Minggu, 14 April 2013

David J. Pollay : The Garbage Truck





How often do you let other people/s nonsense change your mood?? Do you let a bad driver, rude waiter, curt boss, or an insensitive employee ruin your day?  However, the mark of a succesfull  person is how quickly one can get back their focus on what’s important. 
(Seberapa sering Anda membiarkan celotehan, keluhan, cacian dan omong kosong orang lain  mengubah suasana hati ? Apakah Anda membiarkan pengemudi yang buruk, pelayan kasar, bos arogan, atau pegawai yang kurang peka merusak hari Anda? Namun, tanda orang yang sukses adalah seberapa cepat seseorang bisa mendapatkan kembali fokus mereka pada apa yang penting. Maka, fokuslah selalu pada tujuan hidup, cita-cita...... Jangan biarkan mereka menghancurkan hidup)


David J. Pollay explain his story in this way…… 
Sixteen years ago l learned this lesson.  I learned it in the back of a New York city taxi cab. Here’s  what happened. I hopped in a taxi, and we took off for Grand Central Situation. We were driving in the right lane when, all of a sudden, a black car jumped out of a parking space right in front of us. My taxi driver slammed on his breaks, skidded, and missed the other car’s  back end by just inches !! The driver of the other car, the guy who almost caused  a big accident,  whipped his head around and he started yelling bad words at us. My taxi driver just smiled and waved at the guy.  And I mean….. he was friendly. So, l said, “Why did you just do that? This guy almost ruined your car and sent us to the hospital?”  And this is when my taxi driver told me what l now call The Law of The Garbage Truck”.
(David J. Pollay menjelaskan kisahnya dengan cara ini ......  
Enam belas tahun yang lalu aku belajar mengenai pelajaran ini. Saya sedang duduk belajar di bangku belakang sebuah taksi di kota New York. Inilah yang terjadi. Kami sedang berangkat menuju ke Grand Central. Supir mengemudi di jalur yang tepat ketika, tiba-tiba, sebuah mobil hitam menerobos keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Sopir taksi saya menginjak rem, tergelincir, dan hampir menabrak bagian belakang mobil lain dengan jarak hanya selisih beberapa inci! Pengemudi mobil lain, orang yang hampir menyebabkan kecelakaan besar bagi kami, menggeleng2kan kepala dengan gusar, dan ia mulai berteriak memekikkan kata-kata kasar dan kotor pada kami. Sopir taksi saya hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang itu. Dan maksudku ..... ia sungguh bersikap ramah. Jadi, aku bilang, "Kenapa kau melakukan itu? Orang ini hampir menghancurkan mobil Anda dan mengirim kami ke rumah sakit? "Dan inilah yang dikatakan sopir taksi kepada saya, yang sekarang saya sebut dengan "Garbage Law / Hukum Truk Sampah".

“Many people are like garbage trucks. They run around full of garbage, full of frustration, full of anger, and full of disappointed. As their garbage piles up, they need a place to dump it. And if you let them, they’ll dump it on you.  When someone wants to dump on you, don’t take it personally. You just smile, wave, wish them well, and move on.  You’ll be happy you did”.

("Banyak orang seperti truk sampah. Mereka berlari-lari penuh sampah, penuh frustrasi, penuh amarah, dan penuh kecewa. Seperti tumpukan sampah, mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya. Dan jika Anda membiarkan mereka, mereka akan membuangnya pada Anda. Ketika seseorang ingin membuang pada Anda, jangan tersinggung. Anda hanya tersenyum, nikmati, berharap mereka baik, dan terus maju melanjutkan hidup anda. Anda akan senang terhadap apa yang Anda lakukan ").


I started thinking, how often do l let garbage trucks run right over me” and how often do l take their garbage and spread it to other people: at home, at work, on the street? It was that day l said, “I’m not going to do it anymore”.
(Aku mulai berpikir, seberapa sering aku biarkan truk sampah berjalan melewatiku" dan seberapa sering aku mengambil sampah mereka dan menyebar ke orang lain: di rumah, di tempat kerja, di jalan? Itu adalah hari yang aku bilang, "Aku tidak akan melakukannya lagi". Biarlah aku menjadi sasaran, tumpuan kemarahan, dan menjadi amukan mereka, yang penting mereka bisa terlepas dari beban perasaan dan pikiran yang begitu menyiksa dan membuat frustrasi)

Life’s too short to wake up in the morning with regrets. Love the people who treat you right. Forget about the ones who don’t. Believe that anything happens for a reason.  Never let The Garbage Truck run over you……   
(Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan. Kasihi orang-orang yang memperlakukan Anda dengan tepat. Lupakan orang-orang yang tidak. Percaya bahwa sesuatu terjadi karena suatu alasan. Jangan Biarkan Truk Sampah berjalan melintasimu ...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar