya bernilai tinggi, karena banyak didapatkan arkeologi-arkeologi di sebuah pura bernama Pura Natar Jemeng.  Piodalan di Pura Ini adalah Buda Wage Merakih. Desa ini kerap dikunjungi oleh para wisatawan asing maupun lokal yang hendak menikmati berbagai suasana pedesaan yang indah, kesejukan udaranya, atau hamparan sawahnya yang luas.  Setiap 210 hari sekali yaitu pada hari Rabu Kliwon Ugu adalah hari upacara Petoyan di Pura Natar Jemeng yang menggelar juga tarian Wali Pendet yang bersifat sakral.

Pengelolaan Desa Wisata sudah tentu tidak bisa mengabaikan peranan berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, mulai dari masyarakat desa, perangkat pemerintah desa, pihak pengelola perjalanan wisata, orang-orang yang dianggap berkompeten dalam bidang pengelolaan, dan berbagai pihak lainnya.

Pengelolaan Desa Wisata juga tidak bisa terlepas dari program jangka pendek,  dan panjang. Karena jika tidak dirancang dengan baik arah pengembangan dan pembangunan Desa Wisata, semua akan sia-sia. Misalnya penanganan lingkungan di tengah masyarakat, pemeliharaan kebersihan dan keamanan, penawaran situasi dan kondisi alami pada para wisatawan yang tertata dengan baik pula.

Semoga, penduduk Desa Pinge mampu mengembangkan dan melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, entah itu melalui pendidikan dan pelatihan yang terus menerus, pemasaran dan penjualan paket wisata yang semakin berkembang dengan melibatkan sarana dan prasarana teknologi memadai. Semoga Desa Pinge mampu memelihara dan menjaga kondisi keasrian desanya, juga kelestarian budaya yang ada.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar