Jumat, 25 Oktober 2013

(3) Kisahku, Sesuatu tentang APEC 2013




Setelah serangkaian tugas yang berkaitan dengan Asia Pacific Economic Corporation (APEC) 2013, dengan serangkaian beban, tanggungjawab, aktivitas yang terlaksana dalam kebersamaan juga kerjasama, maka..... dengan bangga dapat kami katakan, "Bersyukur, tuntas lagi satu tahapan kegiatan yang dipercayakan pada kami".



Sekecil apapun..... setiap pihak yang telah terlibat tentu memberikan sumbangan dalam kelancaran aktivitas APEC 2013. Baik pihak yang terlibat secara langsung, maupun tidak. Sudah tentu, tidak ada gading yang tidak retak, tak ada maha karya yang sempurna.







Dengan total jumlah 10 Presiden dan Perdana Menteri. 1200 CEO, dan Penentu Kebijakan Dunia, serta jumlah delegasi APEC sebanyak 4.022 orang, jumlah peliput APEC sebanyak 3.157 orang, Wakil Ketua Pelaksana APEC 2013, Chairul Tanjung mengatakan bahwa APEC memiliki peranan penting di mata Indonesia, bahkan di dunia.

Semenjak bergabung dengan Asia Pacific Economic Corporation lebih dari 20 tahun lalu, APEC telah memberikan manfaat yang signifikan. Total perdagangan Indonesia pada tahun 1989 adalah US$ 29,9 milyar. Di tahun 2011, angka ini naik hampir 10 kali lipat menjadi US$ 289,3 miliar. Sementara pada tahun 1994, nilai FDI (Investasi Asing) masuk ke Indonesia adalah US$ 2,5 milyar dan ini meningkat menjadi US$ 10,6 milyar pada 2011, atau mengalami peningkatan lima kali lipat dalam 17 tahun terakhir.

APEC’s 21 member economies represent 56 per cent of the world’s GDP and $437.8 billion, or over 70 per cent, of Australia’s trade in goods and services. (http://www.pm.gov.au/media/2013-10-06/attendance-apec-economic-leaders-meeting-and-east-asia-summit). Hal ini menunjukkan bahwa betapa APEC dan segala kebijakan yang dihasilkan telah membuat APEC sebagai sebuah forum terkemuka yang mampu mendorong dan meningkatkan hubungan antar anggotanya dalam berbagai bidang yang ada.

Pertemuan demi pertemuan, baik bilateral maupun dengan banyak pihak sekaligus, baik pada level Menteri, para Pengusaha, maupun pimpinan delegasi, telah membuktikan bahwa komunikasi terbuka dan saling pengertian akan memberikan hasil maksimal yang diharapkan bersama. Bahkan, kesepakatan untuk kembali melanjutkan pertemuan-pertemuan tersebut, dengan pertemuan lain pula.

The APEC Economic Leaders’ Meeting, dilanjutkan dengan The 8th East Asia Summit (EAS) di Brunei, 9-10 October. The EAS merupakan pertemuan tahunan dari ke 10 anggota negara  ASEAN,  plus Australia, China, India, Japan, the Republic of Korea, New Zealand, Russia and the United States. Saat kini, anggota EAS telah mencakup 54.9 % dari total populasi dunia, dan memberikan sumbangan sebesar 54.2 % GDP di dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar