Minggu, 11 April 2010

Kencanku dengan D'Massiv di Malam Hari

D'Massiv membelai telingaku menghentak kalbu, katanya : Jangan Menyerah...

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

Ah...
Betapa sering ku berkeluh kesah, karena impian, cita dan angan yang tak tercapai. Terpuruk dan tersinggung karena tingkah polah orang lain, sanak saudara dan sahabat. Iri pada orang lain dan terhina pada ketidakmampuan / ketidakberdayaansendiri. Merasa diri paling benar dan hebat. Berbangga dan besar kepala. Atau bersedih merasa seluruh dunia mengucilkan dan membenciku. Lalu tumbuh dalan kebencian dan tidak menerima kenyataan yang ada.

Melihat Bilqis dan wajah kanak sendu itu, hati teriris... perjuangan orangtuanya yang tiada kenal lelah meyakinkan diri sendiri, berusaha kemanapun tempuh segala cara demi segala kebaikan anaknya. Apakah aku akan berlaku sama bagi anak-anakku pula? Apakah aku akan menekan egoku demi kebahagiaan orang lain pula? Mengutamakan kepentingan yg lebih besar, demi masyarakat luas? Apakah cobaanku jauh lebih berat dari cobaan orang lain? Sebegitu mudahkah ku berserah dan pasrah terhadap segala rintangan? Betapa sering kusesali jalan hidupku jika tak berhasil kugenggam dan kuraih mimpiku?

D'Massiv hadir mengetuk pintu hati... Perlahan air mata haru mengalir. Rasa rindu hadir mengisi relung hati. Jika sempurna bukan pilihan bijak untuk dituju, setidaknya bijak bisa jadi pilihan sempurna untuk diraih....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar