Minggu, 10 Februari 2013

Sengkui demi Yudha, 10 Februari 2013

Malam hari setelah seluruh anggota keluarga berkumpul kembali setelah beragam aktivitas.....


Yudha curhat tentang kegalauan hatinya. "Ma, besok Yudha harus bikin sengkui di sekolah, saat pelajaran ketrampilan. Yudha sudah belajar, tapi tetap gak bisa....."

Hmmm, my lovely handsome amazing bodyguard sedang bersedih. Apa yg harus kulakukan?? Tidak ada pelepah daun kelapa di malam hari begini. Sudah pukul 9 malam.

Well, emak yg bijak bakal selalu penuh dengan ide kreatif. Tak ada rotan, akar pun bakal berguna. Maka, kuambil selembar kertas, kuminta dia mulai menggunting lembaran kertas putih tersebut.

Darimana kami dapat mencari contoh sengkui??? Ah ha..... aku punya akses internet 24 jam, dari modem sederhana kami. Maka, kami jelajahi bersama beragam situs yang dapat memberikan informasi mengenai filosofis dan bentuk sengkui, sebagai sarana perlengkapan bersembahyang.

Setelah dapat, kami mulai meniru, mencoba berulang kali, dan semakin menebalkan keyakinan serta minat Yudha. Terlepas dan terurai berkali, kuambil jepitan kertas, dan memintanya untuk menjepit bagian yg terlepas, hingga akhirnya berhasil sedikit demi sedikit.

Ehm.....
.... teruslah berusaha, anakku. Karena keberhasilan tidak diukur dari hasil, namun dari seberapa besar usaha dan perjuangan dalam belajar dan berkarya mencapai hasil tersebut.

Sengkui merupakan alat yang terdiri dari anyaman pelepah daun kelapa. Sengkui terdiri dari beragam jenis. Beberapa yg kutahu adalah 


                               Sengkui Prana Matra / Tatakan Klabang 7 / pinaka Sapta Petala. 



             Sengkui  Butha Matra / Tatakan Klabang 9 / katur majeng sang ngawe urip, Nawasanga.



                          Sengkui Pradnya Matra / Tatakan Klabang 5 / pinaka pangider buana.

 http://cakepane.blogspot.com/2012/12/banten-caru-eka-sata-dan-caru-rsi-ghana.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar